{"id":15015,"date":"2025-10-14T09:51:02","date_gmt":"2025-10-14T09:51:02","guid":{"rendered":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?p=15015"},"modified":"2025-10-14T10:05:45","modified_gmt":"2025-10-14T10:05:45","slug":"pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/14\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\/","title":{"rendered":"Pencerahan atau Ego? Tafsir Al-Qur\u2019an dalam Gempuran Zaman"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/ppmindonesia.com\"><b>ppmindonesia.com<\/b><\/a><b>.Jakarta <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; Fenomena <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/14\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\/\">tafsir Al-Qur\u2019an<\/a> belakangan ini menghadirkan wajah baru yang penuh warna. Di satu sisi, lahir penafsir-penafsir muda yang berusaha menggali pesan Al-Qur\u2019an dengan semangat pencerahan. Namun, di sisi lain, tidak sedikit yang justru menjadikan tafsir sebagai panggung ego, sekadar mencari sensasi atau identitas baru di tengah derasnya arus digital.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan pun muncul: apakah tafsir-tafsir kontemporer ini sungguh lahir dari niat tulus mencari kebenaran, atau hanya cermin dari kepentingan pribadi?<\/span><\/p>\n<p><b>Al-Qur\u2019an: Kitab yang Terbuka untuk Ditadabburi<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak awal, Al-Qur\u2019an menegaskan dirinya sebagai kitab yang mudah dipahami. Allah berfirman dalam QS Al-Qamar ayat 17:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u064a\u064e\u0633\u0651\u064e\u0631\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064e \u0644\u0650\u0644\u0630\u0651\u0650\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0645\u0651\u064f\u062f\u0651\u064e\u0643\u0650\u0631\u064d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDan sungguh telah Kami mudahkan Al-Qur\u2019an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?\u201d (QS Al-Qamar [54]: 17).<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayat ini menunjukkan bahwa pintu memahami Al-Qur\u2019an terbuka bagi siapa pun yang mau merenung. Namun, kemudahan ini bukan berarti kebebasan tanpa tanggung jawab.<\/span><\/p>\n<p><b>Antara Niat Tulus dan Ego Intelektual<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Prof. M. Quraish Shihab, tafsir adalah hasil interaksi manusia dengan teks suci yang tidak pernah final: \u201cAl-Qur\u2019an ibarat samudra. Setiap generasi mengambil mutiara sesuai kemampuan mereka, tetapi tak seorang pun dapat menguras seluruh kedalamannya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, di era media sosial, tidak sedikit penafsir yang lebih mementingkan popularitas ketimbang kedalaman. Nasr Hamid Abu Zayd, pemikir asal Mesir, pernah mengingatkan: \u201cKetika tafsir dijadikan alat legitimasi diri, maka yang lahir bukan pencerahan, melainkan sekadar ego yang dibungkus retorika.\u201d<\/span><\/p>\n<p><strong>Menimbang Hadis dan Tradisi<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah Islam mencatat tafsir tradisional sangat bergantung pada hadis. Padahal, hadis baru dibukukan lebih dari satu abad setelah wafatnya Nabi. Inilah yang memicu perdebatan: apakah hadis harus selalu dijadikan lensa utama dalam memahami Al-Qur\u2019an?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nabi Muhammad SAW sendiri pernah bersabda:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku tinggalkan pada kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat selama berpegang pada keduanya: Kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya.\u201d (HR Malik).<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hadis ini sering dijadikan dasar oleh ulama klasik untuk menempatkan sunnah sejajar dengan Al-Qur\u2019an. Namun, kelompok penafsir baru menekankan bahwa segala hadis tetap harus diuji konsistensinya dengan Al-Qur\u2019an, karena Al-Qur\u2019an adalah standar kebenaran tertinggi.<\/span><\/p>\n<p><strong>Tafsir, Poligami, dan Jilbab: Warisan atau Pesan Moral?<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dua isu populer yang kerap menjadi medan tafsir baru adalah poligami dan jilbab. Dalam QS An-Nisa ayat 3, Al-Qur\u2019an berbicara tentang poligami dalam konteks keadilan terhadap anak yatim:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u0641\u064e\u0627\u0646\u0643\u0650\u062d\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0637\u064e\u0627\u0628\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0671\u0644\u0646\u0651\u0650\u0633\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650 \u0645\u064e\u062b\u0652\u0646\u064e\u0649\u0670 \u0648\u064e\u062b\u064f\u0644\u064e\u0640\u0670\u062b\u064e \u0648\u064e\u0631\u064f\u0628\u064e\u0640\u0670\u0639\u064e \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u062e\u0650\u0641\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064e\u0648\u064e\u0670\u062d\u0650\u062f\u064e\u0629\u064b<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMaka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak mampu berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja.\u201d (QS An-Nisa [4]: 3).<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian ulama klasik memaknai ayat ini sebagai legalisasi poligami. Namun, penafsir kontemporer menekankan pesan moralnya: bahwa keadilan adalah syarat mutlak, dan ketika keadilan mustahil dicapai, monogami menjadi pilihan utama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu pula soal jilbab. QS Al-Ahzab ayat 59 berbunyi:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u064a\u064e\u0640\u0670\u0653\u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0628\u0650\u0649\u0651\u064f \u0642\u064f\u0644 \u0644\u0651\u0650\u0623\u064e\u0632\u0652\u0648\u064e\u0670\u062c\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627\u062a\u0650\u0643\u064e \u0648\u064e\u0646\u0650\u0633\u064e\u0627\u0653\u0621\u0650 \u0671\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u062f\u0652\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u0645\u0650\u0646 \u062c\u064e\u0644\u064e\u0640\u0670\u0628\u0650\u064a\u0628\u0650\u0647\u0650\u0646\u0651\u064e \u06da<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cWahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan wanita-wanita Mukmin agar mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.\u201d (QS Al-Ahzab [33]: 59).<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi sebagian ulama, ayat ini adalah aturan busana baku. Namun, sebagian penafsir modern menekankan aspek sosialnya: jilbab diperintahkan sebagai simbol kehormatan dan perlindungan di tengah budaya patriarkis, bukan sekadar aturan pakaian.<\/span><\/p>\n<p><b>Pencerahan atau Ego?<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaannya kini, apakah penafsiran-penafsiran baru ini membawa umat kepada pencerahan, atau justru terjebak pada ego dan sensasi?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prof. Amin Abdullah dari UIN Yogyakarta memberi catatan penting: \u201cKebebasan menafsirkan harus dibarengi tanggung jawab intelektual dan spiritual. Jika tidak, tafsir hanya menjadi ajang klaim, bukan jalan menuju hidayah.\u201d<\/span><\/p>\n<p><b>Menjaga Ruh Al-Qur\u2019an di Tengah Zaman<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Al-Qur\u2019an telah menegaskan fungsinya sebagai kitab yang membimbing seluruh umat manusia:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u0647\u064e\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0628\u064e\u064a\u064e\u0627\u0646\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u0638\u064e\u0629\u064c \u0644\u0651\u0650\u0644\u0652\u0645\u064f\u062a\u0651\u064e\u0642\u0650\u064a\u0646\u064e<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cInilah penjelasan yang ditujukan untuk seluruh manusia, petunjuk, serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.\u201d (QS Ali Imran [3]: 138).<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tafsir, pada akhirnya, adalah upaya manusia memahami cahaya wahyu. Ia bisa menjadi jalan pencerahan bila dijalankan dengan rendah hati, atau berubah menjadi panggung ego bila diselimuti kesombongan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah gempuran zaman, pilihan ada di tangan kita: menjadikan tafsir sebagai jalan menuju nur ilahi, atau sekadar alat membesarkan nama diri.(acank)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Fenomena tafsir Al-Qur\u2019an belakangan ini menghadirkan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15016,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"kia_subtitle":"Penulis; emha | Editor: asyary","footnotes":""},"categories":[208,1],"tags":[596,1625,1118],"newstopic":[],"class_list":["post-15015","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-hikmah","tag-al-quran","tag-ego-manusia","tag-tafsir-al-quran"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pencerahan atau Ego? Tafsir Al-Qur\u2019an dalam Gempuran Zaman - ppmindonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/14\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pencerahan atau Ego? Tafsir Al-Qur\u2019an dalam Gempuran Zaman - ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Fenomena tafsir Al-Qur\u2019an belakangan ini menghadirkan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/14\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppmindonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-14T09:51:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-14T10:05:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Pencerahan-atau-Ego_-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"896\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"mhasan.asyary\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"mhasan.asyary\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/14\\\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/14\\\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"mhasan.asyary\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543\"},\"headline\":\"Pencerahan atau Ego? Tafsir Al-Qur\u2019an dalam Gempuran Zaman\",\"datePublished\":\"2025-10-14T09:51:02+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-14T10:05:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/14\\\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\\\/\"},\"wordCount\":620,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/14\\\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Pencerahan-atau-Ego_-1.jpg\",\"keywords\":[\"al quran\",\"ego manusia\",\"tafsir al quran\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"Hikmah\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/14\\\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/14\\\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\\\/\",\"name\":\"Pencerahan atau Ego? Tafsir Al-Qur\u2019an dalam Gempuran Zaman - ppmindonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/14\\\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/14\\\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Pencerahan-atau-Ego_-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-14T09:51:02+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-14T10:05:45+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/14\\\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/14\\\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/14\\\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Pencerahan-atau-Ego_-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/Pencerahan-atau-Ego_-1.jpg\",\"width\":1600,\"height\":896},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/2025\\\/10\\\/14\\\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pencerahan atau Ego? Tafsir Al-Qur\u2019an dalam Gempuran Zaman\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"name\":\"ppm\",\"description\":\"The Center for People Participation\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#organization\",\"name\":\"ppm\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png\",\"width\":572,\"height\":141,\"caption\":\"ppm\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543\",\"name\":\"mhasan.asyary\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"mhasan.asyary\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/ppmindonesia.com\\\/index.php\\\/author\\\/mhasan-asyary\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pencerahan atau Ego? Tafsir Al-Qur\u2019an dalam Gempuran Zaman - ppmindonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/14\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pencerahan atau Ego? Tafsir Al-Qur\u2019an dalam Gempuran Zaman - ppmindonesia","og_description":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Fenomena tafsir Al-Qur\u2019an belakangan ini menghadirkan...","og_url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/14\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\/","og_site_name":"ppmindonesia","article_published_time":"2025-10-14T09:51:02+00:00","article_modified_time":"2025-10-14T10:05:45+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":896,"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Pencerahan-atau-Ego_-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"mhasan.asyary","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"mhasan.asyary","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/14\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/14\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\/"},"author":{"name":"mhasan.asyary","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543"},"headline":"Pencerahan atau Ego? Tafsir Al-Qur\u2019an dalam Gempuran Zaman","datePublished":"2025-10-14T09:51:02+00:00","dateModified":"2025-10-14T10:05:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/14\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\/"},"wordCount":620,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/14\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Pencerahan-atau-Ego_-1.jpg","keywords":["al quran","ego manusia","tafsir al quran"],"articleSection":["Berita","Hikmah"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/14\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/14\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\/","name":"Pencerahan atau Ego? Tafsir Al-Qur\u2019an dalam Gempuran Zaman - ppmindonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/14\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/14\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Pencerahan-atau-Ego_-1.jpg","datePublished":"2025-10-14T09:51:02+00:00","dateModified":"2025-10-14T10:05:45+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/14\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/14\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/14\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\/#primaryimage","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Pencerahan-atau-Ego_-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Pencerahan-atau-Ego_-1.jpg","width":1600,"height":896},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/2025\/10\/14\/pencerahan-atau-ego-tafsir-al-quran-dalam-gempuran-zaman-2\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ppmindonesia.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pencerahan atau Ego? Tafsir Al-Qur\u2019an dalam Gempuran Zaman"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#website","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","name":"ppm","description":"The Center for People Participation","publisher":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppmindonesia.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#organization","name":"ppm","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/cropped-Hiring___2_-removebg-preview.png","width":572,"height":141,"caption":"ppm"},"image":{"@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppmindonesia.com\/#\/schema\/person\/e54da8eca5be5ea990b6bd33fa658543","name":"mhasan.asyary","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0389c1edf55aab2f356c49aa6465351cd20c1564fe28a76d98276767f4e127b6?s=96&d=mm&r=g","caption":"mhasan.asyary"},"sameAs":["https:\/\/ppmindonesia.com"],"url":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Pencerahan-atau-Ego_-1.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Pencerahan-atau-Ego_-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Pencerahan-atau-Ego_-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Pencerahan-atau-Ego_-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Pencerahan-atau-Ego_-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Pencerahan-atau-Ego_-1-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Pencerahan-atau-Ego_-1.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Pencerahan-atau-Ego_-1-200x112.jpg",200,112,true]},"uagb_author_info":{"display_name":"mhasan.asyary","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Fenomena tafsir Al-Qur\u2019an belakangan ini menghadirkan...","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Pencerahan-atau-Ego_-1.jpg",1600,896,false],"landscape":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Pencerahan-atau-Ego_-1.jpg",1600,896,false],"portraits":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Pencerahan-atau-Ego_-1.jpg",1600,896,false],"thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Pencerahan-atau-Ego_-1-80x80.jpg",80,80,true],"medium":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Pencerahan-atau-Ego_-1-180x130.jpg",180,130,true],"medium_large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Pencerahan-atau-Ego_-1-350x220.jpg",350,220,true],"large":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Pencerahan-atau-Ego_-1-700x400.jpg",680,389,true],"1536x1536":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Pencerahan-atau-Ego_-1-1536x860.jpg",1536,860,true],"2048x2048":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Pencerahan-atau-Ego_-1.jpg",1600,896,false],"depicter-thumbnail":["https:\/\/ppmindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Pencerahan-atau-Ego_-1-200x112.jpg",200,112,true]},"rttpg_author":{"display_name":"mhasan.asyary","author_link":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/author\/mhasan-asyary\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/category\/hikmah\/\" rel=\"category tag\">Hikmah<\/a>","rttpg_excerpt":"ppmindonesia.com.Jakarta &#8211; Fenomena tafsir Al-Qur\u2019an belakangan ini menghadirkan...","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15015","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15015"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15015\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15018,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15015\/revisions\/15018"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15016"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15015"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15015"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15015"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppmindonesia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=15015"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}