{"id":12667,"date":"2025-05-21T06:23:55","date_gmt":"2025-05-21T06:23:55","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=12667"},"modified":"2025-05-21T06:26:11","modified_gmt":"2025-05-21T06:26:11","slug":"sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/21\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\/","title":{"rendered":"Sains dalam Ayat: Mekanisme Tanah Hidup dalam Perspektif Qur\u2019an"},"content":{"rendered":"<p><b>ppmindonesia.com<\/b><b>.Jakarta<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; Bayangkan sebuah padang gersang yang tampak mati dan tak bernyawa. Tak ada hijau, tak ada gerak. Namun ketika <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/21\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\/\">hujan<\/a> pertama turun, tanah itu mulai bergolak perlahan, seolah bernapas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak lama kemudian, benih-benih kecil menembus permukaan bumi, menciptakan kehidupan baru. Apa yang sebenarnya terjadi? Dan bagaimana Al-Qur\u2019an menggambarkan proses ini lebih dari seribu tahun yang lalu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Surah Al-Hajj ayat 5, Al-Qur\u2019an menyajikan sebuah gambaran yang sangat kuat sekaligus penuh makna:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2026.\u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0627\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0647\u064e\u0627\u0645\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0627\u0650\u0630\u064e\u0627\u0653 \u0627\u064e\u0646\u0652\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u06e4\u0621\u064e \u0627\u0647\u0652\u062a\u064e\u0632\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0627\u064e\u0646\u0652\u06e2\u0628\u064e\u062a\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064d \u06e2 \u0628\u064e\u0647\u0650\u064a\u0652\u062c\u064d <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0665<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c&#8230;Kamu melihat bumi ini tandus dan tidak bernyawa, namun apabila Kami turunkan air ke atasnya, maka bumi itu bergetar, mengembang, dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah secara berpasang-pasangan.\u201d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(QS. Al-Hajj, 22:5)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayat ini bukan hanya metafora spiritual tentang kebangkitan, tetapi juga menyimpan detail ilmiah yang mencengangkan tentang proses hidupnya tanah setelah hujan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiga tahapan dijelaskan secara runtut: getaran, pengembangan, dan tumbuhnya tanaman secara berpasangan. Mari kita telusuri maknanya dalam cahaya sains modern.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><b> Getaran Tanah: Gerakan Brown dalam Tetesan Hujan<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika tetesan hujan jatuh ke tanah, ia menabrak partikel-partikel mineral dan organik di permukaan bumi. <\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Proses ini menimbulkan gerakan acak yang dikenal sebagai Gerakan Brown, dinamai dari ilmuwan Skotlandia, Robert Brown, yang menemukannya pada 1827. Gerakan ini merupakan pergerakan partikel mikroskopis akibat tumbukan molekul air secara acak dan tak beraturan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menariknya, Al-Qur\u2019an menyebut bahwa bumi \u201cbergetar\u201d sebagai respons awal setelah turunnya air. <\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata ihtazzat (bergetar) yang digunakan dalam ayat ini menunjukkan adanya gerakan internal dalam tanah yang mati\u2014yang kini diakui dalam ilmu fisika partikel sebagai awal dari dinamika kehidupan mikroorganisme di dalam tanah.<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><b> Pengembangan Tanah: Menyerap Air, Membuka Kehidupan<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah proses getaran, partikel tanah mulai menyerap air. Struktur tanah terdiri dari lapisan-lapisan mineral yang dapat menyerap air dan ion. Ketika air masuk, lapisan tanah mengembang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ruang antar partikel meluas, menciptakan kondisi lembab dan berpori yang ideal untuk kehidupan bakteri, jamur, dan organisme lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam satu meter kubik tanah yang subur, terdapat sekitar 30 juta bakteri. Mereka inilah yang bekerja tanpa terlihat, memecah materi organik, menyediakan unsur hara, dan mendukung pertumbuhan tanaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Al-Qur\u2019an menggambarkan tahap ini sebagai bumi yang \u201cmengembang\u201d\u2014warabat\u2014sebuah deskripsi yang sangat tepat secara ilmiah.<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><b> Tumbuh Berpasangan: Benih, Kehidupan, dan Reproduksi<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tahap akhir dari transformasi tanah adalah tumbuhnya tanaman. Al-Qur\u2019an menegaskan bahwa kehidupan itu muncul secara berpasang-pasangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ini mencerminkan sistem reproduksi dalam dunia tumbuhan, di mana unsur jantan dan betina memainkan peran dalam proses perkembangbiakan, baik melalui penyerbukan maupun pembelahan sel.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kehidupan tumbuhan tidak terjadi secara acak. Ia mengikuti sistem, pola, dan hukum. Dan tanah yang sebelumnya mati menjadi sumber kehidupan baru\u2014simbol kesuburan sekaligus isyarat spiritual tentang kebangkitan.<\/span><\/p>\n<p><b>Tanah sebagai Perumpamaan Kebangkitan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Al-Qur\u2019an tidak hanya mengisahkan fenomena alam, tetapi juga membingkainya sebagai tanda (\u0101yah) bagi manusia. Dalam Surah Yasin ayat 33, disebutkan:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u0648\u064e\u0627\u0670\u064a\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0627\u064e\u0631\u0652\u0636\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0629\u064f\u06d6 \u0627\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0670\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0627\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064e\u0627 \u062d\u064e\u0628\u0651\u064b\u0627 \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f \u064a\u064e\u0623\u0652\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0663\u0663<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDan salah satu tanda (kekuasaan Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan kembali bumi itu dan Kami tumbuhkan dari bumi itu biji-bijian, maka dari itu mereka makan.\u201d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(QS. Ya-Sin, 36:33)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanah yang hidup kembali setelah mati dijadikan analogi bagi kebangkitan manusia. Seperti tanah yang terlihat tidak bernyawa namun menyimpan potensi kehidupan, demikian pula manusia yang kelak akan dibangkitkan dari tanah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses hidup dan mati dalam alam bukan sekadar siklus biologis, melainkan juga pengingat akan kehidupan yang lebih abadi.<\/span><\/p>\n<p><b>Harmoni Sains dan Wahyu<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang ditunjukkan oleh ayat-ayat ini bukan semata-mata keindahan sastra, melainkan juga keakuratan ilmiah yang baru sepenuhnya dipahami manusia di abad modern. Ini menjadi bukti bahwa antara wahyu dan ilmu tidak pernah ada pertentangan\u2014justru saling melengkapi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam dunia yang terus menghadapi krisis lingkungan, degradasi tanah, dan kekeringan, pelajaran dari Al-Qur\u2019an tentang tanah menjadi sangat relevan. Tanah bukan benda mati.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia adalah ruang kehidupan, tempat keajaiban dimulai dari partikel terkecil. Maka memuliakan tanah, merawatnya, dan menghargai air yang turun darinya adalah bentuk penghormatan terhadap tanda-tanda Tuhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sains telah membantu kita memahami proses tanah menjadi hidup secara rinci. Namun Al-Qur\u2019an telah menyentuh inti proses ini lebih dari 14 abad yang lalu\u2014dalam bahasa yang puitis sekaligus presisi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini menunjukkan bahwa wahyu bukanlah antitesis ilmu, tetapi cahayanya yang lebih dahulu datang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanah adalah isyarat. Air adalah pemicu. Dan kehidupan adalah janji\u2014yang kelak akan dikembalikan kepada kita semua.(acank)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Bayangkan sebuah padang gersang yang tampak&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12668,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis ; acank | Editor ; asyary |","footnotes":""},"categories":[208,1],"tags":[1426,1425,1030],"newstopic":[],"class_list":["post-12667","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-hikmah","tag-air","tag-hujan","tag-tanah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Sains dalam Ayat: Mekanisme Tanah Hidup dalam Perspektif Qur\u2019an - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/21\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sains dalam Ayat: Mekanisme Tanah Hidup dalam Perspektif Qur\u2019an - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Bayangkan sebuah padang gersang yang tampak...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/21\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-21T06:23:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-21T06:26:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/21\\\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/21\\\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Sains dalam Ayat: Mekanisme Tanah Hidup dalam Perspektif Qur\u2019an\",\"datePublished\":\"2025-05-21T06:23:55+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-21T06:26:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/21\\\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\\\/\"},\"wordCount\":682,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/21\\\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/hujan-1.jpg\",\"keywords\":[\"air\",\"hujan\",\"tanah\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Hikmah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/21\\\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/21\\\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\\\/\",\"name\":\"Sains dalam Ayat: Mekanisme Tanah Hidup dalam Perspektif Qur\u2019an - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/21\\\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/21\\\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/hujan-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-05-21T06:23:55+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-21T06:26:11+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/21\\\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/21\\\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/21\\\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/hujan-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/hujan-1.jpg\",\"width\":1200,\"height\":630,\"caption\":\"Ilustrasi ketika hujan menimpa bumi, sebuah keajaiban perlahan dimulai: permukaan tanah yang semula tandus mulai bergolak, mengembang, dan dalam hitungan hari, tunas-tunas hijau memecah sunyi (foto freepik.com)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/21\\\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sains dalam Ayat: Mekanisme Tanah Hidup dalam Perspektif Qur\u2019an\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sains dalam Ayat: Mekanisme Tanah Hidup dalam Perspektif Qur\u2019an - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/21\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sains dalam Ayat: Mekanisme Tanah Hidup dalam Perspektif Qur\u2019an - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Bayangkan sebuah padang gersang yang tampak...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/21\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-05-21T06:23:55+00:00","article_modified_time":"2025-05-21T06:26:11+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":630,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/21\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/21\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Sains dalam Ayat: Mekanisme Tanah Hidup dalam Perspektif Qur\u2019an","datePublished":"2025-05-21T06:23:55+00:00","dateModified":"2025-05-21T06:26:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/21\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\/"},"wordCount":682,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/21\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-1.jpg","keywords":["air","hujan","tanah"],"articleSection":["Berita","Hikmah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/21\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/21\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\/","name":"Sains dalam Ayat: Mekanisme Tanah Hidup dalam Perspektif Qur\u2019an - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/21\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/21\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-1.jpg","datePublished":"2025-05-21T06:23:55+00:00","dateModified":"2025-05-21T06:26:11+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/21\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/21\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/21\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-1.jpg","width":1200,"height":630,"caption":"Ilustrasi ketika hujan menimpa bumi, sebuah keajaiban perlahan dimulai: permukaan tanah yang semula tandus mulai bergolak, mengembang, dan dalam hitungan hari, tunas-tunas hijau memecah sunyi (foto freepik.com)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/21\/sains-dalam-ayat-mekanisme-tanah-hidup-dalam-perspektif-quran\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sains dalam Ayat: Mekanisme Tanah Hidup dalam Perspektif Qur\u2019an"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-1-200x105.jpg",200,105,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Bayangkan sebuah padang gersang yang tampak...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-1.jpg",1200,630,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-1.jpg",1200,630,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-1-200x105.jpg",200,105,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/hikmah\/\" rel=\"category tag\">Hikmah<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Bayangkan sebuah padang gersang yang tampak...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12667","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12667"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12667\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12671,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12667\/revisions\/12671"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12668"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12667"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12667"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12667"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=12667"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}