{"id":10473,"date":"2024-11-18T05:32:48","date_gmt":"2024-11-18T05:32:48","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=10473"},"modified":"2024-11-18T05:33:26","modified_gmt":"2024-11-18T05:33:26","slug":"amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/11\/18\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\/","title":{"rendered":"Amsterdam Membara: Ketika Sepak Bola Menjadi Panggung Hooliganisme Global"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>Oleh: Achmadie Thaha, Ma\u2019had Tadabur Al Quran, Alumni IAN Syarif Hidayatullah<\/p><\/blockquote>\n<p><strong>ppmindonesia.com, Jakarta<\/strong>, Menjadi saksi dua dunia <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/11\/18\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\/\">sepak bol<\/a>a yang berbeda. Di Indonesia, Liga 2 bergulir dengan tensi tinggi saat Persipura berhadapan dengan RANS Nusantara, memberikan tontonan yang murni tentang semangat olahraga. Namun di Amsterdam, Belanda, laga Liga Eropa UEFA 2024\/2025 antara Ajax Amsterdam melawan Maccabi Tel Aviv berubah menjadi drama besar yang menyentuh isu global.<\/p>\n<p><strong>Pertandingan yang Tenang, Kota yang Bergejolak<\/strong><\/p>\n<p>Pertandingan di Johan Cruijff Arena berjalan tanpa kejutan. Ajax menghancurkan Maccabi 5-0, hasil yang mencerminkan perbedaan kualitas kedua tim. Namun, bukan kekalahan telak yang menjadi sorotan, melainkan perilaku buruk para pendukung Maccabi Tel Aviv. Ribuan hooligan yang dikenal bermasalah di liga domestik Israel ini hadir di Amsterdam, membawa provokasi yang melampaui batas.<\/p>\n<p>Sehari sebelum laga, mereka berkeliaran di jalanan kota, meneriakkan slogan rasis seperti \u201cMatilah orang Arab\u201d dan \u201cTidak ada sekolah di Gaza karena anak-anak Gaza sudah tidak ada.\u201d Pada hari pertandingan, aksi mereka semakin meresahkan: merobek bendera Palestina, menyerang pengemudi taksi Muslim, hingga menciptakan kerusuhan yang tak kunjung ditangani oleh aparat keamanan.<\/p>\n<p><strong>Narasi yang Dibalikkan<\/strong><\/p>\n<p>Ketika penduduk lokal mulai melawan perilaku arogan ini, muncul istilah &#8220;Jews Hunt&#8221;\u2014perburuan orang Yahudi\u2014yang digaungkan oleh politisi Israel dan media internasional. Seolah-olah kerusuhan dimulai oleh warga Amsterdam, padahal bukti video jelas menunjukkan aksi provokatif para pendukung Maccabi. Narasi ini memperlihatkan pola yang sering digunakan: pelaku berubah menjadi korban, sementara isu antisemitisme digunakan untuk mengaburkan fakta.<\/p>\n<p>Wali Kota Amsterdam, Femke Halsema, menyebut insiden ini sebagai aksi \u201chit and run\u201d terorganisir. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bahkan melabelinya sebagai \u201cpembantaian di jalan-jalan Amsterdam\u201d dan mengusulkan evakuasi militer untuk warga Israel di Belanda\u2014klaim yang kemudian ditolak oleh pemerintah Belanda.<\/p>\n<p>Geert Wilders, politisi Belanda yang dikenal anti-Islam, turut memanaskan suasana dengan menyebut Amsterdam sebagai \u201cGaza di Eropa.\u201d Namun kenyataannya, kerusuhan ini berakar pada provokasi yang dilakukan pendukung Maccabi, bukan pada isu antisemitisme seperti yang dipropagandakan.<\/p>\n<p><strong>Hooliganisme dengan Sentuhan Politik<\/strong><\/p>\n<p>Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa istilah antisemitisme sering digunakan untuk menutupi perilaku buruk yang seharusnya ditindak tegas. Ketika pendukung Maccabi menyerang, merusak, dan meneriakkan kebencian, mereka tetap dilindungi oleh narasi yang dirancang untuk mengalihkan perhatian. Dunia harus bertanya: apakah menolak perilaku brutal ini otomatis dianggap sebagai tindakan antisemitisme?<\/p>\n<p>Kasus di Amsterdam bukanlah tentang kebencian rasial terhadap Yahudi. Ini adalah perlawanan terhadap arogansi yang tidak bisa ditoleransi. Ketika pendukung sepak bola bertindak brutal, melibatkan slogan-slogan kebencian, membakar simbol, dan menyerang warga sipil, dunia tidak boleh terjebak dalam narasi yang mengaburkan fakta.<\/p>\n<p><strong>Pelajaran untuk Sepak Bola dan Dunia<\/strong><\/p>\n<p>Hooliganisme dengan embel-embel politik adalah ancaman global yang harus dihadapi dengan tegas. Jika ada yang perlu belajar dari peristiwa ini, itu adalah pendukung Maccabi Tel Aviv\u2014tentang bagaimana menjadi tamu yang baik, bagaimana kalah dengan elegan, dan bagaimana menghormati komunitas tuan rumah.<\/p>\n<p>Sementara itu, di Indonesia, mari kita jaga semangat olahraga tetap murni. Biarkan Liga 2 menjadi panggung bagi pemain lokal untuk menunjukkan kemampuan mereka, tanpa terjebak dalam kompleksitas politik internasional. Sepak bola, pada akhirnya, adalah tentang sportivitas dan persatuan\u2014bukan panggung untuk kebencian. (achmadie thaha),<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Achmadie Thaha, Ma\u2019had Tadabur Al Quran, Alumni&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10474,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[208,209],"tags":[754,755,753,756],"newstopic":[],"class_list":["post-10473","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-internasional","tag-amsterdam","tag-international","tag-sepak-bola","tag-suporter-bola"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Amsterdam Membara: Ketika Sepak Bola Menjadi Panggung Hooliganisme Global - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/11\/18\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Amsterdam Membara: Ketika Sepak Bola Menjadi Panggung Hooliganisme Global - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Achmadie Thaha, Ma\u2019had Tadabur Al Quran, Alumni...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/11\/18\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-11-18T05:32:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-11-18T05:33:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Bola_11zon.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"mhasan.asyary\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"mhasan.asyary\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/11\\\/18\\\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/11\\\/18\\\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"mhasan.asyary\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543\"},\"headline\":\"Amsterdam Membara: Ketika Sepak Bola Menjadi Panggung Hooliganisme Global\",\"datePublished\":\"2024-11-18T05:32:48+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-18T05:33:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/11\\\/18\\\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\\\/\"},\"wordCount\":506,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/11\\\/18\\\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/11\\\/Bola_11zon.png\",\"keywords\":[\"amsterdam\",\"international\",\"sepak bola\",\"suporter bola\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Internasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/11\\\/18\\\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/11\\\/18\\\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\\\/\",\"name\":\"Amsterdam Membara: Ketika Sepak Bola Menjadi Panggung Hooliganisme Global - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/11\\\/18\\\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/11\\\/18\\\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/11\\\/Bola_11zon.png\",\"datePublished\":\"2024-11-18T05:32:48+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-18T05:33:26+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/11\\\/18\\\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/11\\\/18\\\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/11\\\/18\\\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/11\\\/Bola_11zon.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/11\\\/Bola_11zon.png\",\"width\":500,\"height\":300},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2024\\\/11\\\/18\\\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Amsterdam Membara: Ketika Sepak Bola Menjadi Panggung Hooliganisme Global\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543\",\"name\":\"mhasan.asyary\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"mhasan.asyary\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/mhasan-asyary\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Amsterdam Membara: Ketika Sepak Bola Menjadi Panggung Hooliganisme Global - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/11\/18\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Amsterdam Membara: Ketika Sepak Bola Menjadi Panggung Hooliganisme Global - ppmindonesia","og_description":"Oleh: Achmadie Thaha, Ma\u2019had Tadabur Al Quran, Alumni...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/11\/18\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2024-11-18T05:32:48+00:00","article_modified_time":"2024-11-18T05:33:26+00:00","og_image":[{"width":500,"height":300,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Bola_11zon.png","type":"image\/png"}],"author":"mhasan.asyary","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"mhasan.asyary","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/11\/18\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/11\/18\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\/"},"author":{"name":"mhasan.asyary","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543"},"headline":"Amsterdam Membara: Ketika Sepak Bola Menjadi Panggung Hooliganisme Global","datePublished":"2024-11-18T05:32:48+00:00","dateModified":"2024-11-18T05:33:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/11\/18\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\/"},"wordCount":506,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/11\/18\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Bola_11zon.png","keywords":["amsterdam","international","sepak bola","suporter bola"],"articleSection":["Berita","Internasional"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/11\/18\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/11\/18\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\/","name":"Amsterdam Membara: Ketika Sepak Bola Menjadi Panggung Hooliganisme Global - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/11\/18\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/11\/18\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Bola_11zon.png","datePublished":"2024-11-18T05:32:48+00:00","dateModified":"2024-11-18T05:33:26+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/11\/18\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/11\/18\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/11\/18\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Bola_11zon.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Bola_11zon.png","width":500,"height":300},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2024\/11\/18\/amsterdam-membara-ketika-sepak-bola-menjadi-panggung-hooliganisme-global\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Amsterdam Membara: Ketika Sepak Bola Menjadi Panggung Hooliganisme Global"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543","name":"mhasan.asyary","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","caption":"mhasan.asyary"},"sameAs":["https:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Bola_11zon.png",500,300,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Bola_11zon-80x80.png",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Bola_11zon-180x130.png",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Bola_11zon-350x220.png",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Bola_11zon-700x400.png",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Bola_11zon.png",500,300,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Bola_11zon.png",500,300,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Bola_11zon-200x120.png",200,120,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"mhasan.asyary","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Oleh: Achmadie Thaha, Ma\u2019had Tadabur Al Quran, Alumni...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Bola_11zon.png",500,300,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Bola_11zon.png",500,300,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Bola_11zon.png",500,300,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Bola_11zon-80x80.png",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Bola_11zon-180x130.png",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Bola_11zon-350x220.png",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Bola_11zon-700x400.png",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Bola_11zon.png",500,300,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Bola_11zon.png",500,300,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Bola_11zon-200x120.png",200,120,true]},"rttpg_author":{"display_name":"mhasan.asyary","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/internasional\/\" rel=\"category tag\">Internasional<\/a>","rttpg_excerpt":"Oleh: Achmadie Thaha, Ma\u2019had Tadabur Al Quran, Alumni...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10473","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10473"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10473\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10476,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10473\/revisions\/10476"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10474"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10473"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10473"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10473"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=10473"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}