{"id":14139,"date":"2025-08-27T10:28:54","date_gmt":"2025-08-27T10:28:54","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=14139"},"modified":"2025-08-27T10:29:24","modified_gmt":"2025-08-27T10:29:24","slug":"dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/27\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\/","title":{"rendered":"Dari Sawah untuk Masa Depan: Mengapa Bertani Harus Jadi Pilihan Utama Anak Muda"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/ppmindonesia.com\"><b>ppmindonesia.com<\/b><\/a><b>.Jakarta<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/27\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\/\">Bertani<\/a> bukan sekadar urusan cangkul dan lumpur. Di tengah krisis iklim, lonjakan harga pangan, dan tantangan ketahanan pangan nasional, profesi petani memegang peran vital yang justru makin strategis. Namun, ironisnya, semakin sedikit generasi muda yang memandang pertanian sebagai jalan hidup masa depan. Padahal, masa depan Indonesia sebagian besar ditentukan oleh bagaimana kita memperlakukan sektor ini hari ini.<\/span><\/p>\n<p><b>Pertanian: Pilar yang Terabaikan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia adalah negeri agraris. Lebih dari 30% wilayah daratannya digunakan untuk kegiatan pertanian, dan sektor ini menyerap hampir sepertiga dari total angkatan kerja nasional. Namun, sektor ini juga menjadi salah satu yang paling rentan\u2014baik secara ekonomi maupun regenerasi pelaku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut data BPS Sensus Pertanian 2023, jumlah petani berusia muda (di bawah 35 tahun) hanya sekitar 2,7 juta jiwa dari total hampir 30 juta pelaku usaha tani. Lebih memprihatinkan, rata-rata usia petani nasional kini mencapai 52 tahun, dan terus menua setiap tahunnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa langkah konkret, dalam 10\u201315 tahun mendatang, kita bisa menghadapi kelangkaan tenaga kerja pertanian yang mengancam produksi pangan nasional.<\/span><\/p>\n<p><b>Apa yang Membuat Anak Muda Menjauh dari Sawah?<\/b><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Citra Bertani yang &#8220;Ketinggalan Zaman&#8221;<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di mata banyak anak muda, bertani masih identik dengan kerja fisik berat, penghasilan kecil, dan masa depan yang suram. Bertani dianggap bukan profesi yang menjanjikan, apalagi bergengsi. Bahkan banyak lulusan perguruan tinggi pertanian pun memilih bekerja di sektor lain setelah lulus.<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Keterbatasan Akses Lahan dan Modal<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mayoritas petani muda tak memiliki lahan sendiri. Lahan pertanian warisan keluarga pun terus menyusut karena alih fungsi. Selain itu, minimnya akses pada kredit dan subsidi membuat mereka sulit memulai usaha tani secara mandiri.<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Sistem Pendidikan Pertanian yang Tak Kontekstual<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kurikulum pertanian di banyak institusi pendidikan belum sepenuhnya mampu menjawab tantangan pertanian modern. Masih terlalu banyak teori, terlalu sedikit praktik, dan minim integrasi dengan teknologi digital serta model bisnis pertanian yang adaptif.<\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> Pasar yang Tidak Adil<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Petani kerap menjadi pihak yang paling tidak diuntungkan dalam rantai pasok pangan. Harga hasil tani tidak stabil, dan mereka kerap tidak memiliki posisi tawar terhadap tengkulak atau pasar besar.<\/span><\/p>\n<p><b>Namun, Bertani Bisa Jadi Pilihan Masa Depan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di balik tantangan itu, ada gelombang optimisme baru yang mulai tumbuh. Revolusi teknologi digital, tren konsumsi sehat, dan krisis pangan global justru membuka peluang baru bagi anak muda untuk masuk ke dunia pertanian secara berbeda\u2014lebih modern, berbasis data, dan bernilai ekonomi tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Pertanian saat ini bukan lagi hanya urusan menanam dan memanen. Ini tentang manajemen, inovasi, dan ketangguhan menghadapi perubahan iklim dan pasar,&#8221; kata Dr. Sahat Sinaga, Direktur Eksekutif Dewan Minyak Sawit Indonesia. Menurutnya, generasi muda dengan latar belakang teknologi dan bisnis sangat dibutuhkan untuk mendorong transformasi pertanian nasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inovasi seperti pertanian presisi, urban farming, smart farming, hingga e-commerce produk pangan lokal kini menjadi pintu masuk baru yang lebih sesuai dengan gaya hidup dan pola pikir generasi muda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya, startup agritech seperti eFishery, TaniHub, dan Kedai Sayur telah membuktikan bahwa pertanian bisa menjadi lahan bisnis yang menjanjikan\u2014bahkan mendatangkan investor dan menciptakan lapangan kerja digital bagi petani dan nelayan.<\/span><\/p>\n<p><b>Langkah Nyata yang Harus Dipercepat<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar bertani benar-benar menjadi pilihan utama anak muda, diperlukan keberpihakan nyata dari pemerintah dan pemangku kepentingan. Beberapa kebijakan yang bisa didorong antara lain:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Program kepemilikan atau sewa lahan jangka panjang bagi petani muda.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kredit usaha tani tanpa agunan untuk pemula, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus agribisnis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Revitalisasi pendidikan vokasi pertanian dengan kurikulum yang terhubung dengan dunia kerja dan teknologi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akses pada digitalisasi dan pasar online, agar petani muda bisa menjangkau konsumen secara langsung.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Insentif fiskal dan promosi publik untuk menjadikan petani sebagai profesi bergengsi.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><b>Masa Depan Bangsa Tertanam di Sawa<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">h<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memuliakan profesi petani bukan hanya soal romantisme. Ini soal menyelamatkan masa depan bangsa. Dengan populasi yang terus tumbuh, tantangan iklim yang semakin nyata, dan ketergantungan pangan impor yang rawan, Indonesia tidak punya pilihan selain memperkuat fondasi pertaniannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan itu hanya mungkin jika generasi muda diberi tempat, dukungan, dan ruang untuk berkembang di sektor ini<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saatnya mengubah paradigma: bertani bukan profesi pilihan terakhir\u2014tapi langkah sadar untuk membangun masa depan yang mandiri, berdaulat, dan lestari.(acank)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Bertani bukan sekadar urusan cangkul dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":14140,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis ; acank | Editor ; asyary |","footnotes":""},"categories":[208,29],"tags":[72,366,1954],"newstopic":[],"class_list":["post-14139","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-opini","tag-pertanian","tag-petani","tag-petani-muda"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Dari Sawah untuk Masa Depan: Mengapa Bertani Harus Jadi Pilihan Utama Anak Muda - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/27\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dari Sawah untuk Masa Depan: Mengapa Bertani Harus Jadi Pilihan Utama Anak Muda - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Bertani bukan sekadar urusan cangkul dan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/27\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-27T10:28:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-27T10:29:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/petani-muda-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1472\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"832\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/27\\\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/27\\\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Dari Sawah untuk Masa Depan: Mengapa Bertani Harus Jadi Pilihan Utama Anak Muda\",\"datePublished\":\"2025-08-27T10:28:54+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-27T10:29:24+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/27\\\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\\\/\"},\"wordCount\":665,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/27\\\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/petani-muda-1.jpg\",\"keywords\":[\"pertanian\",\"petani\",\"petani muda\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/27\\\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/27\\\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\\\/\",\"name\":\"Dari Sawah untuk Masa Depan: Mengapa Bertani Harus Jadi Pilihan Utama Anak Muda - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/27\\\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/27\\\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/petani-muda-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-08-27T10:28:54+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-27T10:29:24+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/27\\\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/27\\\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/27\\\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/petani-muda-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/petani-muda-1.jpg\",\"width\":1472,\"height\":832},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/27\\\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dari Sawah untuk Masa Depan: Mengapa Bertani Harus Jadi Pilihan Utama Anak Muda\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dari Sawah untuk Masa Depan: Mengapa Bertani Harus Jadi Pilihan Utama Anak Muda - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/27\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dari Sawah untuk Masa Depan: Mengapa Bertani Harus Jadi Pilihan Utama Anak Muda - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Bertani bukan sekadar urusan cangkul dan...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/27\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-08-27T10:28:54+00:00","article_modified_time":"2025-08-27T10:29:24+00:00","og_image":[{"width":1472,"height":832,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/petani-muda-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/27\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/27\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Dari Sawah untuk Masa Depan: Mengapa Bertani Harus Jadi Pilihan Utama Anak Muda","datePublished":"2025-08-27T10:28:54+00:00","dateModified":"2025-08-27T10:29:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/27\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\/"},"wordCount":665,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/27\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/petani-muda-1.jpg","keywords":["pertanian","petani","petani muda"],"articleSection":["Berita","Opini"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/27\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/27\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\/","name":"Dari Sawah untuk Masa Depan: Mengapa Bertani Harus Jadi Pilihan Utama Anak Muda - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/27\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/27\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/petani-muda-1.jpg","datePublished":"2025-08-27T10:28:54+00:00","dateModified":"2025-08-27T10:29:24+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/27\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/27\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/27\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/petani-muda-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/petani-muda-1.jpg","width":1472,"height":832},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/27\/dari-sawah-untuk-masa-depan-mengapa-bertani-harus-jadi-pilihan-utama-anak-muda\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dari Sawah untuk Masa Depan: Mengapa Bertani Harus Jadi Pilihan Utama Anak Muda"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/petani-muda-1.jpg",1472,832,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/petani-muda-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/petani-muda-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/petani-muda-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/petani-muda-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/petani-muda-1.jpg",1472,832,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/petani-muda-1.jpg",1472,832,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/petani-muda-1-200x113.jpg",200,113,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Bertani bukan sekadar urusan cangkul dan...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/petani-muda-1.jpg",1472,832,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/petani-muda-1.jpg",1472,832,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/petani-muda-1.jpg",1472,832,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/petani-muda-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/petani-muda-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/petani-muda-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/petani-muda-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/petani-muda-1.jpg",1472,832,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/petani-muda-1.jpg",1472,832,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/petani-muda-1-200x113.jpg",200,113,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/opini\/\" rel=\"category tag\">Opini<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Bertani bukan sekadar urusan cangkul dan...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14139","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14139"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14139\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14142,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14139\/revisions\/14142"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14140"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14139"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14139"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14139"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=14139"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}