{"id":12271,"date":"2025-04-24T05:33:25","date_gmt":"2025-04-24T05:33:25","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=12271"},"modified":"2025-04-24T05:34:01","modified_gmt":"2025-04-24T05:34:01","slug":"antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/24\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\/","title":{"rendered":"Antara Swasembada dan Banjir Impor: Arah Kebijakan Pangan yang Membingungkan"},"content":{"rendered":"<p><b>ppmindonesia.com.Jakarta<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; Di satu sisi, pemerintah gencar menggaungkan swasembada pangan sebagai prioritas nasional. Di sisi lain, muncul wacana kontroversial yang justru dapat melemahkan semangat dan pondasi dari cita-cita tersebut. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam Sarasehan Ekonomi pada 8 April 2025 lalu mengenai penghapusan <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/24\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\/\">kuota impor<\/a> pangan telah memantik kebingungan publik\u2014terutama mereka yang bergiat di sektor pertanian dan peternakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan bahwa siapa pun boleh mengimpor komoditas pangan, terutama yang menyangkut hajat hidup orang banyak, seperti daging. Kebijakan kuota dianggap lebih banyak menguntungkan segelintir perusahaan besar, dan keterbukaan pasar diharapkan mampu menciptakan persaingan yang lebih sehat dan merata. Namun, dalam kenyataan yang lebih kompleks, gagasan ini bisa menjadi bumerang bagi petani lokal dan program swasembada yang selama ini tengah dibangun dengan susah payah.<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/24\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\/#Swasembada_Komitmen_atau_Retorika\" >Swasembada: Komitmen atau Retorika?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/24\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\/#Banjir_Impor_dan_Ancaman_Terhadap_Petani\" >Banjir Impor dan Ancaman Terhadap Petani<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/24\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\/#Paradoks_dalam_Kebijakan_Publik\" >Paradoks dalam Kebijakan Publik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/24\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\/#Kebutuhan_akan_Arah_yang_Konsisten_dan_Terukur\" >Kebutuhan akan Arah yang Konsisten dan Terukur<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/24\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\/#Menata_Ulang_Kompas_Pangan_Nasional\" >Menata Ulang Kompas Pangan Nasional<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Swasembada_Komitmen_atau_Retorika\"><\/span><b>Swasembada: Komitmen atau Retorika?<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak awal masa kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah menegaskan komitmennya pada swasembada pangan. Program seperti Makan Bergizi Gratis menjadi pendorong untuk memperkuat produksi dalam negeri, khususnya pada komoditas penting seperti beras, jagung, gula, dan garam. Bahkan, pada 2025 pemerintah menyatakan telah menghentikan impor beras\u2014sebuah capaian simbolik dalam membangun kemandirian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, jika benar kebijakan impor tanpa kuota diterapkan, maka pesan yang ditangkap publik menjadi sangat kontradiktif. Bagaimana mungkin negara mendorong swasembada, tetapi pada saat yang sama membuka pintu impor seluas-luasnya, tanpa batas, dan tanpa perlindungan bagi produsen lokal? Kebijakan seperti ini seolah menegaskan bahwa negara tidak percaya pada kemampuannya sendiri untuk membangun ketahanan pangan dari dalam negeri.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Banjir_Impor_dan_Ancaman_Terhadap_Petani\"><\/span><b>Banjir Impor dan Ancaman Terhadap Petani<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Guru Besar IPB University, Prof. Dwi Andreas Santosa, mengingatkan bahwa Indonesia sudah terlalu longgar dalam urusan bea masuk pangan. Untuk 12 komoditas pangan utama, tarif bea masuk hanya berkisar 0\u201310 persen. Hal ini telah mendorong tren impor yang terus naik: dari 22,56 juta ton pada 2014 menjadi 34,35 juta ton pada 2024.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penghapusan kuota akan memperparah situasi ini. Komoditas luar negeri akan membanjiri pasar dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan hasil petani lokal. Dalam iklim persaingan yang tidak adil, petani dan peternak dalam negeri akan terpinggirkan. Harga jual turun, keuntungan menipis, semangat produksi menurun. Pada akhirnya, ketergantungan pada impor semakin besar, dan proyek swasembada pun terancam kandas.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Paradoks_dalam_Kebijakan_Publik\"><\/span><b>Paradoks dalam Kebijakan Publik<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebijakan impor tanpa kuota tidak hanya menimbulkan kekhawatiran ekonomi, tetapi juga menggambarkan inkonsistensi dalam arah kebijakan negara. Pada satu sisi, pemerintah mengusung kedaulatan pangan dan perlindungan terhadap petani. Pada sisi lain, kebijakan liberalisasi impor yang ekstrem malah dibiarkan menyapu bersih semua pondasi perlindungan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kepala Pusat Pangan, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan INDEF, Abra PG Talattov, menyampaikan bahwa kebijakan semacam ini berisiko tinggi dan melanggar amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan UU Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Keduanya secara tegas mengatur bahwa impor hanya dilakukan jika produksi dalam negeri tidak mencukupi dan harus melalui koordinasi antarkementerian.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kebutuhan_akan_Arah_yang_Konsisten_dan_Terukur\"><\/span><b>Kebutuhan akan Arah yang Konsisten dan Terukur<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Negara seharusnya tidak membuat kebijakan pangan berdasarkan tekanan eksternal seperti tarif resiprokal dari AS, tetapi berdasarkan kepentingan jangka panjang rakyat dan kemandirian ekonomi nasional. Respons terhadap tantangan global harus disusun dengan analisis yang cermat, strategi yang berlapis, dan penguatan institusi produksi lokal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Impor memang kadang diperlukan, terutama untuk komoditas yang sulit diproduksi di dalam negeri seperti gandum atau untuk kebutuhan darurat. Namun, membuka impor secara bebas tanpa kendali adalah bentuk pengabaian terhadap sektor yang selama ini menopang hidup jutaan keluarga di desa\u2014yakni pertanian.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menata_Ulang_Kompas_Pangan_Nasional\"><\/span><b>Menata Ulang Kompas Pangan Nasional<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Arah kebijakan pangan harus kembali kepada asas keberlanjutan, keadilan, dan kemandirian. Pemerintah perlu memperkuat neraca komoditas sebagai alat kontrol, memperjelas peta kebutuhan impor, serta memastikan bahwa setiap keputusan strategis tidak mengorbankan petani sebagai aktor utama dalam sistem pangan nasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa itu semua, swasembada pangan hanya akan menjadi slogan yang berlalu di tengah banjir impor. Dan petani? Mereka akan kembali menanggung beban dari kebijakan yang membingungkan ini.(acank)<\/span><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber<\/span><\/em><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/news.detik.com\/berita\/d-7866363\/anggota-dpr-wanti-wanti-kebijakan-penghapusan-kuota-impor-usul-dikaji-ulang\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/news.detik.com\/berita\/d-7866363\/anggota-<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/atanitokyo.blogspot.com\/2025\/04\/penghapusan-kuota-impor-bisa-rugikan.html\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/atanitokyo.blogspot.com\/2025\/04\/penghapusan-<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/amp.kompas.com\/tren\/read\/2025\/04\/10\/050000165\/pemerintah-mau-hapus-kuota-impor-pakar-beri-catatan-ini\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/amp.kompas.com\/tren\/read\/2025\/04\/10\/050000165\/pemerintah-<\/span><\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta&#8211; Di satu sisi, pemerintah gencar menggaungkan swasembada&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12272,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[33,208],"tags":[1262,1261,1271],"newstopic":[],"class_list":["post-12271","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita","tag-impor","tag-kuota-impor","tag-penghapusan-kuota-impor"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Antara Swasembada dan Banjir Impor: Arah Kebijakan Pangan yang Membingungkan - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/24\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Antara Swasembada dan Banjir Impor: Arah Kebijakan Pangan yang Membingungkan - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta&#8211; Di satu sisi, pemerintah gencar menggaungkan swasembada...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/24\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-24T05:33:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-24T05:34:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/impor_11zon.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/24\\\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/24\\\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Antara Swasembada dan Banjir Impor: Arah Kebijakan Pangan yang Membingungkan\",\"datePublished\":\"2025-04-24T05:33:25+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-24T05:34:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/24\\\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\\\/\"},\"wordCount\":637,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/24\\\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/impor_11zon.jpg\",\"keywords\":[\"impor\",\"kuota impor\",\"penghapusan kuota impor\"],\"articleSection\":[\"Artikel\",\"Berita\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/24\\\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/24\\\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\\\/\",\"name\":\"Antara Swasembada dan Banjir Impor: Arah Kebijakan Pangan yang Membingungkan - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/24\\\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/24\\\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/impor_11zon.jpg\",\"datePublished\":\"2025-04-24T05:33:25+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-24T05:34:01+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/24\\\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/24\\\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/24\\\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/impor_11zon.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/impor_11zon.jpg\",\"width\":1200,\"height\":630},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/04\\\/24\\\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Antara Swasembada dan Banjir Impor: Arah Kebijakan Pangan yang Membingungkan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Antara Swasembada dan Banjir Impor: Arah Kebijakan Pangan yang Membingungkan - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/24\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Antara Swasembada dan Banjir Impor: Arah Kebijakan Pangan yang Membingungkan - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta&#8211; Di satu sisi, pemerintah gencar menggaungkan swasembada...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/24\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-04-24T05:33:25+00:00","article_modified_time":"2025-04-24T05:34:01+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":630,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/impor_11zon.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/24\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/24\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Antara Swasembada dan Banjir Impor: Arah Kebijakan Pangan yang Membingungkan","datePublished":"2025-04-24T05:33:25+00:00","dateModified":"2025-04-24T05:34:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/24\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\/"},"wordCount":637,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/24\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/impor_11zon.jpg","keywords":["impor","kuota impor","penghapusan kuota impor"],"articleSection":["Artikel","Berita"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/24\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/24\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\/","name":"Antara Swasembada dan Banjir Impor: Arah Kebijakan Pangan yang Membingungkan - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/24\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/24\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/impor_11zon.jpg","datePublished":"2025-04-24T05:33:25+00:00","dateModified":"2025-04-24T05:34:01+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/24\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/24\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/24\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/impor_11zon.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/impor_11zon.jpg","width":1200,"height":630},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/04\/24\/antara-swasembada-dan-banjir-impor-arah-kebijakan-pangan-yang-membingungkan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Antara Swasembada dan Banjir Impor: Arah Kebijakan Pangan yang Membingungkan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/impor_11zon.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/impor_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/impor_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/impor_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/impor_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/impor_11zon.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/impor_11zon.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/impor_11zon-200x105.jpg",200,105,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta&#8211; Di satu sisi, pemerintah gencar menggaungkan swasembada...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/impor_11zon.jpg",1200,630,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/impor_11zon.jpg",1200,630,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/impor_11zon.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/impor_11zon-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/impor_11zon-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/impor_11zon-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/impor_11zon-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/impor_11zon.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/impor_11zon.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/impor_11zon-200x105.jpg",200,105,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta&#8211; Di satu sisi, pemerintah gencar menggaungkan swasembada...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12271","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12271"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12271\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12274,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12271\/revisions\/12274"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12272"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12271"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12271"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12271"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=12271"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}