{"id":15010,"date":"2025-10-13T10:22:51","date_gmt":"2025-10-13T10:22:51","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=15010"},"modified":"2025-10-13T10:23:35","modified_gmt":"2025-10-13T10:23:35","slug":"petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/13\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\/","title":{"rendered":"Petani Kelapa di Persimpangan: Antara Hilirisasi Berkeadilan atau Kapitalisasi Industri"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/ppmindonesia.com\"><b>ppmindonesia.com<\/b><\/a><b>.Jakarta<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; Larangan ekspor kelapa utuh yang baru saja diumumkan pemerintah menjadi titik balik penting bagi<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/13\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\/\"> industri kelapa<\/a> nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia tidak lagi akan mengekspor kelapa gelondongan ke luar negeri, melainkan mengolahnya di dalam negeri menjadi produk bernilai tinggi seperti minyak kelapa murni (VCO) dan santan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebijakan ini, menurut pemerintah, merupakan bagian dari strategi besar hilirisasi pertanian. \u201cKita tidak boleh lagi menjual bahan mentah. Nilai tambahnya terlalu kecil. Kalau diolah, hasilnya bisa meningkat seratus kali lipat,\u201d ujar Amran seusai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Kamis (9\/10\/2025).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, di balik semangat industrialisasi itu, petani kelapa di berbagai daerah kini berada di persimpangan jalan. Mereka menyambut optimisme hilirisasi, tetapi juga cemas akan nasib mereka di tengah transformasi besar yang mungkin dikuasai oleh pemodal besar.<\/span><\/p>\n<p><b>Harga dan Pasar: Kekhawatiran dari Desa<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi sebagian besar petani di pesisir Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku, larangan ekspor kelapa utuh berarti satu hal: perubahan mendadak pada mata rantai pasar yang selama ini mereka andalkan.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSelama ini kami jual ke pengepul yang kirim ke luar negeri. Kalau ekspor berhenti, tapi pabrik pengolahan belum ada, harga kelapa bisa turun,\u201d kata Samsul Bahri (46), petani kelapa asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kekhawatiran Samsul beralasan. Sebagian besar sentra kelapa di Indonesia belum memiliki fasilitas pengolahan lokal. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, dari 15 provinsi penghasil kelapa utama, hanya sepertiganya yang memiliki industri pengolahan menengah ke atas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, petani masih bergantung pada tengkulak untuk akses pasar, modal, dan transportasi. Jika rantai ekspor mendadak terputus tanpa solusi alternatif, posisi tawar petani bisa melemah.<\/span><\/p>\n<p><b>Hilirisasi untuk Siapa?<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebijakan hilirisasi kelapa menuai dukungan luas di tingkat nasional. Namun, sejumlah kalangan menilai, implementasinya harus berhati-hati agar tidak berujung pada kapitalisasi industri yang justru meminggirkan petani.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau hilirisasi hanya dikuasai korporasi besar, itu bukan kemandirian rakyat, tapi pengalihan dominasi. Petani harus jadi subjek, bukan objek,\u201d kata Anwar Hariyono, Sekretaris Jenderal Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) Nasional.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PPM menilai bahwa hilirisasi berkeadilan hanya bisa terwujud jika melibatkan petani sebagai pemilik saham, pengelola, dan penerima manfaat utama dari industri kelapa. \u201cKami sedang mengembangkan model industri kelapa berbasis rakyat di perbatasan Kalimantan Barat\u2013Malaysia, agar petani bisa mengolah kelapanya sendiri menjadi VCO dan serabut bernilai ekspor,\u201d ujar Anwar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Model itu meniru keberhasilan mendiang Imam Hidayat dengan REPINDO, yang melatih petani memproduksi minyak kelapa murni di tingkat desa dengan teknologi sederhana.<\/span><\/p>\n<p><b>Antara Nilai Tambah dan Keadilan Sosial<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah menargetkan hilirisasi kelapa akan menghasilkan nilai tambah ekonomi hingga Rp 2.400 triliun per tahun\u2014lonjakan fantastis dibandingkan nilai ekspor kelapa utuh yang hanya Rp 24 triliun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aktifis Pusat Peranserta Masyarakat (PPM)\u00a0 mengingatkan bahwa nilai tambah tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan petani. \u201cJika tidak ada mekanisme pemerataan, keuntungan besar itu bisa terpusat di industri besar, bukan di desa penghasil,\u201d kata Parito, pemerhati pemberdayaan masyarakat petani kelapa. e<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Parito\u00a0 hilirisasi berkeadilan menuntut keberpihakan nyata pada ekonomi rakyat. Pemerintah perlu memastikan adanya insentif bagi koperasi, UMKM, dan kelompok tani untuk membangun unit pengolahan kecil menengah.<\/span><\/p>\n<p><b>Membangun Ekosistem dari Bawah<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah ke arah itu sudah mulai terlihat. Di Kalimantan Barat, PPM Indonesia bersama PPM Madani Malaysia tengah menyiapkan proyek bersama di wilayah perbatasan untuk mengolah kelapa lokal menjadi minyak murni dan produk turunan lainnya.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKerja sama ini bukan sekadar ekonomi lintas batas, tapi gerakan membangun ekonomi partisipatif di akar rumput,\u201d ujar Anwar.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Program semacam ini dianggap sebagai contoh bagaimana hilirisasi bisa berjalan tanpa mengorbankan kemandirian rakyat. Petani tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga memperoleh keuntungan dari proses produksi hingga pemasaran.<\/span><\/p>\n<p><b>Persimpangan Jalan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini, petani kelapa berada di antara dua arah besar: menjadi bagian dari transformasi ekonomi nasional atau tersisih oleh arus industrialisasi yang dikuasai modal besar.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau pemerintah serius ingin menjadikan hilirisasi sebagai jalan menuju kemandirian, maka harus dimulai dari desa. Jangan biarkan petani hanya jadi penonton,\u201d ujar Anwar menegaskan.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari butir kelapa, Indonesia dihadapkan pada pilihan: membangun ekonomi mandiri dan berkeadilan, atau sekadar mengganti bentuk ketergantungan lama dengan wajah baru kapitalisasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu akan menentukan arah mana yang dipilih bangsa ini.(emha)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta&#8211; Larangan ekspor kelapa utuh yang baru saja&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":15011,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis; emha | Editor: asyary","footnotes":""},"categories":[208,36],"tags":[2250,2262,1182,2246,2244],"newstopic":[],"class_list":["post-15010","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-nasional","tag-hilirisasi-berbasis-rakyat","tag-industri-kelapa","tag-kelapa","tag-pelatihan-pegolahan-vco","tag-vco"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Petani Kelapa di Persimpangan: Antara Hilirisasi Berkeadilan atau Kapitalisasi Industri - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/13\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Petani Kelapa di Persimpangan: Antara Hilirisasi Berkeadilan atau Kapitalisasi Industri - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta&#8211; Larangan ekspor kelapa utuh yang baru saja...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/13\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-13T10:22:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-13T10:23:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Petani-Kelapa-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"896\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/13\\\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/13\\\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\"},\"headline\":\"Petani Kelapa di Persimpangan: Antara Hilirisasi Berkeadilan atau Kapitalisasi Industri\",\"datePublished\":\"2025-10-13T10:22:51+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-13T10:23:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/13\\\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\\\/\"},\"wordCount\":665,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/13\\\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Petani-Kelapa-1.jpg\",\"keywords\":[\"hilirisasi berbasis rakyat\",\"industri kelapa\",\"kelapa\",\"pelatihan pegolahan vco\",\"vco\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/13\\\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/13\\\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\\\/\",\"name\":\"Petani Kelapa di Persimpangan: Antara Hilirisasi Berkeadilan atau Kapitalisasi Industri - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/13\\\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/13\\\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Petani-Kelapa-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-13T10:22:51+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-13T10:23:35+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/13\\\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/13\\\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/13\\\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Petani-Kelapa-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Petani-Kelapa-1.jpg\",\"width\":1600,\"height\":896},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/13\\\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Petani Kelapa di Persimpangan: Antara Hilirisasi Berkeadilan atau Kapitalisasi Industri\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/redaksi\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Petani Kelapa di Persimpangan: Antara Hilirisasi Berkeadilan atau Kapitalisasi Industri - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/13\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Petani Kelapa di Persimpangan: Antara Hilirisasi Berkeadilan atau Kapitalisasi Industri - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta&#8211; Larangan ekspor kelapa utuh yang baru saja...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/13\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-10-13T10:22:51+00:00","article_modified_time":"2025-10-13T10:23:35+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":896,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Petani-Kelapa-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Redaksi","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/13\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/13\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c"},"headline":"Petani Kelapa di Persimpangan: Antara Hilirisasi Berkeadilan atau Kapitalisasi Industri","datePublished":"2025-10-13T10:22:51+00:00","dateModified":"2025-10-13T10:23:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/13\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\/"},"wordCount":665,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/13\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Petani-Kelapa-1.jpg","keywords":["hilirisasi berbasis rakyat","industri kelapa","kelapa","pelatihan pegolahan vco","vco"],"articleSection":["Berita","Nasional"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/13\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/13\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\/","name":"Petani Kelapa di Persimpangan: Antara Hilirisasi Berkeadilan atau Kapitalisasi Industri - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/13\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/13\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Petani-Kelapa-1.jpg","datePublished":"2025-10-13T10:22:51+00:00","dateModified":"2025-10-13T10:23:35+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/13\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/13\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/13\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Petani-Kelapa-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Petani-Kelapa-1.jpg","width":1600,"height":896},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/13\/petani-kelapa-di-persimpangan-antara-hilirisasi-berkeadilan-atau-kapitalisasi-industri\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Petani Kelapa di Persimpangan: Antara Hilirisasi Berkeadilan atau Kapitalisasi Industri"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/d111b654829f14d51fe25661c2bcb08c","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a7d9925fce8500665e7cbe6ef4490beafdd31309526c2f30d6556cbb89ce6e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Petani-Kelapa-1.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Petani-Kelapa-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Petani-Kelapa-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Petani-Kelapa-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Petani-Kelapa-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Petani-Kelapa-1-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Petani-Kelapa-1.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Petani-Kelapa-1-200x112.jpg",200,112,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta&#8211; Larangan ekspor kelapa utuh yang baru saja...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Petani-Kelapa-1.jpg",1600,896,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Petani-Kelapa-1.jpg",1600,896,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Petani-Kelapa-1.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Petani-Kelapa-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Petani-Kelapa-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Petani-Kelapa-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Petani-Kelapa-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Petani-Kelapa-1-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Petani-Kelapa-1.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Petani-Kelapa-1-200x112.jpg",200,112,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Redaksi","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/redaksi\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/nasional\/\" rel=\"category tag\">Nasional<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta&#8211; Larangan ekspor kelapa utuh yang baru saja...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15010","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15010"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15010\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15013,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15010\/revisions\/15013"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15010"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15010"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15010"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=15010"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}