{"id":12722,"date":"2025-05-26T16:03:19","date_gmt":"2025-05-26T16:03:19","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=12722"},"modified":"2025-05-26T16:03:59","modified_gmt":"2025-05-26T16:03:59","slug":"cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\/","title":{"rendered":"CACING DAN SOLUSI BAGI PROBLEM SAMPAH"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>ppmindonesia.com.Jakarta<\/strong> &#8211; Dalam khazanah Islam, cacing bukan sekadar makhluk kecil yang sering dipandang remeh. Ia muncul dalam kisah-kisah para Nabi yang sarat hikmah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu hari, Nabi Daud a.s. memandang seekor <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\/\">cacing<\/a> merah kecil di tanah. Terlintas dalam benaknya: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Apa hikmah Allah menciptakan makhluk seperti ini?&#8221;<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, dengan izin Allah, cacing itu berkata, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Wahai Nabiyullah, setiap malam aku bertasbih kepada Allah dengan kalimat: Subhanallah, Walhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu Akbar.&#8221;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Cacing itu lalu bertanya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Dzikir macam apa yang engkau panjatkan kepada Tuhanmu di malam hari?&#8221;<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nabi Daud pun terdiam dan merasa malu. Sejak saat itu, dzikir cacing menjadi amalannya setiap malam. Sebuah pelajaran bahwa bahkan makhluk yang tampak hina pun punya tempat mulia di sisi Tuhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cacing juga hadir dalam kisah wafatnya Nabi Sulaiman a.s. Diceritakan bahwa tongkat tempat beliau bersandar digerogoti cacing hingga rapuh. Barulah ketika tongkat itu patah, manusia tahu bahwa Nabi Sulaiman telah wafat. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam pendekatan ekologis, cacing dipahami sebagai makhluk pengurai, pekerja hening yang mengurai bangkai dan bahan organik, menyuburkan tanah, dan menjaga keseimbangan kehidupan.<\/span><\/p>\n<p><b>Ketika Ilmu Menyusul Wahyu<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Al-Qur&#8217;an memang tidak menyebut cacing secara eksplisit. Namun, para ahli tafsir kerap merujuk pada makhluk ini saat menafsirkan hewan-hewan kecil yang menjijikkan. Ulama berbeda pendapat mengenai kehalalan cacing sebagai bahan pangan, namun dunia ilmu pengetahuan modern membuktikan bahwa cacing adalah makhluk yang luar biasa kaya manfaat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam industri, cacing digunakan untuk bahan kosmetik, farmasi, kebugaran, bahkan sebagai enzim aktif dalam penguraian limbah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di dunia pertanian, cacing adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pabrik kompos hidup<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014menghasilkan kompos super (kascing) yang kaya asam amino dan enzim penting. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia bisa mengubah makanan yang dikonsumsi menjadi kompos kualitas tinggi sebanyak 30% per hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Protein cacing pun sangat tinggi\u2014mencapai 63%. Bandingkan dengan kebutuhan protein ikan (24%) dan ayam kampung (26%). Maka menjadikan cacing sebagai pakan ternak jelas memberi keuntungan besar dalam kecepatan pertumbuhan dan efisiensi pakan.<\/span><\/p>\n<p><b>Krisis Sampah: Realitas yang Mengerikan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampah kini menjadi bom waktu. Menurut data KLHK per 24 Juli 2024, timbunan sampah nasional mencapai 31,9 juta ton. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari jumlah itu, 35,67% atau 11,3 juta ton tidak terkelola. Prediksinya, pada 2045 Indonesia bisa menghasilkan 82 juta ton sampah per tahun\u2014angka yang mencengangkan dan mengkhawatirkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah ini diperparah oleh minimnya anggaran. Banyak daerah hanya mengalokasikan kurang dari 1% APBD untuk pengelolaan sampah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Yogyakarta, contohnya, anggarannya stagnan dari tahun ke tahun. Padahal, idealnya alokasi dana bisa mencapai 3% untuk mengimbangi besarnya tantangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ironisnya, fokus kita lebih banyak pada sampah anorganik karena dianggap punya nilai jual. Padahal 63% dari total sampah nasional adalah sampah organik\u2014sisa makanan rumah tangga, hotel, restoran\u2014yang justru paling sulit ditangani.<\/span><\/p>\n<p><b>Gagalnya Bank Sampah dan Magot<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah banyak upaya dilakukan. Bank sampah tumbuh subur, mencapai lebih dari 27.000 unit. Tapi sebagian besar justru menangani sampah anorganik. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai ekonominya rendah. Rata-rata omzet per titik hanya Rp 101 ribu per bulan\u2014tidak cukup menopang operasional. Maka banyak bank sampah hidup segan mati tak mau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Budidaya magot juga populer sebagai solusi sampah organik. Namun, realisasinya jauh dari ideal. Di Semarang, hanya 20 orang yang membudidayakan magot, dan hasilnya lesu. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harga jual magot rendah\u2014hanya Rp 5.000 per kg\u2014sementara proses budidayanya rumit dan menuntut ketelatenan tinggi.<\/span><\/p>\n<p><b>Kenapa Cacing?<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka muncul pertanyaan: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jika solusi yang sudah ada tidak efektif, adakah alternatif yang lebih baik?<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Jawabannya: cacing.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Mudah dibudidayakan.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Cacing adalah hewan hermaprodit\u2014punya organ kelamin ganda, sehingga tak butuh proses perkawinan yang kompleks.<\/span>&nbsp;<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Produktivitas tinggi.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Populasi cacing bisa bertambah dua kali lipat setiap bulan. Dari 100 kg bibit, dalam sebulan bisa jadi 200 kg, lalu 400 kg, dan seterusnya.<\/span>&nbsp;<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pabrik kompos alami.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Cacing menghasilkan kascing setiap hari, tanpa perlu proses rumit seperti kompos dari kotoran hewan yang butuh waktu 1\u20133 bulan.<\/span>&nbsp;<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Nilai ekonomi tinggi.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Harga cacing mencapai Rp 15 ribu per kg. Pasarnya luas\u2014untuk kosmetik, farmasi, pakan ternak, dan lain-lain. Bandingkan dengan magot yang hanya Rp 5.000 per kg.<\/span>&nbsp;<\/li>\n<\/ol>\n<p><b>Model yang Benar, Dampak yang Nyata<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi keberhasilan bukan hanya soal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">apa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dilakukan, melainkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bagaimana<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> caranya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Budidaya cacing harus dilakukan di tingkat RT. Mengapa? Untuk menghindari biaya transportasi sampah dan memperkuat partisipasi warga. Warga bisa membawa sampah organik langsung ke kolam cacing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Desain kolamnya pun sederhana: ukuran 16 meter x 1 meter x 20 cm, atau versi bertingkat. Isikan dengan 40 kg bibit cacing, cukup sekali beli. Satu kolam cukup untuk menyerap sampah dari 90 KK. Modal awal hanya Rp 3\u20135 juta\u2014cukup untuk kolam dan bibit. Tidak perlu ratusan juta atau alat canggih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Model ini tak boleh digeser ke tingkat RW apalagi kelurahan. Semakin jauh dari sumber sampah, semakin besar biaya dan semakin rendah partisipasi warga.<\/span><\/p>\n<p><b>Dari Beban Jadi Cuan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa dampak dari program sederhana ini?<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Sampah organik terselesaikan 100%<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> di tingkat RT. Jika semua RT menerapkan, maka persoalan sampah bisa selesai di seluruh kota.<\/span>&nbsp;<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pendapatan bagi pengurus RT.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Produksi cacing bisa mencapai 100 kg per bulan. Dengan harga Rp 15 ribu, berarti penghasilan Rp 1,5 juta. Dari kascing, bisa dapat tambahan Rp 1 juta.<\/span>&nbsp;<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Ketahanan pangan.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Kascing bisa dibagi ke warga agar mereka menanam sayuran sendiri. Sayur organik berkualitas, mengurangi pengeluaran, meningkatkan kesehatan.<\/span>&nbsp;<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kemandirian lokal.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> RT menjadi pusat kedaulatan lingkungan dan pangan. Dari sampah, muncul keberkahan.<\/span>&nbsp;<\/li>\n<\/ol>\n<p><b>Kunci Sukses: Mentalitas<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ilmu sudah ada. Model sudah teruji. Tapi masih ada satu hal paling krusial: <\/span><b>mentalitas.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Terlalu banyak seminar, wacana, proyek, tapi minim eksekusi. Sampah jadi komoditas diskusi, bukan gerakan nyata. Bukan hanya pemerintah, bahkan kampus-kampus dan ilmuwan pun sering abai dalam mengeksekusi solusi nyata.(guntoro soerwarno)<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">*Penulis adalah Pemilik &#8220;Ali OrganicFarm (ALO FARM) Semarang, juga Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Kerjasama Antar lembaga MW Kahmi Jawa tengah. Juga Peneliti di Institut Pengembangan Masyarakat (Ipama) PPM Indonesia*<\/span><\/p><\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Dalam khazanah Islam, cacing bukan sekadar&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12723,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis : Goentoro Soewarno| Editor; Asyary","footnotes":""},"categories":[208,356],"tags":[1439,1438,1441,1440],"newstopic":[],"class_list":["post-12722","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-pertanian","tag-budi-daya-cacing","tag-cacing","tag-masalah-sampah","tag-sampah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>CACING DAN SOLUSI BAGI PROBLEM SAMPAH - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"CACING DAN SOLUSI BAGI PROBLEM SAMPAH - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Dalam khazanah Islam, cacing bukan sekadar...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-26T16:03:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-26T16:03:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cacing-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/26\\\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/26\\\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"CACING DAN SOLUSI BAGI PROBLEM SAMPAH\",\"datePublished\":\"2025-05-26T16:03:19+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-26T16:03:59+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/26\\\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\\\/\"},\"wordCount\":898,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/26\\\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/cacing-1.jpg\",\"keywords\":[\"budi daya cacing\",\"cacing\",\"masalah sampah\",\"sampah\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Pertanian\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/26\\\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/26\\\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\\\/\",\"name\":\"CACING DAN SOLUSI BAGI PROBLEM SAMPAH - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/26\\\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/26\\\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/cacing-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-05-26T16:03:19+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-26T16:03:59+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/26\\\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/26\\\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/26\\\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/cacing-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/cacing-1.jpg\",\"width\":1200,\"height\":630},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/05\\\/26\\\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"CACING DAN SOLUSI BAGI PROBLEM SAMPAH\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"CACING DAN SOLUSI BAGI PROBLEM SAMPAH - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"CACING DAN SOLUSI BAGI PROBLEM SAMPAH - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Dalam khazanah Islam, cacing bukan sekadar...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-05-26T16:03:19+00:00","article_modified_time":"2025-05-26T16:03:59+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":630,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cacing-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"CACING DAN SOLUSI BAGI PROBLEM SAMPAH","datePublished":"2025-05-26T16:03:19+00:00","dateModified":"2025-05-26T16:03:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\/"},"wordCount":898,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cacing-1.jpg","keywords":["budi daya cacing","cacing","masalah sampah","sampah"],"articleSection":["Berita","Pertanian"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\/","name":"CACING DAN SOLUSI BAGI PROBLEM SAMPAH - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cacing-1.jpg","datePublished":"2025-05-26T16:03:19+00:00","dateModified":"2025-05-26T16:03:59+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cacing-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cacing-1.jpg","width":1200,"height":630},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/05\/26\/cacing-dan-solusi-bagi-problem-sampah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"CACING DAN SOLUSI BAGI PROBLEM SAMPAH"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cacing-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cacing-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cacing-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cacing-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cacing-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cacing-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cacing-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cacing-1-200x105.jpg",200,105,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Dalam khazanah Islam, cacing bukan sekadar...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cacing-1.jpg",1200,630,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cacing-1.jpg",1200,630,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cacing-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cacing-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cacing-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cacing-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cacing-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cacing-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cacing-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cacing-1-200x105.jpg",200,105,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/pertanian\/\" rel=\"category tag\">Pertanian<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Dalam khazanah Islam, cacing bukan sekadar...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12722","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12722"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12722\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12725,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12722\/revisions\/12725"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12723"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12722"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12722"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12722"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=12722"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}