{"id":12869,"date":"2025-06-10T06:34:24","date_gmt":"2025-06-10T06:34:24","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=12869"},"modified":"2025-06-10T06:36:10","modified_gmt":"2025-06-10T06:36:10","slug":"mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\/","title":{"rendered":"Mengungkap Miskonsepsi: Ketika Ayat Al-Qur\u2019an Dipelintir untuk Mengukuhkan Otoritas Religius"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>ppmindonesia.com<\/strong><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.Jakarta<\/strong> &#8211; Dalam sejarah keagamaan umat Islam, tidak sedikit ayat-ayat <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\/\">Al-Qur\u2019an<\/a> yang dikutip secara parsial dan digunakan sebagai dalih pembenaran dominasi kelompok tertentu atas nama \u201cotoritas keagamaan\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayat-ayat yang sejatinya bersifat pedagogis, persuasif, dan rasional\u2014diselewengkan maknanya menjadi alat kontrol sosial dan penundukan spiritual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di antara ayat yang sering digunakan sebagai dalih adalah QS An-Nahl [16]:43 dan Al-Anbiya [21]:7:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u0640\u0654\u064e\u0644\u064f\u0648\u0652\u0653\u0627 \u0627\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0650\u0646\u0652 \u0643\u064f\u0646\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e\u06d9 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0664\u0663<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Fas\u2019alu ahla adz-dzikri in kuntum la ta\u2019lamun&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMaka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u0641\u064e\u0633\u0652\u0640\u0654\u064e\u0644\u064f\u0648\u0652\u0653\u0627 \u0627\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e \u0627\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0650\u0646\u0652 \u0643\u064f\u0646\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0667<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMaka, bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Frasa ini, dalam banyak mimbar dan ceramah, dijadikan senjata pamungkas untuk menolak dialog terbuka. Seolah-olah setiap bentuk kritik atau pertanyaan dari umat awam terhadap ajaran yang sudah \u201cdibakukan\u201d dianggap melecehkan ilmu dan melecehkan ulama. Tapi benarkah demikian?<\/span><\/p>\n<p><b>Konteks Historis: Ahludz Dzikr Adalah Ahli Kitab, Bukan Ulama<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam tafsir klasik seperti karya Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari, makna ayat tersebut merujuk pada orang-orang ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) yang mengetahui kisah nabi-nabi terdahulu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayat itu diturunkan untuk menjawab kaum musyrik Makkah yang mempertanyakan kerasulan Muhammad, karena mereka mengira bahwa utusan Tuhan haruslah malaikat, bukan manusia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Al-Qurthubi dalam Al-Jami\u2019 li Ahkam al-Qur\u2019an menyatakan:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u201cAhludz dzikr adalah mereka yang memiliki kitab sebelumnya, yaitu Taurat dan Injil. Ayat ini untuk menunjukkan bahwa para nabi terdahulu pun manusia biasa yang diberi wahyu.\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, bukanlah ulama dalam pengertian pasca-Nabi yang menjadi rujukan dalam ayat ini. Melainkan, ayat ini menganjurkan kepada kaum musyrik untuk melakukan verifikasi sejarah, bukan taqlid mutlak kepada elite agama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun dalam praktik kontemporer, ayat ini sering disunat konteksnya, dan dijadikan tameng untuk mengatakan: \u201cKalau bukan ulama, jangan bicara soal agama!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, Al-Qur\u2019an sendiri sangat mendorong penggunaan akal dan berpikir sendiri, seperti ditegaskan dalam QS Al-Baqarah [2]:170:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u0648\u064e\u0627\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0652\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0645\u064e\u0627\u0653 \u0627\u064e\u0646\u0652\u0632\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f \u0642\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0628\u064e\u0644\u0652 \u0646\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f \u0645\u064e\u0627\u0653 \u0627\u064e\u0644\u0652\u0641\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u0670\u0628\u064e\u0627\u06e4\u0621\u064e\u0646\u064e\u0627\u06d7\u2026 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0661\u0667\u0660<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDan apabila dikatakan kepada mereka: Ikutilah apa yang diturunkan oleh Allah, mereka menjawab: Tidak, kami hanya mengikuti apa yang kami dapati dari nenek moyang kami\u2026.\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><b>Otoritas yang Diromantisasi<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena pengkultusan terhadap \u201corang-orang yang dianggap alim\u201d bukan hal baru. Bahkan, Al-Qur\u2019an telah mengingatkan agar manusia tidak mengangkat rahib dan pendeta sebagai \u201ctuhan-tuhan selain Allah.\u201d (QS At-Taubah [9]:31).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini bukan sekadar penyembahan lahiriah, tetapi lebih dalam: ketundukan buta terhadap hukum dan fatwa mereka, tanpa menyaringnya dengan akal dan wahyu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam konteks modern, hal ini disuarakan dengan tajam oleh Fazlur Rahman, cendekiawan Muslim asal Pakistan:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBahaya besar umat Islam saat ini bukan pada umat awam yang tidak tahu agama, tetapi pada kalangan ulama yang mengklaim otoritas absolut atas tafsir.\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia mengingatkan bahwa Islam bukanlah agama kasta, dan akses terhadap pemahaman Al-Qur\u2019an bukanlah hak eksklusif segelintir orang yang mendapat gelar keagamaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Senada, Prof. Quraish Shihab dalam salah satu ceramahnya mengingatkan:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJangan harap bisa memahami agama jika Anda hanya menyerahkan semuanya pada satu kelompok. Al-Qur\u2019an mengajarkan partisipasi semua umat dalam mencari kebenaran.\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><b>Al-Qur\u2019an: Milik Semua, Bukan Hanya Para \u2018Ahli\u2019<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu karakter unik Al-Qur\u2019an adalah seruannya yang langsung kepada manusia, bukan hanya kepada ulama atau elite. Bahkan perintah untuk merenungkan dan membaca ditujukan kepada semua:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAfala tatafakkarun? Afala ta&#8217;qilun? Afala yatadabbarun al-Qur\u2019an?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTidakkah kalian berpikir? Tidakkah kalian menggunakan akal? Tidakkah mereka mentadabburi Al-Qur\u2019an?\u201d (QS Muhammad [47]:24, QS Al-Mu\u2019minun [23]:80)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Allah memerintahkan semua orang berpikir dan bertadabbur, maka pembatasan akses terhadap pemahaman agama hanya kepada ulama adalah bentuk kontradiksi terhadap semangat wahyu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Al-Qur\u2019an juga menegaskan prinsip tanggung jawab personal dalam beragama:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u06e2 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e\u062a\u0652 \u0631\u064e\u0647\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064c\u06d9 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0663\u0668<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSetiap jiwa bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.\u201d (QS Al-Muddatsir [74]:38)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, ketika seorang Muslim hanya mengandalkan tafsir orang lain tanpa mengkritisi dan memverifikasi, ia sedang melalaikan amanah akal yang diberikan Tuhan.<\/span><\/p>\n<p><b>Kembalikan Al-Qur\u2019an ke Pangkuan Umat<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Miskonsepsi tentang \u201cbertanya kepada yang tahu\u201d telah menjelma menjadi doktrin pembungkam nalar dan pemutus akses langsung umat kepada kitab sucinya sendiri. Padahal, wahyu turun bukan untuk membentuk kasta, melainkan untuk membebaskan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Islam bukan agama yang membelenggu akal dan hanya milik kalangan terdidik formal. Islam adalah agama yang menjunjung tinggi kebebasan berpikir, argumentasi, dan pertanggungjawaban langsung kepada Tuhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti ditegaskan dalam QS Az-Zumar [39]:18:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u064a\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0645\u0650\u0639\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e \u0641\u064e\u064a\u064e\u062a\u0651\u064e\u0628\u0650\u0639\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e \u0627\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064e\u0647\u0657\u06d7 \u0627\u064f\u0648\u0644\u0670\u06e4\u0649\u0655\u0650\u0643\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0647\u064e\u062f\u0670\u0649\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u064f\u0648\u0644\u0670\u06e4\u0649\u0655\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0627\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0627\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0627\u0628\u0650 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0661\u0668<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c(Yaitu) orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang berakal.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini saatnya kita membuka ruang tafsir yang sehat, menghargai kontribusi semua kalangan, dan tidak lagi menjadikan ayat-ayat Tuhan sebagai alat legitimasi kelompok tertentu.<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u0627\u064e\u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062a\u064e\u062f\u064e\u0628\u0651\u064e\u0631\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0627\u0670\u0646\u064e \u0627\u064e\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0670\u0649 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0652\u0628\u064d \u0627\u064e\u0642\u0652\u0641\u064e\u0627\u0644\u064f\u0647\u064e\u0627 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0662\u0664<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApakah mereka tidak merenungkan Al-Qur\u2019an? Ataukah hati mereka telah terkunci?\u201d<\/span>(QS Muhammad [47]:24) &#8211; (emha)<\/p><\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Dalam sejarah keagamaan umat Islam, tidak&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12870,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis; emha | Editor: asyary","footnotes":""},"categories":[208,1],"tags":[1483,596,1485,1484],"newstopic":[],"class_list":["post-12869","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-hikmah","tag-akal","tag-al-quran","tag-berfikir","tag-kenapa-kamu-tidak-berfikir"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengungkap Miskonsepsi: Ketika Ayat Al-Qur\u2019an Dipelintir untuk Mengukuhkan Otoritas Religius - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengungkap Miskonsepsi: Ketika Ayat Al-Qur\u2019an Dipelintir untuk Mengukuhkan Otoritas Religius - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Dalam sejarah keagamaan umat Islam, tidak...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-10T06:34:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-10T06:36:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/akal-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/10\\\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/10\\\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Mengungkap Miskonsepsi: Ketika Ayat Al-Qur\u2019an Dipelintir untuk Mengukuhkan Otoritas Religius\",\"datePublished\":\"2025-06-10T06:34:24+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-10T06:36:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/10\\\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\\\/\"},\"wordCount\":720,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/10\\\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/akal-1.jpg\",\"keywords\":[\"akal\",\"al quran\",\"berfikir\",\"kenapa kamu tidak berfikir\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Hikmah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/10\\\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/10\\\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\\\/\",\"name\":\"Mengungkap Miskonsepsi: Ketika Ayat Al-Qur\u2019an Dipelintir untuk Mengukuhkan Otoritas Religius - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/10\\\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/10\\\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/akal-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-06-10T06:34:24+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-10T06:36:10+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/10\\\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/10\\\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/10\\\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/akal-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/akal-1.jpg\",\"width\":1200,\"height\":630},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/10\\\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengungkap Miskonsepsi: Ketika Ayat Al-Qur\u2019an Dipelintir untuk Mengukuhkan Otoritas Religius\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengungkap Miskonsepsi: Ketika Ayat Al-Qur\u2019an Dipelintir untuk Mengukuhkan Otoritas Religius - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengungkap Miskonsepsi: Ketika Ayat Al-Qur\u2019an Dipelintir untuk Mengukuhkan Otoritas Religius - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Dalam sejarah keagamaan umat Islam, tidak...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-06-10T06:34:24+00:00","article_modified_time":"2025-06-10T06:36:10+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":630,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/akal-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Mengungkap Miskonsepsi: Ketika Ayat Al-Qur\u2019an Dipelintir untuk Mengukuhkan Otoritas Religius","datePublished":"2025-06-10T06:34:24+00:00","dateModified":"2025-06-10T06:36:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\/"},"wordCount":720,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/akal-1.jpg","keywords":["akal","al quran","berfikir","kenapa kamu tidak berfikir"],"articleSection":["Berita","Hikmah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\/","name":"Mengungkap Miskonsepsi: Ketika Ayat Al-Qur\u2019an Dipelintir untuk Mengukuhkan Otoritas Religius - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/akal-1.jpg","datePublished":"2025-06-10T06:34:24+00:00","dateModified":"2025-06-10T06:36:10+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/akal-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/akal-1.jpg","width":1200,"height":630},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/10\/mengungkap-miskonsepsi-ketika-ayat-al-quran-dipelintir-untuk-mengukuhkan-otoritas-religius\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengungkap Miskonsepsi: Ketika Ayat Al-Qur\u2019an Dipelintir untuk Mengukuhkan Otoritas Religius"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/akal-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/akal-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/akal-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/akal-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/akal-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/akal-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/akal-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/akal-1-200x105.jpg",200,105,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Dalam sejarah keagamaan umat Islam, tidak...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/akal-1.jpg",1200,630,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/akal-1.jpg",1200,630,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/akal-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/akal-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/akal-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/akal-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/akal-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/akal-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/akal-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/akal-1-200x105.jpg",200,105,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/hikmah\/\" rel=\"category tag\">Hikmah<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Dalam sejarah keagamaan umat Islam, tidak...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12869","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12869"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12869\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12872,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12869\/revisions\/12872"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12870"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12869"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12869"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12869"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=12869"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}