{"id":12605,"date":"2025-05-16T08:24:32","date_gmt":"2025-05-16T08:24:32","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=12605"},"modified":"2025-05-16T08:26:39","modified_gmt":"2025-05-16T08:26:39","slug":"gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/16\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\/","title":{"rendered":"Gadget Menang, Buku Terlupakan: Krisis Literasi Remaja Milenial"},"content":{"rendered":"<p><strong>ppmindonesia.com<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.Jakarta<\/strong> &#8211; Di pojok ruang <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/16\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\/\">perpustakaan<\/a> sekolah yang hening, rak-rak buku berdiri kaku, menyimpan deretan ilmu yang kini seakan kehilangan peminatnya. Di sisi lain, di luar sana, sekelompok remaja duduk bersila saling berdampingan, namun mata mereka terpaku pada layar masing-masing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jempol-jempol mereka menari lincah, bergulir dari satu video singkat ke unggahan berikutnya. Inilah potret keseharian generasi milenial dan Gen Z\u2014generasi yang lahir dan tumbuh dalam pelukan teknologi, namun perlahan menjauh dari budaya membaca.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena ini bukan sekadar anekdot. Data UNESCO mencatat bahwa tingkat minat baca masyarakat Indonesia berada pada angka yang memprihatinkan, yakni hanya 0,001.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, dari seribu orang, hanya satu yang benar-benar memiliki minat baca yang tinggi. Sebuah ironi di tengah klaim &#8220;era informasi&#8221; yang katanya menjadikan pengetahuan sebagai komoditas utama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Dr. Atika Rahmawati, pakar literasi dari Universitas Negeri Yogyakarta, menurunnya minat baca di kalangan remaja tidak terjadi secara tiba-tiba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0&#8220;Kita sedang menyaksikan pergeseran budaya konsumsi informasi. Remaja lebih memilih konten yang cepat, visual, dan instan. Sementara buku, sebagai media baca tradisional, menuntut konsentrasi dan ketekunan\u2014dua hal yang makin langka,&#8221; jelasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Media sosial, game daring, dan platform video pendek seperti TikTok atau Instagram Reels menyajikan informasi dalam bentuk kilat dan menyenangkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, keasyikan ini menciptakan efek jangka panjang: rentang perhatian yang makin pendek, berkurangnya kemampuan memahami teks panjang, serta penurunan kemampuan berpikir kritis. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buku yang menawarkan narasi panjang dan mendalam akhirnya kalah pamor. Dalam banyak kasus, keberadaan buku fisik di sekolah atau perpustakaan hanya menjadi hiasan yang berdebu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, membaca bukan sekadar kegiatan akademik. Ini adalah pintu masuk untuk memahami dunia, memperluas empati, dan mempertajam logika. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membaca juga menjadi fondasi dalam menumbuhkan pemikiran mandiri dan orisinal, sesuatu yang sangat dibutuhkan di tengah tsunami informasi dan disinformasi saat ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Psikolog Pendidikan, Dr. Syaiful Nursalim, membaca adalah aktivitas mental kompleks yang melatih otak untuk menyusun, menghubungkan, dan menalar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKetika remaja tidak terbiasa membaca buku, maka mereka akan kesulitan menyusun argumen, mempertanyakan informasi, atau menilai sesuatu secara objektif,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Ia menekankan bahwa keterampilan literasi juga berkaitan erat dengan kesehatan mental, karena membaca menyediakan ruang kontemplasi dan pelarian dari tekanan sosial yang hadir di media digital.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, semua belum terlambat. Di sejumlah daerah, komunitas literasi, taman baca masyarakat, bahkan sekolah-sekolah berbasis literasi mulai tumbuh kembali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka mencoba menghidupkan kembali gairah membaca lewat pendekatan baru: membaca tematik, diskusi buku, storytelling interaktif, hingga mengintegrasikan teknologi dengan literasi. Buku audio, e-book, dan platform membaca digital seperti iPusnas menjadi jembatan bagi generasi yang tak bisa lepas dari layar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dukungan keluarga juga sangat vital. &#8220;Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang melihat orang tuanya membaca akan lebih mungkin meniru kebiasaan itu,&#8221; ujar Nurul Lestari, relawan literasi di Pustaka Kampung Impian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia menekankan bahwa membaca harus diposisikan sebagai bagian dari gaya hidup, bukan sekadar tugas sekolah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gadget boleh menang dalam hal kecepatan dan daya tarik visual, namun buku tak seharusnya dilupakan. Karena dalam setiap lembar buku, tersimpan kekuatan untuk membentuk karakter, memperluas cakrawala, dan menumbuhkan bangsa yang kritis dan bijak. Kini saatnya menyandingkan teknologi dan literasi, bukan membiarkan yang satu menyingkirkan yang lain.(acank)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di pojok ruang perpustakaan sekolah yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12606,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis ; acank | Editor ; asyary |","footnotes":""},"categories":[208,164],"tags":[545,1408,1409,1407],"newstopic":[],"class_list":["post-12605","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-edukasi","tag-gadget","tag-leterasi-di-lupakan","tag-literasi","tag-perpustakaan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Gadget Menang, Buku Terlupakan: Krisis Literasi Remaja Milenial - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/16\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Gadget Menang, Buku Terlupakan: Krisis Literasi Remaja Milenial - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di pojok ruang perpustakaan sekolah yang...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/16\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-16T08:24:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-16T08:26:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/perpustakaan-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/16\\\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/16\\\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Gadget Menang, Buku Terlupakan: Krisis Literasi Remaja Milenial\",\"datePublished\":\"2025-05-16T08:24:32+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-16T08:26:39+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/16\\\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\\\/\"},\"wordCount\":508,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/16\\\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/perpustakaan-1.jpg\",\"keywords\":[\"gadget\",\"leterasi di lupakan\",\"literasi\",\"perpustakaan\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Edukasi\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/16\\\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/16\\\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\\\/\",\"name\":\"Gadget Menang, Buku Terlupakan: Krisis Literasi Remaja Milenial - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/16\\\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/16\\\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/perpustakaan-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-05-16T08:24:32+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-16T08:26:39+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/16\\\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/16\\\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/16\\\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/perpustakaan-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/perpustakaan-1.jpg\",\"width\":1200,\"height\":630,\"caption\":\"Ilustrasi anak remaja lebih terpaku dengan gatged dari pada buku (foto freepik.com)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/16\\\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Gadget Menang, Buku Terlupakan: Krisis Literasi Remaja Milenial\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Gadget Menang, Buku Terlupakan: Krisis Literasi Remaja Milenial - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/16\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Gadget Menang, Buku Terlupakan: Krisis Literasi Remaja Milenial - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di pojok ruang perpustakaan sekolah yang...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/16\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-05-16T08:24:32+00:00","article_modified_time":"2025-05-16T08:26:39+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":630,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/perpustakaan-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/16\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/16\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Gadget Menang, Buku Terlupakan: Krisis Literasi Remaja Milenial","datePublished":"2025-05-16T08:24:32+00:00","dateModified":"2025-05-16T08:26:39+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/16\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\/"},"wordCount":508,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/16\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/perpustakaan-1.jpg","keywords":["gadget","leterasi di lupakan","literasi","perpustakaan"],"articleSection":["Berita","Edukasi"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/16\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/16\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\/","name":"Gadget Menang, Buku Terlupakan: Krisis Literasi Remaja Milenial - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/16\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/16\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/perpustakaan-1.jpg","datePublished":"2025-05-16T08:24:32+00:00","dateModified":"2025-05-16T08:26:39+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/16\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/16\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/16\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/perpustakaan-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/perpustakaan-1.jpg","width":1200,"height":630,"caption":"Ilustrasi anak remaja lebih terpaku dengan gatged dari pada buku (foto freepik.com)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/16\/gadget-menang-buku-terlupakan-krisis-literasi-remaja-milenial\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Gadget Menang, Buku Terlupakan: Krisis Literasi Remaja Milenial"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/perpustakaan-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/perpustakaan-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/perpustakaan-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/perpustakaan-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/perpustakaan-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/perpustakaan-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/perpustakaan-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/perpustakaan-1-200x105.jpg",200,105,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di pojok ruang perpustakaan sekolah yang...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/perpustakaan-1.jpg",1200,630,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/perpustakaan-1.jpg",1200,630,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/perpustakaan-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/perpustakaan-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/perpustakaan-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/perpustakaan-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/perpustakaan-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/perpustakaan-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/perpustakaan-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/perpustakaan-1-200x105.jpg",200,105,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/edukasi\/\" rel=\"category tag\">Edukasi<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di pojok ruang perpustakaan sekolah yang...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12605","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12605"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12605\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12609,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12605\/revisions\/12609"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12606"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12605"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12605"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12605"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=12605"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}