{"id":13285,"date":"2025-07-09T04:33:28","date_gmt":"2025-07-09T04:33:28","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=13285"},"modified":"2025-07-09T04:35:14","modified_gmt":"2025-07-09T04:35:14","slug":"pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\/","title":{"rendered":"Pesantren Organik: Kemandirian Ekonomi Tanpa Merusak Alam"},"content":{"rendered":"<p><b>ppmindonesia.com<\/b><b>. Riau <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014 Di sebuah pesantren di Riau, aroma tanah basah dan dedaunan busuk berpadu di udara. Di sudut halaman, para santri membolak-balik tumpukan kompos, memelihara cacing tanah, dan menyiangi kebun sayuran dengan cangkul di tangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemandangan ini bukan hanya cerita tentang pertanian, melainkan juga tentang mimpi besar: bagaimana lembaga pendidikan Islam mampu mandiri secara ekonomi tanpa harus ikut menyakiti bumi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ahad, 6 Juli 2025 lalu, <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\/\">Institut Pengembangan Masyarakat (IPAMA)<\/a>\u00a0 menggelar workshop bertajuk \u201cMengelola Sampah dan Budidaya Cacing\u201d, diikuti perwakilan dari tujuh pesantren se-Riau. Dipandu oleh Guntoro Soewarno, sebagai pemilik Ali Organic Farm (ALO FARM), penggiat pertanian organik, pelatihan itu memberi pelajaran sederhana tetapi mendalam: keberkahan bisa datang dari tanah yang dirawat dengan penuh tanggung jawab.<\/span><\/p>\n<p><b>Modal Moral, Sosial, dan Alam<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pesantren selama ini dikenal sebagai pusat pendidikan agama yang hidup sederhana dan kadang bergantung pada donasi. Namun, tantangan zaman menuntut pesantren untuk juga mandiri secara ekonomi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya, banyak jalan menuju kemandirian justru merusak lingkungan. Padahal, seperti ditegaskan Guntoro di hadapan para peserta, \u201cMenjadi mandiri itu baik, tetapi kalau caranya meracuni tanah, itu bukan hanya salah, tetapi juga melanggar amanah sebagai khalifah fil ardh.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para santri pun diajarkan mengelola sampah organik menjadi kompos, memelihara cacing untuk menyuburkan tanah, dan menanam di kebun pesantren tanpa pupuk kimia. Dari lahan kecil, hasilnya cukup mengejutkan: budidaya cacing di area 300 meter persegi saja bisa menghasilkan Rp8\u201315 juta per bulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cCacing, kompos, dan kebun ini adalah modal pesantren yang murah, berkelanjutan, dan penuh keberkahan,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><b>Jejak Nabi dan Fikih Hijau<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pesantren organik sejatinya bukan konsep baru. Jauh sebelum istilah \u201corganik\u201d dipopulerkan, Nabi Muhammad SAW sudah memberi teladan: beliau melarang mencela tanah (HR Muslim), menganjurkan bercocok tanam meski kiamat sudah dekat (HR Bukhari), dan memanfaatkan kebun Madinah tanpa merusak ekosistem.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dr. Fatmah Afifah, pakar ekoteologi UIN Jakarta, mengingatkan bahwa tanggung jawab manusia bukan hanya beribadah, tetapi juga menjaga bumi. \u201cKerusakan lingkungan hari ini adalah tanda bahwa kita lupa pada amanah itu,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Data Kementerian Pertanian (2023) menunjukkan lebih dari 70 persen lahan pertanian Indonesia rusak akibat bahan kimia. KLHK (2022) mencatat lebih dari 3 juta ton pestisida mencemari air tanah tiap tahun. Pesantren organik menjadi alternatif nyata untuk keluar dari lingkaran perusakan lingkungan sambil menjaga kemandirian ekonomi.<\/span><\/p>\n<p><b>Teladan dari Pesantren<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah workshop, para peserta membawa pulang tekad untuk mengubah wajah pesantren mereka. Sampah tidak lagi dibakar atau dibuang, melainkan dikelola. Lahan tidur disulap jadi kebun produktif. Para santri terlibat langsung mengolah tanah, menyemai bibit, dan memelihara cacing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKami ingin pesantren jadi contoh. Tidak hanya bicara surga, tetapi juga merawat bumi,\u201d ujar salah seorang peserta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pesantren memang punya posisi strategis: komunitas yang kuat, nilai-nilai yang luhur, dan kesadaran kolektif. Dari situ, mereka bisa memimpin jalan hijau bagi umat, menunjukkan bahwa ekonomi dan ekologi bisa berjalan seiring.<\/span><\/p>\n<p><b>Bukan Sekadar Retorika<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Krisis iklim dan lingkungan bukan hanya masalah global yang jauh dari kita. Ia sudah nyata di depan mata. Dan bagi umat Islam, menjaga bumi bukan sekadar opsi moral, melainkan juga perintah iman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pesantren organik adalah salah satu jawaban: kemandirian ekonomi yang tidak menambah luka bumi, melainkan menyembuhkannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagaimana pesan seorang petani tua di Riau: \u201cTanah yang kita rawat hari ini akan menjadi doa bagi anak cucu kita kelak.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pesantren organik mengingatkan kita semua bahwa keberkahan bukan hanya datang dari doa yang dipanjatkan, tetapi juga dari cangkul yang menembus tanah, dari kompos yang menyuburkan bumi, dan dari tangan yang rela kotor demi merawat amanah-Nya.(emha)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com. Riau \u2014 Di sebuah pesantren di Riau,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":13286,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis; emha | Editor: asyary","footnotes":""},"categories":[208,36],"tags":[1634,1423,1635,1633],"newstopic":[],"class_list":["post-13285","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-nasional","tag-budidaya-cacing","tag-ipama","tag-pegelolaan-sampah","tag-workshop-ipama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pesantren Organik: Kemandirian Ekonomi Tanpa Merusak Alam - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pesantren Organik: Kemandirian Ekonomi Tanpa Merusak Alam - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com. Riau \u2014 Di sebuah pesantren di Riau,...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-09T04:33:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-09T04:35:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ali-organik-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/09\\\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/09\\\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Pesantren Organik: Kemandirian Ekonomi Tanpa Merusak Alam\",\"datePublished\":\"2025-07-09T04:33:28+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-09T04:35:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/09\\\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\\\/\"},\"wordCount\":557,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/09\\\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/ali-organik-1.jpg\",\"keywords\":[\"budidaya cacing\",\"ipama\",\"pegelolaan sampah\",\"workshop ipama\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/09\\\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/09\\\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\\\/\",\"name\":\"Pesantren Organik: Kemandirian Ekonomi Tanpa Merusak Alam - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/09\\\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/09\\\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/ali-organik-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-09T04:33:28+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-09T04:35:14+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/09\\\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/09\\\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/09\\\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/ali-organik-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/ali-organik-1.jpg\",\"width\":1200,\"height\":630,\"caption\":\"Mengelola Sampah dan Budidaya Cacing\u201d yang diinisiasi oleh Institut Pengembangan Masyarakat (IPAMA) pada Ahad, 6 Juli 2025. Para perwakilan dari tujuh pesantren di Riau tampak antusias menimba ilmu langsung dari Guntoro Soewarno (pemilik ALO FARM) tentang bagaimana mengubah sampah organik menjadi berkah melalui budidaya cacing.\\\" (doc,ipama)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/09\\\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pesantren Organik: Kemandirian Ekonomi Tanpa Merusak Alam\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pesantren Organik: Kemandirian Ekonomi Tanpa Merusak Alam - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pesantren Organik: Kemandirian Ekonomi Tanpa Merusak Alam - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com. Riau \u2014 Di sebuah pesantren di Riau,...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-07-09T04:33:28+00:00","article_modified_time":"2025-07-09T04:35:14+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":630,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ali-organik-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Pesantren Organik: Kemandirian Ekonomi Tanpa Merusak Alam","datePublished":"2025-07-09T04:33:28+00:00","dateModified":"2025-07-09T04:35:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\/"},"wordCount":557,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ali-organik-1.jpg","keywords":["budidaya cacing","ipama","pegelolaan sampah","workshop ipama"],"articleSection":["Berita","Nasional"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\/","name":"Pesantren Organik: Kemandirian Ekonomi Tanpa Merusak Alam - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ali-organik-1.jpg","datePublished":"2025-07-09T04:33:28+00:00","dateModified":"2025-07-09T04:35:14+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ali-organik-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ali-organik-1.jpg","width":1200,"height":630,"caption":"Mengelola Sampah dan Budidaya Cacing\u201d yang diinisiasi oleh Institut Pengembangan Masyarakat (IPAMA) pada Ahad, 6 Juli 2025. Para perwakilan dari tujuh pesantren di Riau tampak antusias menimba ilmu langsung dari Guntoro Soewarno (pemilik ALO FARM) tentang bagaimana mengubah sampah organik menjadi berkah melalui budidaya cacing.\" (doc,ipama)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/09\/pesantren-organik-kemandirian-ekonomi-tanpa-merusak-alam\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pesantren Organik: Kemandirian Ekonomi Tanpa Merusak Alam"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ali-organik-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ali-organik-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ali-organik-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ali-organik-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ali-organik-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ali-organik-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ali-organik-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ali-organik-1-200x105.jpg",200,105,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com. Riau \u2014 Di sebuah pesantren di Riau,...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ali-organik-1.jpg",1200,630,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ali-organik-1.jpg",1200,630,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ali-organik-1.jpg",1200,630,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ali-organik-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ali-organik-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ali-organik-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ali-organik-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ali-organik-1.jpg",1200,630,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ali-organik-1.jpg",1200,630,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ali-organik-1-200x105.jpg",200,105,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/nasional\/\" rel=\"category tag\">Nasional<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com. Riau \u2014 Di sebuah pesantren di Riau,...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13285","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13285"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13285\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13288,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13285\/revisions\/13288"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13286"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13285"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13285"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13285"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=13285"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}