{"id":12227,"date":"2025-04-21T08:09:07","date_gmt":"2025-04-21T08:09:07","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=12227"},"modified":"2025-04-21T08:09:42","modified_gmt":"2025-04-21T08:09:42","slug":"kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\/","title":{"rendered":"Kartini Bukan Ikon Feminisme: Membaca Ulang Perjuangan dalam Bingkai Islam"},"content":{"rendered":"<p><b>ppmindonesia.com.Jakarta<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\/\">Raden Ajeng Kartini<\/a> kerap dijadikan simbol emansipasi perempuan dan bahkan diidentikkan sebagai ikon feminisme Indonesia. Namun, seiring berkembangnya wacana global, istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">feminisme<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kerap membawa muatan ideologis tertentu yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai spiritual, budaya lokal, dan ajaran Islam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam konteks ini, penting untuk membaca ulang perjuangan Kartini bukan semata-mata dalam kerangka feminisme Barat, tetapi dalam bingkai Islam yang memuliakan manusia secara utuh\u2014baik laki-laki maupun perempuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kartini lahir dan tumbuh dalam lingkungan priyayi Jawa yang kuat dipengaruhi sistem feodal dan kolonial. Ia menyaksikan secara langsung bagaimana perempuan dipingit, dijauhkan dari pendidikan, dan dibatasi dalam ruang geraknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun yang menarik, kegelisahan Kartini terhadap kondisi kaumnya tidak serta-merta membuatnya menolak tradisi atau agama. Ia justru melakukan refleksi mendalam, mencari titik temu antara keadilan, budaya, dan spiritualitas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Surat-surat Kartini, khususnya yang ditulis kepada sahabat-sahabatnya di Belanda, menjadi saksi betapa ia bergumul dengan banyak pertanyaan: tentang hak perempuan, keadilan sosial, pendidikan, dan makna keberagamaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam salah satu suratnya, Kartini mengungkapkan kekaguman mendalam terhadap Al-Qur\u2019an yang diterjemahkan oleh Kiai Sholeh Darat ke dalam bahasa Jawa. Ia menulis,\u00a0<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSelama ini kami hanya disuruh mengaji tanpa tahu artinya. Baru sekarang saya merasa disinari oleh cahaya.\u201d Kalimat ini menandai pentingnya pengetahuan dalam keberagamaan, dan bagaimana Kartini menemukan makna Islam sebagai agama yang membebaskan.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembacaan seperti ini membedakan perjuangan Kartini dari feminisme sekuler yang kerap berangkat dari penolakan terhadap agama dan norma sosial tradisional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kartini tidak mengajak perempuan untuk melawan kodratnya atau melepaskan diri dari peran domestik semata, melainkan untuk menjadi manusia merdeka\u2014yang berpikir, terdidik, dan bermartabat di hadapan Tuhan dan sesama. Dalam Islam, perempuan memiliki kedudukan mulia sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ummu madrasah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (ibu sebagai sekolah pertama), sebagai penjaga nilai, dan mitra sejajar dalam membangun masyarakat yang adil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Islam tidak melihat perempuan sebagai subordinat laki-laki. Sebaliknya, Al-Qur\u2019an menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan diciptakan dari satu nafs (jiwa) yang sama, memiliki tanggung jawab moral yang sama, serta mendapat pahala dan ganjaran yang sama di sisi Allah atas amal perbuatannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perspektif inilah yang tampaknya disadari Kartini, terutama dalam tahap akhir hidupnya, ketika ia semakin mendekatkan diri kepada nilai-nilai Islam yang inklusif dan pembebas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, dalam arus modern, perjuangan Kartini seringkali dipersempit dalam narasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">feminisme liberal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yang fokus pada kebebasan individual dan kesetaraan struktural semata, tanpa menyentuh akar spiritual dan dimensi transendennya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam narasi semacam ini, Kartini dikaburkan dari konteks budaya dan keagamaannya sendiri. Padahal, Kartini adalah perempuan Jawa-Muslim yang berpikir progresif tanpa tercerabut dari akarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membaca ulang Kartini dalam bingkai Islam bukan berarti mengabaikan keberaniannya, melainkan menempatkannya secara lebih utuh. Ia adalah sosok yang memperjuangkan keadilan dan kesetaraan dalam kerangka nilai yang luhur\u2014bukan semata hak, tetapi juga tanggung jawab. Bukan sekadar kebebasan, tetapi juga kesadaran dan pengabdian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, Hari Kartini seharusnya tidak menjadi momen untuk mengimpor wacana feminisme luar, melainkan ruang refleksi untuk menggali nilai-nilai emansipasi yang berakar dari spiritualitas, kebudayaan, dan peradaban kita sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kartini bukan sekadar pejuang perempuan, ia adalah sosok pencari kebenaran yang menemukan Islam sebagai jalan pembebasan. Dan di sinilah letak kekuatannya\u2014bukan hanya sebagai ikon, tetapi sebagai inspirasi transformatif lintas zaman. (acank)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Raden Ajeng Kartini kerap dijadikan simbol&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12228,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[208,36],"tags":[1251,1249,1255],"newstopic":[],"class_list":["post-12227","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-nasional","tag-hari-kartini","tag-kartini","tag-r-a-kartini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kartini Bukan Ikon Feminisme: Membaca Ulang Perjuangan dalam Bingkai Islam - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kartini Bukan Ikon Feminisme: Membaca Ulang Perjuangan dalam Bingkai Islam - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Raden Ajeng Kartini kerap dijadikan simbol...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-21T08:09:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-21T08:09:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-2_11zon.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/21\\\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/21\\\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Kartini Bukan Ikon Feminisme: Membaca Ulang Perjuangan dalam Bingkai Islam\",\"datePublished\":\"2025-04-21T08:09:07+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-21T08:09:42+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/21\\\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\\\/\"},\"wordCount\":514,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/21\\\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/kartini-2_11zon.jpg\",\"keywords\":[\"hari kartini\",\"kartini\",\"R A Kartini\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/21\\\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/21\\\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\\\/\",\"name\":\"Kartini Bukan Ikon Feminisme: Membaca Ulang Perjuangan dalam Bingkai Islam - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/21\\\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/21\\\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/kartini-2_11zon.jpg\",\"datePublished\":\"2025-04-21T08:09:07+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-21T08:09:42+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/21\\\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/21\\\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/21\\\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/kartini-2_11zon.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/kartini-2_11zon.jpg\",\"width\":1200,\"height\":630},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/21\\\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kartini Bukan Ikon Feminisme: Membaca Ulang Perjuangan dalam Bingkai Islam\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kartini Bukan Ikon Feminisme: Membaca Ulang Perjuangan dalam Bingkai Islam - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kartini Bukan Ikon Feminisme: Membaca Ulang Perjuangan dalam Bingkai Islam - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Raden Ajeng Kartini kerap dijadikan simbol...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-04-21T08:09:07+00:00","article_modified_time":"2025-04-21T08:09:42+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":630,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-2_11zon.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Kartini Bukan Ikon Feminisme: Membaca Ulang Perjuangan dalam Bingkai Islam","datePublished":"2025-04-21T08:09:07+00:00","dateModified":"2025-04-21T08:09:42+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\/"},"wordCount":514,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-2_11zon.jpg","keywords":["hari kartini","kartini","R A Kartini"],"articleSection":["Berita","Nasional"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\/","name":"Kartini Bukan Ikon Feminisme: Membaca Ulang Perjuangan dalam Bingkai Islam - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-2_11zon.jpg","datePublished":"2025-04-21T08:09:07+00:00","dateModified":"2025-04-21T08:09:42+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-2_11zon.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-2_11zon.jpg","width":1200,"height":630},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/21\/kartini-bukan-ikon-feminisme-membaca-ulang-perjuangan-dalam-bingkai-islam\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kartini Bukan Ikon Feminisme: Membaca Ulang Perjuangan dalam Bingkai Islam"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-2_11zon.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-2_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-2_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-2_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-2_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-2_11zon.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-2_11zon.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-2_11zon-200x105.jpg",200,105,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Raden Ajeng Kartini kerap dijadikan simbol...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-2_11zon.jpg",1200,630,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-2_11zon.jpg",1200,630,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-2_11zon.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-2_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-2_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-2_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-2_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-2_11zon.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-2_11zon.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kartini-2_11zon-200x105.jpg",200,105,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/nasional\/\" rel=\"category tag\">Nasional<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Raden Ajeng Kartini kerap dijadikan simbol...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12227","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12227"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12227\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12230,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12227\/revisions\/12230"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12228"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12227"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12227"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12227"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=12227"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}