{"id":14011,"date":"2025-08-17T07:48:42","date_gmt":"2025-08-17T07:48:42","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=14011"},"modified":"2025-08-17T07:51:10","modified_gmt":"2025-08-17T07:51:10","slug":"ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/17\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\/","title":{"rendered":"Ketika Kitabullah Dibilang Tidak Cukup: Sebuah Tafakkur Qur\u2019ani"},"content":{"rendered":"<p><b>ppmindonesia.com<\/b><b>.Bogor,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Ada satu pertanyaan yang seolah mengguncang iman: Bagaimana mungkin seorang Muslim mengatakan <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/17\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\/\">Kitabullah<\/a> tidak cukup sebagai petunjuk hidupnya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kajian Qur\u2019an bil Qur\u2019an di kanal Syahida, Husni Nasution mengajak jamaah merenungi hal ini. Menurutnya, masalah ini bukan sekadar perbedaan pendapat, tapi menyentuh inti sikap seorang hamba kepada Tuhannya.<\/span><\/p>\n<p><b>Jawaban Rasulullah: \u201cCukup\u201d<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Husni membuka kajian dengan QS Al-Ankabut [29]:51-52. Allah bertanya kepada Rasulullah:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApakah tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kepadamu Kitab yang dibacakan kepada mereka?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan itu tidak dibiarkan mengambang. Allah langsung memerintahkan Rasulullah menjawab, \u201cQul kafaa\u201d \u2014 katakanlah: cukup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIni penting,\u201d jelas Husni, \u201ckarena jawaban itu bukan pendapat pribadi Rasulullah, tetapi wahyu yang memandu beliau agar tidak keliru menjawab. Maka, seharusnya umat yang mengaku beriman kepada Rasulullah pun menjawab sama: cukup.\u201d<\/span><\/p>\n<p><b>Realitas di Lapangan: Dua Pegangan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, di tengah umat berkembang keyakinan bahwa berpegang pada Qur\u2019an saja tidaklah cukup. Mereka mengutip hadis populer: \u2018Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya. Jika kalian berpegang pada keduanya, kalian tidak akan sesat selamanya.\u2019<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi mereka, inilah bentuk realisasi iman: kepada Allah dengan memegang Kitabullah, dan kepada Rasulullah dengan memegang hadis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTapi,\u201d lanjut Husni, \u201cketika ketaatan kepada Rasulullah dipahami semata sebagai ketaatan kepada hadis, lalu dikaitkan dengan QS An-Nisa [4]:80\u00a0<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014 \u2018Barangsiapa taat kepada Rasul, sungguh ia telah taat kepada Allah\u2019 \u2014 maka timbul logika baru: kalau taat kepada Rasul sudah sama dengan taat kepada Allah, berarti taat kepada hadis sudah cukup, dan Qur\u2019an pun tak lagi diperlukan. Ini bahaya.\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><b>Risiko: Menggeser Kitabullah<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena ini, kata Husni, secara tidak langsung bisa menyingkirkan Qur\u2019an dari posisi utamanya. Apalagi jika hadis diposisikan sejajar atau bahkan lebih praktis digunakan dalam penetapan hukum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, dalam QS Al-Ahzab [33]:36, ketetapan Allah dan Rasul-Nya disebut sebagai satu kesatuan (amran), bukan dua sumber yang terpisah (amraini). \u201cMembelahnya menjadi dua pegangan justru bertentangan dengan prinsip kesatuan itu,\u201d tegas Husni.<\/span><\/p>\n<p><b>Mengajari Allah tentang Agama?<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di titik ini, Husni mengajak jamaah merenungi QS Al-Hujurat [49]:16:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u0642\u064f\u0644\u0652 \u0627\u064e\u062a\u064f\u0639\u064e\u0644\u0651\u0650\u0645\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064e \u0628\u0650\u062f\u0650\u064a\u0652\u0646\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652\u06d7\u2026 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0661\u0666<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u201cApakah kamu hendak mengajari Allah tentang agamamu?\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menambahkan sesuatu pada aturan yang sudah Allah tetapkan sebagai cukup, menurutnya, sama saja menganggap Allah belum menyempurnakan agama-Nya. Padahal, setiap tambahan yang mengatasnamakan agama tanpa dasar wahyu adalah bid\u2019ah, sebagaimana peringatan dalam QS Ali Imran [3]:78.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cukuplah Allah sebagai Petunjuk<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kajian ditutup dengan mengingatkan QS Al-Furqan [25]:31:<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2026\u0648\u064e\u0643\u064e\u0641\u0670\u0649 \u0628\u0650\u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u0643\u064e \u0647\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a\u064b\u0627 \u0648\u0651\u064e\u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u06dd\u0663\u0661<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cCukuplah Tuhanmu sebagai pemberi petunjuk dan penolong.\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cCukup,\u201d kata Husni, \u201cbukan sekadar kata. Ia adalah deklarasi iman. Mengubahnya menjadi \u2018tidak cukup\u2019 berarti mengubah sikap dasar kita kepada Allah.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah tafakkur Qur\u2019ani yang menantang kita untuk menata kembali posisi Kitabullah dalam hidup\u2014apakah ia benar-benar menjadi petunjuk utama, atau hanya pelengkap di rak kitab kita.(syahida)<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">*Husni Nasution, seorang pemikir kebangsaan dan pengkaji Al-Qur\u2019an asal Bogor. Alumni IAIN Sumatera Utara ini dikenal dengan gagasannya tentang Nasionalisme Religius dan kepeduliannya pada isu-isu solidaritas sosial.\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Bogor, Ada satu pertanyaan yang seolah mengguncang iman:&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":14012,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[208,1],"tags":[1881,1900,1898,1899],"newstopic":[],"class_list":["post-14011","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-hikmah","tag-cukup","tag-kata-cukup","tag-kitabullah","tag-sunahrasul"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ketika Kitabullah Dibilang Tidak Cukup: Sebuah Tafakkur Qur\u2019ani - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/17\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketika Kitabullah Dibilang Tidak Cukup: Sebuah Tafakkur Qur\u2019ani - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Bogor, Ada satu pertanyaan yang seolah mengguncang iman:...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/17\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-17T07:48:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-17T07:51:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/kitabullah-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1344\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/17\\\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/17\\\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Ketika Kitabullah Dibilang Tidak Cukup: Sebuah Tafakkur Qur\u2019ani\",\"datePublished\":\"2025-08-17T07:48:42+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-17T07:51:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/17\\\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\\\/\"},\"wordCount\":465,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/17\\\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/kitabullah-1.jpg\",\"keywords\":[\"cukup\",\"kata cukup\",\"kitabullah\",\"sunahrasul\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Hikmah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/17\\\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/17\\\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\\\/\",\"name\":\"Ketika Kitabullah Dibilang Tidak Cukup: Sebuah Tafakkur Qur\u2019ani - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/17\\\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/17\\\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/kitabullah-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-08-17T07:48:42+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-17T07:51:10+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/17\\\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/17\\\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/17\\\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/kitabullah-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/kitabullah-1.jpg\",\"width\":1344,\"height\":768},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/17\\\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ketika Kitabullah Dibilang Tidak Cukup: Sebuah Tafakkur Qur\u2019ani\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketika Kitabullah Dibilang Tidak Cukup: Sebuah Tafakkur Qur\u2019ani - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/17\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketika Kitabullah Dibilang Tidak Cukup: Sebuah Tafakkur Qur\u2019ani - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Bogor, Ada satu pertanyaan yang seolah mengguncang iman:...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/17\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-08-17T07:48:42+00:00","article_modified_time":"2025-08-17T07:51:10+00:00","og_image":[{"width":1344,"height":768,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/kitabullah-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/17\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/17\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Ketika Kitabullah Dibilang Tidak Cukup: Sebuah Tafakkur Qur\u2019ani","datePublished":"2025-08-17T07:48:42+00:00","dateModified":"2025-08-17T07:51:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/17\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\/"},"wordCount":465,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/17\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/kitabullah-1.jpg","keywords":["cukup","kata cukup","kitabullah","sunahrasul"],"articleSection":["Berita","Hikmah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/17\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/17\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\/","name":"Ketika Kitabullah Dibilang Tidak Cukup: Sebuah Tafakkur Qur\u2019ani - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/17\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/17\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/kitabullah-1.jpg","datePublished":"2025-08-17T07:48:42+00:00","dateModified":"2025-08-17T07:51:10+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/17\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/17\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/17\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/kitabullah-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/kitabullah-1.jpg","width":1344,"height":768},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/17\/ketika-kitabullah-dibilang-tidak-cukup-sebuah-tafakkur-qurani\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ketika Kitabullah Dibilang Tidak Cukup: Sebuah Tafakkur Qur\u2019ani"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/kitabullah-1.jpg",1344,768,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/kitabullah-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/kitabullah-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/kitabullah-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/kitabullah-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/kitabullah-1.jpg",1344,768,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/kitabullah-1.jpg",1344,768,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/kitabullah-1-200x114.jpg",200,114,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Bogor, Ada satu pertanyaan yang seolah mengguncang iman:...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/kitabullah-1.jpg",1344,768,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/kitabullah-1.jpg",1344,768,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/kitabullah-1.jpg",1344,768,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/kitabullah-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/kitabullah-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/kitabullah-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/kitabullah-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/kitabullah-1.jpg",1344,768,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/kitabullah-1.jpg",1344,768,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/kitabullah-1-200x114.jpg",200,114,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/hikmah\/\" rel=\"category tag\">Hikmah<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Bogor, Ada satu pertanyaan yang seolah mengguncang iman:...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14011","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14011"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14011\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14015,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14011\/revisions\/14015"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14012"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14011"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14011"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14011"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=14011"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}