{"id":14152,"date":"2025-08-28T06:48:17","date_gmt":"2025-08-28T06:48:17","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=14152"},"modified":"2025-08-28T06:48:54","modified_gmt":"2025-08-28T06:48:54","slug":"ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/28\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\/","title":{"rendered":"Ketahanan Pangan Nasional di Ujung Tonggak: Siapa yang Menjamin Hidup Petani?"},"content":{"rendered":"<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Impor bisa menurunkan harga sesaat, tetapi tanpa menjaga hidup layak petani, ekosistem pangan kita rapuh dan kedaulatan pangan terancam.<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><strong>ppmindonesia.com<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>. Jakarta<\/strong> \u2014 Setiap kali musim panen tiba, harga cabai, beras, atau bawang kerap menjadi topik utama di lini masa hingga halaman media massa nasional. Masyarakat mengeluh harga melonjak, sementara pemerintah berupaya menstabilkan pasokan lewat impor.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun di balik upaya menstabilkan harga bagi konsumen, <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/28\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\/\">nasib petani<\/a> \u2014 sebagai produsen utama pangan \u2014 kerap terabaikan. Mereka diminta menghasilkan pangan murah, cepat, dan banyak, tanpa jaminan harga jual yang adil, tanpa insentif produksi, atau perlindungan hidup layak.<\/span><\/p>\n<p><b>Data tidak bisa dielak: regresi jumlah petani dan stagnasi regenerasi<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren menyusutnya rumah tangga usaha pertanian. Pada 2013, tercatat 31,7 juta rumah tangga usaha pertanian; pada 2023, tinggal 29,3 juta. Dalam sepuluh tahun, Indonesia kehilangan sekitar 2,3 juta petani. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Parahnya, 61,8 persen petani kini berusia di atas 45 tahun, sementara Generasi Z yang seharusnya menjadi tulang punggung regenerasi \u043b\u0438\u0448\u044c 2,14 persen dari total petani aktif. Angka-angka ini menunjukkan ancaman serius terhadap kelanjutan produksi pangan nasional.<\/span><\/p>\n<p><b>Ekonomi pangan: harga murah tak selalu mensejahterakan rakyat<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Profesor Dwi Andreas Santosa, ekonom pertanian dari IPB, menegaskan bahwa obsesi terhadap harga pangan murah bisa bersifat destruktif. &#8220;Harga pangan murah tidak selalu berarti keberpihakan kepada rakyat. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika itu membuat petani rugi, maka kita sedang menggali lubang kemiskinan lebih dalam,&#8221; ujar dia. Faktanya, harga yang tampak murah di pasar sering lahir dari tekanan terhadap petani: biaya produksi yang melonjak, akses pasar yang tidak adil, praktik tengkulak, hingga impor dadakan yang memicu volatilitas harga.<\/span><\/p>\n<p><b>Impor sebagai solusi instan: bukti panjang pendeknya<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring gejolak harga pangan, respons kebijakan yang sering muncul adalah impor. Padahal, solusi ini ibarat menambal ban bocor dengan selotip: jangka pendek bisa menurunkan harga, tetapi merusak ekosistem produksi dalam negeri. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Petani yang sudah berjuang akhirnya terpaksa menjual dengan harga rendah saat panen raya, sehingga margin pendapatan pun makin tipis. Khudori, pengamat kebijakan pangan dan agraria, menekankan pentingnya menata ulang sistem pangan nasional agar adil bagi produsen, khususnya petani kecil.<\/span><\/p>\n<p><b>Solusi: keadilan bagi produsen sebagai fondasi ketahanan pangan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gagasan utama adalah menjaga keberlanjutan ekosistem produksi, bukan sekadar menjaga harga di konsumen. Petani perlu ditempatkan sebagai subjek utama dalam rantai pangan. Beberapa langkah strategis yang perlu dipertimbangkan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Harga dasar yang adil: Pemerintah perlu memastikan adanya harga pembelian minimal (HPP) yang melindungi petani dari fluktuasi pasar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Subsidi input tepat sasaran: Bantuan pupuk, benih, dan alat pertanian harus berbasis data aktual dan didistribusikan secara transparan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jaminan pascapanen: Akses ke koperasi, gudang, dan pengolahan hasil memberi nilai tambah serta ruang ekonomi bagi petani.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reformasi sistem distribusi pangan: Mengurangi dominasi tengkulak dan memperkuat akses langsung petani ke pasar.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Tantangan kebijakan di era ketahanan pangan<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Stabilitas pendapatan petani: Tanpa harga dasar yang adil, pendapatan petani rentan terhadap fluktuasi harga pasar, sehingga insentif menanam menurun.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Investasi jangka panjang: Proyek irigasi, teknologi, dan fasilitas penyimpanan butuh komitmen fiskal jangka panjang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keadilan distribusi: Akses ke pasar lokal, regional, dan ekspor perlu diperluas sambil mengurangi distorsi harga akibat tengkulak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perlindungan sosial: Ketahanan pangan tak sekadar produksi, tetapi juga jaring pengaman bagi rumah tangga petani, termasuk asuransi tanaman dan program jaminan hidup layak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\">Langkah praktis yang bisa diambil sekarang<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Data-Driven Support: Menggunakan basis data aktual untuk menargetkan bantuan input secara tepat sasaran, dengan transparansi penggunaan anggaran.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Harga pembelian pemerintah (HPP): Tetapkan HPP yang realistis bagi komoditas utama dengan mekanisme pembayaran tepat waktu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudahan akses pasar: Perluas jalur distribusi langsung petani-ke-pasar melalui koperasi, pasar rakyat modern, maupun platform digital yang diawasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Insentif produksi terstruktur: Dorong diversifikasi tanaman yang sesuai ekosistem lokal untuk mengurangi risiko saat satu komoditas anjlok.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pelatihan dan teknologi: Investasikan pelatihan pertanian berkelanjutan serta akses teknologi tepat guna untuk meningkatkan rendemen tanpa biaya produksi membengkak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Pertanyaan fundamental untuk masa depan ketahanan pangan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan kunci bukan lagi seberapa murah harga pangan hari ini, melainkan: masih adakah petani yang mau menanam besok? Ketahanan pangan yang sejati lahir dari keseimbangan antara harga di pasar dan martabat produsen.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa menjaga martabat petani dan hidup layak mereka, kita berisiko menunda krisis yang lebih besar: ketergantungan pada impor dan kelangkaan pangan di masa depan.(acank)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Impor bisa menurunkan harga sesaat, tetapi tanpa menjaga&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":14153,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis ; acank | Editor ; asyary |","footnotes":""},"categories":[208],"tags":[1638,1959,1514,366,1475],"newstopic":[],"class_list":["post-14152","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-ketahanan-pangan","tag-masa-depan-petani","tag-nasib-petani","tag-petani","tag-petani-indonesia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ketahanan Pangan Nasional di Ujung Tonggak: Siapa yang Menjamin Hidup Petani? - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/28\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketahanan Pangan Nasional di Ujung Tonggak: Siapa yang Menjamin Hidup Petani? - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Impor bisa menurunkan harga sesaat, tetapi tanpa menjaga...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/28\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-28T06:48:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-28T06:48:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ketahanan-pangan-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1472\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"832\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/28\\\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/28\\\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Ketahanan Pangan Nasional di Ujung Tonggak: Siapa yang Menjamin Hidup Petani?\",\"datePublished\":\"2025-08-28T06:48:17+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-28T06:48:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/28\\\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\\\/\"},\"wordCount\":672,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/28\\\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/ketahanan-pangan-1.jpg\",\"keywords\":[\"ketahanan pangan\",\"masa depan petani\",\"nasib petani\",\"petani\",\"petani indonesia\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/28\\\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/28\\\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\\\/\",\"name\":\"Ketahanan Pangan Nasional di Ujung Tonggak: Siapa yang Menjamin Hidup Petani? - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/28\\\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/28\\\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/ketahanan-pangan-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-08-28T06:48:17+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-28T06:48:54+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/28\\\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/28\\\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/28\\\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/ketahanan-pangan-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/ketahanan-pangan-1.jpg\",\"width\":1472,\"height\":832},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/08\\\/28\\\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ketahanan Pangan Nasional di Ujung Tonggak: Siapa yang Menjamin Hidup Petani?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketahanan Pangan Nasional di Ujung Tonggak: Siapa yang Menjamin Hidup Petani? - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/28\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketahanan Pangan Nasional di Ujung Tonggak: Siapa yang Menjamin Hidup Petani? - ppmindonesia","og_description":"Impor bisa menurunkan harga sesaat, tetapi tanpa menjaga...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/28\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-08-28T06:48:17+00:00","article_modified_time":"2025-08-28T06:48:54+00:00","og_image":[{"width":1472,"height":832,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ketahanan-pangan-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/28\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/28\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Ketahanan Pangan Nasional di Ujung Tonggak: Siapa yang Menjamin Hidup Petani?","datePublished":"2025-08-28T06:48:17+00:00","dateModified":"2025-08-28T06:48:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/28\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\/"},"wordCount":672,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/28\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ketahanan-pangan-1.jpg","keywords":["ketahanan pangan","masa depan petani","nasib petani","petani","petani indonesia"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/28\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/28\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\/","name":"Ketahanan Pangan Nasional di Ujung Tonggak: Siapa yang Menjamin Hidup Petani? - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/28\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/28\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ketahanan-pangan-1.jpg","datePublished":"2025-08-28T06:48:17+00:00","dateModified":"2025-08-28T06:48:54+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/28\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/28\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/28\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ketahanan-pangan-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ketahanan-pangan-1.jpg","width":1472,"height":832},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/08\/28\/ketahanan-pangan-nasional-di-ujung-tonggak-siapa-yang-menjamin-hidup-petani\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ketahanan Pangan Nasional di Ujung Tonggak: Siapa yang Menjamin Hidup Petani?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ketahanan-pangan-1.jpg",1472,832,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ketahanan-pangan-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ketahanan-pangan-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ketahanan-pangan-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ketahanan-pangan-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ketahanan-pangan-1.jpg",1472,832,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ketahanan-pangan-1.jpg",1472,832,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ketahanan-pangan-1-200x113.jpg",200,113,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Impor bisa menurunkan harga sesaat, tetapi tanpa menjaga...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ketahanan-pangan-1.jpg",1472,832,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ketahanan-pangan-1.jpg",1472,832,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ketahanan-pangan-1.jpg",1472,832,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ketahanan-pangan-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ketahanan-pangan-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ketahanan-pangan-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ketahanan-pangan-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ketahanan-pangan-1.jpg",1472,832,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ketahanan-pangan-1.jpg",1472,832,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ketahanan-pangan-1-200x113.jpg",200,113,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a>","rttpg_excerpt":"Impor bisa menurunkan harga sesaat, tetapi tanpa menjaga...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14152","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14152"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14152\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14155,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14152\/revisions\/14155"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14153"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14152"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14152"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14152"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=14152"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}