ppmindonesia.com.Klaten – Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Klaten, Jawa Tengah, pada Senin (21/7/2025). Program yang menargetkan pembentukan 80.000 unit koperasi ini menjadi salah satu strategi utama pemerintahan untuk pengentasan kemiskinan.
Acara peluncuran ini dihadiri oleh ribuan kepala desa yang datang dari berbagai wilayah di Jawa Tengah. Berdasarkan pantauan di lokasi, para kepala desa telah memadati area acara sejak pagi hari.
Salah seorang peserta, Azizin, Kepala Desa Pasekaran, Kecamatan Batang, mengatakan dirinya bersama rombongan kepala desa se-Kabupaten Batang telah berangkat menuju Klaten sejak Minggu (20/7/2025) malam.
“Kami berangkat semalam bersama rombongan dari Batang untuk mengikuti peluncuran Kopdes Merah Putih oleh Bapak Presiden,” ujar Azizin di lokasi acara.
Antusiasme para peserta membuat area sekitar lokasi acara disterilkan dari kendaraan bermotor dan dimanfaatkan untuk tenda para tamu undangan.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, sebelumnya menyatakan bahwa Kopdes Merah Putih merupakan satu dari “trisula” program pengentasan kemiskinan yang akan diluncurkan oleh pemerintahan Prabowo Subianto sepanjang Juli 2025.
Tantangan Kualitas di Tengah Kuantitas
Peluncuran program baru ini dilakukan di tengah sorotan tajam terhadap kondisi perkoperasian nasional. Meskipun data pemerintah menunjukkan Indonesia memiliki lebih dari 127.000 unit koperasi aktif, banyak pihak menilai kualitasnya masih jauh dari ideal.
Tantangan utama yang dihadapi adalah banyak koperasi yang berjalan di tempat, minim inovasi, dan memiliki tata kelola yang lemah. Sebagian bahkan dinilai hanya sekadar “papan nama” untuk memenuhi syarat administratif atau hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam sederhana tanpa dampak ekonomi yang signifikan bagi anggotanya.
Kondisi ini kontras dengan praktik di sejumlah negara maju. Di Singapura, misalnya, National Trades Union Congress (NTUC) sukses membangun jaringan ritel FairPrice yang modern dan efisien. Sementara di Denmark, koperasi seperti Arla Foods mampu menjadi pemain besar di industri susu tingkat dunia. Kunci keberhasilan mereka terletak pada manajemen profesional, transparansi, inovasi, dan tata kelola yang kuat.
Oleh karena itu, program Kopdes Merah Putih diharapkan tidak hanya berfokus pada penambahan jumlah, tetapi juga pada peningkatan mutu. Pemerintah diharapkan dapat mendorong pembinaan yang serius, pengawasan yang ketat, serta pendidikan bagi pengurus dan anggota agar koperasi benar-benar menjadi pilar ekonomi rakyat yang sehat dan berdaya saing.(acank)



























