{"id":11277,"date":"2025-01-25T10:15:18","date_gmt":"2025-01-25T10:15:18","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=11277"},"modified":"2025-01-25T10:15:58","modified_gmt":"2025-01-25T10:15:58","slug":"suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/25\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\/","title":{"rendered":"Suku Jawa: Simfoni Budaya yang Harmonis"},"content":{"rendered":"<p><b>ppmindonesia.com-Jakarta<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/25\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\/\">Suku Jawa<\/a>, sebagai salah satu suku terbesar di Indonesia, merupakan simbol keberagaman yang penuh harmoni. Dengan populasi mencapai puluhan juta jiwa, suku Jawa tidak hanya menempati sebagian besar wilayah Pulau Jawa seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, tetapi juga menyebar ke berbagai penjuru tanah air. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat Jawa dikenal karena kekayaan tradisi, nilai-nilai luhur, dan karakteristik budaya yang mencerminkan keselarasan antara manusia, alam, dan spiritualitas.<\/span><\/p>\n<p><strong>Kepercayaan: Akulturasi Spiritual yang Unik<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum agama-agama besar masuk ke Nusantara, masyarakat Jawa telah menganut animisme, kepercayaan bahwa roh atau jiwa terdapat pada benda-benda, tumbuhan, hewan, hingga manusia. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keyakinan ini diwujudkan melalui berbagai ritual dan sesaji sebagai bentuk penghormatan terhadap kekuatan gaib yang dipercaya menjaga keseimbangan kehidupan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika agama Hindu dan Buddha hadir di Jawa, kepercayaan lokal mulai berakulturasi, menghasilkan tradisi-tradisi baru yang tetap menghormati nilai leluhur. D<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">engan datangnya Islam, mayoritas masyarakat Jawa memeluk agama ini. Namun, karakter budaya Jawa tetap terlihat dalam cara mereka memadukan ajaran Islam dengan tradisi lokal, terutama melalui konsep Kejawen, yaitu sistem kepercayaan yang menekankan harmoni dan spiritualitas berbasis adat leluhur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebudayaan Jawa dalam konteks agama Islam menghasilkan dua golongan budaya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Santri, yang menjalankan ajaran Islam secara murni sesuai syariat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Abangan, yang lebih mengutamakan tradisi lokal dan memadukannya dengan ajaran Islam.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Tradisi dan Ritual: Warisan Tak Ternilai<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tradisi Jawa kaya akan nilai-nilai yang mencerminkan keharmonisan dan rasa syukur kepada Tuhan. Beberapa ritual yang hingga kini masih dilestarikan antara lain:<\/span><\/p>\n<p><strong>1. Slametan<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah upacara untuk memohon keselamatan yang diadakan dalam berbagai kesempatan, seperti kelahiran, pernikahan, kematian, panen, hingga peringatan hari besar keagamaan.<\/span><\/p>\n<p><strong>2.Sekaten<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perayaan tahunan di Yogyakarta dan Solo untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini berlangsung selama tujuh hari dan melibatkan gamelan keraton seperti Kyai Guntur Madu, yang dimainkan sebagai simbol penghormatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">3.Tingkeban (Mitoni): <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Upacara keselamatan bagi ibu hamil pertama kali yang usia kandungannya mencapai tujuh bulan. Tradisi ini bertujuan memohon keselamatan bagi ibu dan bayi yang akan lahir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">4.Tedak Siten: <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ritual syukur saat seorang bayi mulai belajar berjalan, sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan atas nikmat kesehatan dan kesempurnaan fisik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tradisi-tradisi ini bukan sekadar ritual, tetapi juga menjadi simbol rasa syukur, penghormatan kepada leluhur, dan penghargaan terhadap kehidupan.<\/span><\/p>\n<p><strong>Filosofi Hidup: Ajaran Harmoni dan Keselarasan<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat Jawa memiliki filosofi hidup yang kaya makna dan menjadi panduan dalam menjalani kehidupan. Beberapa ajaran penting antara lain:<\/span><\/p>\n<p><strong>1.Narimo Ing Pandum: <\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sikap tulus menerima segala sesuatu yang diberikan Tuhan dengan rasa syukur. Filosofi ini mengajarkan manusia untuk hidup sederhana dan menjauh dari sifat serakah.<\/span><\/p>\n<p><strong>2.Memayu Hayuning Bawana: <\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Upaya menjaga dunia agar tetap damai dan harmonis. Filosofi ini mengajarkan manusia untuk menjaga hubungan baik dengan sesama, lingkungan, dan Tuhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Filosofi ini menekankan pentingnya keseimbangan dalam kehidupan, baik secara spiritual maupun sosial, sehingga menciptakan harmoni yang abadi.<\/span><\/p>\n<p><strong>Keunikan Budaya: Simbol Keselarasan<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Budaya Jawa adalah perpaduan yang unik dari adat istiadat, seni, dan nilai-nilai sosial yang menjunjung tinggi kesopanan dan keselarasan. Masyarakat Jawa terkenal dengan sifatnya yang sopan, berbicara lembut, dan ramah. Tradisi seperti membungkuk saat melewati orang yang lebih tua menjadi simbol penghormatan yang masih kuat dipegang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keunikan budaya Jawa juga tercermin dalam berbagai seni tradisional, seperti:<\/span><br \/>\n<span style=\"font-weight: 400;\">1. Batik, dengan motif yang menggambarkan filosofi kehidupan masyarakat Jawa.<\/span><br \/>\n<span style=\"font-weight: 400;\">2. Wayang Kulit, sebagai media pembelajaran moral dan spiritual.<\/span><br \/>\n<span style=\"font-weight: 400;\">3. Gamelan, musik tradisional yang melambangkan keharmonisan nada dan irama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karya-karya seni ini bukan hanya hiburan, tetapi juga bentuk ekspresi jiwa masyarakat Jawa yang mencintai keindahan dan keselarasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suku Jawa adalah simfoni budaya yang penuh harmoni, mengajarkan nilai-nilai luhur yang relevan di tengah modernisasi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari kepercayaan, tradisi, hingga filosofi hidup, masyarakat Jawa menghadirkan contoh bagaimana keberagaman dapat berpadu dengan nilai spiritualitas dan kesederhanaan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Budaya Jawa adalah harta tak ternilai yang harus terus dijaga dan dilestarikan, bukan hanya sebagai identitas suku, tetapi juga sebagai warisan bangsa yang mendunia. (asyary)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com-Jakarta &#8211; Suku Jawa, sebagai salah satu suku&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11278,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[208,127],"tags":[965,497,964],"newstopic":[],"class_list":["post-11277","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-sosial-budaya","tag-budaya-jawa","tag-jawa","tag-suku-jawa"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Suku Jawa: Simfoni Budaya yang Harmonis - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/25\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Suku Jawa: Simfoni Budaya yang Harmonis - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com-Jakarta &#8211; Suku Jawa, sebagai salah satu suku...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/25\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-01-25T10:15:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-01-25T10:15:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Jawa_11zon.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"mhasan.asyary\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"mhasan.asyary\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/25\\\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/25\\\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"mhasan.asyary\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543\"},\"headline\":\"Suku Jawa: Simfoni Budaya yang Harmonis\",\"datePublished\":\"2025-01-25T10:15:18+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-25T10:15:58+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/25\\\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\\\/\"},\"wordCount\":616,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/25\\\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/Jawa_11zon.jpg\",\"keywords\":[\"budaya jawa\",\"jawa\",\"suku jawa\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Sosial Budaya\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/25\\\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/25\\\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\\\/\",\"name\":\"Suku Jawa: Simfoni Budaya yang Harmonis - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/25\\\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/25\\\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/Jawa_11zon.jpg\",\"datePublished\":\"2025-01-25T10:15:18+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-25T10:15:58+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/25\\\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/25\\\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/25\\\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/Jawa_11zon.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/Jawa_11zon.jpg\",\"width\":1200,\"height\":630},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/25\\\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Suku Jawa: Simfoni Budaya yang Harmonis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543\",\"name\":\"mhasan.asyary\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"mhasan.asyary\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/mhasan-asyary\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Suku Jawa: Simfoni Budaya yang Harmonis - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/25\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Suku Jawa: Simfoni Budaya yang Harmonis - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com-Jakarta &#8211; Suku Jawa, sebagai salah satu suku...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/25\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-01-25T10:15:18+00:00","article_modified_time":"2025-01-25T10:15:58+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":630,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Jawa_11zon.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"mhasan.asyary","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"mhasan.asyary","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/25\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/25\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\/"},"author":{"name":"mhasan.asyary","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543"},"headline":"Suku Jawa: Simfoni Budaya yang Harmonis","datePublished":"2025-01-25T10:15:18+00:00","dateModified":"2025-01-25T10:15:58+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/25\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\/"},"wordCount":616,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/25\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Jawa_11zon.jpg","keywords":["budaya jawa","jawa","suku jawa"],"articleSection":["Berita","Sosial Budaya"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/25\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/25\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\/","name":"Suku Jawa: Simfoni Budaya yang Harmonis - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/25\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/25\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Jawa_11zon.jpg","datePublished":"2025-01-25T10:15:18+00:00","dateModified":"2025-01-25T10:15:58+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/25\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/25\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/25\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Jawa_11zon.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Jawa_11zon.jpg","width":1200,"height":630},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/25\/suku-jawa-simfoni-budaya-yang-harmonis\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Suku Jawa: Simfoni Budaya yang Harmonis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543","name":"mhasan.asyary","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","caption":"mhasan.asyary"},"sameAs":["https:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Jawa_11zon.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Jawa_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Jawa_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Jawa_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Jawa_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Jawa_11zon.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Jawa_11zon.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Jawa_11zon-200x105.jpg",200,105,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"mhasan.asyary","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com-Jakarta &#8211; Suku Jawa, sebagai salah satu suku...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Jawa_11zon.jpg",1200,630,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Jawa_11zon.jpg",1200,630,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Jawa_11zon.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Jawa_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Jawa_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Jawa_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Jawa_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Jawa_11zon.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Jawa_11zon.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Jawa_11zon-200x105.jpg",200,105,true]},"rttpg_author":{"display_name":"mhasan.asyary","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/sosial-budaya\/\" rel=\"category tag\">Sosial Budaya<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com-Jakarta &#8211; Suku Jawa, sebagai salah satu suku...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11277","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11277"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11277\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11280,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11277\/revisions\/11280"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11278"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11277"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11277"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11277"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=11277"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}