Scroll untuk baca artikel
BeritaInternasional

Skandal Minab Mengguncang Washington: Bernie Sanders Tuduh AS Tutupi Serangan ke Sekolah Iran

6
×

Skandal Minab Mengguncang Washington: Bernie Sanders Tuduh AS Tutupi Serangan ke Sekolah Iran

Share this article

Penulis: emha| Editor: asyary

Sejumlah warga mencari memeriksa kerusakan di sebuah sekolah UNRWA yang menampung para pengungsi yang terkena serangan udara Israel di Gaza, Senin (30/6/2025). Foto: Mahmoud Issa/REUTERS

Jakarta|PPMIndonesia.com. — Tragedi kemanusiaan di kota Minab, Iran selatan, kini menjelma menjadi krisis politik serius di Amerika Serikat. Tuduhan keras Senator Bernie Sanders yang menyebut adanya upaya penutupan fakta oleh pemerintah AS terkait serangan mematikan ke sebuah sekolah perempuan memicu gelombang kontroversi di Washington.

Peristiwa yang terjadi pada 28 Februari 2026 itu menewaskan lebih dari 170 orang, sebagian besar siswi sekolah dasar, setelah sebuah rudal menghantam kompleks pendidikan di Provinsi Hormozgan. (Wikipedia)

Dari Tragedi Kemanusiaan ke Kontroversi Global

Sejak awal, serangan di Minab menjadi perhatian dunia internasional. Rekaman video yang diverifikasi menunjukkan sebuah rudal menghantam area yang berdekatan dengan fasilitas militer Iran, namun berdampak langsung pada sekolah dasar putri di lokasi tersebut. (Kompas)

Sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa serangan tersebut kemungkinan terkait operasi militer Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan tersebut, meski belum ada pengakuan resmi yang tegas. (Antara News)

Pemerintah AS sendiri sempat menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah dengan sengaja menargetkan fasilitas sipil, termasuk sekolah, dan menyebut insiden tersebut sebagai kemungkinan “kesalahan tragis” dalam operasi militer. (Media Indonesia)

Sanders: “Kebohongan Publik Sistematis”

Di tengah kabut informasi tersebut, Bernie Sanders muncul dengan pernyataan yang mengguncang.

Melalui unggahan di media sosial, Senator dari Vermont itu menuduh pemerintah AS tidak transparan dan telah membangun narasi publik yang menyesatkan terkait asal-usul serangan.

Ia menyebut bahwa jika benar terdapat keterlibatan militer AS tanpa persetujuan Kongres, maka hal itu merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip konstitusional.

“Ini bukan sekadar kesalahan. Ini adalah kegagalan moral dan politik,” tulis Sanders, seraya menyerukan penyelidikan terbuka.

Pernyataan tersebut memperdalam perpecahan di Washington, dengan sejumlah anggota parlemen mendesak Pentagon untuk membuka seluruh fakta terkait operasi militer di Iran.

Tekanan Politik Meningkat

Desakan untuk investigasi independen terus menguat. Sejumlah senator dari Partai Demokrat bahkan secara terbuka meminta Departemen Pertahanan melakukan penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut.

Mereka mengutip analisis independen yang menunjukkan kemungkinan keterlibatan pasukan AS dalam serangan yang menghantam sekolah tersebut. (Antara News)

Di sisi lain, pemerintah tetap berhati-hati dalam memberikan pernyataan resmi, menekankan kompleksitas situasi militer di lapangan.

Trump Serukan Jalur Diplomasi

Di tengah tekanan politik domestik, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan seruan agar Iran menghentikan eskalasi konflik dan memilih jalur diplomasi.

Dalam pidato dari Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa prioritas utama adalah mencegah jatuhnya lebih banyak korban sipil.

“Kita tidak ingin melihat lebih banyak darah tertumpah. Sudah cukup,” ujarnya.

Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat siap membuka ruang perundingan untuk mengakhiri ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Ujian Kredibilitas Global

Kasus Minab kini tidak lagi sekadar tragedi lokal, tetapi telah berkembang menjadi ujian besar bagi transparansi militer, akuntabilitas politik, dan kredibilitas Amerika Serikat di mata dunia.

Di tengah tuntutan kejelasan dan keadilan, publik internasional masih menunggu jawaban atas pertanyaan paling mendasar: siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas tragedi yang merenggut ratusan nyawa anak-anak tersebut?

Sementara itu, puing-puing sekolah di Minab menjadi saksi bisu—bahwa di balik setiap konflik geopolitik, selalu ada harga kemanusiaan yang tak tergantikan. (emha)

Example 120x600