{"id":12843,"date":"2025-06-08T16:12:04","date_gmt":"2025-06-08T16:12:04","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=12843"},"modified":"2025-06-08T16:19:26","modified_gmt":"2025-06-08T16:19:26","slug":"ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/08\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\/","title":{"rendered":"Ketika Shalat Menjadi Kedamaian: Membaca QS 9:103 dalam Konteks Sosial"},"content":{"rendered":"<p><b>ppmindonesia.com<\/b><b>.Jakarta<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; Dalam dinamika kehidupan sosial yang kompleks, seringkali <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/08\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\/\">ibadah<\/a> dipandang sebagai urusan privat antara hamba dan Tuhannya. Namun, Al-Qur\u2019an hadir dengan pendekatan yang jauh lebih luas dan menyeluruh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia tidak hanya memandang ibadah sebagai sarana spiritual, tetapi juga sebagai instrumen pembersih sosial, penyeimbang keadilan, dan penyebar kedamaian. Salah satu ayat yang memperkuat pandangan ini adalah QS At-Taubah 9:103:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u062e\u064f\u0630\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0627\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0635\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0629\u064b \u062a\u064f\u0637\u064e\u0647\u0651\u0650\u0631\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062a\u064f\u0632\u064e\u0643\u0651\u0650\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0628\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0635\u064e\u0644\u0651\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u0652\u06d7 \u0627\u0650\u0646\u0651\u064e \u0635\u064e\u0644\u0670\u0648\u062a\u064e\u0643\u064e \u0633\u064e\u0643\u064e\u0646\u064c \u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652\u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f \u0633\u064e\u0645\u0650\u064a\u0652\u0639\u064c \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0652\u0645\u064c <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0661\u0660\u0663<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan doakanlah mereka. Sesungguhnya doamu itu adalah ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.&#8221; (QS 9:103)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayat ini sering dijadikan dasar hukum zakat, tetapi jika ditelaah lebih dalam, ia juga menyimpan pesan spiritual dan sosial yang sangat relevan dengan makna shalat sebagai sumber kedamaian, bukan sekadar gerakan atau ritual.<\/span><\/p>\n<p><b>Shalat dan Zakat: Dua Pilar Pembersih Sosial<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Zakat dan shalat kerap disebutkan bersama dalam banyak ayat Qur\u2019an, menandakan hubungan erat keduanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bila zakat membersihkan harta dan melatih empati sosial, maka shalat membersihkan jiwa dan memperhalus batin, menjadikan seseorang sadar akan kehadiran Tuhan dalam setiap aspek kehidupan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun dalam QS 9:103, menarik bahwa setelah zakat ditunaikan, Nabi diperintahkan mendoakan mereka. Dan Allah menegaskan:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Sesungguhnya doamu itu adalah sakinah (ketenteraman, kedamaian) bagi mereka.&#8221;<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam konteks ini, doa atau shalat Nabi\u2014yang berasal dari hati penuh kasih\u2014menjadi penyalur kedamaian. Artinya, shalat bukan sekadar ibadah vertikal, tetapi juga menghadirkan efek horizontal: menciptakan ketenangan, memperkuat solidaritas, dan mengobati luka sosial.<\/span><\/p>\n<p><b>Makna Kedamaian dalam Shalat: Perspektif Qur\u2019ani<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika shalat dilakukan dengan kesadaran yang utuh\u2014sebagai bentuk dzikir, kesungguhan, dan kehadiran hati\u2014maka ia menghasilkan transformasi nyata. Allah berfirman:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2026\u0627\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u0670\u0648\u0629\u064e \u062a\u064e\u0646\u0652\u0647\u0670\u0649 \u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0641\u064e\u062d\u0652\u0634\u064e\u0627\u06e4\u0621\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0646\u0652\u0643\u064e\u0631\u0650\u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u0650 \u0627\u064e\u0643\u0652\u0628\u064e\u0631\u064f\u06d7\u2026<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.&#8221; (QS Al-\u2018Ankabut 29:45)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayat ini menekankan fungsi sosial dari shalat. Ia bukan sekadar penghubung antara manusia dan Tuhan, tapi juga penjaga etika sosial, penolak keburukan, dan penegak moralitas. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dalam pengertian ini, shalat yang benar akan menghasilkan kedamaian bukan hanya untuk pelakunya, tetapi bagi seluruh komunitas.<\/span><\/p>\n<p><b>Ketika Nabi Mendoakan Umatnya: Kedamaian yang Menular<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam QS 9:103, Nabi Muhammad \ufdfa diberi perintah untuk berdoa bagi mereka yang menunaikan zakat, dan dikatakan bahwa doa itu membawa sakinah bagi mereka. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini menunjukkan betapa pentingnya figur sentral dalam masyarakat (Nabi atau pemimpin yang saleh) untuk menjadi sumber kedamaian, melalui laku ibadah yang penuh makna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Tafsir Al-Maraghi, makna doa Nabi dalam ayat ini bukan hanya doa lisan, tapi juga refleksi dari kasih sayang dan perhatian sosial beliau terhadap umatnya. Inilah yang membuat doa tersebut menjadi &#8220;sakinah&#8221; atau kedamaian.<\/span><\/p>\n<p><b>Shalat dalam Konteks Sosial: Menjadi Sumber Penyembuh Luka Kolektif<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam masyarakat modern yang dilanda kecemasan, ketimpangan, dan polarisasi, shalat harus dikembalikan kepada ruhnya: sebagai pembawa kedamaian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan bila para pelaku shalat tidak hanya khusyuk di masjid, tetapi juga aktif menghapus kemiskinan, melawan kezaliman, menyuarakan keadilan, dan menebar kasih dalam masyarakat. Shalat seperti ini akan menjadi shifa\u2019\u2014penyembuh batin dan sosial.<\/span><\/p>\n<p><b>Pesan untuk Kita Hari In<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">i<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika shalat benar-benar ditegakkan\u2014dalam makna yang utuh dan sadar\u2014maka ia akan menjelma menjadi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber kedamaian batin (sakinah),<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penolak kezaliman,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penguat solidaritas,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dan cahaya bagi komunitas.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam masyarakat yang saling mencurigai, saling menyakiti, dan tercerai oleh egoisme, shalat yang benar akan mempersatukan, memaafkan, dan menyembuhkan.<\/span><\/p>\n<p><b>Menjadi Orang yang Shalat dan Membawa Kedamaian<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">QS 9:103 memberi kita pelajaran penting: bahwa ibadah harus berdampak pada orang lain. Bahwa shalat\u2014yang sejatinya adalah bentuk doa dan perjumpaan dengan Allah\u2014dapat menumbuhkan sakinah dalam lingkup sosial, bila dilakukan dengan kesadaran dan cinta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sebuah hadits disebutkan:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0&#8220;Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.&#8221;<\/span>(HR. Ahmad, ath-Thabrani)<\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Shalat bukan hanya soal mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga tentang menjadi manusia yang menghadirkan Allah dalam kedamaian, empati, dan kasih terhadap sesama.(husni fahro)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta&#8211; Dalam dinamika kehidupan sosial yang kompleks, seringkali&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12844,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis: husni fahro| Editor: asyary","footnotes":""},"categories":[36],"tags":[413,360,594,592],"newstopic":[],"class_list":["post-12843","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-agama","tag-ibadah","tag-kedamaian","tag-sholat"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ketika Shalat Menjadi Kedamaian: Membaca QS 9:103 dalam Konteks Sosial - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/08\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketika Shalat Menjadi Kedamaian: Membaca QS 9:103 dalam Konteks Sosial - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta&#8211; Dalam dinamika kehidupan sosial yang kompleks, seringkali...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/08\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-08T16:12:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-08T16:19:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/damai-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"mhasan.asyary\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"mhasan.asyary\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/08\\\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/08\\\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"mhasan.asyary\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543\"},\"headline\":\"Ketika Shalat Menjadi Kedamaian: Membaca QS 9:103 dalam Konteks Sosial\",\"datePublished\":\"2025-06-08T16:12:04+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-08T16:19:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/08\\\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\\\/\"},\"wordCount\":603,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/08\\\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/damai-1.jpg\",\"keywords\":[\"agama\",\"ibadah\",\"kedamaian\",\"sholat\"],\"articleSection\":[\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/08\\\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/08\\\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\\\/\",\"name\":\"Ketika Shalat Menjadi Kedamaian: Membaca QS 9:103 dalam Konteks Sosial - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/08\\\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/08\\\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/damai-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-06-08T16:12:04+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-08T16:19:26+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/08\\\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/08\\\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/08\\\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/damai-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/damai-1.jpg\",\"width\":1200,\"height\":630},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/08\\\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ketika Shalat Menjadi Kedamaian: Membaca QS 9:103 dalam Konteks Sosial\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543\",\"name\":\"mhasan.asyary\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"mhasan.asyary\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/mhasan-asyary\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketika Shalat Menjadi Kedamaian: Membaca QS 9:103 dalam Konteks Sosial - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/08\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketika Shalat Menjadi Kedamaian: Membaca QS 9:103 dalam Konteks Sosial - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta&#8211; Dalam dinamika kehidupan sosial yang kompleks, seringkali...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/08\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-06-08T16:12:04+00:00","article_modified_time":"2025-06-08T16:19:26+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":630,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/damai-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"mhasan.asyary","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"mhasan.asyary","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/08\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/08\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\/"},"author":{"name":"mhasan.asyary","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543"},"headline":"Ketika Shalat Menjadi Kedamaian: Membaca QS 9:103 dalam Konteks Sosial","datePublished":"2025-06-08T16:12:04+00:00","dateModified":"2025-06-08T16:19:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/08\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\/"},"wordCount":603,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/08\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/damai-1.jpg","keywords":["agama","ibadah","kedamaian","sholat"],"articleSection":["Nasional"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/08\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/08\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\/","name":"Ketika Shalat Menjadi Kedamaian: Membaca QS 9:103 dalam Konteks Sosial - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/08\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/08\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/damai-1.jpg","datePublished":"2025-06-08T16:12:04+00:00","dateModified":"2025-06-08T16:19:26+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/08\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/08\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/08\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/damai-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/damai-1.jpg","width":1200,"height":630},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/08\/ketika-shalat-menjadi-kedamaian-membaca-qs-9103-dalam-konteks-sosial\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ketika Shalat Menjadi Kedamaian: Membaca QS 9:103 dalam Konteks Sosial"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543","name":"mhasan.asyary","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","caption":"mhasan.asyary"},"sameAs":["https:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/damai-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/damai-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/damai-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/damai-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/damai-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/damai-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/damai-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/damai-1-200x105.jpg",200,105,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"mhasan.asyary","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta&#8211; Dalam dinamika kehidupan sosial yang kompleks, seringkali...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/damai-1.jpg",1200,630,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/damai-1.jpg",1200,630,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/damai-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/damai-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/damai-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/damai-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/damai-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/damai-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/damai-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/damai-1-200x105.jpg",200,105,true]},"rttpg_author":{"display_name":"mhasan.asyary","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/nasional\/\" rel=\"category tag\">Nasional<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta&#8211; Dalam dinamika kehidupan sosial yang kompleks, seringkali...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12843","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12843"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12843\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12847,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12843\/revisions\/12847"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12844"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12843"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12843"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12843"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=12843"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}