{"id":12714,"date":"2025-05-26T07:41:29","date_gmt":"2025-05-26T07:41:29","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=12714"},"modified":"2025-05-26T07:41:53","modified_gmt":"2025-05-26T07:41:53","slug":"ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\/","title":{"rendered":"Ketika Ilmu Diprivatisasi: Kesalahan Memahami \u2018Orang Berilmu\u2019 dalam Islam"},"content":{"rendered":"<p><b>ppmindonesia.com<\/b><b>.Jakarta-<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Dalam sejarah panjang peradaban Islam, <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\/\">ilmu<\/a> (\u2018ilm) selalu menjadi fondasi kemajuan spiritual dan sosial. Al-Qur\u2019an sendiri membuka wahyu pertamanya dengan perintah membaca (iqra\u2019), bukan menyembah, bukan pula patuh secara membuta.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, dalam praktik keseharian umat Islam hari ini, terjadi pergeseran tajam: ilmu tidak lagi menjadi milik bersama, melainkan \u201cdiprivatisasi\u201d oleh sekelompok elit yang menyebut dirinya pewaris otoritatif tunggal dari kebenaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kecenderungan ini menimbulkan kesalahpahaman mendalam: bahwa hanya golongan tertentu\u2014yang bergelar ustaz, kyai, habib, atau ulama\u2014yang berhak bicara soal agama, sementara umat awam cukup menerima tanpa bertanya. Apakah ini sejalan dengan semangat Al-Qur\u2019an?<\/span><\/p>\n<p><b>Ilmu: Cahaya yang Tidak Memilih Siapa yang Layak<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Al-Qur\u2019an, ilmu tidak dikaitkan dengan status sosial atau posisi keagamaan tertentu, tetapi dengan kesungguhan mencari kebenaran dan penggunaan akal sehat. QS. Al-Mujadalah:11 menegaskan:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u0648\u064e\u0627\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0652\u0644\u064e \u0627\u0646\u0652\u0634\u064f\u0632\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0652\u0634\u064f\u0632\u064f\u0648\u0652\u0627 \u064a\u064e\u0631\u0652\u0641\u064e\u0639\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0670\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652\u06d9 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u064f\u0648\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064e \u062f\u064e\u0631\u064e\u062c\u0670\u062a\u064d\u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e \u062e\u064e\u0628\u0650\u064a\u0652\u0631\u064c <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0661\u0661<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c Apabila di katakan\u00a0 berdirilah (kamu) berdirilah Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu bukan monopoli. Siapa pun\u2014asal beriman dan bersungguh-sungguh belajar\u2014bisa mendapat derajat tinggi. Tidak disebutkan syarat institusi, keturunan, atau gelar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun hari ini, terjadi kebalikannya. Gelar keagamaan dianggap lebih penting dari proses berpikir kritis. Bahkan, ijtihad\u2014yang dahulu terbuka untuk siapa saja yang memenuhi syarat ilmu dan kejujuran intelektual\u2014kini ditutup rapat dan diserahkan pada segelintir yang mengklaim sebagai otoritas tunggal. Inilah bentuk privatisasi ilmu yang secara diam-diam mematikan nalar umat.<\/span><\/p>\n<p><b>Ulama Sejati Menurut Al-Qur\u2019an: Bukan yang Banyak Gelar, Tapi yang Takut pada Tuhan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">QS. F\u0101\u1e6dir:28 menyebut:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2026.\u0627\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0644\u064e\u0645\u0670\u06e4\u0624\u064f\u0627\u06d7\u2026. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0662\u0668<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u201c&#8230;.Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama.\u201d<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayat ini sering dipakai untuk melegitimasi dominasi kelompok tertentu. Padahal, menurut Muhammad Abduh, dalam tafsir Al-Manar, kata \u201culama\u201d di sini tidak menunjuk pada jabatan atau status, melainkan orang-orang yang menyaksikan tanda-tanda kebesaran Tuhan di alam semesta dan tunduk dengan penuh kesadaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, ilmuwan fisika, petani yang jujur merenungi hujan, atau ibu rumah tangga yang mendidik anak dengan akhlak, bisa lebih \u201culama\u201d daripada mereka yang menghafal kitab tapi tak punya rasa takut pada Tuhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal senada dikatakan oleh Fazlur Rahman, pemikir Islam asal Pakistan, yang menegaskan:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u201cUlama sejati adalah mereka yang menerjemahkan ilmu menjadi tanggung jawab sosial dan etika, bukan sekadar mengutip teks tanpa konteks.\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><b>Bahaya Privatisasi Ilmu: Hilangnya Partisipasi Umat<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Privatisasi ilmu menghasilkan umat yang pasif, mudah disesatkan, dan bergantung pada tokoh agama untuk setiap masalah hidupnya. Mereka takut mengkritisi karena merasa \u201ctidak punya kapasitas\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Padahal, Al-Qur\u2019an berulang kali mendorong manusia berpikir dan bertanya. QS. Al-Baqarah: 164 memuat ayat-ayat penciptaan langit dan bumi sebagai ajakan untuk berpikir, bukan menerima dogma.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam tradisi klasik, dialog keilmuan sangat hidup. Imam Abu Hanifah tidak melarang muridnya untuk berbeda pendapat. Bahkan, ia pernah berkata:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPendapatku ini adalah pendapatku. Jika ada yang lebih baik darinya, ambillah.\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bandingkan dengan praktik hari ini, di mana banyak tokoh agama melarang keras umat mempertanyakan pendapatnya\u2014bahkan menganggapnya dosa. Inilah bentuk otoritarianisme religius yang menjauhkan umat dari semangat Qur\u2019ani.<\/span><\/p>\n<p><b>Mengembalikan Ilmu sebagai Amanah Sosial<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ilmu, dalam Islam, adalah amanah yang harus disebarkan, bukan dikunci. QS. Ali Imran: 187 mengkritik keras mereka yang menyembunyikan ilmu:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u0648\u064e\u0627\u0650\u0630\u0652 \u0627\u064e\u062e\u064e\u0630\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f \u0645\u0650\u064a\u0652\u062b\u064e\u0627\u0642\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u064f\u0648\u0652\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0643\u0650\u062a\u0670\u0628\u064e \u0644\u064e\u062a\u064f\u0628\u064e\u064a\u0651\u0650\u0646\u064f\u0646\u0651\u064e\u0647\u0657 \u0644\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e\u0647\u0657\u06d6\u2026 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0661\u0668\u0667<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian dari orang-orang yang diberi kitab, \u2018Hendaklah kamu menjelaskannya kepada manusia dan jangan kamu sembunyikan.\u2019\u201d<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nasr Hamid Abu Zayd, dalam kritiknya terhadap elitisme tafsir, menegaskan bahwa umat berhak ikut terlibat dalam penafsiran agama karena wahyu turun untuk masyarakat, bukan hanya untuk ahli agama.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKetika teks menjadi monopoli, agama berubah menjadi alat kekuasaan.\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><b>Waktunya Membuka Kembali Pintu Ijtihad dan Literasi Umat<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesalahan terbesar dalam memahami \u201corang berilmu\u201d dalam Islam adalah ketika kita menyamakan ilmu dengan otoritas institusional. Padahal, dalam kerangka Al-Qur\u2019an, ilmu adalah perjalanan moral dan intelektual yang bisa ditempuh siapa saja yang mau berpikir, bertanya, dan berlaku jujur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ilmu bukan properti pribadi. Dan \u2018ulama\u2019 bukan kasta. Mengembalikan ilmu pada tempatnya adalah langkah awal menuju kebangkitan umat.<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2026\u0627\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u063a\u064e\u064a\u0651\u0650\u0631\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u062d\u064e\u062a\u0651\u0670\u0649 \u064a\u064f\u063a\u064e\u064a\u0651\u0650\u0631\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0627\u064e\u0646\u0652\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652\u06d7\u2026 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0661\u0661<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAllah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.\u201d (QS. Ar-Ra\u2019d: 11)<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengubah cara pandang terhadap ilmu adalah bagian dari perubahan itu. (emha)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta- Dalam sejarah panjang peradaban Islam, ilmu (\u2018ilm)&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12715,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis; emha | Editor: asyary","footnotes":""},"categories":[208,1],"tags":[1436,1203,1435],"newstopic":[],"class_list":["post-12714","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-hikmah","tag-berilmu-menurut-al-quran","tag-ilmu","tag-ulama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ketika Ilmu Diprivatisasi: Kesalahan Memahami \u2018Orang Berilmu\u2019 dalam Islam - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketika Ilmu Diprivatisasi: Kesalahan Memahami \u2018Orang Berilmu\u2019 dalam Islam - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta- Dalam sejarah panjang peradaban Islam, ilmu (\u2018ilm)...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-26T07:41:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-26T07:41:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ilmu-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/26\\\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/26\\\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Ketika Ilmu Diprivatisasi: Kesalahan Memahami \u2018Orang Berilmu\u2019 dalam Islam\",\"datePublished\":\"2025-05-26T07:41:29+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-26T07:41:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/26\\\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\\\/\"},\"wordCount\":661,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/26\\\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/ilmu-1.jpg\",\"keywords\":[\"berilmu menurut al quran\",\"ilmu\",\"ulama\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Hikmah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/26\\\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/26\\\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\\\/\",\"name\":\"Ketika Ilmu Diprivatisasi: Kesalahan Memahami \u2018Orang Berilmu\u2019 dalam Islam - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/26\\\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/26\\\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/ilmu-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-05-26T07:41:29+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-26T07:41:53+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/26\\\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/26\\\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/26\\\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/ilmu-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/ilmu-1.jpg\",\"width\":1200,\"height\":630},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/26\\\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ketika Ilmu Diprivatisasi: Kesalahan Memahami \u2018Orang Berilmu\u2019 dalam Islam\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketika Ilmu Diprivatisasi: Kesalahan Memahami \u2018Orang Berilmu\u2019 dalam Islam - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketika Ilmu Diprivatisasi: Kesalahan Memahami \u2018Orang Berilmu\u2019 dalam Islam - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta- Dalam sejarah panjang peradaban Islam, ilmu (\u2018ilm)...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-05-26T07:41:29+00:00","article_modified_time":"2025-05-26T07:41:53+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":630,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ilmu-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Ketika Ilmu Diprivatisasi: Kesalahan Memahami \u2018Orang Berilmu\u2019 dalam Islam","datePublished":"2025-05-26T07:41:29+00:00","dateModified":"2025-05-26T07:41:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\/"},"wordCount":661,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ilmu-1.jpg","keywords":["berilmu menurut al quran","ilmu","ulama"],"articleSection":["Berita","Hikmah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\/","name":"Ketika Ilmu Diprivatisasi: Kesalahan Memahami \u2018Orang Berilmu\u2019 dalam Islam - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ilmu-1.jpg","datePublished":"2025-05-26T07:41:29+00:00","dateModified":"2025-05-26T07:41:53+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ilmu-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ilmu-1.jpg","width":1200,"height":630},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/ketika-ilmu-diprivatisasi-kesalahan-memahami-orang-berilmu-dalam-islam\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ketika Ilmu Diprivatisasi: Kesalahan Memahami \u2018Orang Berilmu\u2019 dalam Islam"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ilmu-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ilmu-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ilmu-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ilmu-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ilmu-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ilmu-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ilmu-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ilmu-1-200x105.jpg",200,105,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta- Dalam sejarah panjang peradaban Islam, ilmu (\u2018ilm)...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ilmu-1.jpg",1200,630,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ilmu-1.jpg",1200,630,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ilmu-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ilmu-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ilmu-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ilmu-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ilmu-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ilmu-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ilmu-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/ilmu-1-200x105.jpg",200,105,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/hikmah\/\" rel=\"category tag\">Hikmah<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta- Dalam sejarah panjang peradaban Islam, ilmu (\u2018ilm)...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12714","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12714"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12714\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12717,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12714\/revisions\/12717"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12715"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12714"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12714"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12714"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=12714"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}