{"id":11999,"date":"2025-03-17T06:27:51","date_gmt":"2025-03-17T06:27:51","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=11999"},"modified":"2025-03-17T06:30:03","modified_gmt":"2025-03-17T06:30:03","slug":"meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/17\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\/","title":{"rendered":"Meninjau Kembali Peringatan Lailatul Qadar: Antara Keyakinan dan Realitas Wahyu"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>ppmindonesia.com.Jakarta<\/strong>&#8211; <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/17\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\/\">Lailatul Qada<\/a>r atau Malam Kemuliaan sering dianggap sebagai malam istimewa yang terjadi setiap tahun pada bulan Ramadhan, khususnya pada malam ke-27. Dalam tradisi Islam, malam ini dikaitkan dengan keberkahan, turunnya para malaikat, dan pengabulan doa. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam ini dengan ibadah, dzikir, dan doa karena diyakini lebih baik dari seribu bulan. Namun, apakah pemahaman ini benar-benar didasarkan pada Al-Qur\u2019an, ataukah lebih banyak dipengaruhi oleh tradisi yang berkembang seiring waktu?<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_85 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/17\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\/#Lailatul_Qadar_dalam_Perspektif_Al-Quran\" >Lailatul Qadar dalam Perspektif Al-Qur\u2019an<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/17\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\/#Bentuk_Kata_Kerja_dan_Indikasi_Waktu_dalam_Al-Quran\" >Bentuk Kata Kerja dan Indikasi Waktu dalam Al-Qur\u2019an<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/17\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\/#Apakah_Lailatul_Qadar_Harus_Diperingati_Setiap_Tahun\" >Apakah Lailatul Qadar Harus Diperingati Setiap Tahun?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/17\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\/#Konsekuensi_dari_Keyakinan_yang_Tidak_Berdasar_pada_Wahyu\" >Konsekuensi dari Keyakinan yang Tidak Berdasar pada Wahyu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/17\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\/#_Kembali_kepada_Wahyu_yang_Murni\" >\u00a0Kembali kepada Wahyu yang Murni<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lailatul_Qadar_dalam_Perspektif_Al-Quran\"><\/span><b>Lailatul Qadar dalam Perspektif Al-Qur\u2019an<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Al-Qur\u2019an secara eksplisit menyebutkan Lailatul Qadar dalam beberapa ayat, di antaranya:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Surah Al-Qadr (97:1-5) \u2013 Menjelaskan bahwa Al-Qur\u2019an diturunkan pada malam ini dan bahwa malam tersebut lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu, malaikat dan Jibril turun dengan izin Allah, membawa segala urusan, hingga terbit fajar.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Surah Ad-Dukhan (44:3-4) \u2013 Allah menyebutkan bahwa Al-Qur\u2019an diturunkan pada malam yang diberkahi (\u0644\u064e\u064a\u0652\u0644\u064e\u0629\u064d \u0645\u0651\u064f\u0628\u064e\u0627\u0631\u064e\u0643\u064e\u0629\u064d), dan pada malam itu ditentukan segala urusan yang penuh hikmah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Surah Al-Baqarah (2:185) \u2013 Menegaskan bahwa bulan Ramadhan adalah waktu di mana Al-Qur\u2019an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kita memperhatikan ayat-ayat ini dengan cermat, tidak ada satu pun yang menyatakan bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang berulang setiap tahun. Sebaliknya, ayat-ayat tersebut menekankan bahwa malam ini adalah waktu khusus ketika Al-Qur\u2019an pertama kali diturunkan, sebuah peristiwa monumental dalam sejarah Islam yang telah terjadi di masa lalu.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bentuk_Kata_Kerja_dan_Indikasi_Waktu_dalam_Al-Quran\"><\/span><b>Bentuk Kata Kerja dan Indikasi Waktu dalam Al-Qur\u2019an<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Al-Qur\u2019an sering menggunakan bentuk kata kerja dalam berbagai waktu untuk menggambarkan peristiwa yang melampaui batasan masa lalu, sekarang, dan masa depan. Sebagai contoh:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam QS. 97:4, kata &#8220;tanazzalu&#8221; (\u062a\u064e\u0646\u064e\u0632\u0651\u064e\u0644\u064f) yang berarti &#8220;turun&#8221; digunakan dalam bentuk present tense yang menunjukkan suatu proses yang terjadi dalam durasi tertentu. Namun, dalam konteks pewahyuan Al-Qur\u2019an, hal ini tidak berarti bahwa peristiwa itu terus berulang setiap tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam QS. 18:17, kata &#8220;tazawaru&#8221; (\u062a\u064e\u0632\u064e\u0627\u0648\u064e\u0631\u064f) digunakan dalam bentuk yang sama untuk menggambarkan pergerakan matahari di masa lalu, menunjukkan bahwa penggunaan present tense dalam Al-Qur\u2019an tidak selalu berarti kejadian itu terus terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam QS. 25:25 dan QS. 11:105, kata kerja present tense juga digunakan untuk menggambarkan peristiwa di Hari Kiamat, yang jelas merupakan kejadian di masa depan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memahami pola bahasa dalam Al-Qur\u2019an, kita dapat melihat bahwa bentuk kata kerja dalam QS. 97:4 tidak serta-merta menunjukkan bahwa Lailatul Qadar adalah peristiwa yang berulang.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apakah_Lailatul_Qadar_Harus_Diperingati_Setiap_Tahun\"><\/span><b>Apakah Lailatul Qadar Harus Diperingati Setiap Tahun?<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada satu pun ayat dalam Al-Qur\u2019an yang memerintahkan umat Islam untuk merayakan atau memperingati Lailatul Qadar setiap tahun. Tidak pula disebutkan adanya ibadah khusus yang harus dilakukan pada malam ini. Yang diperintahkan dalam Al-Qur\u2019an adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Membaca dan merenungkan Al-Qur\u2019an setiap malam (QS. 73:1-8, QS. 73:20).<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Menghormati bulan Ramadhan dengan berpuasa sebagai bentuk penghormatan atas turunnya Al-Qur\u2019an (QS. 2:185).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kepercayaan bahwa malaikat dan Jibril turun ke bumi setiap tahun untuk mengabulkan doa dan menetapkan takdir tidak memiliki dasar dalam Al-Qur\u2019an. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, yang dikatakan dalam QS. 97:4 adalah bahwa malaikat turun dengan perintah Allah pada malam ketika Al-Qur\u2019an diwahyukan, yang merupakan peristiwa historis yang telah selesai.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konsekuensi_dari_Keyakinan_yang_Tidak_Berdasar_pada_Wahyu\"><\/span><b>Konsekuensi dari Keyakinan yang Tidak Berdasar pada Wahyu<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menganggap Lailatul Qadar sebagai peristiwa tahunan yang harus diperingati membawa beberapa konsekuensi:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><strong> Menambah Ritual yang Tidak Ditetapkan dalam Al-Qur\u2019an<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Praktik seperti begadang semalaman, doa-doa khusus, dan pencarian malam tertentu dalam sepuluh hari terakhir Ramadhan menjadi tradisi yang tidak memiliki landasan dalam Al-Qur\u2019an.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini bisa menyebabkan umat lebih fokus pada satu malam dalam setahun, sementara Al-Qur\u2019an justru memerintahkan kita untuk bermeditasi dan beribadah setiap malam.<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong> Meninggalkan Esensi Sesungguhnya dari Pewahyuan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lailatul Qadar adalah peringatan atas diturunkannya Al-Qur\u2019an, bukan malam untuk sekadar mencari keberkahan atau pengabulan doa.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fokus utama seharusnya pada memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur\u2019an sepanjang hidup, bukan hanya menghidupkan satu malam tertentu.<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong> Membuka Celah bagi Inovasi dalam Agama (Bid\u2019ah)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak umat Islam yang menjalankan ritual-ritual tertentu karena mengikuti tradisi tanpa mengecek sumbernya dalam Al-Qur\u2019an.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini bertentangan dengan prinsip dasar Islam yang menekankan pada ketaatan hanya kepada perintah Allah dalam Al-Qur\u2019an.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"_Kembali_kepada_Wahyu_yang_Murni\"><\/span><b>\u00a0Kembali kepada Wahyu yang Murni<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lailatul Qadar adalah malam penuh keberkahan karena pada malam itulah Al-Qur\u2019an pertama kali diturunkan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, tidak ada bukti dalam Al-Qur\u2019an yang menyatakan bahwa malam ini terjadi berulang setiap tahun atau bahwa umat Islam diperintahkan untuk mengkhususkan ibadah pada malam tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Allah telah menetapkan puasa Ramadhan sebagai bentuk penghormatan terhadap turunnya Al-Qur\u2019an. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, umat Islam diperintahkan untuk membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur\u2019an setiap malam sepanjang hidup mereka, bukan hanya pada satu malam dalam setahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, sudah seharusnya kita meninjau kembali pemahaman kita tentang Lailatul Qadar berdasarkan Al-Qur\u2019an, bukan sekadar mengikuti tradisi yang tidak memiliki dasar wahyu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Islam adalah agama yang berdasarkan kebenaran dan ilmu pengetahuan, bukan kepercayaan yang diwarisi tanpa verifikasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai Muslim yang berserah diri kepada Allah, marilah kita kembali kepada satu-satunya sumber yang sah dan ilahi, yaitu Al-Qur\u2019an, untuk mencari kebenaran sejati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u0641\u064e\u062a\u064e\u0639\u0670\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0644\u0650\u0643\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f\u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u062c\u064e\u0644\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0627\u0670\u0646\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0627\u064e\u0646\u0652 \u064a\u0651\u064f\u0642\u0652\u0636\u0653\u0670\u0649 \u0627\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0648\u064e\u062d\u0652\u064a\u064f\u0647\u0657 \u06d6\u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0632\u0650\u062f\u0652\u0646\u0650\u064a\u0652 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064b\u0627:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYang Maha Agung adalah Tuhan, satu-satunya Raja yang benar. Jangan terburu-buru membaca Al-Qur\u2019an sebelum diturunkan kepadamu, dan katakanlah, \u2018Ya Tuhanku, tambahlah ilmuku.\u2019\u201d (QS. 20:114) (husni fahro)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta&#8211; Lailatul Qadar atau Malam Kemuliaan sering dianggap&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12000,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[208,1],"tags":[1186,1178,1179],"newstopic":[],"class_list":["post-11999","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-hikmah","tag-lailatul-qadr","tag-malam-kemuliaan","tag-malam-turun-al-quran"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Meninjau Kembali Peringatan Lailatul Qadar: Antara Keyakinan dan Realitas Wahyu - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/17\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Meninjau Kembali Peringatan Lailatul Qadar: Antara Keyakinan dan Realitas Wahyu - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta&#8211; Lailatul Qadar atau Malam Kemuliaan sering dianggap...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/17\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-17T06:27:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-03-17T06:30:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/malam-2_11zon.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/17\\\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/17\\\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Meninjau Kembali Peringatan Lailatul Qadar: Antara Keyakinan dan Realitas Wahyu\",\"datePublished\":\"2025-03-17T06:27:51+00:00\",\"dateModified\":\"2025-03-17T06:30:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/17\\\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\\\/\"},\"wordCount\":827,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/17\\\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/03\\\/malam-2_11zon.jpg\",\"keywords\":[\"lailatul qadr\",\"malam kemuliaan\",\"malam turun al quran\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Hikmah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/17\\\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/17\\\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\\\/\",\"name\":\"Meninjau Kembali Peringatan Lailatul Qadar: Antara Keyakinan dan Realitas Wahyu - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/17\\\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/17\\\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/03\\\/malam-2_11zon.jpg\",\"datePublished\":\"2025-03-17T06:27:51+00:00\",\"dateModified\":\"2025-03-17T06:30:03+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/17\\\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/17\\\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/17\\\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/03\\\/malam-2_11zon.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/03\\\/malam-2_11zon.jpg\",\"width\":1200,\"height\":630},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/17\\\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Meninjau Kembali Peringatan Lailatul Qadar: Antara Keyakinan dan Realitas Wahyu\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Meninjau Kembali Peringatan Lailatul Qadar: Antara Keyakinan dan Realitas Wahyu - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/17\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Meninjau Kembali Peringatan Lailatul Qadar: Antara Keyakinan dan Realitas Wahyu - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta&#8211; Lailatul Qadar atau Malam Kemuliaan sering dianggap...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/17\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-03-17T06:27:51+00:00","article_modified_time":"2025-03-17T06:30:03+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":630,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/malam-2_11zon.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/17\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/17\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Meninjau Kembali Peringatan Lailatul Qadar: Antara Keyakinan dan Realitas Wahyu","datePublished":"2025-03-17T06:27:51+00:00","dateModified":"2025-03-17T06:30:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/17\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\/"},"wordCount":827,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/17\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/malam-2_11zon.jpg","keywords":["lailatul qadr","malam kemuliaan","malam turun al quran"],"articleSection":["Berita","Hikmah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/17\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/17\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\/","name":"Meninjau Kembali Peringatan Lailatul Qadar: Antara Keyakinan dan Realitas Wahyu - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/17\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/17\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/malam-2_11zon.jpg","datePublished":"2025-03-17T06:27:51+00:00","dateModified":"2025-03-17T06:30:03+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/17\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/17\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/17\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/malam-2_11zon.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/malam-2_11zon.jpg","width":1200,"height":630},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/17\/meninjau-kembali-peringatan-lailatul-qadar-antara-keyakinan-dan-realitas-wahyu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Meninjau Kembali Peringatan Lailatul Qadar: Antara Keyakinan dan Realitas Wahyu"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/malam-2_11zon.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/malam-2_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/malam-2_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/malam-2_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/malam-2_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/malam-2_11zon.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/malam-2_11zon.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/malam-2_11zon-200x105.jpg",200,105,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta&#8211; Lailatul Qadar atau Malam Kemuliaan sering dianggap...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/malam-2_11zon.jpg",1200,630,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/malam-2_11zon.jpg",1200,630,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/malam-2_11zon.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/malam-2_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/malam-2_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/malam-2_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/malam-2_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/malam-2_11zon.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/malam-2_11zon.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/malam-2_11zon-200x105.jpg",200,105,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/hikmah\/\" rel=\"category tag\">Hikmah<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta&#8211; Lailatul Qadar atau Malam Kemuliaan sering dianggap...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11999","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11999"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11999\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12004,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11999\/revisions\/12004"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12000"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11999"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11999"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11999"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=11999"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}