{"id":12831,"date":"2025-06-07T16:16:47","date_gmt":"2025-06-07T16:16:47","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=12831"},"modified":"2025-06-07T16:16:47","modified_gmt":"2025-06-07T16:16:47","slug":"agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/07\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\/","title":{"rendered":"Agama Nostalgia: Ketika Tradisi Menggantikan Iman yang Hidup"},"content":{"rendered":"<p><b>ppmindonesia.com<\/b><b>.Jakarta<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; Di banyak sudut masyarakat kita hari ini, agama sering tampak lebih sebagai pementasan simbolik ketimbang sebagai jalan pencarian makna dan kehadiran ilahi yang nyata.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita melihat orang-orang berpakaian khas, berbicara dengan kosakata religius, duduk dengan cara tertentu, dan menghindari lawan jenis bukan karena pemahaman spiritual yang mendalam, tetapi karena dorongan untuk melestarikan bentuk-bentuk luar yang diwarisi dari masa lalu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena ini bisa disebut sebagai &#8220;agama nostalgia&#8221;\u2014sebuah bentuk keberagamaan yang terjebak dalam kerinduan terhadap masa lalu dan kehilangan jiwanya di masa kini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agama nostalgia bukanlah bentuk keberagamaan yang lahir dari kesadaran eksistensial, melainkan ekspresi emosional atas citra romantik tentang masa silam yang dianggap suci.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai-nilai agama direduksi menjadi serangkaian simbol, gaya hidup, atau &#8220;geng&#8221; sosial yang meneguhkan identitas kelompok. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam bentuk ekstremnya, agama nostalgia menjadikan manusia lebih peduli dengan &#8220;penampilan beragama&#8221; ketimbang &#8220;menghidupkan iman&#8221; di tengah kehidupan yang terus berubah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, Al-Qur\u2019an secara eksplisit mengkritik keberagamaan yang hanya bersandar pada tradisi leluhur tanpa akal sehat dan kesadaran spiritual. Dalam QS Al-Baqarah ayat 170, Allah berfirman:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u0648\u064e\u0627\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0652\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0645\u064e\u0627\u0653 \u0627\u064e\u0646\u0652\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0646\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f \u0645\u064e\u0627\u0653 \u0627\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0670\u0628\u064e\u0627\u06e4\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627\u06d7 \u0627\u064e\u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0670\u0628\u064e\u0627\u06e4\u0624\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0640\u0654\u064b\u0627 \u0648\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0661\u0667\u0660<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Dan apabila dikatakan kepada mereka: \u2018Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah\u2019, mereka menjawab: \u2018(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami.\u2019 Apakah mereka akan mengikuti (juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui sesuatu apa pun dan tidak mendapat petunjuk?&#8221;<\/span>(QS. Al-Baqarah: 170)<\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayat ini menyoroti kecenderungan manusia untuk memelihara kebiasaan tanpa menyelami makna, tanpa mengevaluasi apakah warisan itu membawa kepada petunjuk atau malah menyesatkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam konteks ini, agama nostalgia menjadi jebakan kolektif yang menggantikan pencarian ruhani dengan pengulangan simbolik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">I<\/span><b>man yang Hidup: Antara Pemikiran dan Perjalanan Jiwa<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iman dalam Islam bukanlah produk imitasi, melainkan hasil dari perenungan, perjuangan batin, dan keterhubungan langsung dengan Tuhan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Al-Qur\u2019an, iman selalu dikaitkan dengan ta\u2018aqqul (penggunaan akal), tadabbur (perenungan), dan yakin (kepastian batin). Tanpa itu, agama bisa menjadi kosong: hanya tampilan tanpa kehidupan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Psikolog dan filsuf perkembangan kepribadian, Kazimierz D\u0105browski, dalam teorinya tentang \u201cdisintegrasi positif,\u201d menyebut bahwa pertumbuhan jiwa memerlukan keberanian untuk melepaskan struktur psikologis yang kaku dan otomatis menuju bentuk kehidupan mental yang lebih tinggi\u2014yang kreatif, reflektif, dan terkendali dari dalam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agama nostalgia menghalangi proses ini karena mendorong keterikatan pada bentuk, bukan transformasi makna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kenyataannya, agama nostalgia sering kali menutup pintu diskusi. Membicarakan isi dan makna ayat Al-Qur&#8217;an dianggap &#8220;tidak pantas&#8221; kecuali jika disampaikan oleh otoritas tertentu. Padahal, Al-Qur&#8217;an diturunkan untuk direnungkan langsung oleh siapa pun yang mau berpikir. Allah berfirman:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u0643\u0650\u062a\u0670\u0628\u064c \u0627\u064e\u0646\u0652\u0632\u064e\u0644\u0652\u0646\u0670\u0647\u064f \u0627\u0650\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064e \u0645\u064f\u0628\u0670\u0631\u064e\u0643\u064c \u0644\u0650\u0651\u064a\u064e\u062f\u0651\u064e\u0628\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0652\u0653\u0627 \u0627\u0670\u064a\u0670\u062a\u0650\u0647\u0656 \u0648\u064e\u0644\u0650\u064a\u064e\u062a\u064e\u0630\u064e\u0643\u0651\u064e\u0631\u064e \u0627\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0627\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0662\u0669<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah supaya mereka merenungkan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang berakal.&#8221; <\/span>(QS. Shad: 29)<\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, dalam komunitas yang menghidupi agama nostalgia, aktivitas berpikir seperti ini justru dihindari karena dianggap membahayakan &#8220;stabilitas tradisi.&#8221; Akibatnya, ruh agama sebagai jalan pembebasan dan pencerahan pribadi tergantikan oleh upaya menjaga harmoni simbolik.<\/span><\/p>\n<p><b>Antara Keamanan Sosial dan Keberanian Spiritual<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa orang lebih suka agama nostalgia? Karena ia menawarkan rasa aman. Orang bisa &#8220;tampak religius&#8221; tanpa harus menggugat dirinya sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka bisa merasa bagian dari komunitas tanpa harus benar-benar mengalami transformasi batin. Namun keamanan semacam ini palsu. Ia membuat manusia tidak siap menghadapi realitas kompleks dan tantangan moral zaman modern.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Imam Al-Ghazali dalam Ihya\u2019 \u2018Ulumuddin pernah mengingatkan:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Ilmu yang tidak mengantarkan pada takut kepada Allah adalah hijab (penghalang), bukan petunjuk.&#8221;<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kata lain, bentuk-bentuk religius bisa jadi justru menjadi penghalang jika tidak melahirkan kesadaran dan hubungan yang hidup dengan Tuhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agama seharusnya menjadi kendaraan menuju pembebasan, bukan penjara dari masa lalu. Iman yang hidup adalah iman yang tumbuh\u2014yang mengajak manusia untuk berpikir, merasa, dan bergerak berdasarkan kesadaran ilahiah, bukan sekadar kenyamanan budaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah saatnya kita bertanya:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah kita sedang hidup dalam iman, atau sekadar menjaga nostalgia? (emha)<\/span><\/p><\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di banyak sudut masyarakat kita hari&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12832,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis : emha | Editor : asyary","footnotes":""},"categories":[208,1],"tags":[413,1472,1471],"newstopic":[],"class_list":["post-12831","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-hikmah","tag-agama","tag-agama-nostalgia","tag-nostalgia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Agama Nostalgia: Ketika Tradisi Menggantikan Iman yang Hidup - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/07\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Agama Nostalgia: Ketika Tradisi Menggantikan Iman yang Hidup - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di banyak sudut masyarakat kita hari...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/07\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-07T16:16:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/nostalgia-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/07\\\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/07\\\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Agama Nostalgia: Ketika Tradisi Menggantikan Iman yang Hidup\",\"datePublished\":\"2025-06-07T16:16:47+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/07\\\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\\\/\"},\"wordCount\":610,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/07\\\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/nostalgia-1.jpg\",\"keywords\":[\"agama\",\"agama nostalgia\",\"nostalgia\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Hikmah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/07\\\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/07\\\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\\\/\",\"name\":\"Agama Nostalgia: Ketika Tradisi Menggantikan Iman yang Hidup - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/07\\\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/07\\\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/nostalgia-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-06-07T16:16:47+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/07\\\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/07\\\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/07\\\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/nostalgia-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/nostalgia-1.jpg\",\"width\":1200,\"height\":630},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/07\\\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Agama Nostalgia: Ketika Tradisi Menggantikan Iman yang Hidup\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Agama Nostalgia: Ketika Tradisi Menggantikan Iman yang Hidup - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/07\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Agama Nostalgia: Ketika Tradisi Menggantikan Iman yang Hidup - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di banyak sudut masyarakat kita hari...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/07\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-06-07T16:16:47+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":630,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/nostalgia-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/07\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/07\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Agama Nostalgia: Ketika Tradisi Menggantikan Iman yang Hidup","datePublished":"2025-06-07T16:16:47+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/07\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\/"},"wordCount":610,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/07\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/nostalgia-1.jpg","keywords":["agama","agama nostalgia","nostalgia"],"articleSection":["Berita","Hikmah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/07\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/07\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\/","name":"Agama Nostalgia: Ketika Tradisi Menggantikan Iman yang Hidup - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/07\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/07\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/nostalgia-1.jpg","datePublished":"2025-06-07T16:16:47+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/07\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/07\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/07\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/nostalgia-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/nostalgia-1.jpg","width":1200,"height":630},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/07\/agama-nostalgia-ketika-tradisi-menggantikan-iman-yang-hidup\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Agama Nostalgia: Ketika Tradisi Menggantikan Iman yang Hidup"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/nostalgia-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/nostalgia-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/nostalgia-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/nostalgia-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/nostalgia-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/nostalgia-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/nostalgia-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/nostalgia-1-200x105.jpg",200,105,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di banyak sudut masyarakat kita hari...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/nostalgia-1.jpg",1200,630,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/nostalgia-1.jpg",1200,630,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/nostalgia-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/nostalgia-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/nostalgia-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/nostalgia-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/nostalgia-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/nostalgia-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/nostalgia-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/nostalgia-1-200x105.jpg",200,105,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/hikmah\/\" rel=\"category tag\">Hikmah<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di banyak sudut masyarakat kita hari...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12831","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12831"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12831\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12833,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12831\/revisions\/12833"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12832"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12831"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12831"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12831"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=12831"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}