{"id":12985,"date":"2025-06-24T06:28:49","date_gmt":"2025-06-24T06:28:49","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=12985"},"modified":"2025-06-24T06:33:46","modified_gmt":"2025-06-24T06:33:46","slug":"lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/24\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\/","title":{"rendered":"Lasem, Tiongkok Kecil di Jantung Jawa: Perjumpaan Budaya yang Mengakar"},"content":{"rendered":"<p><strong>ppmindonesia.com<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.Jakarta<\/strong> &#8211; Di sudut timur laut Pulau Jawa, berdiri sebuah kota kecil yang menyimpan jejak panjang tentang perjumpaan peradaban. Namanya Lasem. Bagi banyak orang, nama ini mungkin hanya sekadar bagian dari peta Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun bagi mereka yang bersedia menelusuri sejarahnya, Lasem adalah miniatur kehidupan multikultural yang sejak lama membuktikan bahwa Jawa bukanlah ruang homogen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lasem dikenal luas sebagai \u201cTiongkok Kecil\u201d (Little China) karena sejak abad ke-14 menjadi titik masuk dan hunian tetap bagi para imigran Tionghoa yang datang bersama gelombang besar perdagangan maritim.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan sekadar singgah, mereka menetap, beranak-pinak, membentuk kampung, dan menanam akar dalam budaya lokal tanpa menghapus identitas asalnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sinilah kita menyaksikan sebuah mozaik budaya yang hidup dan bernafas: Tionghoa yang membatik motif pesisir dengan rasa lokal, Jawa yang mengenakan warna merah menyala sebagai warisan Lasem, dan Islam yang tumbuh harmonis di tengah-tengah perbedaan itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLasem bukan hanya kota tua, tapi laboratorium harmoni,\u201d ujar sejarawan budaya Tionghoa Indonesia, Benny G. Setiono. \u201cDi sini kita bisa belajar bagaimana perbedaan itu dirayakan, bukan diseragamkan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lasem menyimpan lapisan sejarah yang lebih dalam daripada sekadar kedatangan Cheng Ho dan armadanya. Dalam naskah Negarakertagama, nama Lasem disebut sebagai salah satu kerajaan vassal (taklukan) Majapahit yang dipimpin oleh Bhre Lasem, seorang perempuan bijak bernama Dewi Indu. Dalam terjemahan Pupuh V disebutkan, &#8220;Adinda Baginda Raja di Wilwatikta: Puteri jelita, bersemayam di Lasem.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keberadaan pelabuhan niaga, galangan kapal, dan bangunan administratif pada masa itu menunjukkan bahwa Lasem bukan pinggiran, melainkan salah satu urat nadi kerajaan terbesar Nusantara kala itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lokasinya yang strategis di jalur perdagangan laut antara Tuban, Surabaya, dan Semarang menjadikan Lasem sebagai magnet para saudagar dari berbagai bangsa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah Majapahit runtuh, Lasem tetap hidup sebagai kota niaga pesisir. Kolonialisme datang, dan Lasem\u2014seperti banyak kota pesisir lainnya\u2014menjadi arena benturan dan pembauran budaya. Tapi, tak seperti kota lain yang terbelah karena segregasi kolonial, Lasem menemukan cara untuk hidup berdampingan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Arsitektur Lasem menjadi bukti nyata dari perjumpaan yang mengakar itu. Rumah-rumah tua di Karangturi dan Babagan memadukan langgam arsitektur Cina Selatan dengan sentuhan tropis Jawa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dinding tembok tinggi, genteng bergelombang merah, dan ornamen naga atau bunga seruni menjadi ciri khasnya. Di sisi lain, suara azan dari masjid tua berdentang berdampingan dengan denting lonceng di kelenteng tertua\u2014Tjoe An Bio\u2014yang diyakini berdiri sejak abad ke-15.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut arsitek dan budayawan Yori Antar, Lasem adalah contoh kota yang mampu menjaga warisan arsitektural sebagai ruang hidup, bukan sekadar monumen beku.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDi Lasem, rumah bukan hanya tempat tinggal, tapi juga penyimpan ingatan kolektif,\u201d katanya dalam diskusi pelestarian kota lama beberapa waktu lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi Lasem bukan sekadar cerita masa lalu. Ia adalah ruang yang tetap bergeliat di masa kini. Komunitas muda Lasem kini tengah giat merawat identitas mereka melalui batik, seni pertunjukan, dan kuliner lokal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Batik Lasem, yang dikenal dengan warna-warna berani seperti merah darah dan biru tua, tak hanya menjadi ikon budaya tapi juga sumber ekonomi kreatif yang bertumbuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBatik Lasem bukan batik biasa,\u201d kata pengusaha batik muda, Linda Widyawati, yang mengelola rumah batik keluarga di Soditan. \u201cSetiap motif mengandung cerita: tentang pelayaran, tentang agama, tentang perjuangan, tentang cinta lintas ras dan keyakinan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun tantangan tetap ada. Urbanisasi, perubahan iklim, dan arus budaya pop global kerap membuat generasi muda tergoda meninggalkan akar Lasem yang tua itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dibutuhkan kebijakan pemerintah yang lebih serius dalam melindungi Lasem sebagai situs budaya hidup, bukan hanya menunggu pengakuan formal seperti cagar budaya UNESCO.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lasem adalah contoh bahwa Indonesia dibentuk oleh persilangan. Bukan oleh satu etnis, satu bahasa, atau satu agama. Kota ini adalah refleksi dari identitas nasional kita yang sejatinya bersifat majemuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, ketika kita hari ini dihantui oleh perpecahan dan sentimen identitas, mungkin kita perlu belajar pada Lasem. Sebuah kota kecil di jantung Jawa, yang dari masa ke masa telah membuktikan bahwa perbedaan bukan untuk dijadikan tembok, melainkan jembatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKita ini bhinneka, dan Lasem adalah salah satu wajah aslinya,\u201d tutur almarhum budayawan Remy Sylado dalam salah satu catatannya tentang budaya pesisir. \u201cJika Indonesia ingin tahu siapa dirinya, Lasem adalah cerminnya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lasem bukan hanya nama tempat. Ia adalah pelajaran tentang keberanian mencintai perbedaan. Tentang bagaimana menjadi Indonesia\u2014dengan segala kompleksitasnya\u2014tanpa kehilangan akar. (acank)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di sudut timur laut Pulau Jawa,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12986,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis ; acank | Editor ; asyary |","footnotes":""},"categories":[208,127],"tags":[1531,1532,202],"newstopic":[],"class_list":["post-12985","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-sosial-budaya","tag-lasem","tag-lasem-pesisir-utara","tag-majapahit"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Lasem, Tiongkok Kecil di Jantung Jawa: Perjumpaan Budaya yang Mengakar - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/24\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Lasem, Tiongkok Kecil di Jantung Jawa: Perjumpaan Budaya yang Mengakar - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di sudut timur laut Pulau Jawa,...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/24\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-24T06:28:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-24T06:33:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cinalasem-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/24\\\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/24\\\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Lasem, Tiongkok Kecil di Jantung Jawa: Perjumpaan Budaya yang Mengakar\",\"datePublished\":\"2025-06-24T06:28:49+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-24T06:33:46+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/24\\\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\\\/\"},\"wordCount\":687,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/24\\\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/cinalasem-1.jpg\",\"keywords\":[\"lasem\",\"lasem pesisir utara\",\"majapahit\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Sosial Budaya\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/24\\\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/24\\\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\\\/\",\"name\":\"Lasem, Tiongkok Kecil di Jantung Jawa: Perjumpaan Budaya yang Mengakar - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/24\\\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/24\\\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/cinalasem-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-06-24T06:28:49+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-24T06:33:46+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/24\\\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/24\\\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/24\\\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/cinalasem-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/cinalasem-1.jpg\",\"width\":1200,\"height\":630},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/24\\\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Lasem, Tiongkok Kecil di Jantung Jawa: Perjumpaan Budaya yang Mengakar\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Lasem, Tiongkok Kecil di Jantung Jawa: Perjumpaan Budaya yang Mengakar - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/24\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Lasem, Tiongkok Kecil di Jantung Jawa: Perjumpaan Budaya yang Mengakar - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di sudut timur laut Pulau Jawa,...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/24\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-06-24T06:28:49+00:00","article_modified_time":"2025-06-24T06:33:46+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":630,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cinalasem-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/24\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/24\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Lasem, Tiongkok Kecil di Jantung Jawa: Perjumpaan Budaya yang Mengakar","datePublished":"2025-06-24T06:28:49+00:00","dateModified":"2025-06-24T06:33:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/24\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\/"},"wordCount":687,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/24\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cinalasem-1.jpg","keywords":["lasem","lasem pesisir utara","majapahit"],"articleSection":["Berita","Sosial Budaya"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/24\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/24\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\/","name":"Lasem, Tiongkok Kecil di Jantung Jawa: Perjumpaan Budaya yang Mengakar - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/24\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/24\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cinalasem-1.jpg","datePublished":"2025-06-24T06:28:49+00:00","dateModified":"2025-06-24T06:33:46+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/24\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/24\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/24\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cinalasem-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cinalasem-1.jpg","width":1200,"height":630},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/24\/lasem-tiongkok-kecil-di-jantung-jawa-perjumpaan-budaya-yang-mengakar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Lasem, Tiongkok Kecil di Jantung Jawa: Perjumpaan Budaya yang Mengakar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cinalasem-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cinalasem-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cinalasem-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cinalasem-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cinalasem-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cinalasem-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cinalasem-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cinalasem-1-200x105.jpg",200,105,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di sudut timur laut Pulau Jawa,...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cinalasem-1.jpg",1200,630,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cinalasem-1.jpg",1200,630,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cinalasem-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cinalasem-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cinalasem-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cinalasem-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cinalasem-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cinalasem-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cinalasem-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cinalasem-1-200x105.jpg",200,105,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/sosial-budaya\/\" rel=\"category tag\">Sosial Budaya<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di sudut timur laut Pulau Jawa,...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12985","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12985"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12985\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12987,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12985\/revisions\/12987"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12986"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12985"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12985"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12985"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=12985"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}