{"id":11343,"date":"2025-01-29T14:14:57","date_gmt":"2025-01-29T14:14:57","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=11343"},"modified":"2025-01-29T14:15:29","modified_gmt":"2025-01-29T14:15:29","slug":"dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/29\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\/","title":{"rendered":"Dinamika Kekuasaan dan Kejatuhan Majapahit: Sebuah Kajian Historis"},"content":{"rendered":"<p><b>ppmindonesia.com, Jakarta<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/29\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\/\">Kerajaan Majapahit<\/a> adalah salah satu peradaban besar di Nusantara yang mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-14 di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Majapahit tidak hanya dikenal sebagai kerajaan yang kaya dan berpengaruh, tetapi juga sebagai simbol persatuan wilayah Nusantara yang luas. Namun, di balik kejayaannya, Majapahit menyimpan dinamika politik yang kompleks, yang akhirnya menjadi penyebab keruntuhannya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kajian historis ini mengulas perjalanan dinamis Majapahit dari masa kejayaan hingga kejatuhannya, menyoroti faktor-faktor internal dan eksternal yang berkontribusi pada akhir riwayat kekuasaan besar ini.<\/span><\/p>\n<p><strong>1.Masa Kejayaan: Puncak Kekuatan Majapahit<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Majapahit mencapai puncak kekuasaannya pada masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350\u20131389). Di bawah bimbingan Mahapatih Gajah Mada, Majapahit memperluas pengaruhnya ke hampir seluruh Nusantara melalui kebijakan politik dan militer yang strategis. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sumpah Palapa yang diikrarkan Gajah Mada menjadi lambang tekad untuk mempersatukan wilayah Nusantara, mulai dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, hingga sebagian wilayah Filipina.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemajuan Majapahit juga didukung oleh kekuatan ekonominya yang berbasis pada perdagangan maritim. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pelabuhan-pelabuhan Majapahit seperti Hujung Galuh menjadi pusat perdagangan internasional, menghubungkan kerajaan ini dengan pedagang dari Cina, India, hingga Timur Tengah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem administrasi yang terstruktur dan diplomasi yang cerdas menjadikan Majapahit sebagai kekuatan regional yang disegani.<\/span><\/p>\n<p><strong>2.Dinamika Kekuasaan: Awal Konflik Internal<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, setelah wafatnya Hayam Wuruk, Majapahit mulai menunjukkan tanda-tanda kelemahan. Dinamika kekuasaan di istana memicu konflik internal, terutama menyangkut perebutan takhta. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu titik krusial adalah Perang Paregreg (1404\u20131406), perang saudara yang melibatkan Wikramawardhana, menantu Hayam Wuruk, dan Bhre Wirabhumi, cucu Wijayarajasa yang memimpin Majapahit Timur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski Wikramawardhana keluar sebagai pemenang, Perang Paregreg meninggalkan luka mendalam bagi Majapahit. Perang ini melemahkan persatuan internal dan menguras sumber daya kerajaan. Di samping itu, ketegangan antara faksi-faksi di dalam istana membuat stabilitas politik semakin sulit dipertahankan.<\/span><\/p>\n<p><strong>3.Pelepasan Daerah Bawahan<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dampak dari konflik internal semakin terlihat dengan mulai melepaskan diri daerah-daerah bawahan Majapahit. Wilayah-wilayah strategis seperti Palembang, Melayu, Malaka, dan Brunei secara bertahap menyatakan kemerdekaannya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, ancaman dari luar, seperti Dinasti Ming di Cina, semakin memperparah situasi. Pada tahun 1405, wilayah Kalimantan Barat bahkan jatuh ke tangan Dinasti Ming.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kehilangan daerah-daerah ini tidak hanya melemahkan kekuatan militer Majapahit, tetapi juga menghancurkan ekonomi kerajaan. Jalur perdagangan yang sebelumnya dikuasai oleh Majapahit kini diambil alih oleh kerajaan-kerajaan baru seperti Malaka, yang tumbuh menjadi pusat perdagangan utama di Asia Tenggara.<\/span><\/p>\n<p><strong>4.Tekanan Eksternal dan Kelemahan Militer<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tekanan dari kekuatan asing, khususnya Dinasti Ming, menambah beban bagi Majapahit. Setelah Perang Paregreg, Dinasti Ming menuntut ganti rugi kepada Wikramawardhana akibat keterlibatan warga Cina dalam konflik tersebut. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Denda sebesar 60.000 tahil perak yang dibebankan kepada Majapahit mencerminkan posisi lemah kerajaan ini di hadapan kekuatan asing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, kelemahan militer Majapahit menjadi semakin nyata. Tidak seperti masa Gajah Mada yang memiliki angkatan perang tangguh, Majapahit pada era Wikramawardhana dan penerusnya kerap mengalami kekalahan dalam pertempuran melawan bekas daerah bawahannya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekalahan besar seperti di Padang Sibusuk menjadi bukti bahwa Majapahit tidak lagi memiliki kemampuan militer yang signifikan.<\/span><\/p>\n<p><strong>5.Krisis Sosial dan Bencana Alam<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain konflik internal dan tekanan eksternal, Majapahit juga menghadapi krisis sosial yang dipicu oleh bencana alam. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun 1426, Majapahit dilanda bencana kelaparan yang meluas. Kelaparan ini tidak hanya merenggut nyawa rakyat biasa, tetapi juga anggota keluarga kerajaan seperti Bhre Tumapel, Bhre Lasem, dan Bhre Wengker.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Situasi ini memperburuk kondisi sosial-ekonomi kerajaan. Penduduk yang menderita akibat kelaparan kehilangan kepercayaan pada pemerintah pusat, sehingga semakin melemahkan otoritas Majapahit. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bencana ini menambah tekanan pada penguasa, yang saat itu sudah kesulitan mengatasi gejolak politik dan ekonomi.<\/span><\/p>\n<p><strong>6.Krisis Kepemimpinan dan Akhir Kekuasaan Majapahit<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepeninggal Wikramawardhana pada tahun 1427, takhta Majapahit diwariskan kepada Sri Suhita, putrinya. Sri Suhita adalah raja wanita kedua setelah Tribhuwana Tunggadewi, tetapi situasi yang sudah memburuk membuat upaya pemulihan menjadi hampir mustahil. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konflik internal terus berlanjut, sementara kekuatan Majapahit di panggung internasional semakin pudar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Majapahit akhirnya runtuh pada akhir abad ke-15, dengan munculnya Kesultanan Demak sebagai kekuatan baru di Jawa. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keruntuhan ini menandai akhir era klasik di Indonesia dan membuka jalan bagi dominasi kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara.<\/span><\/p>\n<p><strong>Pelajaran dari Dinamika Majapahit<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kejayaan dan kejatuhan Majapahit adalah cerminan dari bagaimana kekuasaan besar dapat runtuh akibat kombinasi faktor internal dan eksternal. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konflik internal, pelemahan militer, tekanan asing, dan bencana alam menjadi pemicu kehancuran Majapahit yang tidak terhindarkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski runtuh, Majapahit meninggalkan warisan budaya dan sejarah yang tak ternilai bagi Nusantara. Semangat persatuan yang pernah dicetuskan oleh Gajah Mada tetap menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya, membuktikan bahwa meski sebuah kekaisaran dapat hancur, nilai-nilai yang dibangunnya akan terus hidup dalam ingatan sejarah. (asyary)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com, Jakarta &#8211; Kerajaan Majapahit adalah salah satu&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11344,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[208,127],"tags":[203,202,980],"newstopic":[],"class_list":["post-11343","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-sosial-budaya","tag-kerajaan-majapahit","tag-majapahit","tag-runtuhnya-majapahit"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dinamika Kekuasaan dan Kejatuhan Majapahit: Sebuah Kajian Historis - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/29\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dinamika Kekuasaan dan Kejatuhan Majapahit: Sebuah Kajian Historis - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com, Jakarta &#8211; Kerajaan Majapahit adalah salah satu...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/29\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-01-29T14:14:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-01-29T14:15:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/majapahit-1_11zon.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"mhasan.asyary\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"mhasan.asyary\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/29\\\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/29\\\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"mhasan.asyary\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543\"},\"headline\":\"Dinamika Kekuasaan dan Kejatuhan Majapahit: Sebuah Kajian Historis\",\"datePublished\":\"2025-01-29T14:14:57+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-29T14:15:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/29\\\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\\\/\"},\"wordCount\":729,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/29\\\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/majapahit-1_11zon.jpg\",\"keywords\":[\"kerajaan majapahit\",\"majapahit\",\"runtuhnya majapahit\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Sosial Budaya\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/29\\\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/29\\\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\\\/\",\"name\":\"Dinamika Kekuasaan dan Kejatuhan Majapahit: Sebuah Kajian Historis - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/29\\\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/29\\\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/majapahit-1_11zon.jpg\",\"datePublished\":\"2025-01-29T14:14:57+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-29T14:15:29+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/29\\\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/29\\\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/29\\\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/majapahit-1_11zon.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/01\\\/majapahit-1_11zon.jpg\",\"width\":1200,\"height\":630,\"caption\":\"Ilustrasi Perang intisari.grid.id\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/01\\\/29\\\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dinamika Kekuasaan dan Kejatuhan Majapahit: Sebuah Kajian Historis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543\",\"name\":\"mhasan.asyary\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"mhasan.asyary\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/mhasan-asyary\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dinamika Kekuasaan dan Kejatuhan Majapahit: Sebuah Kajian Historis - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/29\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dinamika Kekuasaan dan Kejatuhan Majapahit: Sebuah Kajian Historis - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com, Jakarta &#8211; Kerajaan Majapahit adalah salah satu...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/29\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-01-29T14:14:57+00:00","article_modified_time":"2025-01-29T14:15:29+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":630,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/majapahit-1_11zon.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"mhasan.asyary","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"mhasan.asyary","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/29\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/29\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\/"},"author":{"name":"mhasan.asyary","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543"},"headline":"Dinamika Kekuasaan dan Kejatuhan Majapahit: Sebuah Kajian Historis","datePublished":"2025-01-29T14:14:57+00:00","dateModified":"2025-01-29T14:15:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/29\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\/"},"wordCount":729,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/29\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/majapahit-1_11zon.jpg","keywords":["kerajaan majapahit","majapahit","runtuhnya majapahit"],"articleSection":["Berita","Sosial Budaya"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/29\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/29\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\/","name":"Dinamika Kekuasaan dan Kejatuhan Majapahit: Sebuah Kajian Historis - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/29\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/29\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/majapahit-1_11zon.jpg","datePublished":"2025-01-29T14:14:57+00:00","dateModified":"2025-01-29T14:15:29+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/29\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/29\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/29\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/majapahit-1_11zon.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/majapahit-1_11zon.jpg","width":1200,"height":630,"caption":"Ilustrasi Perang intisari.grid.id"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/01\/29\/dinamika-kekuasaan-dan-kejatuhan-majapahit-sebuah-kajian-historis\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dinamika Kekuasaan dan Kejatuhan Majapahit: Sebuah Kajian Historis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543","name":"mhasan.asyary","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","caption":"mhasan.asyary"},"sameAs":["https:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/majapahit-1_11zon.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/majapahit-1_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/majapahit-1_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/majapahit-1_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/majapahit-1_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/majapahit-1_11zon.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/majapahit-1_11zon.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/majapahit-1_11zon-200x105.jpg",200,105,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"mhasan.asyary","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com, Jakarta &#8211; Kerajaan Majapahit adalah salah satu...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/majapahit-1_11zon.jpg",1200,630,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/majapahit-1_11zon.jpg",1200,630,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/majapahit-1_11zon.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/majapahit-1_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/majapahit-1_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/majapahit-1_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/majapahit-1_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/majapahit-1_11zon.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/majapahit-1_11zon.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/majapahit-1_11zon-200x105.jpg",200,105,true]},"rttpg_author":{"display_name":"mhasan.asyary","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/sosial-budaya\/\" rel=\"category tag\">Sosial Budaya<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com, Jakarta &#8211; Kerajaan Majapahit adalah salah satu...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11343","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11343"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11343\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11346,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11343\/revisions\/11346"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11344"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11343"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11343"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11343"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=11343"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}