ppmindonesia.com. Kuala Lumpur, — Delegasi Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) Nasional Indonesia melakukan lawatan ke Malaysia pada 21–24 Agustus 2025. Kunjungan tersebut dipimpin Sekretaris Jenderal PPM Nasional Anwar Haryono dan Bendahara PPM Nasional Bambang Sumadji. Mereka bertemu dengan PPM Madani Malaysia yang diwakili Zulkafi Daud untuk membahas peluang kerja sama di bidang pertanian dan agroindustri.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari sejumlah diskusi sejak 2023 dan berakar dari Workshop PPM Madani pada 24–26 September 2024 yang dihadiri perwakilan Brunei, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Singapura. Salah satu rekomendasi forum itu adalah penjajakan kolaborasi usaha pertanian sebagai sarana mempererat hubungan masyarakat Melayu di Asia.
Pada Kamis (21/8), rombongan PPM Indonesia memulai muzakarah di Serdang, Malaysia, dengan agenda merumuskan langkah kerja sama AgroTourism atau Padi Tourism Nusantara, bisnis kelapa, serta budidaya ikan lele (keli).
Bambang Sumadji, yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun membudidayakan ikan lele di Kediri, Jawa Timur, menyatakan kesiapannya berbagi pengalaman dengan mitra Malaysia. Usaha yang kini diteruskan putranya, Yudha, mampu memproduksi sekitar satu juta ekor lele setiap bulan dari 1.500 tangki pemeliharaan. “Insya Allah akan ada kerja sama pengembangan serta perkongsian kejayaan ke Malaysia,” ujarnya.
Selain itu, PPM Indonesia juga menyampaikan rencana pengembangan penangkaran ikan lele dan nila di kawasan Malaysian Agricultural Research and Development Institute (MARDI) Kuala Lumpur. Penjajakan pemasaran ikan di Selangor dan Kuala Lumpur pun mulai dibicarakan.
Agenda lain adalah pengembangan eco tourism berbasis padi. MARDI Corp, yang merupakan kawasan riset dan pengembangan milik Kementerian Pertanian Malaysia seluas 150 hektar, sedang merintis program padi eco tourism. PPM Madani Malaysia telah memperoleh konsesi lahan 2 hektar untuk mengembangkan konsep ini sebagai wahana pendidikan dan wisata bagi pelajar sekolah dasar hingga menengah, beserta orang tua mereka.
Anwar Haryono menambahkan, pilot project padi eco tourism juga akan diusulkan di Indonesia, tepatnya di Ciawi dan Sumedang, Jawa Barat. “Bulan September nanti diharapkan ada aksi lanjutan bersama Institut Pengembangan Masyarakat ( IPAMA) di MARDI Kuala Lumpur,” katanya.
Selain padi dan ikan, peluang ekspor juga dibahas. PPM Indonesia menyebut kebutuhan jagung di Malaysia sangat besar, sebagian diimpor dari China. “Selama ini, Pontianak sudah mengekspor kelapa ke Thailand. Kami ingin memperkuat jalur distribusi, termasuk pengiriman jagung dari Jawa Timur ke Pelabuhan Klang, Kuala Lumpur,” ujar Anwar.
Diskusi dijadwalkan berlanjut pada Jumat (23/8) dengan fokus pembahasan kerja sama industri kelapa. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperluas jaringan usaha, tetapi juga mempererat hubungan masyarakat serumpun di kawasan Asia Tenggara.(emha)



























