{"id":13848,"date":"2025-08-07T05:43:49","date_gmt":"2025-08-07T05:43:49","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=13848"},"modified":"2025-08-07T06:36:36","modified_gmt":"2025-08-07T06:36:36","slug":"simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/07\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\/","title":{"rendered":"&#8220;Simbol, Sejarah, dan Krisis Nasionalisme: Mengapa Anak Muda Lebih Kenal Luffy daripada Tan Malaka?&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><b>ppmindonesia.com.Jakarta<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2014 Baru-baru ini, publik dihebohkan dengan kemunculan bendera bajak laut \u201c<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/07\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\/\">One Piece<\/a>\u201d di sejumlah tiang bendera, menggantikan Merah Putih yang semestinya berkibar di bulan kemerdekaan. Tak sedikit yang marah. Namun di balik kecaman, peristiwa ini justru membuka ruang refleksi lebih dalam tentang krisis simbol, sejarah, dan nasionalisme di kalangan generasi muda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi sebagian anak muda, simbol bajak laut dengan topi jerami bukan sekadar ikon fiksi. Ia adalah lambang perjuangan, solidaritas, dan kebebasan. \u201cLuffy\u201d dan kru Topi Jerami tak hanya menyajikan hiburan, tapi juga menawarkan narasi perlawanan terhadap tirani dan ketidakadilan. Sementara itu, sosok-sosok pahlawan nasional seperti Tan Malaka, Hatta, atau Kartini\u2014dengan kisah nyata perjuangannya\u2014kian jauh dari ruang keseharian anak muda.<\/span><\/p>\n<p><b>Ketimpangan Narasi dan Representasi<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut aktivis Pusat Peranserta Masyarakat (PPM), ketimpangan ini bukan semata kesalahan generasi muda. Sebaliknya, ini menjadi tamparan keras bagi sistem pendidikan dan kebudayaan nasional yang gagal membumikan sejarah sebagai kisah hidup yang relevan dan inspiratif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSimbol-simbol kebangsaan tak pernah disosialisasikan secara emosional dan kontekstual. Anak-anak diajak menghafal nama pahlawan, bukan merasakan semangat perjuangannya,\u201d ujar Aktifis\u00a0 PPM Nasional , Defri Cane Nasution.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Defri Cane menilai, ketika narasi kebangsaan kehilangan daya pikat, generasi muda secara alamiah mencari alternatif yang memberi ruang pada imajinasi, identitas, dan solidaritas baru\u2014dan di era digital, karakter fiksi global sering kali lebih berhasil mengisi kekosongan itu.<\/span><\/p>\n<p><b>Krisis Keteladanan dan Relevansi<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena ini juga berkaitan dengan krisis keteladanan. Anak muda tak menemukan figur nasional yang dianggap bisa mewakili aspirasi zaman mereka. &#8220;Kalau tokoh sejarah hanya muncul saat upacara atau ujian, sementara tokoh anime hadir setiap hari dengan cerita yang tumbuh bersama mereka, wajar kalau mereka lebih dekat dengan Luffy ketimbang Tan Malaka,&#8221; tambah Defri Cane\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PPM menekankan pentingnya membumikan kembali kisah-kisah perjuangan nasional ke dalam format dan bahasa yang sesuai zaman. Film, serial, komik, dan media sosial harus menjadi medium edukasi, bukan hanya hiburan.<\/span><\/p>\n<p><b>Bendera dan Simbol: Alarm, Bukan Ancaman<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alih-alih semata mempersoalkan pelanggaran atas simbol negara, PPM mengajak publik melihat insiden ini sebagai alarm sosial. &#8220;Ini bukan sekadar soal bendera, tapi tentang makna dan keterikatan emosional terhadap simbol kebangsaan,&#8221; kata Defri Cane .<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia menegaskan bahwa menghukum tanpa membimbing hanya akan memperlebar jarak antara negara dan generasi muda. Sebaliknya, dialog, pendidikan partisipatif, dan ruang ekspresi kreatif yang bernuansa lokal harus diperluas.<\/span><\/p>\n<p><b>Menjawab dengan Empati dan Terobosan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PPM mendorong pemerintah, khususnya lembaga pendidikan dan kebudayaan, untuk menjawab fenomena ini dengan empati dan inovasi. Sejarah tak bisa lagi diajarkan sebagai beban hafalan, melainkan sebagai kisah kolektif yang hidup dan bisa membangun jati diri bangsa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Tan Malaka harus hadir bukan hanya di buku pelajaran, tapi juga di platform tempat anak muda berada\u2014TikTok, YouTube, dan gim edukatif. Kita perlu terobosan, bukan nostalgia,&#8221; pungkas Defri Cane . (emha)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta \u2014 Baru-baru ini, publik dihebohkan dengan kemunculan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":13849,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis; emha| Editor; asyary","footnotes":""},"categories":[208,164],"tags":[395,1838,1836,1833,693],"newstopic":[],"class_list":["post-13848","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-edukasi","tag-cerita","tag-cerita-bajak-laut","tag-cerita-fiksi-one-piace","tag-one-piece","tag-sejarah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>&quot;Simbol, Sejarah, dan Krisis Nasionalisme: Mengapa Anak Muda Lebih Kenal Luffy daripada Tan Malaka?&quot; - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/07\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"&quot;Simbol, Sejarah, dan Krisis Nasionalisme: Mengapa Anak Muda Lebih Kenal Luffy daripada Tan Malaka?&quot; - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta \u2014 Baru-baru ini, publik dihebohkan dengan kemunculan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/07\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-07T05:43:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-07T06:36:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/tan-malaka-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1472\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"832\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/07\\\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/07\\\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"&#8220;Simbol, Sejarah, dan Krisis Nasionalisme: Mengapa Anak Muda Lebih Kenal Luffy daripada Tan Malaka?&#8221;\",\"datePublished\":\"2025-08-07T05:43:49+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-07T06:36:36+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/07\\\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\\\/\"},\"wordCount\":457,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/07\\\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/tan-malaka-1.jpg\",\"keywords\":[\"cerita\",\"cerita bajak laut\",\"cerita fiksi one piace\",\"one piece\",\"sejarah\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Edukasi\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/07\\\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/07\\\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\\\/\",\"name\":\"\\\"Simbol, Sejarah, dan Krisis Nasionalisme: Mengapa Anak Muda Lebih Kenal Luffy daripada Tan Malaka?\\\" - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/07\\\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/07\\\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/tan-malaka-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-08-07T05:43:49+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-07T06:36:36+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/07\\\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/07\\\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/07\\\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/tan-malaka-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/tan-malaka-1.jpg\",\"width\":1472,\"height\":832},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/07\\\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"&#8220;Simbol, Sejarah, dan Krisis Nasionalisme: Mengapa Anak Muda Lebih Kenal Luffy daripada Tan Malaka?&#8221;\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"\"Simbol, Sejarah, dan Krisis Nasionalisme: Mengapa Anak Muda Lebih Kenal Luffy daripada Tan Malaka?\" - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/07\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"\"Simbol, Sejarah, dan Krisis Nasionalisme: Mengapa Anak Muda Lebih Kenal Luffy daripada Tan Malaka?\" - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta \u2014 Baru-baru ini, publik dihebohkan dengan kemunculan...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/07\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-08-07T05:43:49+00:00","article_modified_time":"2025-08-07T06:36:36+00:00","og_image":[{"width":1472,"height":832,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/tan-malaka-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/07\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/07\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"&#8220;Simbol, Sejarah, dan Krisis Nasionalisme: Mengapa Anak Muda Lebih Kenal Luffy daripada Tan Malaka?&#8221;","datePublished":"2025-08-07T05:43:49+00:00","dateModified":"2025-08-07T06:36:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/07\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\/"},"wordCount":457,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/07\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/tan-malaka-1.jpg","keywords":["cerita","cerita bajak laut","cerita fiksi one piace","one piece","sejarah"],"articleSection":["Berita","Edukasi"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/07\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/07\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\/","name":"\"Simbol, Sejarah, dan Krisis Nasionalisme: Mengapa Anak Muda Lebih Kenal Luffy daripada Tan Malaka?\" - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/07\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/07\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/tan-malaka-1.jpg","datePublished":"2025-08-07T05:43:49+00:00","dateModified":"2025-08-07T06:36:36+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/07\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/07\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/07\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/tan-malaka-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/tan-malaka-1.jpg","width":1472,"height":832},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/07\/simbol-sejarah-dan-krisis-nasionalisme-mengapa-anak-muda-lebih-kenal-luffy-daripada-tan-malaka\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"&#8220;Simbol, Sejarah, dan Krisis Nasionalisme: Mengapa Anak Muda Lebih Kenal Luffy daripada Tan Malaka?&#8221;"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/tan-malaka-1.jpg",1472,832,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/tan-malaka-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/tan-malaka-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/tan-malaka-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/tan-malaka-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/tan-malaka-1.jpg",1472,832,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/tan-malaka-1.jpg",1472,832,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/tan-malaka-1-200x113.jpg",200,113,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta \u2014 Baru-baru ini, publik dihebohkan dengan kemunculan...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/tan-malaka-1.jpg",1472,832,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/tan-malaka-1.jpg",1472,832,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/tan-malaka-1.jpg",1472,832,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/tan-malaka-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/tan-malaka-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/tan-malaka-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/tan-malaka-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/tan-malaka-1.jpg",1472,832,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/tan-malaka-1.jpg",1472,832,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/tan-malaka-1-200x113.jpg",200,113,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/edukasi\/\" rel=\"category tag\">Edukasi<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta \u2014 Baru-baru ini, publik dihebohkan dengan kemunculan...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13848","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13848"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13848\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13851,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13848\/revisions\/13851"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13849"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13848"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13848"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13848"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=13848"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}