{"id":12701,"date":"2025-05-24T03:58:00","date_gmt":"2025-05-24T03:58:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=12701"},"modified":"2025-05-24T03:59:03","modified_gmt":"2025-05-24T03:59:03","slug":"lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/24\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\/","title":{"rendered":"Lahan Masih Minim, Pertanian Organik Indonesia Perlu Dukungan Nyata"},"content":{"rendered":"<p><strong>ppmindonesia.com<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.Jakarta<\/strong> &#8211; Di sebuah desa kecil di lereng Merapi, Yogyakarta, seorang petani bernama Pak Warno memandangi sawahnya yang hijau, bebas dari pupuk kimia dan pestisida sintetis. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah tujuh tahun ia beralih ke <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/24\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\/\">pertanian organik<\/a>. Hasilnya memang tak sebesar sebelumnya, tapi ia bangga: tanahnya lebih subur, air di sekitarnya lebih bersih, dan anak-anaknya bisa makan sayur tanpa takut residu racun. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, meski telah memberi contoh, Pak Warno masih merasa sendiri. \u201cKami hanya segelintir,\u201d katanya. \u201cPetani lain belum berani ikut. Mereka bilang: siapa yang beli?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah Pak Warno adalah gambaran kecil dari tantangan besar yang dihadapi pertanian organik di Indonesia. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga kini, data Kementerian Pertanian menunjukkan luas lahan pertanian organik tersertifikasi di Indonesia masih di bawah 0,5% dari total lahan pertanian nasional. Padahal, pertanian organik dipercaya mampu menjadi salah satu jawaban atas tantangan besar zaman ini: krisis pangan, krisis iklim, dan ancaman kesehatan akibat bahan kimia berlebih.<\/span><\/p>\n<p><b>Bukan Sekadar Trend, Tapi Jalan Masa Depan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanian organik bukan sekadar pilihan gaya hidup. Ini adalah strategi jangka panjang untuk membangun ketahanan pangan yang ramah lingkungan dan berkeadilan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPertanian organik seharusnya dilihat sebagai investasi sosial dan ekologis, bukan sekadar tren pasar,\u201d ujar Prof. Dwi Andreas Santosa, ahli pertanian dari IPB University.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurutnya, dengan sistem tanam yang mengandalkan daur ulang unsur hara dan keragaman hayati, pertanian organik menjaga kesuburan tanah jangka panjang, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan menjamin keberlanjutan produksi tanpa merusak ekosistem.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, minimnya dukungan struktural menjadikan pilihan ini berat diambil petani. Dibanding pertanian konvensional yang mendapat subsidi pupuk dan dukungan penuh rantai distribusi, petani organik masih berjuang sendiri mencari pasar dan menanggung ongkos transisi yang tinggi.<\/span><\/p>\n<p><b>Sertifikasi yang Rumit, Pasar yang Sempit<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi banyak petani, tantangan pertanian organik bukan hanya di lahan, tapi juga di meja birokrasi. Proses sertifikasi organik sering kali membingungkan dan memerlukan biaya yang tak sedikit. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, petani seperti Pak Warno yang sudah menjalankan prinsip organik tetap tidak bisa menjual produknya sebagai &#8220;organik&#8221; di pasar resmi karena tidak tersertifikasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasar pun masih belum sepenuhnya mendukung. Di tengah himpitan harga pangan murah, produk organik dianggap terlalu mahal. Tanpa jaminan pembeli dan harga layak, petani tentu akan berpikir dua kali.<\/span><\/p>\n<p><b>Saatnya Negara Turun Tangan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika pertanian organik dianggap penting untuk masa depan, maka negara tidak bisa hanya memberikan slogan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dibutuhkan keberpihakan nyata: insentif fiskal, pelatihan penyuluh, jaminan pasar lewat kebijakan pengadaan pangan sehat untuk sekolah dan rumah sakit, serta perlindungan terhadap petani kecil yang ingin beralih ke sistem organik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonom (alm) Faisal Basri pernah menekankan pentingnya strategi jangka panjang dalam ketahanan pangan. \u201cKalau terus bergantung pada pupuk kimia dan impor pangan, kita rawan krisis. Pertanian organik menawarkan jalur alternatif yang lebih stabil secara ekologis dan ekonomi,\u201d ungkapnya dalam diskusi publik tentang reformasi pangan.<\/span><\/p>\n<p><b>Harapan dari Pinggiran<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski masih minim dukungan, harapan tidak pernah padam. Komunitas-komunitas kecil terus menanam, dari Bali hingga Jambi, dari Sleman hingga Lombok Utara. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka membuktikan bahwa pertanian organik bukan utopia. Mereka hanya butuh jembatan: dari ladang ke pasar, dari semangat ke sistem.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau ada jaminan pasar dan pendampingan, saya yakin teman-teman petani akan ikut. Kami sudah lelah bergantung pada pupuk bersubsidi yang sering langka,\u201d ujar Pak Warno sambil tersenyum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia punya potensi besar, tetapi potensi tanpa arah adalah kekuatan yang tersia-siakan. Pertanian organik bisa menjadi tulang punggung masa depan pangan nasional\u2014asal negara bersedia memberi ruang, insentif, dan perlindungan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena sejatinya, ketahanan pangan tak bisa hanya dibangun dari meja perencanaan, tapi dari lahan-lahan seperti yang dirawat oleh Pak Warno dan ribuan petani lainnya.(acank)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di sebuah desa kecil di lereng&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12702,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis : acank| Editor : asyary","footnotes":""},"categories":[208,356],"tags":[269,60,1434],"newstopic":[],"class_list":["post-12701","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-pertanian","tag-organik","tag-pertanian-organik","tag-petani-organik"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Lahan Masih Minim, Pertanian Organik Indonesia Perlu Dukungan Nyata - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/24\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Lahan Masih Minim, Pertanian Organik Indonesia Perlu Dukungan Nyata - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di sebuah desa kecil di lereng...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/24\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-24T03:58:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-24T03:59:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cermin-1-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/24\\\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/24\\\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Lahan Masih Minim, Pertanian Organik Indonesia Perlu Dukungan Nyata\",\"datePublished\":\"2025-05-24T03:58:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-24T03:59:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/24\\\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\\\/\"},\"wordCount\":576,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/24\\\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/cermin-1-1.jpg\",\"keywords\":[\"organik\",\"pertanian organik\",\"petani organik\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Pertanian\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/24\\\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/24\\\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\\\/\",\"name\":\"Lahan Masih Minim, Pertanian Organik Indonesia Perlu Dukungan Nyata - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/24\\\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/24\\\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/cermin-1-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-05-24T03:58:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-24T03:59:03+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/24\\\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/24\\\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/24\\\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/cermin-1-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/cermin-1-1.jpg\",\"width\":1200,\"height\":630,\"caption\":\"Ilustrasi petani organik (foto,freepik.com)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/24\\\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Lahan Masih Minim, Pertanian Organik Indonesia Perlu Dukungan Nyata\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Lahan Masih Minim, Pertanian Organik Indonesia Perlu Dukungan Nyata - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/24\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Lahan Masih Minim, Pertanian Organik Indonesia Perlu Dukungan Nyata - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di sebuah desa kecil di lereng...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/24\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-05-24T03:58:00+00:00","article_modified_time":"2025-05-24T03:59:03+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":630,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cermin-1-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/24\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/24\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Lahan Masih Minim, Pertanian Organik Indonesia Perlu Dukungan Nyata","datePublished":"2025-05-24T03:58:00+00:00","dateModified":"2025-05-24T03:59:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/24\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\/"},"wordCount":576,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/24\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cermin-1-1.jpg","keywords":["organik","pertanian organik","petani organik"],"articleSection":["Berita","Pertanian"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/24\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/24\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\/","name":"Lahan Masih Minim, Pertanian Organik Indonesia Perlu Dukungan Nyata - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/24\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/24\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cermin-1-1.jpg","datePublished":"2025-05-24T03:58:00+00:00","dateModified":"2025-05-24T03:59:03+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/24\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/24\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/24\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cermin-1-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cermin-1-1.jpg","width":1200,"height":630,"caption":"Ilustrasi petani organik (foto,freepik.com)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/24\/lahan-masih-minim-pertanian-organik-indonesia-perlu-dukungan-nyata\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Lahan Masih Minim, Pertanian Organik Indonesia Perlu Dukungan Nyata"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cermin-1-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cermin-1-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cermin-1-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cermin-1-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cermin-1-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cermin-1-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cermin-1-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cermin-1-1-200x105.jpg",200,105,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di sebuah desa kecil di lereng...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cermin-1-1.jpg",1200,630,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cermin-1-1.jpg",1200,630,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cermin-1-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cermin-1-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cermin-1-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cermin-1-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cermin-1-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cermin-1-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cermin-1-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cermin-1-1-200x105.jpg",200,105,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/pertanian\/\" rel=\"category tag\">Pertanian<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di sebuah desa kecil di lereng...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12701","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12701"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12701\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12704,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12701\/revisions\/12704"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12702"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12701"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12701"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12701"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=12701"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}