Scroll untuk baca artikel
BeritaHikmah

Husni Nasution: Bershalawat Sejati Adalah Mengikuti Cahaya Wahyu

170
×

Husni Nasution: Bershalawat Sejati Adalah Mengikuti Cahaya Wahyu

Share this article

Penulis: syahida| Editor: asyary|

ppmindonesia.com.Jakarta – Perintah Allah kepada orang beriman untuk bershalawat kepada Rasulullah bukan sekadar bacaan lisan, tetapi sebuah panggilan untuk mengikat diri dengan nur (cahaya) wahyu yang diturunkan bersamanya. Demikian disampaikan Husni Nasution dalam kajian Qur’an bil Qur’an yang ditayangkan di Kanal Syahida.

Menurut Husni, makna mendalam dari firman Allah dalam QS Al-Ahzab [33]:56 menegaskan:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.”

Husni menegaskan bahwa shalawat sejati hanya dapat dipahami melalui rangkaian ayat-ayat lain yang menjelaskan risalah Nabi Muhammad ﷺ sebagai Rasul al-Ummi.

“Al-Qur’an sendiri menunjukkan bahwa orang yang benar-benar bershalawat adalah mereka yang beriman kepada Rasul, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti nur yang diturunkan bersamanya. Allah menegaskan, ‘Mereka itulah orang-orang yang beruntung’ (QS Al-A’raf [7]:157),” jelas Husni.

Nur sebagai Ruh dari Perintah Allah

Husni kemudian mengaitkan ayat tersebut dengan QS Asy-Syura [42]:52:

وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِّنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَٰكِن جَعَلْنَاهُ نُورًا نَّهْدِي بِهِ مَن نَّشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا ۚ
“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidak mengetahui apakah Kitab itu dan tidak pula iman itu, tetapi Kami menjadikannya cahaya, dengan itu Kami memberi petunjuk kepada siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami.”

Menurut Husni, ayat ini menunjukkan bahwa nur yang menjadi hakikat shalawat bukanlah sekadar ucapan, melainkan Al-Qur’an itu sendiri sebagai ruh dari perintah Allah.

“Shalawat sejati berarti menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya hidup. Nabi bersabda dalam hadits riwayat Muslim: ‘Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara; kalian tidak akan tersesat selama berpegang pada keduanya: Kitabullah dan sunnahku.’ Inilah bentuk nyata mengikuti cahaya wahyu,” ujar Husni.

Lapang Dada dan Kemerdekaan Kesadaran

Husni juga merujuk QS Az-Zumar [39]:22:

أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِّن رَّبِّهِ ۚ
“Maka apakah orang yang Allah lapangkan dadanya untuk (menerima) Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya keras)? Tentu tidak.”

“Orang yang shalawatnya sejati akan Allah lapangkan dadanya untuk Islam. Islam di sini bermakna penyerahan total, bukan sekadar label formal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Husni mengutip QS Al-Jinn [72]:14:

وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا الْقَاسِطُونَ ۖ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُو۟لَٰئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا
“Dan di antara kami ada yang berserah diri (muslim) dan ada pula yang menyimpang dari kebenaran. Maka barangsiapa berserah diri, mereka itu benar-benar telah memilih jalan lurus dengan sadar.”

“Shalawat yang benar melahirkan kemerdekaan kesadaran—taharru rasyadā—yakni kebebasan dari belenggu hawa nafsu dan kezaliman,” tambahnya.

Shalawat sebagai Aksi Hidup

Husni menegaskan bahwa shalawat bukan hanya doa untuk Nabi, melainkan aksi nyata menghidupkan wahyu dalam kehidupan sehari-hari. Ia menutup dengan mengutip hadits riwayat Ahmad:

“Barangsiapa yang paling dekat denganku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku.”

“Namun, shalawat yang banyak bukan sekadar ucapan mekanis, tetapi penghayatan hidup yang menyatu dengan nur wahyu,” pungkasnya.(syahida)

*Husni Nasution, alumnus IAIN Sumatera Utara dari Bogor, dikenal sebagai pemikir kebangsaan dan pengkaji Al-Qur’an. Ia dikenal dengan konsep ‘Nasionalisme Religius’ yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, serta perhatian besar terhadap solidaritas sosial.
Example 120x600