Scroll untuk baca artikel
BeritaHikmah

Shalat Terus, Maksiat Jalan: Di Mana Zakat Kita?

9
×

Shalat Terus, Maksiat Jalan: Di Mana Zakat Kita?

Share this article

Kajian Syahida Quran bil Quran| Editor: asyary

Jakarta|PPMIndonesia.com- Shalat ditegakkan. Masjid penuh. Umrah dan haji meningkat.

Namun korupsi tetap berjalan, ketimpangan melebar, dan kemiskinan struktural belum terurai.

Pertanyaan reflektif pun mengemuka: jika shalat terus ditegakkan, mengapa maksiat sosial tetap jalan? Di mana zakat kita?

Untuk menjawabnya, kita perlu kembali kepada metode Qurโ€™an bil Qurโ€™an (Syahida)โ€”membaca satu ayat dengan ayat lain agar makna wahyu dipahami secara utuh.

Shalat dan Zakat: Pasangan Tak Terpisahkan

Di dalam Al-Qur’an, perintah shalat hampir selalu dirangkaikan dengan zakat.

๐Ÿ“– Surah Al-Baqarah 2:43

ูˆูŽุฃูŽู‚ููŠู…ููˆุง ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ ูˆูŽุขุชููˆุง ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉูŽ
โ€œTegakkanlah shalat dan tunaikanlah zakat.โ€

Struktur ini berulang puluhan kali. Ini bukan kebetulan retoris, tetapi struktur nilai. Shalat membangun kesadaran spiritual; zakat membangun kesadaran sosial.

Jika shalat ditegakkan tetapi zakat diabaikan, maka bangunan nilai menjadi timpang.

Shalat yang Mencegah Kemungkaran

Allah menegaskan fungsi moral shalat:

๐Ÿ“– Surah Al-โ€˜Ankabut 29:45

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ ุชูŽู†ู’ู‡ูŽู‰ูฐ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ููŽุญู’ุดูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู†ูƒูŽุฑู
โ€œSesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.โ€

Namun kemungkaran sosialโ€”korupsi, manipulasi, eksploitasiโ€”seringkali bukan hanya persoalan moral pribadi, tetapi juga persoalan distribusi dan ketidakadilan ekonomi.

Di sinilah zakat menjadi instrumen pencegah kemungkaran struktural.

Zakat: Instrumen Penyucian dan Distribusi

Zakat bukan sekadar angka 2,5 persen. Ia adalah mekanisme penyucian dan perbaikan sosial.

๐Ÿ“– Surah At-Taubah 9:103

ุฎูุฐู’ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูู‡ูู…ู’ ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู‹ ุชูุทูŽู‡ู‘ูุฑูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุชูุฒูŽูƒู‘ููŠู‡ูู…ู’ ุจูู‡ูŽุง
โ€œAmbillah dari harta mereka sadaqah, dengan itu engkau membersihkan dan mensucikan mereka.โ€

Kata ุชูุฒูŽูƒู‘ููŠู‡ูู…ู’ (mensucikan) berasal dari akar kata zakat. Artinya, zakat berfungsi membersihkan jiwa dari keserakahan sekaligus membersihkan masyarakat dari ketimpangan.

Tanpa zakat, kekayaan menumpuk tanpa sirkulasi.

Ancaman bagi yang Menimbun

Al-Qurโ€™an memberi peringatan keras:

๐Ÿ“– Surah At-Taubah 9:34โ€“35

ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽูƒู’ู†ูุฒููˆู†ูŽ ุงู„ุฐู‘ูŽู‡ูŽุจูŽ ูˆูŽุงู„ู’ููุถู‘ูŽุฉูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูู†ููู‚ููˆู†ูŽู‡ูŽุง ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽุจูŽุดู‘ูุฑู’ู‡ูู… ุจูุนูŽุฐูŽุงุจู ุฃูŽู„ููŠู…ู
โ€œDan orang-orang yang menimbun emas dan perak serta tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka azab yang pedih.โ€

Kemungkaran sosial sering lahir dari penimbunan dan akumulasi tanpa tanggung jawab.

Shalat tanpa zakat berisiko menjadi ritual tanpa dampak sosial.

Ketika Kekuasaan Datang, Apa yang Ditegakkan?

Al-Qurโ€™an menggambarkan ciri masyarakat berdaya:

๐Ÿ“– Surah Al-Hajj 22:41

ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฅูู†ู’ ู…ูŽูƒู‘ูŽู†ู‘ูŽุงู‡ูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุฃูŽู‚ูŽุงู…ููˆุง ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ ูˆูŽุขุชูŽูˆูุง ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉูŽ
โ€œ(Yaitu) orang-orang yang apabila Kami beri kedudukan di bumi, mereka menegakkan shalat dan menunaikan zakat.โ€

Kemajuan dan kekuasaan tidak membuat zakat ditinggalkan, justru ditegakkan.

Artinya, kemajuan dalam perspektif wahyu selalu disertai distribusi keadilan.

Zakat sebagai Penopang Peradaban

Dalam ayat lain disebutkan:

๐Ÿ“– Surah An-Nur 24:37

ุฑูุฌูŽุงู„ูŒ ู„ูŽุง ุชูู„ู’ู‡ููŠู‡ูู…ู’ ุชูุฌูŽุงุฑูŽุฉูŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุจูŽูŠู’ุนูŒ ุนูŽู†ู’ ุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฅูู‚ูŽุงู…ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูˆูŽุฅููŠุชูŽุงุกู ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉู
โ€œLaki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan jual beli dari mengingat Allah, menegakkan shalat, dan menunaikan zakat.โ€

Ayat ini menyatukan spiritualitas, ekonomi, dan etika sosial.

Perdagangan boleh maju. Bisnis boleh berkembang. Tetapi zakat harus menjadi rem moral agar pertumbuhan tidak melahirkan jurang.

Refleksi: Mengapa Maksiat Sosial Tetap Jalan?

Jika shalat sudah ditegakkan tetapi ketidakadilan tetap marak, mungkin ada dimensi yang belum optimal: zakat sebagai sistem sosial.

Zakat bukan hanya kewajiban individu, tetapi mekanisme peradaban. Ia mencegah penumpukan, menggerakkan distribusi, dan menjaga kohesi sosial.

Ketika zakat direduksi menjadi formalitas administratif, ia kehilangan daya transformasi.

Menghidupkan Pasangan Ibadah

Shalat tanpa zakat berpotensi menjadi spiritualisme individual.
Zakat tanpa shalat kehilangan ruh transendennya.

Al-Qurโ€™an tidak memisahkan keduanya:

ุฃูŽู‚ููŠู…ููˆุง ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ ูˆูŽุขุชููˆุง ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉูŽ

Jika kita ingin maksiat sosial berhenti, maka pasangan ini harus dihidupkan bersama.

Maka pertanyaan โ€œshalat terus, maksiat jalanโ€ mungkin bukan karena shalatnya salah, tetapi karena zakatnya belum menjadi sistem.

Di mana zakat kita?
Apakah ia hanya angka, atau sudah menjadi gerakan peradaban? Wallฤhu aโ€˜lam.

Example 120x600