{"id":13954,"date":"2025-08-14T08:40:10","date_gmt":"2025-08-14T08:40:10","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=13954"},"modified":"2025-08-14T08:40:38","modified_gmt":"2025-08-14T08:40:38","slug":"wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/14\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\/","title":{"rendered":"Wong Pati Ditantang! Sejarah Perlawanan Pajak dari Era Kerajaan hingga 2025"},"content":{"rendered":"<p><b>ppmindonesia.com.Pati <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014 Tantangan terbuka <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/14\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\/\">Bupati Pati Sudewo<\/a> kepada masyarakat untuk menggelar demonstrasi besar-besaran terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen akhirnya berbalas. Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Rabu (13\/8\/2025), memenuhi tantangan itu dengan mengerahkan sekitar 100 ribu orang ke depan Kantor Bupati di Jalan Tombronegoro, Pati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aksi ini menjadi salah satu demonstrasi terbesar dalam sejarah Pati modern. Meski kebijakan kenaikan PBB itu telah dibatalkan, rakyat tetap turun ke jalan\u2014bukan sekadar menolak tarif pajak yang dinilai mencekik, tetapi juga melampiaskan kekecewaan atas sikap arogansi pemimpin daerahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSiapa yang mau menolak, silakan! Jangan cuma 5.000 orang, 50 ribu orang pun kerahkan, saya tidak akan gentar dan tidak akan mengubah keputusan,\u201d ujar Sudewo dalam sebuah video yang viral beberapa waktu lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nyatanya, bukan hanya 50 ribu, tapi dua kali lipat massa memenuhi pusat kota Pati. Aksi sempat ricuh, massa melempari aparat dengan botol air mineral, sementara polisi membalas dengan gas air mata. Demonstran bahkan berhasil menerobos masuk ke Kantor Bupati dan Gedung DPRD Pati.<\/span><\/p>\n<p><b>Dari Tantangan Bupati ke Hak Angket DPRD<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buntut kericuhan, DPRD Kabupaten Pati sepakat menggulirkan hak angket untuk membentuk panitia khusus (pansus) pemakzulan Bupati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketua Fraksi PKS, Narso, menyebut kebijakan menaikkan PBB hingga 250 persen, meskipun dibatalkan, telah menimbulkan kegaduhan dan menggerus kepercayaan publik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Senada, Anggota DPRD Partai Demokrat, Joni Kurnianto, menilai Sudewo melanggar sumpah jabatan. Fraksi Gerindra dan PKB juga menyuarakan hal serupa, menekankan pentingnya transparansi dan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketua DPRD Pati, Ali Badrudi, akhirnya mengetok palu tanda dimulainya proses hak angket. \u201cPansus ini akan mengusut kebijakan Bupati Pati secara mendalam,\u201d tegasnya.<\/span><\/p>\n<p><b>PPM Nasional: Pemimpin Harus Bijaksana<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) Nasional ikut bersuara. Sekjen PPM, Anwar Hariyono, mengingatkan bahwa kepala daerah, meski dipilih rakyat secara demokratis, tidak boleh bersikap arogan dalam mengambil kebijakan publik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApalagi dalam situasi ekonomi sulit seperti sekarang, menaikkan pajak hingga 250 persen jelas melukai hati rakyat,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aktivis PPM, Defri Cane Nasution, menambahkan bahwa sebaiknya Sudewo mengundurkan diri demi kondusivitas Pati. \u201cJangan sampai demo berjilid-jilid ini merusak stabilitas daerah dan merembet ke pusat,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><b>Pati dan Sejarah Panjang Perlawanan Pajak<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi orang luar, gelombang protes ini mungkin mengejutkan. Tapi bagi Wong Pati, melawan pajak yang dianggap zalim bukanlah hal baru. Sejarah mencatat, dari era kerajaan hingga kolonial, Pati kerap menjadi pusat perlawanan rakyat terhadap pungutan yang memberatkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut catatan singkat perlawanan pajak di Pati dari masa ke masa:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00b11500-an \u2013 Protes terhadap Kerajaan Demak atas kenaikan pajak hasil bumi \u00b130% (Era Tombronegoro).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">1540-an \u2013 Menolak setoran pajak ke Demak (kenaikan \u00b120%) dan beralih dukungan ke Kerajaan Pajang (Era Ki Penjawi).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">1620-an \u2013 Penolakan upeti beras besar-besaran kepada Sultan Agung (kenaikan \u00b140%) (Era Adipati Pragola I).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">1627\u20131628 \u2013 Pemberontakan Pajak Besar Pati (kenaikan \u00b150%) di era Adipati Pragola II.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">1670-an \u2013 Perlawanan pajak kepada Amangkurat I (kenaikan \u00b135%) (Era Pragola III).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">1740\u20131743 \u2013 Geger Pecinan, rakyat Pati menyerbu pos VOC akibat pajak pelabuhan \u00b140%.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">1811\u20131816 \u2013 Era Daendels\u2013Raffles, pajak tanah naik \u00b130% per tahun (Tokoh: Ki Kromo Pati).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">1830 \u2013 Cultuurstelsel, kewajiban tanam paksa setara pajak \u00b166% hasil panen.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">1880-an \u2013 Perlawanan Ki Samin Surosentiko atas pajak tanah &amp; hasil bumi (kenaikan \u00b125%).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">1942\u20131945 \u2013 Pajak \u201ctenaga\u201d Jepang (romusha \u00b160 hari\/tahun).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a01965\u20131966 \u2013 Pajak Orde Baru naik \u00b115% dari hasil panen.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">1998 \u2013 Tuntutan reformasi pajak &amp; penghapusan pungli \u00b110% dari harga jual hasil bumi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">2025 \u2013 Kenaikan PBB-P2 \u00b1250%, tertinggi dalam sejarah Pati.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan penjajah Belanda pun tak pernah menaikkan pajak setinggi itu.<\/span><\/p>\n<p><b>Bukan Sekadar Pajak<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peneliti ISEAS, Made Supriatma, menilai kasus Pati memantik keresahan nasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIsunya pajak. Pemerintahan Prabowo\u2013Gibran sedang agresif memungut pajak di setiap sudut\u2014dari parkir, kondangan, beli kolor, jual tanah, hingga warisan dan rokok. Saya yakin Jakarta nervous melihat ini,\u201d tulis Made di akun media sosialnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gelombang Pati bisa menjadi inspirasi perlawanan serupa di daerah lain, apalagi jika rakyat merasa pajak dipungut tanpa memperhatikan kemampuan mereka.<\/span><\/p>\n<p><b>Pati Butuh Pemimpin yang Mengerti Rakyat<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah membuktikan, rakyat Pati selalu berdiri tegak melawan penindasan. Dari masa Pragola hingga era reformasi, semangat Wong Pati tetap sama: menolak kebijakan yang mengorbankan rakyat kecil demi kepentingan segelintir orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pati membutuhkan pemimpin yang mengerti masalah, paham jalan keluar, dan mampu membawa kesejahteraan tanpa membebani rakyat dengan pajak yang mencekik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena bagi Wong Pati, harga diri dan keadilan tak bisa dibeli dengan angka persentase.(acank)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Pati \u2014 Tantangan terbuka Bupati Pati Sudewo kepada&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":13955,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis; acank| Editor; asyary","footnotes":""},"categories":[208,34],"tags":[1875,1874,1873],"newstopic":[],"class_list":["post-13954","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-daerah","tag-bupati-pati-sudewo","tag-demo-pati","tag-pati"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Wong Pati Ditantang! Sejarah Perlawanan Pajak dari Era Kerajaan hingga 2025 - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/14\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Wong Pati Ditantang! Sejarah Perlawanan Pajak dari Era Kerajaan hingga 2025 - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Pati \u2014 Tantangan terbuka Bupati Pati Sudewo kepada...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/14\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-14T08:40:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-14T08:40:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pati-dmo2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1908\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"854\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/14\\\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/14\\\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Wong Pati Ditantang! Sejarah Perlawanan Pajak dari Era Kerajaan hingga 2025\",\"datePublished\":\"2025-08-14T08:40:10+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-14T08:40:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/14\\\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\\\/\"},\"wordCount\":676,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/14\\\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/pati-dmo2.jpg\",\"keywords\":[\"bupati pati sudewo\",\"demo pati\",\"pati\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Daerah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/14\\\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/14\\\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\\\/\",\"name\":\"Wong Pati Ditantang! Sejarah Perlawanan Pajak dari Era Kerajaan hingga 2025 - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/14\\\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/14\\\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/pati-dmo2.jpg\",\"datePublished\":\"2025-08-14T08:40:10+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-14T08:40:38+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/14\\\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/14\\\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/14\\\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/pati-dmo2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/pati-dmo2.jpg\",\"width\":1908,\"height\":854},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/14\\\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wong Pati Ditantang! Sejarah Perlawanan Pajak dari Era Kerajaan hingga 2025\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Wong Pati Ditantang! Sejarah Perlawanan Pajak dari Era Kerajaan hingga 2025 - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/14\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Wong Pati Ditantang! Sejarah Perlawanan Pajak dari Era Kerajaan hingga 2025 - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Pati \u2014 Tantangan terbuka Bupati Pati Sudewo kepada...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/14\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-08-14T08:40:10+00:00","article_modified_time":"2025-08-14T08:40:38+00:00","og_image":[{"width":1908,"height":854,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pati-dmo2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/14\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/14\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Wong Pati Ditantang! Sejarah Perlawanan Pajak dari Era Kerajaan hingga 2025","datePublished":"2025-08-14T08:40:10+00:00","dateModified":"2025-08-14T08:40:38+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/14\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\/"},"wordCount":676,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/14\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pati-dmo2.jpg","keywords":["bupati pati sudewo","demo pati","pati"],"articleSection":["Berita","Daerah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/14\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/14\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\/","name":"Wong Pati Ditantang! Sejarah Perlawanan Pajak dari Era Kerajaan hingga 2025 - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/14\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/14\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pati-dmo2.jpg","datePublished":"2025-08-14T08:40:10+00:00","dateModified":"2025-08-14T08:40:38+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/14\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/14\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/14\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pati-dmo2.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pati-dmo2.jpg","width":1908,"height":854},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/14\/wong-pati-ditantang-sejarah-perlawanan-pajak-dari-era-kerajaan-hingga-2025\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wong Pati Ditantang! Sejarah Perlawanan Pajak dari Era Kerajaan hingga 2025"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pati-dmo2.jpg",1908,854,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pati-dmo2-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pati-dmo2-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pati-dmo2-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pati-dmo2-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pati-dmo2-1536x687.jpg",1536,687,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pati-dmo2.jpg",1908,854,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pati-dmo2-200x90.jpg",200,90,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Pati \u2014 Tantangan terbuka Bupati Pati Sudewo kepada...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pati-dmo2.jpg",1908,854,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pati-dmo2.jpg",1908,854,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pati-dmo2.jpg",1908,854,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pati-dmo2-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pati-dmo2-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pati-dmo2-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pati-dmo2-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pati-dmo2-1536x687.jpg",1536,687,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pati-dmo2.jpg",1908,854,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/pati-dmo2-200x90.jpg",200,90,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/daerah\/\" rel=\"category tag\">Daerah<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Pati \u2014 Tantangan terbuka Bupati Pati Sudewo kepada...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13954","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13954"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13954\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13957,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13954\/revisions\/13957"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13955"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13954"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13954"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13954"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=13954"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}