{"id":12681,"date":"2025-05-22T09:38:43","date_gmt":"2025-05-22T09:38:43","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=12681"},"modified":"2025-05-22T09:42:28","modified_gmt":"2025-05-22T09:42:28","slug":"ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/22\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\/","title":{"rendered":"Ketika Tanah Bertasbih: Hujan sebagai Isyarat Kebangkitan"},"content":{"rendered":"<p><strong>ppmindonesia.com<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.Jakarta<\/strong> &#8211; Di tengah <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/22\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\/\">musim kemarau<\/a> yang panjang, tanah membelah dan menghitam. Permukaannya keras dan sunyi, seolah tak ada kehidupan yang tersisa di dalamnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun ketika hujan pertama menimpa bumi, sebuah keajaiban perlahan dimulai: permukaan tanah yang semula tandus mulai bergolak, mengembang, dan dalam hitungan hari, tunas-tunas hijau memecah sunyi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah salah satu isyarat terhalus dari kebesaran Allah yang dituliskan dalam Al-Qur\u2019an.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2026\u0648\u064e\u062a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0627\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u0647\u064e\u0627\u0645\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0627\u0650\u0630\u064e\u0627\u0653 \u0627\u064e\u0646\u0652\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u06e4\u0621\u064e \u0627\u0647\u0652\u062a\u064e\u0632\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0627\u064e\u0646\u0652\u06e2\u0628\u064e\u062a\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0632\u064e\u0648\u0652\u062c\u064d \u06e2 \u0628\u064e\u0647\u0650\u064a\u0652\u062c\u064d <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0665<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0&#8220;&#8230;maka engkau melihat bumi itu kering kerontang, tetapi apabila Kami turunkan air kepadanya, niscaya bumi itu bergerak dan mengembang, lalu menumbuhkan segala jenis tumbuh-tumbuhan yang indah secara berpasangan.&#8221; (QS. Al-Hajj: 5)<\/span><\/p>\n<p><b>Hujan: Pemantik Kehidupan dan Tanda Tasbih Alam<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam tafsirnya, Imam Fakhruddin Ar-Razi menyebut ayat ini sebagai salah satu bentuk isyarat kepada \u201ctajaddudul hayat\u201d (pembaruan kehidupan).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Air hujan tidak hanya memberi kesegaran jasmani, tapi juga membangunkan bumi dari \u2018tidur panjangnya\u2019. Tanah yang semula mati ternyata tidak benar-benar mati; ia hanya menunggu perintah-Nya untuk kembali bertasbih\u2014memulai siklus kehidupan baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam pandangan tafsir kontemporer, Muhammad Asad menyebut fenomena ini sebagai &#8220;kebangkitan yang tersirat&#8221; (symbolic resurrection).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, Allah sedang menunjukkan kepada manusia bahwa kebangkitan setelah kematian bukanlah hal mustahil. Bukankah kita menyaksikannya setiap musim hujan?<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u0648\u064e\u0641\u0650\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0627\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0627\u0670\u064a\u0670\u062a\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u0648\u0652\u0642\u0650\u0646\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e\u06d9 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0662\u0660<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u0648\u064e\u0641\u0650\u064a\u0652\u0653 \u0627\u064e\u0646\u0652\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652\u06d7 \u0627\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0662\u0661<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. Dan juga pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?\u201d (QS. Az-Zariyat: 20\u201321)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><b>Ketika Tanah Bergerak: Sains Mengamini Wahyu<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari perspektif ilmiah, proses hidupnya tanah bukanlah hal sederhana. Ketika hujan jatuh, air meresap ke dalam lapisan tanah dan membangunkan mikroorganisme yang selama musim kemarau berada dalam kondisi dorman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para ahli biologi tanah mencatat bahwa dalam satu gram tanah yang sehat, bisa terdapat hingga 10 miliar mikroorganisme, termasuk bakteri, jamur, dan protozoa. Mereka adalah aktor-aktor tak terlihat yang menghidupkan kembali siklus unsur hara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena &#8220;getaran tanah&#8221; yang disebut dalam ayat ini juga telah lama menarik perhatian ilmuwan. Gerakan ini secara mikroskopis dikenal sebagai Brownian motion\u2014yakni pergerakan partikel-partikel tanah akibat tumbukan molekul air.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Robert Brown, ahli botani asal Skotlandia, pertama kali mencatat fenomena ini pada tahun 1827. Tapi jauh sebelumnya, Al-Qur\u2019an telah mengisyaratkan adanya ihtizzat\u2014getaran pada tanah saat tersentuh air.<\/span><\/p>\n<p><b>Berpasangan: Tanda Kesempurnaan dan Keseimbangan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Al-Qur\u2019an juga menyebut bahwa tumbuhan tumbuh \u201csecara berpasangan\u201d. Ini bukan sekadar kiasan, melainkan kenyataan ilmiah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam dunia botani, reproduksi tanaman hampir selalu melibatkan unsur jantan dan betina, bahkan pada tanaman yang tampak netral secara kasatmata.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsep pasangan ini\u2014baik pada tanaman, hewan, hingga manusia\u2014merupakan prinsip keseimbangan yang mengatur alam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam buku The Tao of Islam, Nasr Seyyed Hossein menjelaskan bahwa konsep pasangan dalam Qur\u2019an mengandung nilai kosmis dan spiritual, yaitu bahwa segala sesuatu diciptakan saling melengkapi, dalam harmoni yang menunjuk pada Ke-Esa-an Tuhan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika tanah menumbuhkan kehidupan berpasangan, sesungguhnya ia sedang meneguhkan ayat-ayat penciptaan.<\/span><\/p>\n<p><b>Tanah, Kehidupan, dan Kebangkitan: Sebuah Analog Abadi<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa Al-Qur\u2019an berulang kali mengingatkan manusia tentang hidupnya tanah setelah mati? Karena tanah adalah analog dari manusia itu sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita diciptakan dari tanah, hidup di atas tanah, dan akan kembali menjadi tanah. Maka, ketika tanah yang mati dapat hidup kembali, begitu pula manusia yang mati akan dibangkitkan oleh kekuasaan yang sama.<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u0648\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0627\u0670\u064a\u0670\u062a\u0650\u0647\u0656\u0653 \u0627\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u062a\u064e\u0631\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0627\u064e\u0631\u0652\u0636\u064e \u062e\u064e\u0627\u0634\u0650\u0639\u064e\u0629\u064b \u0641\u064e\u0627\u0650\u0630\u064e\u0627\u0653 \u0627\u064e\u0646\u0652\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0627\u06e4\u0621\u064e \u0627\u0647\u0652\u062a\u064e\u0632\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652\u06d7 \u0627\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0652\u0653 \u0627\u064e\u062d\u0652\u064a\u064e\u0627\u0647\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0670\u0649\u06d7 \u0627\u0650\u0646\u0651\u064e\u0647\u0657 \u0639\u064e\u0644\u0670\u0649 \u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0642\u064e\u062f\u0650\u064a\u0652\u0631\u064c <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0663\u0669<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u201cDan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah bahwa engkau melihat bumi itu kering, lalu apabila Kami turunkan air kepadanya, niscaya bumi itu bergerak dan mengembang. Sesungguhnya Tuhan yang menghidupkannya, benar-benar akan menghidupkan orang-orang yang telah mati. Sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.\u201d<\/span>(QS. Fussilat: 39)<\/p><\/blockquote>\n<p><b>Tasbih Sunyi Tanah dan Kesadaran Manusia<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian mufasir seperti Al-Alusi dan Ath-Thabari menafsirkan gerakan tanah ini sebagai bentuk tasbih diam\u2014yakni pujian makhluk-makhluk Allah tanpa kata, tetapi nyata melalui fungsi dan keindahannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanah bertasbih dengan menumbuhkan. Air bertasbih dengan menghidupkan. Biji bertasbih dengan bertunas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, manusia yang menyaksikan semuanya, mestinya juga turut bertasbih dengan merenung dan bersyukur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin inilah sebabnya, setiap musim hujan bukan sekadar fenomena cuaca, tetapi juga momentum spiritual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Di dalamnya tersimpan pesan-pesan keimanan, perenungan, dan pengingat bahwa kehidupan tak pernah benar-benar mati. Ia hanya menunggu waktu untuk bangkit kembali atas izin Sang Maha Hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanah memang tidak berbicara, namun ia bertasbih. Hujan memang turun diam-diam, tapi ia membawa pesan kehidupan. Dan manusia, yang hidup di atas keduanya, seharusnya tidak menjadi makhluk yang lalai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, dari tanah yang bertasbih dan air yang menetes, Allah mengajarkan kita tentang asal mula, kehidupan, dan kebangkitan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya tumbuhan yang bertunas setelah hujan. Harusnya, hati kita juga\u2014agar tidak mati di tengah musim yang panjang.(acank)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di tengah musim kemarau yang panjang,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12682,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[208,1],"tags":[1425,1428,1030],"newstopic":[],"class_list":["post-12681","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-hikmah","tag-hujan","tag-kemarau","tag-tanah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ketika Tanah Bertasbih: Hujan sebagai Isyarat Kebangkitan - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/22\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketika Tanah Bertasbih: Hujan sebagai Isyarat Kebangkitan - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di tengah musim kemarau yang panjang,...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/22\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-22T09:38:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-22T09:42:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-2-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/22\\\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/22\\\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Ketika Tanah Bertasbih: Hujan sebagai Isyarat Kebangkitan\",\"datePublished\":\"2025-05-22T09:38:43+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-22T09:42:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/22\\\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\\\/\"},\"wordCount\":712,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/22\\\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/hujan-2-1.jpg\",\"keywords\":[\"hujan\",\"kemarau\",\"tanah\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Hikmah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/22\\\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/22\\\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\\\/\",\"name\":\"Ketika Tanah Bertasbih: Hujan sebagai Isyarat Kebangkitan - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/22\\\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/22\\\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/hujan-2-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-05-22T09:38:43+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-22T09:42:28+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/22\\\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/22\\\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/22\\\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/hujan-2-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/hujan-2-1.jpg\",\"width\":1200,\"height\":630,\"caption\":\"Ilustrasi Musim kemarau yang panjang, tanah membelah dan menghitam (foto freepik.com)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/22\\\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ketika Tanah Bertasbih: Hujan sebagai Isyarat Kebangkitan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketika Tanah Bertasbih: Hujan sebagai Isyarat Kebangkitan - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/22\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketika Tanah Bertasbih: Hujan sebagai Isyarat Kebangkitan - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di tengah musim kemarau yang panjang,...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/22\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-05-22T09:38:43+00:00","article_modified_time":"2025-05-22T09:42:28+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":630,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-2-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/22\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/22\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Ketika Tanah Bertasbih: Hujan sebagai Isyarat Kebangkitan","datePublished":"2025-05-22T09:38:43+00:00","dateModified":"2025-05-22T09:42:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/22\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\/"},"wordCount":712,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/22\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-2-1.jpg","keywords":["hujan","kemarau","tanah"],"articleSection":["Berita","Hikmah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/22\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/22\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\/","name":"Ketika Tanah Bertasbih: Hujan sebagai Isyarat Kebangkitan - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/22\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/22\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-2-1.jpg","datePublished":"2025-05-22T09:38:43+00:00","dateModified":"2025-05-22T09:42:28+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/22\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/22\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/22\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-2-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-2-1.jpg","width":1200,"height":630,"caption":"Ilustrasi Musim kemarau yang panjang, tanah membelah dan menghitam (foto freepik.com)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/22\/ketika-tanah-bertasbih-hujan-sebagai-isyarat-kebangkitan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ketika Tanah Bertasbih: Hujan sebagai Isyarat Kebangkitan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-2-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-2-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-2-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-2-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-2-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-2-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-2-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-2-1-200x105.jpg",200,105,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di tengah musim kemarau yang panjang,...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-2-1.jpg",1200,630,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-2-1.jpg",1200,630,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-2-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-2-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-2-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-2-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-2-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-2-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-2-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/hujan-2-1-200x105.jpg",200,105,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/hikmah\/\" rel=\"category tag\">Hikmah<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di tengah musim kemarau yang panjang,...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12681","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12681"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12681\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12685,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12681\/revisions\/12685"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12682"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12681"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12681"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12681"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=12681"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}