ppmindonesia.com Jakarta, — Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) Nasional mengadakan audiensi dan silaturahmi dengan Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, di kantor Kementerian Koperasi , Jakarta, Selasa (7/10/2025). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog produktif antara pemerintah dan para aktivis ekonomi rakyat dalam mendorong hilirisasi rumput laut sebagai sumber ekonomi baru di wilayah pesisir.
Dalam pertemuan yang berlangsung akrab itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono didampingi Plt Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Krisdianto. Dari pihak PPM Nasional hadir Eko Suryono (Ketua Presidium PPM Nasional), Pupun Purwana (Presidium), Anwar Hariyono (Sekretaris Jenderal), serta sejumlah senior PPM seperti Defri Cane Nasution, Parito, dan M. Yaminudin.Turut hadir pula M. Jumhur Hidayat, mantan Ketua Umum PPM Nasional, yang kini sebagai Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).
Dorongan untuk Hilirisasi
Salah satu agenda utama dalam audiensi tersebut adalah paparan dari Usup Supriyatna, Ketua Koperasi Mina Agar Makmur, koperasi binaan PPM Nasional yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Usup menjelaskan bahwa koperasi yang berdiri sejak 2015 ini telah mengelola 200 hektar area budidaya rumput laut jenis Gracilaria di kawasan pesisir utara dan tengah menyiapkan perluasan lahan hingga 500 hektar, bekerja sama dengan Perum Perhutani.
“Kami ingin menjadikan rumput laut bukan sekadar bahan mentah ekspor, melainkan komoditas bernilai tinggi melalui pengolahan dan diversifikasi produk,” ujar Usup Supriyatna.
Menurutnya, potensi ekonomi dari rumput laut sangat besar jika dikembangkan hingga tahap industri. Selain menciptakan nilai tambah, sektor ini juga mampu menyerap tenaga kerja lokal dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
Menanggapi hal itu, Menteri Fery Juliantono menyambut baik inisiatif PPM Nasional dan Koperasi Mina Agar Makmur. Ia menilai, rumput laut merupakan salah satu sektor unggulan yang dapat menjadi pilar ekonomi baru Indonesia, khususnya di wilayah pesisir.
“Kita perlu bergerak ke arah industrialisasi rumput laut. Jangan berhenti di budidaya, tetapi tingkatkan kapasitas pengolahan agar memberikan nilai tambah yang tinggi bagi masyarakat,” ujar Fery.
“Saya ingin industri rumput laut nasional tidak hanya tumbuh, tapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat pesisir secara berkelanjutan.”
Koperasi Sebagai Poros Ekonomi Rakyat
Sekretaris Jenderal PPM Nasional, Anwar Hariyono, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa PPM siap berperan aktif dalam memperkuat ekosistem koperasi produktif. Ia menyebut, PPM akan mengembangkan model koperasi peranserta masyarakat (Kopermas) di berbagai sektor untuk memperluas dampak ekonomi rakyat.
“Kami sedang menyiapkan model koperasi di bidang pertanian, nelayan, pedagang kaki lima, dan distribusi perkotaan. Tujuannya agar koperasi benar-benar menjadi wadah ekonomi yang dikelola bersama, transparan, dan mandiri,” kata Anwar.
Ia menambahkan, PPM juga berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah dalam membangun koperasi yang modern, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat bawah.
Sinergi dan Persahabatan Lama
Pertemuan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antarsesama aktivis yang telah lama berjuang di bidang sosial dan ekonomi rakyat. Suasana penuh keakraban mewarnai diskusi yang berlangsung terbuka, dengan semangat untuk membangun gerakan ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Ketua Presidium PPM Nasional, Eko Suryono, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil sangat penting untuk mempercepat transformasi ekonomi berbasis potensi lokal.
“Gerakan koperasi bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang partisipasi dan kemandirian rakyat. Hilirisasi rumput laut bisa menjadi contoh konkret bagaimana kekuatan lokal menjadi bagian dari solusi nasional,” ujarnya.
Harapan Baru dari Pesisir
Dengan semakin terbukanya dukungan pemerintah terhadap sektor kelautan dan koperasi, langkah Koperasi Mina Agar Makmur bersama PPM Nasional menjadi tonggak penting dalam mendorong ekonomi pesisir yang berkelanjutan.
Dari budidaya hingga industri pengolahan, rumput laut Gracilaria diharapkan menjadi “emas hijau” yang tak hanya menghidupi laut, tetapi juga memberi harapan baru bagi masyarakat di sepanjang pesisir utara Jawa. (acank)



























