{"id":14938,"date":"2025-10-10T06:55:28","date_gmt":"2025-10-10T06:55:28","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=14938"},"modified":"2025-10-10T06:56:41","modified_gmt":"2025-10-10T06:56:41","slug":"agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/10\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\/","title":{"rendered":"Agama, Negara, dan Tanggung Jawab untuk Tidak Saling Memaksa"},"content":{"rendered":"<p><b><br \/>\n<\/b><b>ppmindonesia.com<\/b><b>.Jakarta<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Sejak awal kemerdekaan, Indonesia memilih jalan yang tidak sederhana: menjadi rumah bagi ratusan suku, bahasa, dan keyakinan. Dalam perbedaan itu, para pendiri bangsa menegaskan bahwa Indonesia bukan negara agama, tetapi juga bukan negara sekuler yang menafikan peran <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/10\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\/\">agama<\/a> dalam kehidupan publik. Pancasila menjadi jembatan yang menjaga keseimbangan antara keyakinan pribadi dan kepentingan bersama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun di tengah dinamika sosial hari ini, keseimbangan itu sering terganggu. Di media sosial, di ruang publik, bahkan di lembaga pendidikan, perdebatan tentang siapa yang paling benar dalam beragama sering kali berubah menjadi ajang saling serang. Masing-masing merasa memiliki mandat ilahi untuk menilai yang lain. Padahal, dalam konteks kebangsaan, memaksakan keyakinan kepada orang lain adalah bentuk pengkhianatan terhadap dasar hidup bernegara yang telah kita sepakati bersama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Surat Al-Baqarah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ayat 256, Al-Qur\u2019an memberi pesan tegas:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><b>\u0644\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0643\u0652\u0631\u064e\u0627\u0647\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u062f\u0650\u0651\u064a\u0646\u0650 \u06d6 \u0642\u064e\u062f \u062a\u064e\u0651\u0628\u064e\u064a\u064e\u0651\u0646\u064e \u0627\u0644\u0631\u064f\u0651\u0634\u0652\u062f\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u064a\u0650\u0651<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTidak ada paksaan dalam (menganut) agama; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (QS. Al-Baqarah [2]: 256)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayat ini menjadi dasar moral bahwa iman tidak lahir dari tekanan atau dominasi, melainkan dari kesadaran. Keyakinan sejati tumbuh dalam ruang kebebasan batin, bukan paksaan sosial atau politik. Dalam konteks negara seperti Indonesia, pesan ayat ini selaras dengan semangat Pancasila sila pertama: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ketuhanan Yang Maha Esa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pancasila tidak menetapkan satu agama resmi, tapi memberi tempat yang sama bagi setiap pemeluk agama untuk beribadah menurut keyakinannya. Negara berkewajiban menjamin kebebasan itu, sementara warga negara memiliki tanggung jawab moral untuk menghormatinya. Ketika salah satu pihak\u2014baik individu, kelompok, maupun institusi\u2014berusaha memonopoli tafsir kebenaran dan memaksakannya, di situlah retakan peradaban mulai terbentuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah telah mengajarkan, perpecahan bangsa tidak selalu diawali oleh perang atau senjata. Kadang cukup dengan kata-kata: ujaran kebencian, klaim kebenaran tunggal, atau penolakan terhadap perbedaan. Semua itu menggerus kepercayaan dan rasa kebersamaan yang menjadi fondasi bangsa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kehidupan modern yang semakin terbuka, tantangan kita bukan hanya menjaga keimanan, tapi juga menjaga kewarasan dalam beriman. Karena iman tanpa toleransi bisa berubah menjadi fanatisme, sementara toleransi tanpa nilai bisa menjadi permisif. Keduanya perlu berjalan berdampingan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bung Karno pernah menegaskan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNegara Republik Indonesia bukan negara satu agama, melainkan negara yang menghormati segala agama.\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Pandangan ini menegaskan bahwa keberagaman adalah keniscayaan, dan Pancasila adalah titik temu di tengah segala perbedaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, dalam praktiknya, sebagian masyarakat masih menempatkan agama sebagai alat ukur moralitas orang lain. Mereka menilai kesalehan dari simbol luar, bukan dari perilaku dan kontribusi pada kemanusiaan. Padahal, Al-Qur\u2019an sendiri mengingatkan bahwa hanya Tuhan yang berhak menilai manusia.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><b>\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0643\u064e \u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0646 \u0636\u064e\u0644\u0651\u064e \u0639\u064e\u0646 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u0623\u064e\u0639\u0652\u0644\u064e\u0645\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0647\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u0649\u0670<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan siapa yang mendapat petunjuk.\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (QS. Al-An\u2018\u0101m [6]: 117)<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayat ini mengingatkan bahwa kita tidak berhak mengklaim diri paling benar, apalagi memaksakan tafsir kepada orang lain. Tugas manusia hanyalah berbuat baik, sedangkan penilaian akhir sepenuhnya milik Allah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sinilah peran negara menjadi penting. Negara harus berdiri tegak di atas semua golongan, tidak berpihak pada tafsir agama tertentu, namun tetap menjamin ruang spiritual bagi semua warganya. Sebaliknya, masyarakat juga perlu memahami batas antara kebebasan beragama dan sikap intoleran yang mengancam kebebasan orang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia bisa tetap utuh sejauh kita mampu menahan diri untuk tidak saling memaksa. Karena dalam kebebasan yang dijamin konstitusi itu, tersimpan tanggung jawab besar: menjaga agar keyakinan tidak menjadi alat penindasan, melainkan sumber kedamaian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita mungkin tidak bisa memilih di mana dan dari siapa kita dilahirkan, tapi kita bisa memilih untuk hidup dengan saling menghormati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan di sanalah letak keimanan yang sejati \u2014 bukan pada siapa yang paling benar, melainkan pada siapa yang paling mampu menjaga kemanusiaan.(acank)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta Sejak awal kemerdekaan, Indonesia memilih jalan yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":14939,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis ; acank | Editor ; asyary |","footnotes":""},"categories":[208,29],"tags":[413,2047,2239],"newstopic":[],"class_list":["post-14938","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-opini","tag-agama","tag-negara","tag-saling-menghormati"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Agama, Negara, dan Tanggung Jawab untuk Tidak Saling Memaksa - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/10\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Agama, Negara, dan Tanggung Jawab untuk Tidak Saling Memaksa - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta Sejak awal kemerdekaan, Indonesia memilih jalan yang...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/10\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-10T06:55:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-10T06:56:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/agama-negara-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1184\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"672\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/10\\\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/10\\\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Agama, Negara, dan Tanggung Jawab untuk Tidak Saling Memaksa\",\"datePublished\":\"2025-10-10T06:55:28+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-10T06:56:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/10\\\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\\\/\"},\"wordCount\":573,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/10\\\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/agama-negara-1.jpg\",\"keywords\":[\"agama\",\"negara\",\"saling menghormati\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Opini\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/10\\\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/10\\\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\\\/\",\"name\":\"Agama, Negara, dan Tanggung Jawab untuk Tidak Saling Memaksa - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/10\\\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/10\\\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/agama-negara-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-10T06:55:28+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-10T06:56:41+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/10\\\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/10\\\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/10\\\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/agama-negara-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/agama-negara-1.jpg\",\"width\":1184,\"height\":672},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/10\\\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Agama, Negara, dan Tanggung Jawab untuk Tidak Saling Memaksa\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Agama, Negara, dan Tanggung Jawab untuk Tidak Saling Memaksa - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/10\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Agama, Negara, dan Tanggung Jawab untuk Tidak Saling Memaksa - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta Sejak awal kemerdekaan, Indonesia memilih jalan yang...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/10\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-10-10T06:55:28+00:00","article_modified_time":"2025-10-10T06:56:41+00:00","og_image":[{"width":1184,"height":672,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/agama-negara-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/10\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/10\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Agama, Negara, dan Tanggung Jawab untuk Tidak Saling Memaksa","datePublished":"2025-10-10T06:55:28+00:00","dateModified":"2025-10-10T06:56:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/10\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\/"},"wordCount":573,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/10\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/agama-negara-1.jpg","keywords":["agama","negara","saling menghormati"],"articleSection":["Berita","Opini"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/10\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/10\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\/","name":"Agama, Negara, dan Tanggung Jawab untuk Tidak Saling Memaksa - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/10\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/10\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/agama-negara-1.jpg","datePublished":"2025-10-10T06:55:28+00:00","dateModified":"2025-10-10T06:56:41+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/10\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/10\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/10\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/agama-negara-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/agama-negara-1.jpg","width":1184,"height":672},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/10\/agama-negara-dan-tanggung-jawab-untuk-tidak-saling-memaksa\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Agama, Negara, dan Tanggung Jawab untuk Tidak Saling Memaksa"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/agama-negara-1.jpg",1184,672,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/agama-negara-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/agama-negara-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/agama-negara-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/agama-negara-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/agama-negara-1.jpg",1184,672,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/agama-negara-1.jpg",1184,672,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/agama-negara-1-200x114.jpg",200,114,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta Sejak awal kemerdekaan, Indonesia memilih jalan yang...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/agama-negara-1.jpg",1184,672,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/agama-negara-1.jpg",1184,672,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/agama-negara-1.jpg",1184,672,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/agama-negara-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/agama-negara-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/agama-negara-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/agama-negara-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/agama-negara-1.jpg",1184,672,false],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/agama-negara-1.jpg",1184,672,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/agama-negara-1-200x114.jpg",200,114,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/opini\/\" rel=\"category tag\">Opini<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta Sejak awal kemerdekaan, Indonesia memilih jalan yang...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14938","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14938"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14938\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14941,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14938\/revisions\/14941"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14939"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14938"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14938"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14938"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=14938"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}