Scroll untuk baca artikel
ArtikelBerita

Qaryah Thayyibah sebagai Model Pemberdayaan: Membangun Masyarakat Berdaya dan Sejahtera

505
×

Qaryah Thayyibah sebagai Model Pemberdayaan: Membangun Masyarakat Berdaya dan Sejahtera

Share this article

ppmindonesia.com. Jakarta – Dalam perjalanan sejarah, masyarakat yang mandiri dan berdaya selalu menjadi kunci utama dalam membangun peradaban yang maju.

Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang kesejahteraan masyarakat melalui istilah Qaryah Thayyibah—sebuah komunitas yang tidak hanya makmur secara ekonomi tetapi juga harmonis dalam nilai sosial dan spiritual.

Konsep Qaryah Thayyibah bukan sekadar gagasan ideal, tetapi sebuah model pemberdayaan yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata. Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) mengadopsi konsep ini sebagai pendekatan dalam membangun komunitas yang berdaya, mandiri, dan mampu menciptakan perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya.

1.Memahami Qaryah Thayyibah: Konsep dan Filosofi

Secara harfiah, Qaryah Thayyibah berarti “desa yang baik dan diberkahi.” Dalam Al-Qur’an, istilah ini menggambarkan sebuah masyarakat yang memiliki keseimbangan antara aspek spiritual, sosial, dan ekonomi.

Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, Qaryah Thayyibah mengandung beberapa prinsip utama:

  1. Kemandirian – Masyarakat mampu memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bergantung pada pihak luar.
  2. Kesetaraan dan Gotong Royong – Tidak ada kesenjangan yang mencolok dalam akses terhadap sumber daya dan peluang ekonomi.
  3. Keberlanjutan – Pembangunan yang dilakukan mempertimbangkan dampak jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun generasi mendatang.
  4. Berbasis Nilai dan Moral – Setiap aktivitas ekonomi dan sosial didasarkan pada nilai-nilai etika dan spiritual yang luhur.

PPM menerjemahkan konsep ini dalam bentuk sistem Stelsel Masyarakat Sejahtera (SMS)—suatu pendekatan berbasis komunitas yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan untuk menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan.

2. Pilar-Pilar Model Pemberdayaan Qaryah Thayyibah

PPM membangun Qaryah Thayyibah berdasarkan tiga pilar utama yang saling berkaitan:

  1. Pemberdayaan Ekonomi: Menuju Kemandirian Finansial

Ekonomi merupakan aspek vital dalam membangun masyarakat yang berdaya. Oleh karena itu, model Qaryah Thayyibah menitikberatkan pada:

Pengembangan Usaha Berbasis Komunitas – Koperasi, usaha kecil dan menengah (UKM), serta wirausaha sosial menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Optimalisasi Sumber Daya Lokal – Masyarakat diajarkan untuk mengelola potensi lokal, seperti pertanian organik, industri rumah tangga, dan ekowisata.

Sistem Ekonomi Berkeadilan – PPM memastikan bahwa distribusi manfaat ekonomi berjalan adil, tanpa eksploitasi dan kesenjangan sosial yang tajam.

Dengan pemberdayaan ekonomi yang berbasis komunitas, masyarakat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi sesama.

2. Pembangunan Sosial: Memperkuat Jaringan dan Solidaritas

Kesejahteraan masyarakat tidak hanya diukur dari faktor ekonomi, tetapi juga dari kualitas hubungan sosial yang terjalin di dalamnya. Oleh karena itu, Qaryah Thayyibah dibangun dengan prinsip:

Gotong Royong dan Solidaritas Sosial – Setiap individu memiliki peran dalam mendukung kesejahteraan bersama.

Pendidikan dan Peningkatan Kapasitas – Masyarakat didorong untuk terus belajar dan berkembang melalui pelatihan keterampilan dan pendidikan alternatif.

Sistem Sosial yang Inklusif – Tidak ada kelompok yang terpinggirkan; semua anggota masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.

Melalui program pendidikan, pelatihan, dan penguatan kelembagaan komunitas, Qaryah Thayyibah menjadi tempat di mana setiap individu dapat berkembang dan berkontribusi bagi masyarakatnya.

Keberlanjutan lingkungan adalah faktor kunci dalam menciptakan kesejahteraan jangka panjang. Model Qaryah Thayyibah mengajarkan masyarakat untuk:

Mengelola Sumber Daya Alam Secara Bijak – Pertanian organik, konservasi air, dan penggunaan energi terbarukan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Mengembangkan Teknologi Tepat Guna – Teknologi yang sederhana tetapi efektif diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam berbagai sektor.

Membangun Kesadaran Ekologis – Pendidikan lingkungan diterapkan sejak dini agar masyarakat memahami pentingnya menjaga alam untuk generasi mendatang.

Dengan keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan, masyarakat dapat hidup dalam harmoni dengan alam tanpa mengorbankan keberlanjutan ekosistem.

3.Implementasi Model Qaryah Thayyibah dalam PPM

Untuk menerapkan model Qaryah Thayyibah, PPM mengembangkan berbagai program yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, antara lain:

  1. Program Desa Sejahtera – Pengembangan desa berbasis ekonomi, sosial, dan lingkungan secara terpadu.
  2. Pusat Pelatihan Masyarakat – Pelatihan keterampilan, manajemen usaha, dan teknologi tepat guna untuk meningkatkan kapasitas warga.
  3. Jaringan Koperasi dan Usaha Bersama – Mendorong sistem ekonomi berbasis komunitas untuk meningkatkan kesejahteraan kolektif.
  4. Pendidikan Berbasis Komunitas – Menyediakan akses pendidikan alternatif bagi masyarakat yang tidak terjangkau oleh sistem pendidikan formal.
  5. Konservasi dan Pengelolaan Sumber Daya Alam – Meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan dalam pembangunan masyarakat.

Program-program ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang dan memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menerima manfaat sesaat, tetapi juga mampu mandiri dalam mengelola kehidupannya.

4.Manfaat dan Dampak Model Qaryah Thayyibah

Penerapan model Qaryah Thayyibah dalam pemberdayaan masyarakat memberikan berbagai manfaat, di antaranya:

✅ Masyarakat Menjadi Lebih Mandiri – Tidak bergantung pada bantuan eksternal, tetapi mampu mengelola sumber daya sendiri.

✅ Kesejahteraan Sosial yang Merata – Tidak ada kesenjangan sosial yang mencolok; setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

✅ Lingkungan yang Lestari – Masyarakat menerapkan pola hidup yang ramah lingkungan untuk menjaga keberlanjutan alam.

✅ Terwujudnya Solidaritas dan Keharmonisan Sosial – Gotong royong menjadi budaya yang mengakar dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan manfaat ini, Qaryah Thayyibah menjadi model pemberdayaan yang dapat diterapkan di berbagai komunitas, baik di pedesaan maupun perkotaan, untuk menciptakan kesejahteraan yang lebih luas.

Bersama, Membangun Masyarakat yang Berdaya dan Sejahtera

Qaryah Thayyibah bukan sekadar konsep, melainkan solusi konkret dalam membangun masyarakat yang mandiri dan sejahtera. Melalui pendekatan berbasis komunitas yang mengintegrasikan ekonomi, sosial, dan lingkungan, PPM berkomitmen untuk menciptakan perubahan yang nyata dan berkelanjutan.

Saat masyarakat diberdayakan dengan baik, perubahan positif bukan lagi sekadar harapan, tetapi menjadi kenyataan yang dapat dirasakan oleh semua orang. Mari bergabung dalam gerakan ini, membangun Qaryah Thayyibah, dan mewujudkan kesejahteraan bersama. (acank)

Example 120x600