{"id":13141,"date":"2025-07-02T04:54:26","date_gmt":"2025-07-02T04:54:26","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=13141"},"modified":"2025-07-02T04:56:17","modified_gmt":"2025-07-02T04:56:17","slug":"cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/02\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\/","title":{"rendered":"Cinta Dunia, Takut Mati: Penyakit Zaman yang Tumbuh dari Hati Tak Bersyukur"},"content":{"rendered":"<p><strong>ppmindonesia.com<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.Jakarta<\/strong> &#8211; Dalam dunia yang serba cepat, serba ingin, dan serba terlihat, manusia modern telah menciptakan paradoks besar: semakin banyak yang dimiliki, semakin besar ketakutannya kehilangan. Ia mencintai dunia sedemikian rupa, hingga lupa bahwa hidup ini sementara. Dan karena terlalu cinta dunia, ia pun mulai takut mati. Di sinilah akar penyakit zaman: hati yang tak<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/02\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\/\"> bersyuku<\/a>r, tak tahu cukup, dan tak siap pulang kepada Sang Pencipta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasulullah SAW menggambarkan gejala ini dengan sangat jelas dalam sabdanya:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">*\u201cHampir tiba suatu masa di mana bangsa-bangsa akan mengerumuni kalian sebagaimana orang-orang yang lapar mengerumuni hidangan.\u201d Para sahabat bertanya, \u201cApakah karena jumlah kami sedikit saat itu, ya Rasulullah?\u201d Beliau menjawab, \u201cTidak. Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih di lautan. Allah mencabut rasa takut dari dada musuh kalian terhadap kalian dan Allah menimpakan dalam hati kalian penyakit &#8216;wahn&#8217;.\u201d Seorang sahabat bertanya, \u201cApakah itu wahn, wahai Rasulullah?\u201d Beliau menjawab, \u201cCinta dunia dan takut mati.\u201d (HR. Abu Dawud)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hadis ini bukan sekadar nubuat, melainkan diagnosis sosial yang semakin relevan hari ini. Cinta dunia dan takut mati adalah gejala spiritual yang muncul ketika manusia kehilangan arah hidupnya, ketika dunia menjadi tujuan, bukan jalan.<\/span><\/p>\n<p><b>Dunia yang Dikejar Tanpa Arah<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manusia modern sangat sibuk. Bangun pagi dikejar target, tidur larut dikejar ambisi. Semua demi dunia: jabatan, harta, prestise. Tapi, mengapa masih banyak yang gelisah? Mengapa di tengah limpahan kemudahan, hidup terasa hampa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jawabannya sederhana namun dalam: karena manusia lupa bersyukur. Lupa bahwa dunia adalah ladang amal, bukan ruang pamer. Lupa bahwa setiap detik adalah karunia, bukan kompetisi tanpa akhir. Syukur bukan hanya tentang \u201cterima kasih\u201d, melainkan tentang menyadari batas: bahwa dunia ini fana, dan hanya berarti bila dimaknai sebagai sarana menuju akhirat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Allah SWT berfirman:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u0627\u0650\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f\u0648\u0652\u0653\u0627 \u0627\u064e\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u0670\u0648\u0629\u064f \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0639\u0650\u0628\u064c \u0648\u0651\u064e\u0644\u064e\u0647\u0652\u0648\u064c \u0648\u0651\u064e\u0632\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e\u0629\u064c \u0648\u0651\u064e\u062a\u064e\u0641\u064e\u0627\u062e\u064f\u0631\u064c\u06e2 \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u062a\u064e\u0643\u064e\u0627\u062b\u064f\u0631\u064c \u0641\u0650\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0627\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0627\u064e\u0648\u0652\u0644\u064e\u0627\u062f\u0650\u06d7\u2026 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0662\u0660<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0&#8220;Ketahuilah bahwa kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan, saling bermegah-megahan di antara kalian, serta berlomba-lomba dalam kekayaan dan anak keturunan&#8230;&#8221; (QS. Al-Hadid: 20)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayat ini bukan pelarangan terhadap dunia, tetapi peringatan agar kita tidak tenggelam di dalamnya. Dunia indah, tapi bukan tempat tinggal abadi. Dunia penting, tapi bukan tujuan akhir.<\/span><\/p>\n<p><b>Takut Mati: Gejala dari Hati yang Tak Siap Kembali<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Takut mati adalah hal yang manusiawi. Namun ketakutan yang melumpuhkan, yang membuat orang menjauhi akhirat dan terobsesi menambah dunia, adalah penyakit. Ketakutan ini tumbuh subur ketika hati terlalu melekat pada dunia dan terlalu jauh dari Allah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Imam Ibnul Qayyim berkata:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u201cCinta terhadap dunia melahirkan rasa benci terhadap kematian, dan cinta terhadap akhirat melahirkan kerinduan untuk bertemu dengan Allah.\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika hati tak disirami syukur, maka ia akan merasa kosong. Dan kekosongan itu diisi dengan kelekatan terhadap hal-hal fana. Orang yang tidak bersyukur akan terus merasa kurang, dan karena takut kekurangan itulah ia pun takut mati. Padahal, kematian adalah jembatan menuju kehidupan yang sebenarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Allah SWT mengingatkan:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u0643\u064f\u0644\u0651\u064f \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u064d \u0630\u064e\u0627\u06e4\u0649\u0655\u0650\u0642\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650\u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0648\u064e\u0641\u0651\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0627\u064f\u062c\u064f\u0648\u0652\u0631\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u0650\u064a\u0670\u0645\u064e\u0629\u0650\u06d7\u2026 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u0668\u0665<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu.&#8221; (QS. Ali \u2018Imran: 185)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><b>Syukur: Obat dari Penyakit Cinta Dunia<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Syukur adalah benteng pertama yang melindungi manusia dari perbudakan dunia. Orang yang bersyukur tahu kapan berhenti, tahu kapan berbagi, tahu bahwa hidup bukan sekadar menumpuk. Ia sadar bahwa dunia hanyalah titipan, dan segala kenikmatan akan dimintai pertanggungjawaban.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Allah menjanjikan dalam QS Ibrahim:7:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u0648\u064e\u0627\u0650\u0630\u0652 \u062a\u064e\u0627\u064e\u0630\u0651\u064e\u0646\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0649\u0655\u0650\u0646\u0652 \u0634\u064e\u0643\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0627\u064e\u0632\u0650\u064a\u0652\u062f\u064e\u0646\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0649\u0655\u0650\u0646\u0652 \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0627\u0650\u0646\u0651\u064e \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u0650\u064a\u0652 \u0644\u064e\u0634\u064e\u062f\u0650\u064a\u0652\u062f\u064c <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0667<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8221; Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.&#8221;<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan syukur, hati menjadi tenang. Dunia tak lagi mengejar kita, karena kita tak lagi mengejar dunia. Dengan syukur, kita belajar menerima, dan dalam penerimaan itulah muncul kesiapan untuk pulang\u2014yakni tidak takut mati karena yakin kehidupan sejati dimulai setelahnya.<\/span><\/p>\n<p><b>Hati yang Bersyukur Tak Takut Kehilangan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harta yang disyukuri tak akan menjadi beban. Jabatan yang disyukuri tak akan melahirkan kesombongan. Waktu yang disyukuri akan digunakan untuk kebaikan. Dan hidup yang disyukuri akan menjadikan kematian sebagai puncak pertemuan dengan Sang Maha Pemberi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tokoh spiritual kontemporer, Shaykh Hamza Yusuf, pernah berkata:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cThe heart that is full of gratitude fears nothing\u2014not poverty, not failure, not even death.\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><b>Hidup yang Disyukuri adalah Hidup yang Tidak Takut Mati<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cinta dunia dan takut mati bukanlah dosa besar dalam bentuk fisik, tapi ia adalah kerusakan batin yang menggerus iman. Ia muncul ketika syukur digantikan oleh ambisi berlebih, ketika kehidupan hanya diisi oleh akumulasi, bukan makna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Syukur adalah cahaya yang mengarahkan kita kembali: bahwa hidup adalah jalan, bukan tujuan. Dan mati bukan akhir, tapi permulaan dari balasan atas setiap rasa syukur atau kufur.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cFabi ayyi \u0101l\u0101\u2019i rabbikum\u0101 tuka\u017c\u017cib\u0101n\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?&#8221; <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(QS. Ar-Rahman)<\/span><\/p>\n<p>Maka marilah bersyukur dalam setiap napas, agar hati tak lagi dipenjara cinta dunia, dan jiwa tak lagi gentar menghadapi kematian.(emha)<\/p><\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Dalam dunia yang serba cepat, serba&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":13142,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis; emha | Editor: asyary","footnotes":""},"categories":[208,1],"tags":[576,1600,1601],"newstopic":[],"class_list":["post-13141","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-hikmah","tag-bersyukur","tag-takut","tag-tanda-orang-bersyukur"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Cinta Dunia, Takut Mati: Penyakit Zaman yang Tumbuh dari Hati Tak Bersyukur - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/02\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cinta Dunia, Takut Mati: Penyakit Zaman yang Tumbuh dari Hati Tak Bersyukur - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Dalam dunia yang serba cepat, serba...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/02\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-02T04:54:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-02T04:56:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/dunia-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/02\\\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/02\\\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Cinta Dunia, Takut Mati: Penyakit Zaman yang Tumbuh dari Hati Tak Bersyukur\",\"datePublished\":\"2025-07-02T04:54:26+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-02T04:56:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/02\\\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\\\/\"},\"wordCount\":761,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/02\\\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/dunia-1.jpg\",\"keywords\":[\"bersyukur\",\"takut\",\"tanda orang bersyukur\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Hikmah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/02\\\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/02\\\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\\\/\",\"name\":\"Cinta Dunia, Takut Mati: Penyakit Zaman yang Tumbuh dari Hati Tak Bersyukur - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/02\\\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/02\\\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/dunia-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-02T04:54:26+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-02T04:56:17+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/02\\\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/02\\\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/02\\\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/dunia-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/dunia-1.jpg\",\"width\":1200,\"height\":630},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/02\\\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cinta Dunia, Takut Mati: Penyakit Zaman yang Tumbuh dari Hati Tak Bersyukur\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cinta Dunia, Takut Mati: Penyakit Zaman yang Tumbuh dari Hati Tak Bersyukur - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/02\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cinta Dunia, Takut Mati: Penyakit Zaman yang Tumbuh dari Hati Tak Bersyukur - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Dalam dunia yang serba cepat, serba...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/02\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-07-02T04:54:26+00:00","article_modified_time":"2025-07-02T04:56:17+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":630,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/dunia-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/02\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/02\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Cinta Dunia, Takut Mati: Penyakit Zaman yang Tumbuh dari Hati Tak Bersyukur","datePublished":"2025-07-02T04:54:26+00:00","dateModified":"2025-07-02T04:56:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/02\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\/"},"wordCount":761,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/02\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/dunia-1.jpg","keywords":["bersyukur","takut","tanda orang bersyukur"],"articleSection":["Berita","Hikmah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/02\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/02\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\/","name":"Cinta Dunia, Takut Mati: Penyakit Zaman yang Tumbuh dari Hati Tak Bersyukur - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/02\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/02\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/dunia-1.jpg","datePublished":"2025-07-02T04:54:26+00:00","dateModified":"2025-07-02T04:56:17+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/02\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/02\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/02\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/dunia-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/dunia-1.jpg","width":1200,"height":630},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/02\/cinta-dunia-takut-mati-penyakit-zaman-yang-tumbuh-dari-hati-tak-bersyukur\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cinta Dunia, Takut Mati: Penyakit Zaman yang Tumbuh dari Hati Tak Bersyukur"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/dunia-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/dunia-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/dunia-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/dunia-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/dunia-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/dunia-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/dunia-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/dunia-1-200x105.jpg",200,105,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Dalam dunia yang serba cepat, serba...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/dunia-1.jpg",1200,630,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/dunia-1.jpg",1200,630,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/dunia-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/dunia-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/dunia-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/dunia-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/dunia-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/dunia-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/dunia-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/dunia-1-200x105.jpg",200,105,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/hikmah\/\" rel=\"category tag\">Hikmah<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Dalam dunia yang serba cepat, serba...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13141","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13141"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13141\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13144,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13141\/revisions\/13144"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13142"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13141"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13141"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13141"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=13141"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}