{"id":12858,"date":"2025-06-10T04:41:08","date_gmt":"2025-06-10T04:41:08","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=12858"},"modified":"2025-06-10T04:42:06","modified_gmt":"2025-06-10T04:42:06","slug":"petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\/","title":{"rendered":"Petani di Negeri Agraris: Kaya Sumber Daya, Miskin Kesejahteraan"},"content":{"rendered":"<p><strong>ppmindonesia.com<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.Jakarta<\/strong> &#8211; Indonesia gemah ripah loh jinawi, dikaruniai tanah subur, iklim tropis, dan keberagaman hayati yang menjadikannya salah satu negeri agraris terkaya di dunia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun di balik limpahan sumber daya itu, nasib para<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\/\"> petani<\/a> justru berkebalikan. Mereka yang menanam, merawat, dan memanen hasil bumi, justru menjadi kelompok paling miskin dalam struktur sosial bangsa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kontras ini bukan sekadar statistik. Ia nyata dalam keseharian: rumah-rumah reyot di desa-desa penghasil beras, petani lansia yang masih membajak sawah dengan tenaga kerbau, dan generasi muda yang meninggalkan ladang demi bekerja sebagai buruh di kota.<\/span><\/p>\n<p><b>Ironi Negeri Agraris<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai negara dengan lebih dari 38 juta penduduk bekerja di sektor pertanian, peran petani sangat vital. Mereka menyumbang sekitar 12% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menjadi garda depan dalam menjaga ketahanan pangan nasional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, data dari BPS (2024) menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di pedesaan masih dua kali lebih tinggi dibandingkan di kota.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Luas lahan yang dimiliki rata-rata petani pun kian menyusut. Sebagian besar hanya memiliki lahan di bawah 0,5 hektare. Dalam kondisi ini, kata \u201cusaha tani\u201d menjadi ironi, karena tak mampu menghidupi keluarga, apalagi meningkatkan taraf hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarawan dan budayawan Betawi, JJ Rizal, pernah berujar: \u201cPetani Indonesia tidak pernah dimuliakan oleh sistem kekuasaan. Mereka selalu menjadi korban, dari zaman kolonial sampai zaman digital.\u201d<\/span><\/p>\n<p><b>Sistem yang Tidak Berpihak<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemiskinan petani bukan soal malas bekerja. Ia adalah buah dari sistem yang timpang dan tidak berpihak. Harga pupuk melonjak, biaya produksi terus naik, namun harga jual hasil panen seringkali jatuh di bawah biaya pokok produksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Petani menjual dalam kondisi terpaksa, saat panen raya datang dan pasar dikuasai tengkulak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ekonom pertanian, Prof. Bustanul Arifin, menyebutkan, \u201cYang dibutuhkan petani bukan sekadar bantuan tunai, tapi reformasi tata niaga, akses terhadap informasi pasar, teknologi tepat guna, dan kelembagaan ekonomi yang kuat seperti koperasi.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, kelembagaan itu pun lemah. Koperasi petani sering hanya menjadi papan nama, tidak kompetitif menghadapi pasar modern.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara proyek food estate atau korporatisasi pertanian yang digagas pemerintah, lebih banyak dinikmati oleh perusahaan besar, bukan petani kecil.<\/span><\/p>\n<p><b>Generasi Muda Menjauh<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketimpangan ini berdampak lebih dalam: lahirnya krisis regenerasi. Anak-anak petani enggan mengikuti jejak orang tuanya. Citra petani identik dengan kemiskinan, kerja keras tak kenal waktu, dan rendahnya penghargaan sosial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rata-rata usia petani Indonesia kini menyentuh 52 tahun. Ini alarm keras. Jika tak ada intervensi serius, dalam 10\u201315 tahun ke depan, Indonesia bisa mengalami kekurangan petani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sosiolog pertanian, Dr. Sekar Ayu Paramita, menyoroti: \u201cKita tak hanya kehilangan tenaga kerja pertanian, tapi juga pengetahuan lokal, kearifan ekologis, dan relasi sosial yang menjadi fondasi pertanian berkelanjutan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><b>Perlu Transformasi Kebijakan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengentaskan kemiskinan petani tidak bisa dengan pendekatan karitatif. Diperlukan transformasi kebijakan secara menyeluruh: reforma agraria yang sejati, insentif bagi petani muda, transparansi distribusi pupuk, perlindungan harga komoditas, serta perlunya mendukung inovasi desa berbasis pertanian lokal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keberhasilan pertanian Jepang, Korea Selatan, dan Belanda, menunjukkan bahwa modernisasi pertanian tidak harus mengorbankan petani kecil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kuncinya adalah keberpihakan: pada petani sebagai pelaku utama, bukan pada korporasi sebagai aktor dominan.<\/span><\/p>\n<p><b>Mengubah Narasi, Memulihkan Martabat<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah saatnya narasi tentang petani diubah. Dari yang sekadar objek bantuan menjadi subjek pembangunan. Dari penerima program menjadi pengambil kebijakan di desa mereka sendiri. Dari simbol kemiskinan menjadi sumber kebanggaan nasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Presiden Soekarno pernah berpesan, \u201cBangsa yang tidak mengurus petaninya, sama saja menanam benih kehancuran.\u201d Pesan itu masih relevan hari ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia tak kekurangan tanah, matahari, air, atau benih. Yang kita butuhkan adalah kemauan politik dan keberanian moral untuk berpihak kepada mereka yang selama ini menumbuhkan kehidupan.(ecank)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Indonesia gemah ripah loh jinawi, dikaruniai&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12859,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis ; acank | Editor ; asyary |","footnotes":""},"categories":[208,356],"tags":[72,366,1461,1478],"newstopic":[],"class_list":["post-12858","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-pertanian","tag-pertanian","tag-petani","tag-petani-miskin","tag-petani-tua"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Petani di Negeri Agraris: Kaya Sumber Daya, Miskin Kesejahteraan - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Petani di Negeri Agraris: Kaya Sumber Daya, Miskin Kesejahteraan - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Indonesia gemah ripah loh jinawi, dikaruniai...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-10T04:41:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-10T04:42:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/petanimiskin-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/10\\\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/10\\\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Petani di Negeri Agraris: Kaya Sumber Daya, Miskin Kesejahteraan\",\"datePublished\":\"2025-06-10T04:41:08+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-10T04:42:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/10\\\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\\\/\"},\"wordCount\":567,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/10\\\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/petanimiskin-1.jpg\",\"keywords\":[\"pertanian\",\"petani\",\"petani miskin\",\"petani tua\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Pertanian\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/10\\\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/10\\\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\\\/\",\"name\":\"Petani di Negeri Agraris: Kaya Sumber Daya, Miskin Kesejahteraan - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/10\\\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/10\\\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/petanimiskin-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-06-10T04:41:08+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-10T04:42:06+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/10\\\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/10\\\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/10\\\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/petanimiskin-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/petanimiskin-1.jpg\",\"width\":1200,\"height\":630},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/10\\\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Petani di Negeri Agraris: Kaya Sumber Daya, Miskin Kesejahteraan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Petani di Negeri Agraris: Kaya Sumber Daya, Miskin Kesejahteraan - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Petani di Negeri Agraris: Kaya Sumber Daya, Miskin Kesejahteraan - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Indonesia gemah ripah loh jinawi, dikaruniai...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-06-10T04:41:08+00:00","article_modified_time":"2025-06-10T04:42:06+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":630,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/petanimiskin-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Petani di Negeri Agraris: Kaya Sumber Daya, Miskin Kesejahteraan","datePublished":"2025-06-10T04:41:08+00:00","dateModified":"2025-06-10T04:42:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\/"},"wordCount":567,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/petanimiskin-1.jpg","keywords":["pertanian","petani","petani miskin","petani tua"],"articleSection":["Berita","Pertanian"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\/","name":"Petani di Negeri Agraris: Kaya Sumber Daya, Miskin Kesejahteraan - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/petanimiskin-1.jpg","datePublished":"2025-06-10T04:41:08+00:00","dateModified":"2025-06-10T04:42:06+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/petanimiskin-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/petanimiskin-1.jpg","width":1200,"height":630},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/petani-di-negeri-agraris-kaya-sumber-daya-miskin-kesejahteraan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Petani di Negeri Agraris: Kaya Sumber Daya, Miskin Kesejahteraan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/petanimiskin-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/petanimiskin-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/petanimiskin-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/petanimiskin-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/petanimiskin-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/petanimiskin-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/petanimiskin-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/petanimiskin-1-200x105.jpg",200,105,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Indonesia gemah ripah loh jinawi, dikaruniai...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/petanimiskin-1.jpg",1200,630,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/petanimiskin-1.jpg",1200,630,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/petanimiskin-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/petanimiskin-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/petanimiskin-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/petanimiskin-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/petanimiskin-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/petanimiskin-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/petanimiskin-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/petanimiskin-1-200x105.jpg",200,105,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/pertanian\/\" rel=\"category tag\">Pertanian<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Indonesia gemah ripah loh jinawi, dikaruniai...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12858","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12858"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12858\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12861,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12858\/revisions\/12861"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12859"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12858"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12858"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12858"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=12858"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}