Scroll untuk baca artikel
BeritaHikmah

Ramadhan: Bara Perjuangan yang Tak Padam

376
×

Ramadhan: Bara Perjuangan yang Tak Padam

Share this article

Oleh; Lalu Agus Sarjana, Aktivis dan Tokoh Pusat Peranserta Masyarakat NTB

ppmindonesia.com. Mataram– Bulan Ramadhan, insyaa Allah, tinggal dua hari lagi akan berlalu, meninggalkan jejak kenangan, kesan mendalam, serta semangat baru untuk menatap masa depan dengan lebih bergairah dan penuh tekad.

Di balik ghirah dan himmah yang membara, selalu ada tantangan dan rintangan—baik yang datang dari luar maupun dari dalam diri kita sendiri. Kita dihadapkan pada pilihan: apakah akan terjun langsung ke dalam samudera ujian dengan keberanian, atau hanya menunggu keajaiban datang tanpa usaha, layaknya buah pisang yang jatuh bukan karena matang, melainkan dicuri binatang malam.

Pilihan ada di tangan kita. Susah atau senang adalah keputusan yang kita buat sendiri. Keindahan hidup sejati lahir dari dalam diri, dari semangat dan keteguhan hati yang kita pupuk. Tak ada yang dapat menghalangi kehendak bebas kita untuk bertindak, selama keyakinan telah tertanam dalam benak dan hati kita benar-benar memahami niat di balik setiap langkah yang kita ambil.

Kesatria sejati adalah mereka yang teguh pendirian, pantang menyerah, dan tidak lari dari amanah yang telah diletakkan di pundaknya. Seorang kader sejati adalah mereka yang terus melangkah ke depan tanpa menoleh ke belakang.

Seorang pejuang adalah mereka yang membakar perahu jalan pulang, meneguhkan tekad, dan tanpa gentar menghadapi tantangan di hadapan. Seorang petarung sejati adalah mereka yang memiliki naluri pemenang—bukan pecundang.

Di titik api perjuangan ini, tak ada kata mundur. Melangkah surut selangkah saja berarti kekalahan, apalagi jika memilih berpaling—itu adalah pengkhianatan terhadap cita-cita besar yang telah diperjuangkan.

Bulan Ramadhan telah mendidik, melatih, dan menempa kita dengan dahsyat, siang dan malam. Bahkan dalam lelap tidur sekalipun, tubuh kita berbenah, jiwa kita ditempa, dan semangat kita dipersiapkan menghadapi sebelas bulan ke depan. Semoga kemuliaan dan hikmah Ramadhan tahun ini menjadi bara yang tak akan pernah padam, menjadi titik tolak perjuangan yang terus menyala dalam diri kita.

Selamat menunaikan ibadah shaum di hari ke-28. Semoga Allah meridhai setiap langkah kita dalam perjalanan hidup ini. Aamiin. (lalu agus sarjana)

Example 120x600