Scroll untuk baca artikel
BeritaHikmah

Perempuan dalam QS 3:14: Daya Tarik Ilahi, Bukan Objek Rendahan

241
×

Perempuan dalam QS 3:14: Daya Tarik Ilahi, Bukan Objek Rendahan

Share this article

Penulis: emha | Editor: asyary

ppmindonesia.com. Jakarta — Salah satu ayat yang sering menimbulkan perdebatan adalah QS Ali Imran ayat 14. Ayat ini menyebutkan kecenderungan manusia terhadap berbagai bentuk keindahan dunia, termasuk kecantikan perempuan. 

Sebagian kalangan menilai ayat tersebut menempatkan perempuan hanya sebagai objek daya tarik. Padahal, jika diteliti lebih dalam, ayat ini justru menyingkap rahmat Ilahi dan mengakui keistimewaan perempuan sebagai bagian dari anugerah Allah.

Allah berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang banyak dari emas dan perak, kuda pilihan, binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS Ali Imran [3]: 14)

“Nas”: Pesan untuk Seluruh Manusia

Kata kunci dalam ayat ini adalah “ناس / nas”, yang berarti seluruh manusia. Artinya, daya tarik yang disebutkan bukan hanya berlaku bagi laki-laki, tetapi juga perempuan.

Perempuan pun bisa mengagumi kecantikan sesamanya, sebagaimana laki-laki mengagumi keindahan dalam hidup.

Seandainya ayat ini hanya ditujukan kepada laki-laki, tentu Al-Qur’an akan menggunakan kata رجال / rijal. Namun yang dipilih adalah “nas”, sehingga jelas pesan yang terkandung di dalamnya bersifat universal.

Kecantikan: Anugerah Ilahi

Al-Qur’an tidak pernah menyamakan perempuan dengan benda mati. Sebaliknya, penyebutan perempuan dalam ayat ini menegaskan bahwa keindahan mereka adalah bagian dari rahmat Ilahi yang memikat hati manusia.

Kecantikan perempuan, bersama dengan anak, harta, dan ladang, digambarkan sebagai bagian dari “مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا — kesenangan hidup di dunia.

Namun, semua itu bukan tujuan akhir. Allah mengingatkan manusia agar tidak tertipu oleh daya tarik duniawi, karena yang sejati adalah kebahagiaan di sisi-Nya.

Lebih Baik dari Segala Kenikmatan Dunia

Setelah menyebutkan kecenderungan manusia pada dunia, Allah menawarkan sesuatu yang jauh lebih bernilai

قُلْ أَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِّن ذَٰلِكُمْ ۚ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِّنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ

 

 “Katakanlah: ‘Maukah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?’ Untuk orang-orang yang bertakwa, pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya; dan (ada pula) pasangan-pasangan yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.” (QS Ali Imran [3]: 15)

Ayat ini menunjukkan bahwa semua keindahan dunia hanyalah sementara. Surga dan ridha Allah adalah kebahagiaan sejati yang jauh lebih mulia.

Perspektif QS 3:14 tentang Perempuan

QS 3:14 bukanlah ayat yang merendahkan perempuan, melainkan ayat yang menggambarkan realitas fitrah manusia: tertarik pada keindahan dunia. Kecantikan perempuan adalah bagian dari anugerah Allah yang patut disyukuri, bukan dipandang rendah.

Dengan perspektif ini, kita bisa memahami bahwa Al-Qur’an justru memuliakan perempuan, menegaskan keindahan mereka sebagai daya tarik Ilahi, dan mengingatkan manusia agar tidak terjebak pada kesenangan dunia yang fana.(emha)

Example 120x600