Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Reborn MA Ummatan Wasathan Imogiri

73
×

Reborn MA Ummatan Wasathan Imogiri

Share this article

Penulis: toni isbandi| Editor:asyary

Potret kebersamaan seluruh elemen madrasah dalam momentum Deklarasi Reborn, Ahad (11/1/2026). Sesi foto ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol sinergi untuk mewujudkan pendidikan alternatif yang mengintegrasikan iman, ilmu, teknologi, dan kemandirian ekonomi. Bersama-sama, kita melangkah menuju madrasah yang unggul dan mandiri! (ppmdiy)

Pendidikan gratis bagi dhuafa, pesantren literasi digital, dan magang sejak dini sebagai jalan kemandirian santri

Bantul.PPMIndonesia.com — Madrasah Aliyah (MA) Ummatan Wasathan Imogiri memasuki babak baru. Melalui deklarasi reborn yang digelar pada Ahad, 11 Januari 2026, madrasah ini menegaskan kembali jati dirinya sebagai ruang pendidikan alternatif yang memadukan iman, ilmu, teknologi, dan kemandirian ekonomi umat.

MA Ummatan Wasathan berdiri dalam satu tarikan sejarah panjang gerakan pendidikan Pusat Peranserta Masyarakat (PPM). Di Imogiri, Yogyakarta, madrasah aliyah bercorak wasathiyah ini dirintis oleh Prof. Dr. Dawam Rahardjo bersama para aktivis PPM sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan pendidikan Islam yang kritis, inklusif, dan berorientasi pada pemberdayaan sosial.

Madrasah ini—bersama sejumlah madrasah PPM di berbagai daerah—pernah diresmikan oleh Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie. Dalam momentum tersebut, Habibie menegaskan pentingnya penyatuan iman dan takwa (IMTAK) dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sebagai fondasi kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Pesan ini menjadi benang merah yang terus dijaga dalam perjalanan MA Ummatan Wasathan hingga hari ini.

Sejarah menunjukkan bahwa model pendidikan integratif tersebut bukan sekadar gagasan ideal. Madrasah Aliyah Insan Cita Serpong, salah satu madrasah yang juga diresmikan oleh Habibie, tercatat meraih predikat sekolah terbaik nasional tahun 2022, sejajar dengan sekolah-sekolah unggulan lain di Indonesia. Prestasi ini menjadi bukti bahwa madrasah berbasis nilai, ilmu, dan inovasi memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional.

Warisan Intelektual dan Jejak Perintis

MA Ummatan Wasathan Imogiri juga tidak bisa dilepaskan dari peran Adi Sasono, Menteri Koperasi RI periode 1998–1999, tokoh ekonomi kerakyatan, sekaligus cucu Mr. Mohammad Roem, pimpinan Delegasi Indonesia dalam Perjanjian Roem–Royen. Pemikiran Adi Sasono tentang keadilan sosial, kemandirian ekonomi, dan pendidikan rakyat menjadi salah satu fondasi ideologis madrasah ini.

Semangat tersebut kembali ditegaskan saat Prof. Ahmad Soebardjo, juga cucu Mr. Mohammad Roem, berkunjung ke MA Ummatan Wasathan pada Ahad, 11 Januari 2026. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka menghadiri deklarasi reborn madrasah—sebuah ikhtiar untuk melahirkan kembali MA Ummatan Wasathan dengan orientasi yang lebih relevan dengan tantangan zaman.

Madrasah–Pesantren dalam Satu Sistem Terpadu

Dalam format baru yang dideklarasikan, MA Ummatan Wasathan tetap berfungsi sebagai madrasah aliyah (sekolah pagi), namun para siswa juga akan merangkap sebagai santri pesantren (mondok). Model ini dirancang untuk mengintegrasikan pendidikan formal, pembentukan karakter, dan penguatan keterampilan hidup dalam satu ekosistem pendidikan.

Fokus pendidikan pesantren tidak hanya pada pengkajian dirasah Islamiyah, tetapi juga pada pengamalan iman dan etika, penguatan literasi digital, serta pengenalan terhadap teknologi baru dan tren industri. Pesantren diposisikan bukan sebagai ruang yang terpisah dari realitas sosial, melainkan sebagai laboratorium nilai dan inovasi.

Dalam kehidupan pondok, para santri akan didampingi oleh Pesantren Mahasiswa Usman, yang diasuh oleh para akademisi dan praktisi lintas disiplin, antara lain Prof. Zaenal Bachruddin, Dr. Ahmad Diponegoro, Satya Pradana, M.Sc., Muhammad Abdul Qoni Akmaluddin, Dr. Janatarum, dan sejumlah pendamping lainnya.

Pendidikan Gratis dan Kemandirian Ekonomi

Mulai tahun ajaran 2026, MA Ummatan Wasathan Imogiri membuka penerimaan siswa dari keluarga dhuafa, khususnya dari daerah tertinggal, dengan skema pendidikan gratis sepenuhnya. Kebijakan ini ditegaskan sebagai keberpihakan nyata pada kelompok masyarakat yang selama ini paling rentan terpinggirkan dari akses pendidikan bermutu.

Seluruh pembiayaan kegiatan pendidikan tidak bergantung pada iuran siswa, melainkan bersumber dari hasil usaha bisnis produktif. Sejumlah pengusaha berkomitmen mendirikan “sister company” di kompleks madrasah sebagai basis ekonomi berkelanjutan.

Selain itu, Prof. Ahmad Soebardjo menyatakan kesediaannya untuk mewakafkan sebagian temuan, inovasi, dan teknologi karyanya guna mendukung kemandirian pangan dan kesehatan warga madrasah dan pesantren. Wakaf berbasis inovasi ini menandai pendekatan baru dalam pembiayaan pendidikan Islam.

Magang Sejak Dini, Mandiri Sebelum Lulus

Salah satu ciri utama format reborn MA Ummatan Wasathan adalah penerapan program magang sejak dini. Seluruh siswa akan diperkenalkan pada dunia kerja, kewirausahaan, dan praktik produksi secara bertahap dan terarah.

Targetnya jelas: membangun kemandirian mata pencaharian, sehingga para santri diharapkan telah memiliki bekal keterampilan dan kepercayaan diri ekonomi bahkan sebelum menamatkan pendidikan.

Ruang Bertemunya Generasi dan Gagasan

Deklarasi reborn MA Ummatan Wasathan Imogiri dihadiri oleh kolega, murid, dan sahabat almarhum Adi Sasono serta Prof. Dawam Rahardjo, di antaranya Abdul Haris (MTI DIY), Prof. Zaenal Bachruddin, Muslich Zainal Asikin (Perguruan PIRI), Dr. Muntafiah (internis), Nurul Imam, SE (PPM Imogiri), Toni Isbandi (PPM DIY), Prof. Ida Rochani (JFA), Zulkifli Halim (Pesantren Budi Mulya), Tri Wahyuni (MAUW), Qosim Aushat (Al-Furqon), Ki Mujar Sankerta (PPM), Aris Roso (STM), Lutfatul Muclas (IMSA), Utami (PPTA), Dr. Ahmad Diponegoro (UAD), Nova Indri (BMJ), Mukti Asikin (PMU), dan sejumlah tokoh lainnya.

Dengan semangat wasathiyah—keseimbangan antara iman dan akal, nilai dan inovasi—MA Ummatan Wasathan Imogiri menegaskan dirinya sebagai laboratorium pendidikan umat: mendidik santri yang berakar kuat pada nilai, adaptif terhadap perubahan, dan siap mandiri dalam kehidupan nyata. (toni isbandi)

Example 120x600