{"id":12223,"date":"2025-04-21T07:46:23","date_gmt":"2025-04-21T07:46:23","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=12223"},"modified":"2025-04-21T08:11:40","modified_gmt":"2025-04-21T08:11:40","slug":"refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\/","title":{"rendered":"Refleksi Kritis atas Emansipasi Perempuan: Antara Kartini, Feminisme, dan Islam"},"content":{"rendered":"<p><b>ppmindonesia.com. Jakarta <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini\u2014sebuah momentum yang secara historis ditujukan untuk mengenang perjuangan <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\/\">Raden Ajeng Kartini<\/a> dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, terutama dalam bidang pendidikan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun sayangnya, peringatan ini kerap dirayakan dengan simbol-simbol yang justru bertentangan dengan semangat yang diperjuangkan Kartini sendiri. Lomba busana kebaya, masak-memasak, hingga pawai anak-anak perempuan bersanggul telah menjadikan sosok Kartini sebatas simbol domestik perempuan, bukan pemikir kritis yang menggugat ketidakadilan struktural terhadap kaumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, nama Kartini sering dikaitkan dengan gerakan emansipasi perempuan yang memiliki akar ideologis dari Barat, khususnya gerakan feminisme. Pada abad ke-19, feminisme mulai berkembang di Eropa dan Amerika Serikat dengan tuntutan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu tonggak pentingnya adalah buku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Feminine Mystique<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1963) karya Betty Friedan, yang menggugat peran perempuan sebagai ibu rumah tangga sebagai penyebab keterhambatan aktualisasi diri perempuan. Sejak saat itu, feminisme terus bergulir sebagai gerakan pembebasan perempuan dari dominasi patriarki dan struktur sosial yang dianggap menindas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, muncul pertanyaan yang patut direnungkan: benarkah RA Kartini adalah pahlawan emansipasi dalam pengertian feminisme modern sebagaimana yang diklaim oleh banyak pengusung ide feminis? Ataukah perjuangannya justru berakar pada nilai-nilai yang lebih dalam, termasuk nilai-nilai keislaman yang ia pelajari menjelang akhir hayatnya?<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\/#Kartini_dan_Gagasan_Emansipasi\" >Kartini dan Gagasan Emansipasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\/#Kartini_dan_Islam\" >Kartini dan Islam<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\/#Feminisme_dan_Kartini_Titik_Temu_atau_Titik_Silang\" >Feminisme dan Kartini: Titik Temu atau Titik Silang?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\/#Poligami_dan_Kontroversi_Surat_Kartini\" >Poligami dan Kontroversi Surat Kartini<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\/#Kartini_Bukan_Satu-Satunya\" >Kartini Bukan Satu-Satunya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\/#Meneladani_Kartini_Secara_Jernih\" >Meneladani Kartini Secara Jernih<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kartini_dan_Gagasan_Emansipasi\"><\/span><b>Kartini dan Gagasan Emansipasi<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kumpulan suratnya yang dibukukan oleh J.H. Abendanon dengan judul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Door Duisternis Tot Licht<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Habis Gelap Terbitlah Terang<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), Kartini menyuarakan kegelisahannya terhadap kondisi perempuan Jawa yang terkungkung adat dan tidak memiliki akses pendidikan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perjuangannya terutama berfokus pada pembukaan akses pendidikan bagi kaum perempuan, bukan untuk menyaingi laki-laki dalam arena publik, tetapi agar perempuan mampu menjalankan peran strategisnya sebagai pendidik generasi masa depan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini tercermin jelas dalam suratnya kepada Prof. Anton dan istri pada 4 Oktober 1902:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, bukan sekali-kali, karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya, tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya; menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kartini mengkritik keras budaya patriarkal yang menindas, namun tidak serta-merta mengagungkan peradaban Barat secara membabi buta. Dalam suratnya kepada Abendanon (27 Oktober 1902), ia bahkan menuliskan bahwa banyak aspek dalam masyarakat Eropa yang tidak layak disebut sebagai \u201cperadaban\u201d. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekecewaan Kartini terhadap Barat menandai titik balik pemikirannya: dari mengagumi kebebasan Barat menuju pencarian nilai spiritual dan moral yang ia temukan dalam Islam.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kartini_dan_Islam\"><\/span><b>Kartini dan Islam<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski pada awalnya Kartini dibesarkan dalam lingkungan yang menjauhkan umat Islam dari pemahaman yang mendalam tentang agamanya, pada masa-masa akhir hidupnya ia menunjukkan ketertarikan yang mendalam terhadap ajaran Islam. Ia tercatat pernah belajar kepada Kyai Sholeh bin Umar dari Darat, Semarang, dan tersentuh dengan keindahan surat Al-Fatihah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKyai, selama kehidupanku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama dan induk Al Quran yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku&#8230;\u201d \u2013 tulisnya dalam satu kesempatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih jauh, dalam surat kepada Ny. Van Kol (21 Juli 1902), Kartini bahkan menyatakan harapannya agar umat agama lain bisa melihat Islam sebagai agama yang patut dicintai. Ini menandakan pergeseran orientasi pemikirannya dari sekadar pembebasan perempuan menuju penghayatan spiritual yang mendalam.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Feminisme_dan_Kartini_Titik_Temu_atau_Titik_Silang\"><\/span><b>Feminisme dan Kartini: Titik Temu atau Titik Silang?<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak aktivis feminis modern menjadikan Kartini sebagai ikon perjuangan kesetaraan gender. Namun, perlu dipahami bahwa orientasi perjuangan Kartini tidak sepenuhnya sejalan dengan gagasan feminisme Barat yang mengedepankan kebebasan individu secara mutlak, bahkan hingga melampaui batas kodrat perempuan. Kartini tidak pernah menyuarakan pembebasan perempuan dari rumah tangga, melainkan menegaskan pentingnya peran ibu sebagai pendidik utama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ironisnya, feminisme yang diadopsi sebagian masyarakat kini justru mengarah pada eksploitasi perempuan atas nama kebebasan. Banyak perempuan yang terpaksa meninggalkan keluarga demi menjadi tenaga kerja di luar negeri, menghadapi risiko kekerasan, eksploitasi, hingga kematian. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena trafficking, kekerasan rumah tangga, dan pekerja seks komersial menunjukkan betapa rapuhnya perlindungan terhadap perempuan dalam sistem kapitalisme.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Poligami_dan_Kontroversi_Surat_Kartini\"><\/span><b>Poligami dan Kontroversi Surat Kartini<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian kalangan mempertanyakan konsistensi pandangan Kartini, terutama terkait isu poligami. Dalam salah satu suratnya, ia menunjukkan pemahaman bahwa poligami diizinkan dalam Islam, meskipun menyampaikan kekhawatiran terhadap praktiknya yang seringkali tidak adil. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pandangannya ini tidak serta-merta menunjukkan dukungan terhadap poligami, melainkan merefleksikan realitas budaya yang ia hadapi, dan keterbatasan wacana alternatif di zamannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, keotentikan surat-surat Kartini yang diterbitkan oleh Abendanon juga sempat menuai keraguan. Mengingat posisinya sebagai pejabat kolonial dan konteks politik saat itu yang tengah menggulirkan \u201cpolitik etis\u201d, tidak menutup kemungkinan terdapat seleksi atau framing tertentu dalam penerbitan surat-surat tersebut demi mendukung narasi kolonial.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kartini_Bukan_Satu-Satunya\"><\/span><b>Kartini Bukan Satu-Satunya<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kritik terhadap pengagungan berlebihan terhadap Kartini juga datang dari akademisi seperti Prof. Dr. Harsja W. Bachtiar. Ia mempertanyakan mengapa hanya Kartini yang diangkat sebagai ikon perjuangan perempuan, sementara banyak tokoh perempuan dari luar Jawa seperti Cut Nyak Dhien dan Martha Christina Tiahahu juga memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan kemerdekaan. Pertanyaan ini penting dalam konteks representasi yang lebih merata terhadap tokoh perempuan di Indonesia.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Meneladani_Kartini_Secara_Jernih\"><\/span><b>Meneladani Kartini Secara Jernih<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini, tugas kita bukan sekadar memperingati Kartini secara simbolik, melainkan meneladani semangat kritis dan keinginannya untuk memajukan perempuan tanpa mencabut akar nilai-nilai moral dan spiritual. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perjuangan Kartini hendaknya dilihat sebagai bagian dari ikhtiar membentuk masyarakat yang lebih adil dan bermartabat, bukan sebagai legitimasi atas adopsi ideologi asing yang justru mengeksploitasi perempuan dalam sistem kapitalisme global.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, sudah saatnya kita meninjau ulang arah perjuangan perempuan Indonesia. Bukan dengan kembali pada feminisme yang menjauhkan perempuan dari fitrahnya, melainkan kembali kepada ajaran Islam yang secara kaffah memuliakan perempuan dalam peran strategisnya sebagai manusia yang utuh\u2014beriman, berakal, dan berkontribusi bagi peradaban. (emha)<\/span><\/p>\n<p><b>Habis Gelap, Terbitlah Islam.<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com. Jakarta &#8211; Tanggal 21 April diperingati sebagai&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12224,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[36],"tags":[1251,1249,1254,1255],"newstopic":[],"class_list":["post-12223","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-hari-kartini","tag-kartini","tag-pahlawan-nasional","tag-r-a-kartini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Refleksi Kritis atas Emansipasi Perempuan: Antara Kartini, Feminisme, dan Islam - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Refleksi Kritis atas Emansipasi Perempuan: Antara Kartini, Feminisme, dan Islam - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com. Jakarta &#8211; Tanggal 21 April diperingati sebagai...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-21T07:46:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-21T08:11:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-i_11zon.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/21\\\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/21\\\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Refleksi Kritis atas Emansipasi Perempuan: Antara Kartini, Feminisme, dan Islam\",\"datePublished\":\"2025-04-21T07:46:23+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-21T08:11:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/21\\\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\\\/\"},\"wordCount\":905,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/21\\\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/kartini-i_11zon.jpg\",\"keywords\":[\"hari kartini\",\"kartini\",\"pahlawan nasional\",\"R A Kartini\"],\"articleSection\":[\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/21\\\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/21\\\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\\\/\",\"name\":\"Refleksi Kritis atas Emansipasi Perempuan: Antara Kartini, Feminisme, dan Islam - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/21\\\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/21\\\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/kartini-i_11zon.jpg\",\"datePublished\":\"2025-04-21T07:46:23+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-21T08:11:40+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/21\\\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/21\\\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/21\\\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/kartini-i_11zon.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/kartini-i_11zon.jpg\",\"width\":1200,\"height\":630},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/21\\\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Refleksi Kritis atas Emansipasi Perempuan: Antara Kartini, Feminisme, dan Islam\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Refleksi Kritis atas Emansipasi Perempuan: Antara Kartini, Feminisme, dan Islam - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Refleksi Kritis atas Emansipasi Perempuan: Antara Kartini, Feminisme, dan Islam - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com. Jakarta &#8211; Tanggal 21 April diperingati sebagai...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-04-21T07:46:23+00:00","article_modified_time":"2025-04-21T08:11:40+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":630,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-i_11zon.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Refleksi Kritis atas Emansipasi Perempuan: Antara Kartini, Feminisme, dan Islam","datePublished":"2025-04-21T07:46:23+00:00","dateModified":"2025-04-21T08:11:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\/"},"wordCount":905,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-i_11zon.jpg","keywords":["hari kartini","kartini","pahlawan nasional","R A Kartini"],"articleSection":["Nasional"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\/","name":"Refleksi Kritis atas Emansipasi Perempuan: Antara Kartini, Feminisme, dan Islam - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-i_11zon.jpg","datePublished":"2025-04-21T07:46:23+00:00","dateModified":"2025-04-21T08:11:40+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-i_11zon.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-i_11zon.jpg","width":1200,"height":630},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/refleksi-kritis-atas-emansipasi-perempuan-antara-kartini-feminisme-dan-islam\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Refleksi Kritis atas Emansipasi Perempuan: Antara Kartini, Feminisme, dan Islam"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-i_11zon.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-i_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-i_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-i_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-i_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-i_11zon.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-i_11zon.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-i_11zon-200x105.jpg",200,105,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com. Jakarta &#8211; Tanggal 21 April diperingati sebagai...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-i_11zon.jpg",1200,630,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-i_11zon.jpg",1200,630,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-i_11zon.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-i_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-i_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-i_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-i_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-i_11zon.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-i_11zon.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-i_11zon-200x105.jpg",200,105,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/nasional\/\" rel=\"category tag\">Nasional<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com. Jakarta &#8211; Tanggal 21 April diperingati sebagai...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12223","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12223"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12223\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12232,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12223\/revisions\/12232"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12224"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12223"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12223"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12223"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=12223"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}