Scroll untuk baca artikel
BeritaInternasional

Iran Bergejolak, Protes Ekonomi Berubah Jadi Tantangan Politik Terbesar Sejak 1979

24
×

Iran Bergejolak, Protes Ekonomi Berubah Jadi Tantangan Politik Terbesar Sejak 1979

Share this article

Penulis; acank| Editor; asyary

Teheran, PPMIndonesia — Iran kini berada di tengah gejolak politik dan sosial yang disebut sebagai tantangan terbesar terhadap rezim Republik Islam sejak Revolusi Islam 1979. Gelombang demonstrasi nasional yang bermula dari persoalan ekonomi kini telah meluas menjadi kritik terbuka terhadap struktur politik negara, memicu ketegangan tinggi baik di dalam negeri maupun di kancah internasional. (Liputan6)

Protes awalnya pecah pada 28 Desember 2025, ketika para pedagang di Grand Bazaar Teheran menggelar mogok massal sebagai respons terhadap anjloknya nilai tukar rial dan lonjakan harga kebutuhan pokok yang memicu kemarahan masyarakat. Aksi ini kemudian menyebar secara cepat ke berbagai kota besar, termasuk Mashhad, Isfahan, dan Qom, dengan ribuan demonstran turun ke jalan menuntut perubahan. (Liputan6)

Dari Ekonomi ke Politik: Transformasi Gerakan

Protes yang semula berfokus pada tuntutan ekonomi akibat tekanan inflasi dan nilai mata uang terus merosot kini telah berubah menjadi gerakan politik yang menantang legitimasi pemerintahan teokratis. Para demonstran tidak hanya menuntut perubahan kebijakan ekonomi, tetapi juga mengecam elite penguasa serta menuntut perbaikan sistem pemerintahan yang dinilai korup dan tidak responsif terhadap kebutuhan rakyat. (Liputan6)

Menurut kelompok pemantau hak asasi manusia, jumlah korban dalam bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan telah mencapai ratusan jiwa, dengan lebih dari 10.600 orang ditahan dalam dua pekan protes terakhir. Angka ini belum dapat dipastikan secara independen karena pemerintah memberlakukan pemadaman internet nasional yang memutus akses komunikasi dan penyebaran informasi. (RI NEWS 13 – PORTAL BERITA INDONESIA)

Pemadaman Internet dan Represi

Sejak 8 Januari 2026, pemerintah Iran memutus sebagian besar akses internet nasional sebagai bagian dari upaya membatasi koordinasi demonstran dan menekan arus informasi keluar negeri. Langkah ini juga mempersempit kemampuan media internasional dalam memverifikasi situasi di lapangan. (Wikipedia)

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kemudian menyatakan kepada para diplomat bahwa pihak berwenang telah mengendalikan situasi meskipun pembatasan teknologi tetap diberlakukan untuk mencegah eskalasi lanjutan. (ANTARA News)

Dinamika Politik dan Tekanan Eksternal

Protes di Iran juga berdampak pada hubungan luar negeri republik tersebut. Pemerintah Tehran menuduh kekuatan asing, terutama Amerika Serikat, memanfaatkan situasi untuk melemahkan Republik Islam. Di sisi lain, berbagai negara dan organisasi internasional mengutuk tindakan keras terhadap demonstran dan menuntut penghormatan terhadap hak asasi warga. (Jawa Pos)

Gelombang protes ini menandai titik penting dalam sejarah politik Iran modern, di mana tuntutan perubahan sosial dan perbaikan tata kelola pemerintahan telah beresonansi luas di kalangan masyarakat, menghadirkan tekanan politik yang lebih besar terhadap rezim yang telah berkuasa lebih dari empat dekade. (Liputan6) (acank)

Example 120x600