Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Pagar Bambu di Perairan Bekasi: Proyek Pemerintah, Bukan Misteri

153
×

Pagar Bambu di Perairan Bekasi: Proyek Pemerintah, Bukan Misteri

Share this article
Fota bersumber dari Tanggkapan layar video oleh nelayan tarumajaya

ppmindonesia.com, Bekasi – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menegaskan bahwa keberadaan deretan bambu yang disebut sebagai “pagar misterius” di perairan Kampung Paljaya, Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, adalah bagian dari proyek resmi.

Ahman Kurniawan, Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Muara Ciasem pada Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat, menekankan bahwa pemasangan ribuan batang bambu ini dilakukan atas dasar kerja sama antara Pemprov Jabar dengan dua perusahaan, yaitu PT Tunas Ruang Pelabuhan Nusantara (TRPN) dan PT Mega Agung Nusantara (MAN).

Legalitas dan Tujuan Proyek

Ahman menyatakan bahwa pemasangan bambu di perairan Kampung Paljaya berbeda dari kasus serupa di Tangerang, Banten, yang sempat viral karena dianggap misterius. Ia menegaskan bahwa proyek ini sepenuhnya legal dan memiliki tujuan yang jelas.

Ribuan batang bambu tersebut dipasang sebagai bagian dari pembangunan alur pelabuhan yang dirancang untuk memfasilitasi akses keluar-masuk kapal nelayan. Dua alur pelabuhan ini masing-masing dikerjakan oleh PT TRPN di sisi kiri dan PT MAN di sisi kanan, membentang sepanjang lima kilometer dengan kedalaman lima meter dan lebar 70 meter.

Penataan Kawasan Pelabuhan

Selain pembangunan alur pelabuhan, proyek ini juga mencakup penataan ulang kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Paljaya seluas 7,4 hektar. Kawasan ini sedang diubah menjadi wilayah yang lebih terorganisasi dengan pembangunan fasilitas pendukung seperti kolam labuh, pedestrian, sistem drainase, serta kios-kios bagi warga setempat.

Penataan ulang ini menelan biaya hingga Rp 200 miliar dan ditargetkan rampung pada 2028.

Sosialisasi kepada Nelayan

Untuk menghindari kesalahpahaman, Pemprov Jabar mengklaim telah menggelar sosialisasi kepada para nelayan setempat. Sosialisasi pertama dilakukan pada 30 Oktober 2024, dihadiri oleh sekitar 200 nelayan.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menjelaskan tujuan proyek dan mengajak nelayan untuk mendukung penataan kawasan yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian lokal. Ahman menambahkan bahwa pemerintah juga mendirikan kios-kios baru untuk menggantikan bangunan-bangunan usaha yang sebelumnya kurang layak.

Tanggapan Nelayan

Meski demikian, sejumlah nelayan awalnya mempertanyakan keberadaan deretan bambu ini, yang mereka anggap tidak memiliki tujuan yang jelas. Nelayan seperti Tayum, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa pemasangan bambu tersebut sempat menimbulkan kebingungan, terutama terkait perizinannya.

Namun, Pemprov Jabar menegaskan bahwa proyek ini telah melalui tahapan perizinan yang sesuai dan merupakan hasil kolaborasi dengan investor.

Keberadaan ribuan batang bambu di perairan utara Bekasi bukanlah hal misterius, melainkan bagian dari upaya pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur kelautan di kawasan tersebut. Proyek ini diharapkan dapat mendukung aktivitas nelayan sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui kolaborasi dengan investor.

Pemprov Jabar optimistis bahwa penataan ulang kawasan PPI Paljaya akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.(asyary)

 

Example 120x600