{"id":13069,"date":"2025-06-28T14:27:00","date_gmt":"2025-06-28T14:27:00","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=13069"},"modified":"2025-06-28T14:28:21","modified_gmt":"2025-06-28T14:28:21","slug":"jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/28\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\/","title":{"rendered":"Jejak Islam Nusantara dalam Tradisi Sekaten di Solo dan Jogja"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/ppmindonesia.com\"><span style=\"font-weight: 400;\">ppmindonesia.com<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.Jakarta &#8211; Setiap kali bulan Rabi\u2019ul Awal tiba, denyut budaya Islam dan tradisi Jawa menyatu dalam sebuah perayaan meriah dan sakral yang masih bertahan ratusan tahun: <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/28\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\/\">Sekaten.\u00a0<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari halaman megah Masjid Gedhe Kasunanan Surakarta hingga alun-alun utara Keraton Yogyakarta, genderang gamelan pusaka ditabuh, doa-doa dilantunkan, dan ribuan warga berkumpul dalam semangat yang sama: memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun Sekaten bukan sekadar pesta rakyat. Ia adalah jejak nyata bagaimana Islam datang ke Nusantara\u2014bukan dengan pedang dan kekuasaan, melainkan melalui kesenian, budaya, dan pendekatan lokal yang memikat. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekaten adalah wujud konkret dari strategi dakwah Wali Songo, terutama Sunan Kalijaga, yang dengan arif menyisipkan nilai-nilai Islam ke dalam denyut kehidupan masyarakat Jawa.<\/span><\/p>\n<p><b>Warisan Sunan Kalijaga<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut sejarawan Islam Jawa, Dr. Ahmad Zainul Fanani dari UIN Sunan Kalijaga, Sekaten merupakan contoh keberhasilan Islamisasi yang tidak destruktif. \u201cIslam hadir bukan untuk mengganti kebudayaan lokal, tetapi menjiwainya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">yang digunakan dalam Sekaten dulunya adalah alat pemikat massa agar berkumpul, lalu mereka dikenalkan pada syahadatain. Ini dakwah dengan rasa, bukan sekadar kata,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nama \u201cSekaten\u201d sendiri dipercaya berasal dari kata syahadatain\u2014dua kalimat syahadat yang menjadi inti ajaran Islam. Seiring waktu, nama itu mengalami pelokalan menjadi \u201csekaten,\u201d yang dalam tafsir budaya Jawa juga bisa berarti suka ati (senang hati), atau sekati (menimbang yang baik dan buruk). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penafsiran ini menunjukkan bagaimana dakwah Islam waktu itu tidak membenturkan, tapi menyerap dan menyesuaikan diri dengan kebudayaan lokal.<\/span><\/p>\n<p><b>Kesamaan dan Perbedaan: Solo dan Jogja<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski sama-sama berasal dari akar budaya Mataram Islam, Sekaten di Keraton Surakarta dan Yogyakarta memiliki kekhasan masing-masing. Keduanya menggelar pasar malam sebulan penuh, menampilkan gamelan pusaka keraton, dan ditutup dengan grebeg mulud\u2014pawai gunungan berisi hasil bumi yang kemudian diperebutkan warga sebagai simbol berkah dan sedekah raja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, seperti disampaikan oleh budayawan Yogyakarta, KRT Jatiningrat, ada nuansa simbolik yang membedakan: \u201cDi Yogyakarta, prosesi udik-udik, pembacaan riwayat Nabi, hingga kundur gongso (pengembalian gamelan ke keraton) mempertegas sisi religius dan spiritual Sekaten. Sementara di Solo, kekuatan estetika dan suasana syukur rakyat lebih menonjol.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jogja memainkan gamelan Kyai Gunturmadu dan Kyai Nogowilogo setelah salat Isya, dengan iringan semangat spiritual yang kental. Sultan hadir, berdoa, menebar udik-udik\u2014beras, koin, dan bunga sebagai simbol kemurahan hati raja. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan di Solo, prosesi Miyos Gangsa dan Tumplak Wajik menjadi kekayaan tersendiri, memperkuat ikatan antara rakyat dan budaya agraris yang mengakar.<\/span><\/p>\n<p><b>Islam Nusantara yang Membumi<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tradisi Sekaten adalah saksi bahwa Islam tidak datang untuk menyingkirkan kearifan lokal, melainkan menyuburkannya. Di tengah tantangan modernisasi, komersialisasi budaya, hingga arus dakwah tekstual yang kaku, <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekaten justru menunjukkan bahwa spiritualitas bisa bersemayam dalam pertunjukan gamelan, dalam gunungan ketan dan sayuran, dalam alun-alun yang dipenuhi rakyat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIslam Nusantara adalah Islam yang merangkul, bukan memukul,\u201d kata KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dalam sebuah wawancara. \u201cDan Sekaten adalah bukti sejarah bahwa dakwah dengan kelembutan lebih mengakar di hati rakyat ketimbang ceramah yang menggertak.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan nilai-nilai tersebut, Sekaten bukan sekadar tradisi\u2014ia adalah strategi kultural yang cerdas dan damai. Ia memperlihatkan bagaimana Islam diterima dengan hati terbuka oleh masyarakat yang sebelumnya menganut Hindu-Buddha, bukan karena dogma, tapi karena dialog yang bersahabat dengan budaya.<\/span><\/p>\n<p><b>Menjaga Nafas Tradisi<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hari ini, di tengah sorotan pariwisata dan pasar malam yang kadang lebih riuh ketimbang makna religiusnya, Sekaten menghadapi tantangan: bagaimana agar ia tidak kehilangan ruhnya sebagai perayaan spiritual dan dakwah kebudayaan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah daerah dan keraton memiliki peran penting menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan penguatan nilai-nilai Islam yang membentuk jantung tradisi ini. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendidikan berbasis kearifan lokal, dokumentasi sejarah, hingga keterlibatan generasi muda dalam memahami makna Sekaten menjadi agenda penting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagaimana kalimat yang sering diperdengarkan dalam prosesi Sekaten: \u201cOra ilok gumunggung, aja ngapusi, aja dumeh, lan kudu eling lan waspada.\u201d (Tidak boleh sombong, jangan menipu, jangan sewenang-wenang, dan harus selalu ingat dan waspada). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai-nilai inilah yang menjadikan Sekaten bukan hanya upacara budaya, tapi juga pelajaran moral bagi umat dan bangsa.(acank)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Setiap kali bulan Rabi\u2019ul Awal tiba,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":13070,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis: acank | Editor: asyary |","footnotes":""},"categories":[208,127],"tags":[1571,1570,1240,1572],"newstopic":[],"class_list":["post-13069","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-sosial-budaya","tag-satu-suro","tag-sekaten","tag-solo","tag-yogyakarta"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Jejak Islam Nusantara dalam Tradisi Sekaten di Solo dan Jogja - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/28\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jejak Islam Nusantara dalam Tradisi Sekaten di Solo dan Jogja - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Setiap kali bulan Rabi\u2019ul Awal tiba,...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/28\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-28T14:27:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-28T14:28:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/sekaten-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/28\\\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/28\\\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Jejak Islam Nusantara dalam Tradisi Sekaten di Solo dan Jogja\",\"datePublished\":\"2025-06-28T14:27:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-28T14:28:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/28\\\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\\\/\"},\"wordCount\":637,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/28\\\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/sekaten-1.jpg\",\"keywords\":[\"satu suro\",\"sekaten\",\"solo\",\"yogyakarta\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Sosial Budaya\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/28\\\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/28\\\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\\\/\",\"name\":\"Jejak Islam Nusantara dalam Tradisi Sekaten di Solo dan Jogja - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/28\\\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/28\\\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/sekaten-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-06-28T14:27:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-28T14:28:21+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/28\\\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/28\\\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/28\\\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/sekaten-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/sekaten-1.jpg\",\"width\":1200,\"height\":630},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/06\\\/28\\\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jejak Islam Nusantara dalam Tradisi Sekaten di Solo dan Jogja\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jejak Islam Nusantara dalam Tradisi Sekaten di Solo dan Jogja - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/28\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Jejak Islam Nusantara dalam Tradisi Sekaten di Solo dan Jogja - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Setiap kali bulan Rabi\u2019ul Awal tiba,...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/28\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-06-28T14:27:00+00:00","article_modified_time":"2025-06-28T14:28:21+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":630,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/sekaten-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/28\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/28\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Jejak Islam Nusantara dalam Tradisi Sekaten di Solo dan Jogja","datePublished":"2025-06-28T14:27:00+00:00","dateModified":"2025-06-28T14:28:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/28\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\/"},"wordCount":637,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/28\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/sekaten-1.jpg","keywords":["satu suro","sekaten","solo","yogyakarta"],"articleSection":["Berita","Sosial Budaya"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/28\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/28\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\/","name":"Jejak Islam Nusantara dalam Tradisi Sekaten di Solo dan Jogja - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/28\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/28\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/sekaten-1.jpg","datePublished":"2025-06-28T14:27:00+00:00","dateModified":"2025-06-28T14:28:21+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/28\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/28\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/28\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/sekaten-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/sekaten-1.jpg","width":1200,"height":630},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/06\/28\/jejak-islam-nusantara-dalam-tradisi-sekaten-di-solo-dan-jogja\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jejak Islam Nusantara dalam Tradisi Sekaten di Solo dan Jogja"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/sekaten-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/sekaten-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/sekaten-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/sekaten-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/sekaten-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/sekaten-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/sekaten-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/sekaten-1-200x105.jpg",200,105,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Setiap kali bulan Rabi\u2019ul Awal tiba,...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/sekaten-1.jpg",1200,630,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/sekaten-1.jpg",1200,630,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/sekaten-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/sekaten-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/sekaten-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/sekaten-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/sekaten-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/sekaten-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/sekaten-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/sekaten-1-200x105.jpg",200,105,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/sosial-budaya\/\" rel=\"category tag\">Sosial Budaya<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Setiap kali bulan Rabi\u2019ul Awal tiba,...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13069","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13069"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13069\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13072,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13069\/revisions\/13072"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13070"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13069"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13069"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13069"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=13069"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}