Scroll untuk baca artikel
BeritaInternasional

Kami Tidak Mencari Perang dengan Dunia Islam”: Presiden Iran Serukan Persatuan Umat di Tengah Ketegangan Timur Tengah

2
×

Kami Tidak Mencari Perang dengan Dunia Islam”: Presiden Iran Serukan Persatuan Umat di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Share this article

Penulis: emha| Editor: asyary

Iranian President Masoud Pezeshkian (file)

Jakarta|PPMIndonesia.com- Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki niat berperang dengan negara-negara Muslim di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah pascaserangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian dalam pesan resmi perayaan Idul Fitri dan Nowruz, tahun baru Persia, yang diperingati pada 21 Maret. Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya solidaritas antarnegara Islam sebagai fondasi stabilitas regional.

“Kami tidak berniat memiliki perbedaan dengan negara-negara Muslim. Kami tidak mencari konflik atau perang dengan negara-negara Islam. Mereka adalah saudara kami,” ujar Pezeshkian sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Iran. (IDN Financials)

Seruan Persatuan di Tengah Konflik

Pidato Presiden Iran muncul di tengah situasi kawasan yang memanas setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran beberapa waktu lalu. Konflik tersebut memperdalam ketegangan keamanan regional sekaligus meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi perang yang lebih luas di Timur Tengah.

Menurut Pezeshkian, ketegangan antara Iran dan beberapa negara Arab bukanlah konflik alami antarumat Islam, melainkan akibat intervensi kekuatan eksternal.

Ia menuding Washington dan Tel Aviv sebagai pihak yang berupaya menciptakan perpecahan di dunia Islam dengan menggiring negara-negara kawasan ke dalam konflik yang saling merugikan. (اسلام تايمز)

Usul Struktur Keamanan Negara Muslim

Dalam pesan diplomatiknya, Pezeshkian juga mengusulkan pembentukan mekanisme keamanan regional berbasis negara-negara Muslim tanpa kehadiran kekuatan asing.

Menurutnya, negara-negara Timur Tengah sebenarnya memiliki kapasitas untuk membangun stabilitas secara mandiri melalui kerja sama politik, ekonomi, budaya, dan pertahanan.

“Kami tidak membutuhkan kehadiran asing di kawasan ini. Negara-negara Muslim dapat membentuk majelis regional sendiri untuk menjamin keamanan dan perdamaian,” katanya. (Radar Banyuwangi)

Gagasan tersebut mencerminkan pendekatan diplomasi Iran yang belakangan menekankan rekonsiliasi regional sekaligus pengurangan ketergantungan terhadap kekuatan militer eksternal.

Isu Nuklir dan Fatwa Larangan Senjata Atom

Pezeshkian juga kembali menegaskan posisi resmi Iran terkait program nuklirnya. Ia menyatakan bahwa Iran tidak berniat mengembangkan senjata nuklir dan mengacu pada fatwa pemimpin tertinggi sebelumnya, Ali Khamenei, yang melarang penggunaan senjata pemusnah massal.

Presiden Iran menilai tuduhan Barat mengenai ambisi nuklir Iran sebagai bagian dari kampanye politik untuk membangun legitimasi tekanan internasional terhadap Teheran. (Middle East Monitor)

Upaya Diplomasi dan De-eskalasi

Di tengah konflik yang masih berlangsung, sejumlah negara Muslim mulai mendorong jalur diplomasi guna meredakan ketegangan. Pakistan, Turki, dan beberapa negara kawasan dilaporkan terlibat dalam komunikasi intensif untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. (Business Recorder)

Pesan Idul Fitri Presiden Iran dinilai sebagai sinyal politik penting: Teheran ingin membingkai konflik yang terjadi bukan sebagai perang antarumat Islam, melainkan sebagai krisis geopolitik yang memerlukan solidaritas regional.

Pertaruhan Stabilitas Timur Tengah

Seruan persatuan tersebut datang pada momen krusial ketika kawasan Timur Tengah menghadapi risiko konflik terbuka yang lebih luas. Para analis menilai, keberhasilan atau kegagalan diplomasi regional dalam beberapa bulan ke depan akan menentukan arah stabilitas kawasan—apakah menuju rekonsiliasi atau justru konfrontasi berkepanjangan.

Bagi Iran, pesan Pezeshkian menjadi upaya menegaskan satu garis politik utama: menjaga hubungan dengan negara-negara Muslim sambil menahan konflik agar tidak berubah menjadi perang antarperadaban di dunia Islam.(emha)

Example 120x600