Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Pasar Induk Klari: Akses Tol, Parkir Luas, dan Sistem Limbah Modern yang Diinginkan Pedagang

149
×

Pasar Induk Klari: Akses Tol, Parkir Luas, dan Sistem Limbah Modern yang Diinginkan Pedagang

Share this article

Penulis; emha | Editor: asyary

Visualisasi desain Pasar Induk Klari Karawang. Dirancang sebagai pusat distribusi pangan modern seluas 12 hektare, berlokasi strategis hanya 300 meter dari Pintu Tol Karawang Timur, fasilitas ini diproyeksikan menjadi solusi distribusi yang tertata, bersih, dan bebas banjir."(doc.kbu)

ppmindonesia.com Karawang — Kebutuhan akan pusat distribusi pangan yang lebih tertata dan mudah dijangkau mendorong pengembangan Pasar Induk Klari, pasar grosir modern yang berlokasi hanya sekitar 300 meter dari Gerbang Tol Karawang Timur. Proyek yang saat ini memasuki tahap pra-konstruksi tersebut diproyeksikan menjadi simpul logistik baru yang menawarkan fasilitas yang selama ini paling banyak diminta pedagang: akses tol langsung, parkir luas, dan sistem pengelolaan limbah yang modern.

Akses Tol Langsung, Kurangi Waktu dan Biaya Distribusi

Tidak seperti pasar induk lama yang umumnya berada di kawasan padat penduduk dan rawan kemacetan, Pasar Induk Klari dibangun di jalur distribusi utama Karawang–Purwakarta–Bandung.
Akses pintu tol yang sangat dekat membuat truk besar dan kendaraan pengangkut komoditas dapat langsung keluar dari jalan tol menuju area pasar tanpa gangguan lalu lintas.

“Bagi pedagang, waktu bongkar dan mobilitas barang adalah biaya. Kalau akses tol dekat, kami bisa hemat bahan bakar, waktu, dan antrean,” kata Asep Saepudin (48), salah satu pedagang sayur asal Purwakarta, Jumat (14/11/2025).

Menurut Asep, faktor aksesibilitas menjadi alasan terbesar pedagang bersedia pindah ke lokasi baru.

Parkir Luas, Tidak Lagi Berebut Lahan Bongkar Muat

Selama bertahun-tahun, banyak pasar induk di Jawa Barat menghadapi keluhan serupa: kurangnya lahan parkir, terutama untuk truk besar. Kondisi ini membuat pedagang, pembeli, dan pemasok saling berebut ruang, sering kali menimbulkan kemacetan internal dan risiko kecelakaan.

Pasar Induk Klari merancang area parkir dengan pembagian fungsi yang jelas:

  • Parkir khusus truk besar
  • Parkir kendaraan kecil dan pembeli
  • Zona bongkar muat yang tidak bercampur dengan jalur pembeli
  • Jalur sirkulasi satu arah untuk mengurangi tumpukan kendaraan

Menurut pengembang, lahan parkir dibuat untuk mengakomodasi aktivitas 24 jam tanpa gangguan.

“Pasar induk itu bukan mal. Parkirnya harus luas, fleksibel, dan siap menampung arus truk malam hari. Itu yang kami siapkan,” ujar Poernomo  Direktur PT Klari Berkat Utama.

Sistem Pengolahan Limbah Modern, Lingkungan Lebih Bersih

Salah satu inovasi yang menjadi daya tarik pedagang adalah sistem pengolahan limbah yang lebih modern, termasuk manajemen limbah organik pasar.
Di banyak pasar induk lama, limbah sayur dan buah menumpuk dan menimbulkan bau serta potensi penyakit.

Di Pasar Induk Klari, sistem pengolahan limbah terdiri dari:

  • Saluran drainase tertutup dengan saringan limbah padat
  • Tempat pengumpulan limbah organik yang tidak berada di area transaksi
  • Sistem pembersihan lantai berbasis air bertekanan
  • Pemisahan limbah organik dan non-organikRencana kerja sama pengolahan limbah organik menjadi pakan ternak atau kompos

“Limbah pasar itu tidak bisa dianggap sepele. Kalau tidak diatur, bisa memengaruhi kesehatan pedagang. Di Klari, kami ingin lingkungan lebih higienis,” tambah Poernomo Setyadi.

Dirancang Berdasarkan Aspirasi Pedagang

Proyek yang dikembangkan oleh PT Klari Berkat Utama bersama Paguyuban Pasar Induk Karawang ini menggunakan pendekatan bottom-up. Pedagang dari berbagai komoditas dilibatkan dalam perumusan kebutuhan fasilitas.

Beberapa masukan pedagang yang diakomodasi antara lain:

  • Lebar los yang lebih luas untuk sayur dan cabai
  • Jalur bongkar muat langsung ke area komoditas
  • Ketersediaan fasilitas ibadah dan ruang istirahat
  • Zona retail dan grosir yang dipisahkan
  • Sistem keamanan 24 jam berbasis CCTV

Mulai Konstruksi 2025, Beroperasi Semester I 2027

Pembangunan fisik pasar  dimulai pada Oktober 2025, dengan target operasional pada semester pertama 2027. Tahap pemesanan unit telah dibuka dengan skema pembayaran yang dirancang untuk memudahkan pedagang, termasuk cicilan uang muka hingga 12 kali.

Dengan luas lahan sekitar 12 hektare, Pasar Induk Klari diharapkan menjadi alternatif baru bagi pedagang dari Purwakarta, Subang, Karawang, hingga Bekasi. Proyek ini juga diproyeksikan mampu mengurangi beban tiga pasar induk besar yang saat ini sudah melebihi kapasitas: Caringin, Cibitung, dan Kramat Jati.

Example 120x600