{"id":13478,"date":"2025-07-16T14:00:03","date_gmt":"2025-07-16T14:00:03","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=13478"},"modified":"2025-07-16T14:02:09","modified_gmt":"2025-07-16T14:02:09","slug":"fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/16\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\/","title":{"rendered":"Fiqih, Budaya, dan Akal Sehat: Mengapa Kita Tak Perlu Fanatik"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>ppmindonesia.com.Jakarta<\/strong> &#8211; Beragama, bagi banyak orang, sering dipersempit menjadi sekadar soal hukum-hukum fikih: ini halal, itu haram; ini sunnah, itu bid\u2019ah; ini sah, itu batal. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, sebagaimana ditegaskan para ulama, fikih itu lahir dari ijtihad manusia \u2014 hasil olah akal untuk membaca teks wahyu dalam konteks zaman dan budaya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, klaim kebenaran mutlak pada satu pendapat fikih, apalagi disertai dengan fanatisme buta, lebih sering melahirkan pertengkaran daripada ketenangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Al-Qur\u2019an, Allah memerintahkan kita untuk berpegang teguh pada tali-Nya dan melarang perpecahan:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u0648\u064e\u0627\u0639\u0652\u062a\u064e\u0635\u0650\u0645\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u062d\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u0650 \u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0652\u0639\u064b\u0627 \u0648\u0651\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0641\u064e\u0631\u0651\u064e\u0642\u064f\u0648\u0652\u0627\u06d6\u2026 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0661\u0660\u0663<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDan berpeganglah kamu semua kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai\u2026\u201d (QS. Ali Imran: 103)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun dalam praktiknya, perbedaan bacaan basmalah, kunut, cara sedekap, hingga soal mazhab, sering menjadi bahan pertengkaran. Di satu daerah, imam yang tidak membaca basmalah saat shalat Subuh bahkan bisa dipecat. Padahal kedua pendapat punya dasar yang sama-sama kuat dalam fikih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"> Mustofa Bisri (Gus Mus) pernah mengingatkan:\u00a0<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKita ini sering memaksakan fikih sebagai kebenaran mutlak, padahal itu hanya hasil tafsir manusia. Kalau Anda beribadah lalu merasa paling benar dan merendahkan orang lain, maka ibadah Anda itu hanya tinggal gerakan kosong.\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fiqih memang penting, sebagai panduan beramal. Tetapi ia lahir dari hasil akal dan budaya yang berkembang, sehingga tidak bisa dibakukan sebagai satu-satunya kebenaran untuk semua tempat dan zaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Imam Syafi\u2019i sendiri, ketika pindah dari Irak ke Mesir, mengubah banyak fatwanya karena melihat budaya masyarakat Mesir berbeda. Beliau berkata dengan rendah hati: <\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPendapatku benar, tetapi mungkin salah. Pendapat orang lain salah, tetapi mungkin benar.\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, di masyarakat kita, seringkali fikih diperlakukan seolah-olah wahyu itu sendiri. Orang mengutip kitab-kitab lama untuk menjustifikasi praktik yang sudah tak relevan: misalnya, perempuan yang sakit tidak berhak dinafkahi, atau pernikahan anak kecil yang dianggap sah. Ini menunjukkan bagaimana budaya yang sudah berubah belum selalu diikuti dengan pembaruan pemikiran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal Islam sendiri mengajarkan prinsip kemaslahatan dan keadilan. Dalam kaidah usul fikih dikatakan: \u201cDi mana ada maslahat, di situ ada syariat.\u201d Artinya, hukum Islam justru hadir untuk membawa kebaikan dan menolak kemudaratan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu juga soal perbankan, rokok, atau teknologi digital \u2014 semua itu dulu tidak ada pada zaman Nabi. Lalu apakah semua yang baru pasti salah? Ulama besar seperti Muhammad Abduh mengingatkan bahwa Islam datang bukan untuk mematikan akal sehat manusia, melainkan untuk menyinari jalannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fanatisme terhadap satu mazhab, satu organisasi, atau satu pandangan, biasanya justru membuat kita lupa pada substansi agama: yaitu menjadi hamba yang taat kepada Allah, dan berbuat baik kepada sesama. Nabi sendiri, yang dijamin kebenarannya, tidak pernah merasa benar. Beliau bahkan bertaubat seratus kali sehari, seperti sabdanya:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Wahai manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah. Sesungguhnya aku sendiri bertaubat kepada-Nya seratus kali dalam sehari.\u201d (HR. Muslim)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Nabi saja selalu merasa perlu bertaubat, bagaimana mungkin kita \u2014 yang penuh dosa dan kebodohan \u2014 merasa sudah benar sendiri, bahkan menghakimi orang lain?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mari kita kembalikan fikih pada tempatnya: sebagai panduan yang bisa berubah, bukan dogma yang membutakan. Mari kita hargai perbedaan, gunakan akal sehat, dan jalani agama dengan rendah hati. Sebab kebenaran sejati hanyalah milik Allah, bukan milik kelompok atau mazhab manapun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagaimana pesan Al-Qur\u2019an:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u0648\u064e\u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0642\u0651\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0631\u0651\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652\u06d7 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0634\u064e\u0627\u06e4\u0621\u064e \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0648\u0651\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0634\u064e\u0627\u06e4\u0621\u064e \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0643\u0652\u0641\u064f\u0631\u0652\u06da \u2026<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0662\u0669<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKatakanlah: Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Barangsiapa yang ingin, hendaklah ia beriman; dan barangsiapa yang ingin, hendaklah ia kafir\u2026\u201d (QS. Al-Kahfi: 29)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan sampai perbedaan yang seharusnya menjadi rahmat, justru kita ubah menjadi laknat.(emha)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Beragama, bagi banyak orang, sering dipersempit&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":13479,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis: emha | Editor: asyary","footnotes":""},"categories":[208,1],"tags":[596,610,1705],"newstopic":[],"class_list":["post-13478","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-hikmah","tag-al-quran","tag-budaya","tag-fikih"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Fiqih, Budaya, dan Akal Sehat: Mengapa Kita Tak Perlu Fanatik - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/16\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Fiqih, Budaya, dan Akal Sehat: Mengapa Kita Tak Perlu Fanatik - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Beragama, bagi banyak orang, sering dipersempit...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/16\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-16T14:00:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-16T14:02:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/For-many-religion-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1472\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"832\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/16\\\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/16\\\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Fiqih, Budaya, dan Akal Sehat: Mengapa Kita Tak Perlu Fanatik\",\"datePublished\":\"2025-07-16T14:00:03+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-16T14:02:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/16\\\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\\\/\"},\"wordCount\":540,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/16\\\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/For-many-religion-2.jpg\",\"keywords\":[\"al quran\",\"budaya\",\"fikih\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Hikmah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/16\\\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/16\\\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\\\/\",\"name\":\"Fiqih, Budaya, dan Akal Sehat: Mengapa Kita Tak Perlu Fanatik - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/16\\\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/16\\\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/For-many-religion-2.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-16T14:00:03+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-16T14:02:09+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/16\\\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/16\\\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/16\\\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/For-many-religion-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/For-many-religion-2.jpg\",\"width\":1472,\"height\":832},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/16\\\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Fiqih, Budaya, dan Akal Sehat: Mengapa Kita Tak Perlu Fanatik\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Fiqih, Budaya, dan Akal Sehat: Mengapa Kita Tak Perlu Fanatik - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/16\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Fiqih, Budaya, dan Akal Sehat: Mengapa Kita Tak Perlu Fanatik - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Beragama, bagi banyak orang, sering dipersempit...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/16\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-07-16T14:00:03+00:00","article_modified_time":"2025-07-16T14:02:09+00:00","og_image":[{"width":1472,"height":832,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/For-many-religion-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/16\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/16\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Fiqih, Budaya, dan Akal Sehat: Mengapa Kita Tak Perlu Fanatik","datePublished":"2025-07-16T14:00:03+00:00","dateModified":"2025-07-16T14:02:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/16\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\/"},"wordCount":540,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/16\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/For-many-religion-2.jpg","keywords":["al quran","budaya","fikih"],"articleSection":["Berita","Hikmah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/16\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/16\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\/","name":"Fiqih, Budaya, dan Akal Sehat: Mengapa Kita Tak Perlu Fanatik - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/16\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/16\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/For-many-religion-2.jpg","datePublished":"2025-07-16T14:00:03+00:00","dateModified":"2025-07-16T14:02:09+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/16\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/16\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/16\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/For-many-religion-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/For-many-religion-2.jpg","width":1472,"height":832},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/16\/fiqih-budaya-dan-akal-sehat-mengapa-kita-tak-perlu-fanatik\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Fiqih, Budaya, dan Akal Sehat: Mengapa Kita Tak Perlu Fanatik"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/For-many-religion-2.jpg",1472,832,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/For-many-religion-2-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/For-many-religion-2-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/For-many-religion-2-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/For-many-religion-2-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/For-many-religion-2.jpg",1472,832,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/For-many-religion-2.jpg",1472,832,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/For-many-religion-2-200x113.jpg",200,113,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Beragama, bagi banyak orang, sering dipersempit...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/For-many-religion-2.jpg",1472,832,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/For-many-religion-2.jpg",1472,832,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/For-many-religion-2.jpg",1472,832,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/For-many-religion-2-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/For-many-religion-2-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/For-many-religion-2-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/For-many-religion-2-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/For-many-religion-2.jpg",1472,832,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/For-many-religion-2.jpg",1472,832,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/For-many-religion-2-200x113.jpg",200,113,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/hikmah\/\" rel=\"category tag\">Hikmah<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Beragama, bagi banyak orang, sering dipersempit...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13478","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13478"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13478\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13480,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13478\/revisions\/13480"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13479"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13478"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13478"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13478"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=13478"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}