{"id":11751,"date":"2025-03-02T00:02:40","date_gmt":"2025-03-02T00:02:40","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=11751"},"modified":"2025-03-02T00:08:15","modified_gmt":"2025-03-02T00:08:15","slug":"segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/02\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\/","title":{"rendered":"Segitiga Qaryah Thayyibah: Metodologi PPM dalam Pemberdayaan Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>ppmindonesia.com, Jakarta<\/strong> &#8211; <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/02\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\/\">Pusat Peranserta Masyarakat (PPM)<\/a> bukan sekadar organisasi sosial, tetapi merupakan gerakan yang berlandaskan nilai-nilai Islam dalam membangun masyarakat yang sejahtera dan mandiri. Salah satu metodologi utama yang digunakan dalam pendekatan PPM adalah Segitiga Qaryah Thayyibah (QT = N + S + E), yang menekankan keseimbangan antara Nilai (N), Sosial (S), dan Ekonomi (E) dalam upaya pemberdayaan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Metodologi ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga telah teruji secara praktik dalam berbagai program pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh PPM. Segitiga Qaryah Thayyibah bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis, mandiri, dan berdaya secara spiritual, sosial, dan ekonomi.<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/02\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\/#Qaryah_Thayyibah_Konsep_Masyarakat_yang_Baik_dalam_Islam\" >Qaryah Thayyibah: Konsep Masyarakat yang Baik dalam Islam<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/02\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\/#Segitiga_Qaryah_Thayyibah_Pilar_Pemberdayaan_Masyarakat\" >Segitiga Qaryah Thayyibah: Pilar Pemberdayaan Masyarakat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/02\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\/#Implementasi_Segitiga_Qaryah_Thayyibah_dalam_Program_PPM\" >Implementasi Segitiga Qaryah Thayyibah dalam Program PPM<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/02\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\/#Segitiga_Qaryah_Thayyibah\" >Segitiga Qaryah Thayyibah<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Qaryah_Thayyibah_Konsep_Masyarakat_yang_Baik_dalam_Islam\"><\/span><strong> Qaryah Thayyibah: Konsep Masyarakat yang Baik dalam Islam<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara bahasa, Qaryah Thayyibah (\u0642\u0631\u064a\u0629 \u0637\u064a\u0628\u0629) berarti \u201ckampung yang baik\u201d. Konsep ini bersumber dari Al-Qur\u2019an, yang menggambarkan masyarakat ideal sebagai masyarakat yang memiliki keseimbangan antara spiritualitas, sosial, dan ekonomi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsep ini juga dapat dikaitkan dengan QS. Saba\u2019 (34:15):<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Sungguh, bagi kaum Saba&#8217; ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat tinggal mereka, yaitu dua kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan), &#8216;Makanlah rezeki (yang diberikan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu adalah) negeri yang baik (Qaryah Thayyibah) dan Tuhan yang Maha Pengampun.'&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari ayat ini, terdapat dua elemen utama yang membentuk Qaryah Thayyibah:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi kehidupan yang baik dan sejahtera (keharmonisan sosial dan ekonomi).<\/span><\/li>\n<li>Hubungan yang erat dengan Tuhan (nilai-nilai spiritual).<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PPM mengembangkan konsep ini dalam bentuk Segitiga Qaryah Thayyibah, di mana kesejahteraan masyarakat hanya bisa dicapai jika tiga aspek utama (Nilai, Sosial, dan Ekonomi) berjalan secara seimbang dan saling menguatkan.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Segitiga_Qaryah_Thayyibah_Pilar_Pemberdayaan_Masyarakat\"><\/span><strong> Segitiga Qaryah Thayyibah: Pilar Pemberdayaan Masyarakat<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><strong>A. Nilai (N) \u2013 Spiritualitas dan Hubungan dengan Tuhan<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aspek Nilai (N) berkaitan dengan akidah, akhlak, dan etika yang menjadi landasan utama dalam membangun masyarakat. Tanpa spiritualitas yang kuat, pembangunan sosial dan ekonomi akan kehilangan arah dan mudah terjerumus pada kepentingan sesaat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam PPM, aspek ini diwujudkan melalui:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Pendidikan akhlak dan etika masyarakat.<\/span><\/li>\n<li>Penanaman nilai-nilai tauhid dalam setiap aktivitas sosial dan ekonomi.<\/li>\n<li>Kesadaran bahwa segala perjuangan harus berorientasi pada ridha Allah.<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsep ini juga berlandaskan pada QS. Ali Imran (3:110):<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena) kamu menyuruh (berbuat) yang ma&#8217;ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat yang berpegang teguh pada nilai-nilai ilahiah akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan, karena mereka memiliki kesadaran bahwa kehidupan dunia hanyalah bagian dari perjalanan menuju akhirat.<\/span><\/p>\n<p><strong>B. Sosial (S) \u2013 Keseimbangan dalam Interaksi Antar Manusia<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aspek Sosial (S) menekankan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Sebuah masyarakat tidak akan maju jika hubungan antarindividu didominasi oleh konflik, ketidakadilan, atau ketimpangan sosial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PPM membangun platform sistem sosial (ijtima\u2019iyah) yang berfokus pada:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Penguatan solidaritas dan gotong royong dalam masyarakat.<\/span><\/li>\n<li>Pemberdayaan komunitas berbasis kebersamaan dan keadilan sosial.<\/li>\n<li>Pendidikan kepemimpinan bagi kader masyarakat.<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam pendekatan PPM, masyarakat tidak hanya diberikan bantuan, tetapi juga dilatih untuk menjadi aktor perubahan di lingkungannya masing-masing. Ini sejalan dengan prinsip &#8220;Amar Ma\u2019ruf Nahi Munkar&#8221;, di mana setiap individu memiliki tanggung jawab untuk membangun keadilan sosial.<\/span><\/p>\n<p><strong>C. Ekonomi (E) \u2013 Kemandirian dalam Kehidupan Duniawi<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aspek Ekonomi (E) berkaitan dengan bagaimana masyarakat mengelola sumber daya secara adil dan berkelanjutan. Pembangunan ekonomi yang dilakukan tanpa nilai spiritual dan sosial cenderung menghasilkan eksploitasi, ketimpangan, dan ketidakadilan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PPM membangun sistem ekonomi (iqtishadiyah) yang menekankan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kemandirian ekonomi berbasis sumber daya lokal.<\/span><\/li>\n<li>Pemberdayaan petani, nelayan, dan pelaku UMKM.<\/li>\n<li>Ekonomi berbasis keadilan dan keberlanjutan<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu contoh nyata dari penerapan ini adalah pembinaan kelompok tani jagung dan sayuran di Sembalun, di mana para petani tidak hanya diberikan pelatihan teknis, tetapi juga dibantu dalam pengelolaan pascapanen dan pemasaran hasil pertanian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Jumu\u2019ah (62:10):<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah serta ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayat ini menunjukkan bahwa usaha ekonomi harus dilakukan dengan tetap menjaga kesadaran spiritual, sehingga keseimbangan antara dunia dan akhirat tetap terjaga.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Implementasi_Segitiga_Qaryah_Thayyibah_dalam_Program_PPM\"><\/span><strong> Implementasi Segitiga Qaryah Thayyibah dalam Program PPM<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam pelaksanaan program, PPM menerapkan dua pendekatan utama:<\/span><\/p>\n<p><strong>A. In-Class Training (Pelatihan di Dalam Kelas)<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peserta pelatihan diberikan pemahaman tentang konsep Qaryah Thayyibah, pentingnya keseimbangan Nilai, Sosial, dan Ekonomi, serta strategi pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal.<\/span><\/p>\n<p><strong>A. Out-Class Training (Pendampingan di Lapangan)<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mendapatkan pelatihan di dalam kelas, peserta kemudian diterjunkan ke masyarakat untuk menerapkan konsep yang telah dipelajari. Pendampingan ini dilakukan selama tiga bulan, kemudian dievaluasi dan dilanjutkan dengan pemantauan selama 12 bulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan metodologi ini, diharapkan akan terbentuk desa-desa sejahtera mandiri, di mana masyarakat tidak hanya memiliki ekonomi yang kuat, tetapi juga memegang teguh nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial dan spiritual mereka.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Segitiga_Qaryah_Thayyibah\"><\/span><strong>Segitiga Qaryah Thayyibah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Segitiga Qaryah Thayyibah (QT = N + S + E) adalah metodologi unik yang dikembangkan oleh PPM untuk menciptakan masyarakat yang berdaya secara spiritual, sosial, dan ekonomi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Aspek Nilai (N) mengajarkan pentingnya kesadaran spiritual dalam setiap aktivitas.<\/span><\/li>\n<li>Aspek Sosial (S) menekankan pentingnya kebersamaan dan keadilan dalam masyarakat.<\/li>\n<li>Aspek Ekonomi (E) mengajarkan strategi kemandirian dan keberlanjutan ekonomi.<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menerapkan metodologi ini, PPM berusaha menciptakan masyarakat yang tidak hanya sejahtera secara ekonomi, tetapi juga kuat dalam nilai dan kebersamaan, sehingga mampu menjadi bagian dari &#8220;Khairu Ummah&#8221; (Umat Terbaik) sebagaimana yang diamanahkan dalam Al-Qur\u2019an. (acank)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com, Jakarta &#8211; Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) bukan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":11752,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[208,36],"tags":[983,452,857,1013,1110],"newstopic":[],"class_list":["post-11751","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-nasional","tag-pemberdayaan-masyarakat","tag-ppm","tag-pusat-peranserta-masyarakat","tag-qaryah-thayyibah","tag-segitiga"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Segitiga Qaryah Thayyibah: Metodologi PPM dalam Pemberdayaan Masyarakat - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/02\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Segitiga Qaryah Thayyibah: Metodologi PPM dalam Pemberdayaan Masyarakat - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com, Jakarta &#8211; Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) bukan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/02\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-02T00:02:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-03-02T00:08:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/qt-1_11zon.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/02\\\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/02\\\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Segitiga Qaryah Thayyibah: Metodologi PPM dalam Pemberdayaan Masyarakat\",\"datePublished\":\"2025-03-02T00:02:40+00:00\",\"dateModified\":\"2025-03-02T00:08:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/02\\\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\\\/\"},\"wordCount\":836,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/02\\\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/03\\\/qt-1_11zon.jpg\",\"keywords\":[\"pemberdayaan masyarakat\",\"ppm\",\"pusat peranserta masyarakat\",\"qaryah thayyibah\",\"segitiga\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/02\\\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/02\\\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\\\/\",\"name\":\"Segitiga Qaryah Thayyibah: Metodologi PPM dalam Pemberdayaan Masyarakat - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/02\\\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/02\\\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/03\\\/qt-1_11zon.jpg\",\"datePublished\":\"2025-03-02T00:02:40+00:00\",\"dateModified\":\"2025-03-02T00:08:15+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/02\\\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/02\\\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/02\\\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/03\\\/qt-1_11zon.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/03\\\/qt-1_11zon.jpg\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"segitiga qaryah thayyibah (ppm.doc)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/02\\\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Segitiga Qaryah Thayyibah: Metodologi PPM dalam Pemberdayaan Masyarakat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Segitiga Qaryah Thayyibah: Metodologi PPM dalam Pemberdayaan Masyarakat - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/02\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Segitiga Qaryah Thayyibah: Metodologi PPM dalam Pemberdayaan Masyarakat - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com, Jakarta &#8211; Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) bukan...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/02\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-03-02T00:02:40+00:00","article_modified_time":"2025-03-02T00:08:15+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/qt-1_11zon.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/02\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/02\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Segitiga Qaryah Thayyibah: Metodologi PPM dalam Pemberdayaan Masyarakat","datePublished":"2025-03-02T00:02:40+00:00","dateModified":"2025-03-02T00:08:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/02\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\/"},"wordCount":836,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/02\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/qt-1_11zon.jpg","keywords":["pemberdayaan masyarakat","ppm","pusat peranserta masyarakat","qaryah thayyibah","segitiga"],"articleSection":["Berita","Nasional"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/02\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/02\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\/","name":"Segitiga Qaryah Thayyibah: Metodologi PPM dalam Pemberdayaan Masyarakat - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/02\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/02\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/qt-1_11zon.jpg","datePublished":"2025-03-02T00:02:40+00:00","dateModified":"2025-03-02T00:08:15+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/02\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/02\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/02\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/qt-1_11zon.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/qt-1_11zon.jpg","width":1200,"height":600,"caption":"segitiga qaryah thayyibah (ppm.doc)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/02\/segitiga-qaryah-thayyibah-metodologi-ppm-dalam-pemberdayaan-masyarakat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Segitiga Qaryah Thayyibah: Metodologi PPM dalam Pemberdayaan Masyarakat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/qt-1_11zon.jpg",1200,600,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/qt-1_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/qt-1_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/qt-1_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/qt-1_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/qt-1_11zon.jpg",1200,600,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/qt-1_11zon.jpg",1200,600,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/qt-1_11zon-200x100.jpg",200,100,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com, Jakarta &#8211; Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) bukan...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/qt-1_11zon.jpg",1200,600,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/qt-1_11zon.jpg",1200,600,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/qt-1_11zon.jpg",1200,600,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/qt-1_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/qt-1_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/qt-1_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/qt-1_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/qt-1_11zon.jpg",1200,600,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/qt-1_11zon.jpg",1200,600,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/qt-1_11zon-200x100.jpg",200,100,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/nasional\/\" rel=\"category tag\">Nasional<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com, Jakarta &#8211; Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) bukan...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11751","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11751"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11751\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11756,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11751\/revisions\/11756"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11752"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11751"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11751"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11751"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=11751"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}