{"id":12978,"date":"2025-06-20T08:59:19","date_gmt":"2025-06-20T08:59:19","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=12978"},"modified":"2025-06-20T08:59:53","modified_gmt":"2025-06-20T08:59:53","slug":"iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/20\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\/","title":{"rendered":"\u2018Iqra\u2019 dan Revolusi Nalar: Membaca Wahyu dengan Akal Sehat"},"content":{"rendered":"<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<strong>Iqra<\/strong>\u2019!\u201d<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><strong>ppmindonesia.com<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.Jakarta<\/strong> &#8211; Satu kata yang membuka revolusi terbesar dalam sejarah peradaban manusia. Sebuah seruan yang ditujukan bukan kepada seorang sarjana di ruang perpustakaan, melainkan kepada seorang Nabi yang sedang bertafakur di gua sunyi: Muhammad, al-Amin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, apakah seruan \u201cmembaca\u201d itu sekadar anjuran literasi biasa? Ataukah ia mengandung pesan transformatif yang lebih dalam: sebuah revolusi nalar dan pembebasan cara berpikir?<\/span><\/p>\n<p><b>Membaca Sebagai Jalan Iman<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wahyu pertama dalam Surah Al-\u2018Alaq menyatakan dengan jelas:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIqra\u2019 bismi rabbika alladzi khalaq. Khalaqal-ins\u0101na min \u2018alaq. Iqra\u2019 wa rabbukal-akram. Alladzi \u2018allama bil-qalam. \u2018Allamal-ins\u0101na ma lam ya\u2019lam.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">(Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu-lah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan pena. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya). <\/span>(QS. Al-\u2018Alaq: 1\u20135)<\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayat ini tidak hanya berbicara tentang aktivitas membaca, tapi tentang membaca dengan kesadaran Ilahiah, bahwa ilmu tidak bebas nilai. Proses membaca (iqra\u2019) harus terkait erat dengan Rabb\u2014sang Pencipta dan Pengajar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Syekh Muhammad Abduh, ayat ini adalah dasar bahwa Islam adalah agama akal dan pengetahuan. \u201cWahyu pertama bukan tentang syariat, bukan pula ritual, tetapi tentang membaca dan berpikir,\u201d ujarnya dalam tafsir Al-Manar.<\/span><\/p>\n<p><strong>Revolusi Nalar: Ketika Wahyu Membangkitkan Akal<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seruan \u201ciqra\u2019\u201d sejatinya adalah pukulan keras terhadap kebekuan intelektual. Ia menggugah manusia agar berani membaca realitas, memahami tanda-tanda zaman, dan menggali makna di balik ciptaan. Dengan kata lain, wahyu mendorong manusia untuk berpikir secara merdeka namun bertanggung jawab.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, dalam sebagian kalangan, pemaknaan \u201cbaca\u201d sering disempitkan menjadi ritual atau hafalan tanpa pemahaman. Padahal, Al-Qur\u2019an juga menegaskan:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAfal\u0101 tatafakkar\u016bn?\u201d (Tidakkah kamu berpikir?)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAfal\u0101 ta&#8217;qil\u016bn?\u201d (Tidakkah kamu menggunakan akalmu?)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">(QS. Al-Baqarah, QS. Al-A\u2019raf, dan puluhan ayat lainnya)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata kerja seperti ya\u2019qil\u016bn (menggunakan akal), yatafakkar\u016bn (berpikir), yadzakkar\u016bn (mengambil pelajaran), dan ya\u2019lam\u016bn (mengetahui) menunjukkan bahwa wahyu datang bukan untuk mematikan akal, tapi menghidupkannya.<\/span><\/p>\n<p><b>Baca yang Membebaskan, Bukan Membelenggu<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fazlur Rahman, seorang pemikir Muslim modern dari Pakistan, menyebutkan bahwa \u201crevolusi Islam adalah revolusi moral-intelektual.\u201d Menurutnya, Al-Qur\u2019an mengajak pembacanya untuk aktif secara moral dan rasional. Membaca wahyu bukanlah kegiatan pasif, tetapi dialog kritis antara teks, konteks, dan akal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, sebagian umat Islam justru memposisikan wahyu sebagai dogma beku. Bukan wahyu yang menjawab realitas, tetapi realitas yang dipaksa tunduk pada tafsir usang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah yang dikritik Imam Ali bin Abi Thalib:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAl-Qur\u2019an diam, yang berbicara adalah manusia. Jika mereka membacanya dengan akal yang sakit, maka keluarlah makna yang sakit.\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><b>Iqra\u2019 dan Dunia Digital: Tantangan Baru Akal Sehat<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di era digital ini, semua orang bisa membaca, tapi tak semua mampu memaknai. Kita membaca cepat tapi dangkal, membaca banyak tapi tanpa arah. Bahkan yang paling mengkhawatirkan, kita membaca bukan untuk mencari kebenaran, melainkan membenarkan prasangka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sinilah pentingnya kembali kepada \u2018iqra\u2019 dengan nama Tuhan, agar membaca tidak liar. Membaca dengan akal yang sehat, hati yang bersih, dan sikap yang rendah hati. Seperti pesan QS. Al-Baqarah:2,<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDz\u0101lika al-kit\u0101bu l\u0101 raiba f\u012bh, hudan lil-muttaq\u012bn\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">(Kitab (Al-Qur&#8217;an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa.)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Petunjuk hanya sampai kepada mereka yang bertakwa\u2014yakni mereka yang memadukan akal sehat dengan kesadaran spiritual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadikan Wahyu sebagai Energi Perubahan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membaca wahyu bukan sekadar spiritualitas personal. Ia adalah energi perubahan sosial. Bacaan yang benar akan melahirkan empati, keadilan, dan keberanian menolak penindasan. Iqra\u2019 berarti menyadari ketimpangan, lalu berbuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buya Syafi\u2019i Ma\u2019arif pernah berpesan, \u201cMembaca wahyu itu harus jernih dan merdeka. Jangan biarkan ayat-ayat Tuhan disandera kepentingan. Wahyu datang untuk membebaskan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><strong>Dari Iqra\u2019 Menuju Aksi<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iqra\u2019 adalah panggilan abadi. Bukan hanya kepada Nabi, tapi kepada setiap manusia yang ingin hidup bermakna. Bacalah, tapi jangan sekadar baca. Bacalah dengan akal sehat, dengan kesadaran, dan dengan nama Tuhanmu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, wahyu tak lagi tinggal di langit. Ia hadir dalam langkah dan laku. Ia membumi sebagai etika, pengetahuan, dan perjuangan kemanusiaan.(emha)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cIqra\u2019!\u201d ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Satu kata yang membuka revolusi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12979,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis; emha | Editor: asyary","footnotes":""},"categories":[208,1],"tags":[1527,1190,1191],"newstopic":[],"class_list":["post-12978","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-hikmah","tag-baca","tag-iqra","tag-membaca"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>\u2018Iqra\u2019 dan Revolusi Nalar: Membaca Wahyu dengan Akal Sehat - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/20\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"\u2018Iqra\u2019 dan Revolusi Nalar: Membaca Wahyu dengan Akal Sehat - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u201cIqra\u2019!\u201d ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Satu kata yang membuka revolusi...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/20\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-20T08:59:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-20T08:59:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/baca-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/20\\\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/20\\\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"\u2018Iqra\u2019 dan Revolusi Nalar: Membaca Wahyu dengan Akal Sehat\",\"datePublished\":\"2025-06-20T08:59:19+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-20T08:59:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/20\\\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\\\/\"},\"wordCount\":643,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/20\\\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/baca-1.jpg\",\"keywords\":[\"baca\",\"iqra\",\"membaca\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Hikmah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/20\\\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/20\\\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\\\/\",\"name\":\"\u2018Iqra\u2019 dan Revolusi Nalar: Membaca Wahyu dengan Akal Sehat - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/20\\\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/20\\\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/baca-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-06-20T08:59:19+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-20T08:59:53+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/20\\\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/20\\\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/20\\\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/baca-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/baca-1.jpg\",\"width\":1200,\"height\":630},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/20\\\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"\u2018Iqra\u2019 dan Revolusi Nalar: Membaca Wahyu dengan Akal Sehat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"\u2018Iqra\u2019 dan Revolusi Nalar: Membaca Wahyu dengan Akal Sehat - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/20\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"\u2018Iqra\u2019 dan Revolusi Nalar: Membaca Wahyu dengan Akal Sehat - ppmindonesia","og_description":"\u201cIqra\u2019!\u201d ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Satu kata yang membuka revolusi...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/20\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-06-20T08:59:19+00:00","article_modified_time":"2025-06-20T08:59:53+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":630,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/baca-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/20\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/20\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"\u2018Iqra\u2019 dan Revolusi Nalar: Membaca Wahyu dengan Akal Sehat","datePublished":"2025-06-20T08:59:19+00:00","dateModified":"2025-06-20T08:59:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/20\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\/"},"wordCount":643,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/20\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/baca-1.jpg","keywords":["baca","iqra","membaca"],"articleSection":["Berita","Hikmah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/20\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/20\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\/","name":"\u2018Iqra\u2019 dan Revolusi Nalar: Membaca Wahyu dengan Akal Sehat - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/20\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/20\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/baca-1.jpg","datePublished":"2025-06-20T08:59:19+00:00","dateModified":"2025-06-20T08:59:53+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/20\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/20\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/20\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/baca-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/baca-1.jpg","width":1200,"height":630},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/20\/iqra-dan-revolusi-nalar-membaca-wahyu-dengan-akal-sehat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"\u2018Iqra\u2019 dan Revolusi Nalar: Membaca Wahyu dengan Akal Sehat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/baca-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/baca-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/baca-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/baca-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/baca-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/baca-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/baca-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/baca-1-200x105.jpg",200,105,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"\u201cIqra\u2019!\u201d ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Satu kata yang membuka revolusi...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/baca-1.jpg",1200,630,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/baca-1.jpg",1200,630,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/baca-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/baca-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/baca-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/baca-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/baca-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/baca-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/baca-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/baca-1-200x105.jpg",200,105,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/hikmah\/\" rel=\"category tag\">Hikmah<\/a>","rttpg_excerpt":"\u201cIqra\u2019!\u201d ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Satu kata yang membuka revolusi...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12978","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12978"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12978\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12980,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12978\/revisions\/12980"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12979"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12978"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12978"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12978"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=12978"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}