ppmindonesia.com, Jakarta– Frasa “thumma ‘alainā bayānahu” (QS 75:19) berarti “kemudian atas Kamilah penjelasannya.” Ayat ini menegaskan bahwa Allah sendiri yang bertanggung jawab untuk menjelaskan makna dan petunjuk yang terkandung dalam Al-Qur’an. Karena Allah adalah Pencipta Al-Qur’an, maka hanya Allah yang paling mengetahui isinya. Ini juga menunjukkan bahwa pemahaman yang benar tentang Al-Qur’an hanya bisa berasal dari petunjuk dan penjelasan Allah.
Logika di Balik Janji Penjelasan dari Allah
Bagi orang yang menggunakan akal sehat, pernyataan ini jelas dan logis:
- Sebuah produk hanya bisa dijelaskan dengan benar oleh pembuatnya.
- Maka, karena Allah adalah Pemilik dan Pencipta Al-Qur’an, penjelasan tentang isinya juga harus datang dari Allah.
Bukti Penjelasan Allah dalam Al-Qur’an
- QS 2:159 – Allah menegaskan bahwa petunjuk dan keterangan telah diterangkan kepada manusia dalam kitab-Nya.
- QS 3:138 – Al-Qur’an disebut sebagai bayan (penjelasan) bagi manusia. Ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an berfungsi bukan hanya sebagai petunjuk, tetapi juga sebagai penjelasan dari petunjuk itu sendiri.
- QS 2:185 – Selain menjadi petunjuk, Al-Qur’an juga berfungsi sebagai penjelasan yang jelas bagi seluruh manusia.
Dengan merujuk ayat-ayat ini, kita dapat memahami bahwa janji Allah dalam QS 75:19 telah ditepati. Al-Qur’an, yang merupakan petunjuk dan sekaligus penjelasan, adalah wujud penjelasan yang dijanjikan Allah. Maka, tidak perlu menunggu janji lain di masa depan, karena Allah telah menjelaskan segala sesuatu yang manusia butuhkan melalui Al-Qur’an.
Al-Qur’an Sebagai Tafsir dari Allah
Dalam ilmu bahasa, penjelasan atau uraian disebut sebagai tafsir. Karena penjelasan dalam Al-Qur’an berasal dari Allah, maka dapat dikatakan bahwa Al-Qur’an adalah tafsir dari Allah sendiri. Hal ini sesuai dengan firman Allah:
- QS 25:33 – “Dan tidaklah mereka datang kepadamu dengan sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu kebenaran dan tafsir (penjelasan) yang terbaik (ahsana tafsīran).”
Ayat ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an adalah tafsir terbaik yang datang langsung dari Allah. Segala keterangan dalam Al-Qur’an adalah bentuk tafsir Ilahi yang sempurna dan paling tepat.
Dengan demikian, setiap uraian dan penjelasan dalam Al-Qur’an adalah keterangan langsung dari Allah. Tidak ada tafsir yang lebih baik daripada penjelasan Allah sendiri, karena Al-Qur’an telah memenuhi fungsi sebagai petunjuk dan penjelasan (bayan) yang sempurna bagi manusia. Ini adalah bukti bahwa Allah menepati janji-Nya untuk menjelaskan Al-Qur’an. Maka, orang yang menggunakan akal sehat akan memahami bahwa penjelasan terbaik hanya bisa datang dari Al-Qur’an itu sendiri.(husni fahro)



























