{"id":12014,"date":"2025-03-18T03:58:53","date_gmt":"2025-03-18T03:58:53","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=12014"},"modified":"2025-03-18T03:59:56","modified_gmt":"2025-03-18T03:59:56","slug":"iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/18\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\/","title":{"rendered":"IQRA\u2019 dan Landasan Pemikiran dalam Memahami Wahyu"},"content":{"rendered":"<blockquote>\n<p style=\"text-align: left;\">Oleh; Lalu Agus Sarjana, Aktifis dan Tokoh Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) NTB<\/p>\n<\/blockquote>\n<p><b>ppmindonesia.com.Jakarta<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; Perintah<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/18\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\/\"> IQRA<\/a>&#8216; menjadi pokok persoalan dalam kehidupan manusia, karena ia bukan sekadar ajakan membaca dalam arti harfiah, tetapi merupakan sebuah konsep yang lebih luas dan mendalam. Dalam menjawab perintah ini, timbul dilema: Apa yang harus dibaca? Bagaimana cara membacanya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sering kali, pemahaman yang berkembang di kalangan kaum muslimin adalah bahwa Nabi Muhammad \ufdfa tidak bisa membaca dalam arti buta huruf (ummiy). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, logika akal sehat menolak pandangan ini. Bagaimana mungkin seorang yang mendapat gelar Al-Amin, sukses berdagang hingga ke negeri Syam, menjadi tokoh penting dalam Hilful Fudhul, serta dihormati oleh masyarakat Quraisy sebagai sosok yang terpercaya, dikatakan buta huruf? <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad \ufdfa bukan seorang yang tidak bisa membaca dalam arti tidak memahami bacaan atau informasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, ketika perintah IQRA&#8217; disampaikan kepada Nabi Muhammad \ufdfa dalam wahyu pertama, maka ungkapan \u0645\u0627 \u0623\u0646\u0627 \u0628\u0642\u0627\u0631\u0626 seharusnya tidak dipahami sebagai &#8220;Saya tidak bisa membaca,&#8221; melainkan lebih tepat ditafsirkan sebagai &#8220;Apa yang harus saya baca?&#8221; atau &#8220;Bagaimana cara saya membacanya?&#8221;. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam bahasa Arab, kata &#8220;\u0645\u0627&#8221; pada kalimat ini dapat bermakna &#8220;isim maushul&#8221; (kata sambung yang berarti &#8220;apa yang&#8221;), bukan &#8220;ma nafiyah&#8221; (kata penafian yang berarti &#8220;tidak&#8221;).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika merujuk pada firman Allah dalam Surat An-Najm (53:3-4):<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0646\u0637\u0650\u0642\u064f \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0671\u0644\u0652\u0647\u064e\u0648\u064e\u0649\u0670\u0653 \u06dd \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0647\u064f\u0648\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0648\u064e\u062d\u0652\u064a\u064c\u06ed \u064a\u064f\u0648\u062d\u064e\u0649\u0670<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Dan dia (Muhammad) tidak berbicara menurut keinginannya. Ucapannya tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, dapat dipahami bahwa Rasulullah \ufdfa tidak serta-merta menjawab perintah membaca itu dengan spontan berdasarkan nalarnya sendiri, melainkan menunggu jawaban perintah yang datang dari wahyu.<\/span><\/p>\n<p><b>Kekeliruan dalam Memahami Ummiy<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian kaum muslimin merasa bangga dengan anggapan bahwa Rasulullah \ufdfa adalah seorang ummiy dalam arti buta huruf, tetapi mampu mengajarkan Al-Qur&#8217;an. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, pemaknaan ini justru mencerminkan pemahaman yang kurang tepat dan cenderung merendahkan kecerdasan beliau. Akibatnya, berkembang pemikiran yang tidak rasional, seperti anggapan bahwa seseorang bisa memiliki ilmu tanpa belajar (ilmu laduni atau ilmu weruh sak durunge winarah) yang justru bertentangan dengan prinsip IQRA&#8217; itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kajian bahasa, kata IQRA&#8217; tidak hanya bermakna &#8220;membaca&#8221; dalam arti tekstual, tetapi juga mencakup menelaah, menyampaikan, memahami, dan merenungkan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayat pertama dalam Surat Al-\u2018Alaq menyebutkan bahwa yang harus dibaca adalah realitas semesta (kosmos) dengan menyebut nama Tuhan (\u0628\u0650\u0671\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e). Ini menegaskan bahwa membaca bukan hanya sekadar mengeja tulisan, tetapi juga memahami, menghubungkan, dan menerapkan ilmu dalam kehidupan.<\/span><\/p>\n<p><b>Jawaban Perintah IQRA&#8217; adalah Bismillah<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam teori ilmu ma\u2019ani, Allah memerintahkan Nabi Muhammad \ufdfa dengan dhamir (\u0643), yaitu sebagai pihak kedua dalam perintah IQRA&#8217;. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, Rasulullah \ufdfa tidak serta-merta menjawab sendiri, melainkan menunggu petunjuk wahyu. Oleh karena itu, jawaban perintah membaca itu bukanlah sekadar &#8220;saya tidak bisa membaca,&#8221; tetapi justru dimulai dengan &#8220;\u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0671\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0670\u0646\u0650 \u0671\u0644\u0631\u0651\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u0650&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ibnu Abbas dan Aisyah meriwayatkan bahwa wahyu pertama yang turun diawali dengan Bismillah. Dalam konteks ini, dhamir (\u0643) pada IQRA&#8217; berubah menjadi mutakallim wahdah atau dhamir orang pertama (\u0623\u0646\u0627) dalam \u0628\u0650\u0633\u0652\u0645\u0650 \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Ini menunjukkan bahwa ketika membaca dalam konteks wahyu, seorang hamba harus melakukannya dengan kesadaran tauhid dan keterikatan dengan Allah.<\/span><\/p>\n<p><b>IQRA\u2019 dalam Konteks Teknologi dan Perkembangan Zaman<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di era digital dan kemajuan teknologi, konsep IQRA&#8217; semakin relevan. Dengan kecerdasan buatan (AI), pemrosesan informasi menjadi lebih cepat dan komprehensif. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, prinsip dasarnya tetap merujuk pada landasan aksiomatik yang sama: membaca harus berdasarkan petunjuk dan bimbingan yang benar. Tanpa landasan ini, teknologi bisa menjadi alat yang justru menjauhkan manusia dari hakikat kebenaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, kesimpulan yang tepat adalah bahwa Rasulullah \ufdfa tidak buta huruf dalam arti tidak bisa membaca, tetapi beliau menjawab perintah membaca itu dengan wahyu pula. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga kaum muslimin dapat memahami Al-Qur&#8217;an dengan benar, menempatkan kemuliaan Nabi Muhammad \ufdfa sebagaimana mestinya, dan menjadikan perintah IQRA\u2019 sebagai pedoman utama dalam memahami ilmu dan kehidupan.(lalu agus sarjana)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh; Lalu Agus Sarjana, Aktifis dan Tokoh Pusat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12015,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[208,1],"tags":[596,1190,1191],"newstopic":[],"class_list":["post-12014","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-hikmah","tag-al-quran","tag-iqra","tag-membaca"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>IQRA\u2019 dan Landasan Pemikiran dalam Memahami Wahyu - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/18\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"IQRA\u2019 dan Landasan Pemikiran dalam Memahami Wahyu - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh; Lalu Agus Sarjana, Aktifis dan Tokoh Pusat...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/18\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-18T03:58:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-03-18T03:59:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IQRA-.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/18\\\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/18\\\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"IQRA\u2019 dan Landasan Pemikiran dalam Memahami Wahyu\",\"datePublished\":\"2025-03-18T03:58:53+00:00\",\"dateModified\":\"2025-03-18T03:59:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/18\\\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\\\/\"},\"wordCount\":590,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/18\\\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/03\\\/IQRA-.jpg\",\"keywords\":[\"al quran\",\"iqra\",\"membaca\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Hikmah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/18\\\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/18\\\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\\\/\",\"name\":\"IQRA\u2019 dan Landasan Pemikiran dalam Memahami Wahyu - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/18\\\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/18\\\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/03\\\/IQRA-.jpg\",\"datePublished\":\"2025-03-18T03:58:53+00:00\",\"dateModified\":\"2025-03-18T03:59:56+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/18\\\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/18\\\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/18\\\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/03\\\/IQRA-.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/03\\\/IQRA-.jpg\",\"width\":1200,\"height\":630},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/03\\\/18\\\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"IQRA\u2019 dan Landasan Pemikiran dalam Memahami Wahyu\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"IQRA\u2019 dan Landasan Pemikiran dalam Memahami Wahyu - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/18\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"IQRA\u2019 dan Landasan Pemikiran dalam Memahami Wahyu - ppmindonesia","og_description":"Oleh; Lalu Agus Sarjana, Aktifis dan Tokoh Pusat...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/18\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-03-18T03:58:53+00:00","article_modified_time":"2025-03-18T03:59:56+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":630,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IQRA-.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/18\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/18\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"IQRA\u2019 dan Landasan Pemikiran dalam Memahami Wahyu","datePublished":"2025-03-18T03:58:53+00:00","dateModified":"2025-03-18T03:59:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/18\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\/"},"wordCount":590,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/18\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IQRA-.jpg","keywords":["al quran","iqra","membaca"],"articleSection":["Berita","Hikmah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/18\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/18\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\/","name":"IQRA\u2019 dan Landasan Pemikiran dalam Memahami Wahyu - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/18\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/18\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IQRA-.jpg","datePublished":"2025-03-18T03:58:53+00:00","dateModified":"2025-03-18T03:59:56+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/18\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/18\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/18\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IQRA-.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IQRA-.jpg","width":1200,"height":630},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/03\/18\/iqra-dan-landasan-pemikiran-dalam-memahami-wahyu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"IQRA\u2019 dan Landasan Pemikiran dalam Memahami Wahyu"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IQRA-.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IQRA--80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IQRA--180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IQRA--350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IQRA--700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IQRA-.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IQRA-.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IQRA--200x105.jpg",200,105,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Oleh; Lalu Agus Sarjana, Aktifis dan Tokoh Pusat...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IQRA-.jpg",1200,630,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IQRA-.jpg",1200,630,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IQRA-.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IQRA--80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IQRA--180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IQRA--350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IQRA--700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IQRA-.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IQRA-.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/IQRA--200x105.jpg",200,105,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/hikmah\/\" rel=\"category tag\">Hikmah<\/a>","rttpg_excerpt":"Oleh; Lalu Agus Sarjana, Aktifis dan Tokoh Pusat...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12014","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12014"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12014\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12017,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12014\/revisions\/12017"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12015"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12014"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12014"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12014"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=12014"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}