{"id":13181,"date":"2025-07-03T10:02:46","date_gmt":"2025-07-03T10:02:46","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=13181"},"modified":"2025-07-03T10:03:24","modified_gmt":"2025-07-03T10:03:24","slug":"lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/03\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\/","title":{"rendered":"Lapar yang Tak Pernah Kenyang: Nafsu Serakah dan Krisis Jiwa Modern"},"content":{"rendered":"<p><strong>ppmindonesia.com<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.Jakarta &#8211;<\/strong> Di tengah deru dunia yang semakin cepat dan padat, manusia modern hidup dalam kelimpahan\u2014namun anehnya, justru semakin merasa kekurangan. Barang-barang bertambah, koneksi meluas, pilihan tak terbatas. Tapi ada yang hilang: ketenangan jiwa, rasa cukup, dan makna. Kita hidup di tengah kemewahan fisik, tapi kerap berada dalam krisis batin yang tak kunjung reda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah lapar yang <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/03\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\/\">tak pernah kenyang<\/a>\u2014simbol dari nafsu serakah yang menjelma menjadi pola pikir, gaya hidup, bahkan sistem sosial yang terus mendorong manusia untuk &#8220;lebih dan lebih&#8221;, tanpa pernah menanyakan: untuk apa?<\/span><\/p>\n<p><b>Ketika Nafsu Mengalahkan Akal<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Allah SWT telah mengingatkan manusia tentang kecenderungan ini dalam Al-Qur\u2019an:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2026 \u0627\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0641\u0652\u0633\u064e \u0644\u064e\u0627\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e\u0629\u064c \u06e2 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0648\u0652\u06e4\u0621\u0650 \u0627\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062d\u0650\u0645\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a\u0652\u06d7 \u0627\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u2026 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0665\u0663<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u201cSesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.\u201d (QS. Yusuf: 53)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayat ini menunjukkan bahwa nafsu, secara kodrati, bersifat liar dan egoistik. Tanpa kendali spiritual dan intelektual, nafsu bisa menyeret manusia pada kerakusan yang tidak mengenal puas. Serakah bukan hanya soal ingin memiliki, tapi keyakinan bahwa kebahagiaan ada di ujung penambahan, bukan pada penerimaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena ini tercermin dalam budaya konsumtif masa kini: barang selalu diperbarui, citra diri dibentuk oleh kepemilikan, dan pencapaian tak lagi soal kualitas hidup, tapi status sosial. Akibatnya, manusia terus berlari\u2014tapi tanpa arah dan tanpa tujuan sejati.<\/span><\/p>\n<p><b>Serakah: Akar Ketimpangan dan Kecemasan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ulama besar, Imam Al-Ghazali, dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa kerakusan (al-tama\u2018) adalah salah satu penyakit hati yang berbahaya. Ia menulis:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u201cOrang yang tamak tak akan pernah merasakan manisnya iman. Karena hatinya sibuk mengejar dunia, bukan mengingat Allah.\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pandangan ini sangat relevan dengan kondisi hari ini. Ketika kerakusan merajalela, bukan hanya individu yang rusak, tetapi juga tatanan sosial. Ketimpangan ekonomi, eksploitasi alam, dan persaingan tanpa etika seringkali bermula dari nafsu segelintir orang yang tak kenal cukup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, orang biasa pun terdampak. Budaya membandingkan diri\u2014terutama melalui media sosial\u2014mendorong banyak jiwa untuk merasa rendah diri, iri, dan kehilangan rasa syukur. Inilah krisis jiwa modern: bukan karena benar-benar miskin, tapi karena terus merasa kurang.<\/span><\/p>\n<p><b>Miskin Bukan karena Harta, tapi karena Hati<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasulullah SAW pernah bersabda:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kekayaan jiwa.\u201d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(HR. Bukhari dan Muslim)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hadis ini memberi kontras tajam terhadap logika kapitalisme modern. Dalam Islam, orang kaya bukan yang punya segalanya, tapi yang merasa cukup atas apa yang diberikan Allah. Kaya jiwa jauh lebih bernilai daripada kaya dompet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, rasa lapar yang tak pernah kenyang membuat seseorang hidup dalam ketegangan terus-menerus. Ia takut kehilangan, takut tersaingi, takut tak sempurna di mata orang lain. Maka, hidup pun dihabiskan bukan untuk bertumbuh secara hakiki, melainkan menambal citra dan memuaskan ego.<\/span><\/p>\n<p><b>Krisis Jiwa yang Meninggalkan Tuhan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam QS. Al-Humazah, Allah memperingatkan mereka yang menjadikan harta sebagai pusat hidupnya:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u0648\u064e\u064a\u0652\u0644\u064c \u0644\u0651\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0647\u064f\u0645\u064e\u0632\u064e\u0629\u064d \u0644\u0651\u064f\u0645\u064e\u0632\u064e\u0629\u064d\u06d9 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0661<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u08d9\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0652 \u062c\u064e\u0645\u064e\u0639\u064e \u0645\u064e\u0627\u0644\u064b\u0627 \u0648\u0651\u064e\u0639\u064e\u062f\u0651\u064e\u062f\u064e\u0647\u0657\u06d9 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0662<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u064a\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0628\u064f \u0627\u064e\u0646\u0651\u064e \u0645\u064e\u0627\u0644\u064e\u0647\u0657\u0653 \u0627\u064e\u062e\u0652\u0644\u064e\u062f\u064e\u0647\u0657\u06da <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0663<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cCelakalah setiap pengumpat dan pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya.\u201d (QS. Al-Humazah: 1\u20133)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayat ini menggambarkan arogansi spiritual dari orang yang diperbudak oleh kekayaan. Ia mengira dirinya aman karena punya harta, padahal hatinya telah kosong, jauh dari dzikir dan keimanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cendekiawan Muslim kontemporer, Sayyid Hossein Nasr, pernah menulis:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u201cThe crisis of the modern soul is the loss of transcendence. When man stops looking upward, he begins to fall into the abyss of his own desires.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya, ketika manusia berhenti mengingat Allah, ia akan tenggelam dalam nafsunya sendiri. Dan itu adalah penderitaan paling dalam, karena tak ada nafsu yang mampu memberikan kepuasan sejati.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><b>Jalan Keluar: Rasa Cukup dan Syukur<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lawan dari kerakusan adalah qana\u2018ah\u2014rasa cukup dan menerima dengan lapang dada. Qana\u2018ah bukan pasrah, tapi kesadaran bahwa kebahagiaan bukan ada pada jumlah, tapi pada keberkahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Allah SWT berfirman:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u2026\u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u064a\u0651\u064e\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064e \u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0652 \u0644\u0651\u064e\u0647\u0657 \u0645\u064e\u062e\u0652\u0631\u064e\u062c\u064b\u0627\u06d9 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0662\u2026<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u0648\u0651\u064e\u064a\u064e\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u0652\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062d\u064e\u064a\u0652\u062b\u064f \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0652\u062a\u064e\u0633\u0650\u0628\u064f\u06d7\u0627 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0663<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u201cBarang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.\u201d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(QS. At-Talaq: 2\u20133)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rezeki, dalam pandangan Islam, bukan hanya materi, tapi kelapangan hati, ketenangan pikiran, dan ketenteraman jiwa. Dan semua itu hanya bisa diperoleh ketika kita berhenti mengejar dan mulai mensyukuri.<\/span><\/p>\n<p><b>Berhenti Lapar, Mulai Hidup<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kerakusan adalah bentuk lapar yang tidak akan pernah kenyang, kecuali jika hati dikembalikan pada fitrahnya\u2014yaitu mengabdi, bukan menguasai; memberi, bukan menimbun.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u201cFabi ayyi \u0101l\u0101\u2019i rabbikum\u0101 tukadzib\u0101n?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan?&#8221; (QS. Ar-Rahman)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan ini adalah panggilan bagi kita semua: untuk berhenti sejenak, melihat ke dalam diri, dan bertanya\u2014apakah kita masih dikejar oleh lapar yang tak akan pernah kenyang? Atau mulai hidup dengan cukup dan syukur?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena hanya dengan itu, jiwa kita bisa tenang, dunia jadi seimbang, dan hidup menemukan maknanya kembali.(emha)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di tengah deru dunia yang semakin&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":13182,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis; emha | Editor: asyary","footnotes":""},"categories":[208,1],"tags":[576,1614,1615],"newstopic":[],"class_list":["post-13181","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-hikmah","tag-bersyukur","tag-serakah","tag-tidak-pernah-kenyang"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Lapar yang Tak Pernah Kenyang: Nafsu Serakah dan Krisis Jiwa Modern - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/03\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Lapar yang Tak Pernah Kenyang: Nafsu Serakah dan Krisis Jiwa Modern - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di tengah deru dunia yang semakin...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/03\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-03T10:02:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-03T10:03:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/lapar.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/03\\\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/03\\\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Lapar yang Tak Pernah Kenyang: Nafsu Serakah dan Krisis Jiwa Modern\",\"datePublished\":\"2025-07-03T10:02:46+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-03T10:03:24+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/03\\\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\\\/\"},\"wordCount\":738,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/03\\\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/lapar.jpg\",\"keywords\":[\"bersyukur\",\"serakah\",\"tidak pernah kenyang\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Hikmah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/03\\\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/03\\\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\\\/\",\"name\":\"Lapar yang Tak Pernah Kenyang: Nafsu Serakah dan Krisis Jiwa Modern - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/03\\\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/03\\\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/lapar.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-03T10:02:46+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-03T10:03:24+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/03\\\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/03\\\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/03\\\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/lapar.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/lapar.jpg\",\"width\":1200,\"height\":630},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/03\\\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Lapar yang Tak Pernah Kenyang: Nafsu Serakah dan Krisis Jiwa Modern\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Lapar yang Tak Pernah Kenyang: Nafsu Serakah dan Krisis Jiwa Modern - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/03\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Lapar yang Tak Pernah Kenyang: Nafsu Serakah dan Krisis Jiwa Modern - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di tengah deru dunia yang semakin...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/03\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-07-03T10:02:46+00:00","article_modified_time":"2025-07-03T10:03:24+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":630,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/lapar.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/03\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/03\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Lapar yang Tak Pernah Kenyang: Nafsu Serakah dan Krisis Jiwa Modern","datePublished":"2025-07-03T10:02:46+00:00","dateModified":"2025-07-03T10:03:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/03\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\/"},"wordCount":738,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/03\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/lapar.jpg","keywords":["bersyukur","serakah","tidak pernah kenyang"],"articleSection":["Berita","Hikmah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/03\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/03\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\/","name":"Lapar yang Tak Pernah Kenyang: Nafsu Serakah dan Krisis Jiwa Modern - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/03\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/03\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/lapar.jpg","datePublished":"2025-07-03T10:02:46+00:00","dateModified":"2025-07-03T10:03:24+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/03\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/03\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/03\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/lapar.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/lapar.jpg","width":1200,"height":630},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/03\/lapar-yang-tak-pernah-kenyang-nafsu-serakah-dan-krisis-jiwa-modern\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Lapar yang Tak Pernah Kenyang: Nafsu Serakah dan Krisis Jiwa Modern"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/lapar.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/lapar-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/lapar-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/lapar-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/lapar-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/lapar.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/lapar.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/lapar-200x105.jpg",200,105,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di tengah deru dunia yang semakin...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/lapar.jpg",1200,630,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/lapar.jpg",1200,630,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/lapar.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/lapar-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/lapar-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/lapar-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/lapar-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/lapar.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/lapar.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/lapar-200x105.jpg",200,105,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/hikmah\/\" rel=\"category tag\">Hikmah<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Di tengah deru dunia yang semakin...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13181","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13181"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13181\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13184,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13181\/revisions\/13184"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13182"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13181"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13181"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13181"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=13181"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}