{"id":13766,"date":"2025-07-31T08:39:28","date_gmt":"2025-07-31T08:39:28","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=13766"},"modified":"2025-07-31T08:39:28","modified_gmt":"2025-07-31T08:39:28","slug":"akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/31\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\/","title":{"rendered":"Akademisi Pertanian: Banyak Teori, Minim Aksi"},"content":{"rendered":"<p><b>pppmindonesia.com<\/b><b>.Jakarta<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2014 Di tengah ancaman krisis pangan yang semakin nyata, suara para pakar pertanian seharusnya menjadi penggerak utama perubahan. Tapi kenyataannya, para akademisi dan lembaga pendidikan pertanian di Tanah Air cenderung diam dan lebih terjebak dalam dunia teori ketimbang aksi nyata di lapangan. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa para profesor pertanian yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memastikan ketahanan pangan justru memilih jalan diam?<\/span><\/p>\n<p><b>Institut Pertanian dan Paradigma yang Melenceng<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu contoh nyata adalah Institut Pertanian Bogor (IPB), yang dikenal sebagai institusi pendidikan pertanian terbaik di Indonesia. Sayangnya, mayoritas lulusan IPB tidak menapakkan kaki mereka di sawah, melainkan berkiprah di kantor bank, perusahaan, atau lembaga birokrasi. Bahkan, menurut data tak resmi, lebih dari 90 persen lulusan IPB memilih jalur non-pertanian. Ironisnya, semangat transformasi sektor pangan seolah terkubur di balik angka-angka keuangan dan pengelolaan administrasi.<\/span><\/p>\n<p><b>Akademik sebagai Paradigma Baru<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Permasalahan utama terletak pada paradigma pendidikan yang terlalu menumpuk di atas teori dan publikasi internasional. Banyak profesor pertanian lebih sibuk mengejar angka sitasi dan reputasi di jurnal bereputasi seperti Scopus ketimbang membangun program pertanian yang menyentuh kehidupan petani kecil. Sistem ini menciptakan disparitas pengetahuan yang elitis dan jauh dari kenyataan field. Akibatnya, ide-ide inovatif yang sebenarnya dapat membantu rakyat kecil sering tertahan di atas kertas.<\/span><\/p>\n<p><b>Teori Tinggi, Masalah Nyata Tak Tersentuh<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beragam teori pertanian mutakhir, seperti pertanian presisi, agroforestry, atau pertanian regeneratif, berkembang pesat di ruang akademik. Tapi di lapangan, persoalan petani tetap sama: pupuk mahal, harga jual rendah, dan tekanan pasar global yang tidak bersahabat. Para akademisi lebih banyak menjadi pengamat dari menara gading, bukan pelaku langsung yang turun ke sawah dan menyalurkan inovasi nyata.<\/span><\/p>\n<p><b>Petani dan Pendidikan: Sebuah Ironi<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih ironis lagi, lulusan pertanian justru sering meragukan keberuntungan bertani sendiri. Seolah tidak percaya bahwa bertani bisa menguntungkan, mereka lebih nyaman berkarya di kantor atau lembaga riset. Kegagalan ideologi ini terlihat dari minimnya penguatan perekat antara pendidikan dan praktik di lapangan. Kurikulum yang jauh dari tanah pun menjadi salah satu sebabnya: praktikum di lab, magang di bank atau birokrat, bukan di kebun dan kelompok tani.<\/span><\/p>\n<p><b>Diskusi Reboan Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) dan Arah Baru<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam diskusi Reboan Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) Nasional yang dihadiri oleh Presidium dan Sekretaris Jenderal, penting ditekankan: saatnya melakukan revolusi pendidikan pertanian di Indonesia. Untuk membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan, perguruan tinggi harus mengubah paradigma dan memberi ruang nyata bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari petani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wajibkan magang lapang di desa, bukan di kantor pemerintahan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikan insentif kepada dosen yang aktif mendampingi petani dan mengaplikasikan pengetahuan langsung di lapangan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dirikan koperasi tani berbasis kampus sebagai laboratorium sosial dan ekonomi rakyat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dorong mahasiswa menjadi agropreneur, bukan semata menjadi aparatur sipil negara atau analis.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membangun ketahanan pangan bukan hanya tugas pemerintah atau petani tradisional, tetapi juga tanggung jawab akademisi dan institusi pendidikan. Jika teori terus berkutat di ruang seminar dan jurnal, maka jawaban atas krisis pangan akan semakin jauh dari kenyataan.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kini saatnya beraksi, turun ke sawah, memperkuat petani, dan menciptakan inovasi nyata untuk negeri.(acank)<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>pppmindonesia.com.Jakarta \u2014 Di tengah ancaman krisis pangan yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":13767,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis; acank| Editor; asyary","footnotes":""},"categories":[208,36],"tags":[1638,1802,72],"newstopic":[],"class_list":["post-13766","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-nasional","tag-ketahanan-pangan","tag-pendidikan-pertanian","tag-pertanian"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Akademisi Pertanian: Banyak Teori, Minim Aksi - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/31\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Akademisi Pertanian: Banyak Teori, Minim Aksi - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"pppmindonesia.com.Jakarta \u2014 Di tengah ancaman krisis pangan yang...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/31\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-31T08:39:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pertanian-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1472\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"832\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/31\\\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/31\\\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Akademisi Pertanian: Banyak Teori, Minim Aksi\",\"datePublished\":\"2025-07-31T08:39:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/31\\\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\\\/\"},\"wordCount\":503,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/31\\\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/pertanian-1.jpg\",\"keywords\":[\"ketahanan pangan\",\"pendidikan pertanian\",\"pertanian\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/31\\\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/31\\\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\\\/\",\"name\":\"Akademisi Pertanian: Banyak Teori, Minim Aksi - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/31\\\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/31\\\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/pertanian-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-31T08:39:28+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/31\\\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/31\\\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/31\\\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/pertanian-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/pertanian-1.jpg\",\"width\":1472,\"height\":832},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/07\\\/31\\\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Akademisi Pertanian: Banyak Teori, Minim Aksi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Akademisi Pertanian: Banyak Teori, Minim Aksi - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/31\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Akademisi Pertanian: Banyak Teori, Minim Aksi - ppmindonesia","og_description":"pppmindonesia.com.Jakarta \u2014 Di tengah ancaman krisis pangan yang...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/31\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-07-31T08:39:28+00:00","og_image":[{"width":1472,"height":832,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pertanian-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/31\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/31\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Akademisi Pertanian: Banyak Teori, Minim Aksi","datePublished":"2025-07-31T08:39:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/31\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\/"},"wordCount":503,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/31\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pertanian-1.jpg","keywords":["ketahanan pangan","pendidikan pertanian","pertanian"],"articleSection":["Berita","Nasional"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/31\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/31\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\/","name":"Akademisi Pertanian: Banyak Teori, Minim Aksi - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/31\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/31\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pertanian-1.jpg","datePublished":"2025-07-31T08:39:28+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/31\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/31\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/31\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pertanian-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pertanian-1.jpg","width":1472,"height":832},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/07\/31\/akademisi-pertanian-banyak-teori-minim-aksi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Akademisi Pertanian: Banyak Teori, Minim Aksi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pertanian-1.jpg",1472,832,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pertanian-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pertanian-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pertanian-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pertanian-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pertanian-1.jpg",1472,832,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pertanian-1.jpg",1472,832,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pertanian-1-200x113.jpg",200,113,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"pppmindonesia.com.Jakarta \u2014 Di tengah ancaman krisis pangan yang...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pertanian-1.jpg",1472,832,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pertanian-1.jpg",1472,832,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pertanian-1.jpg",1472,832,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pertanian-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pertanian-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pertanian-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pertanian-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pertanian-1.jpg",1472,832,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pertanian-1.jpg",1472,832,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/pertanian-1-200x113.jpg",200,113,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/nasional\/\" rel=\"category tag\">Nasional<\/a>","rttpg_excerpt":"pppmindonesia.com.Jakarta \u2014 Di tengah ancaman krisis pangan yang...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13766","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13766"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13766\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13768,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13766\/revisions\/13768"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13767"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13766"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13766"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13766"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=13766"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}